Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Daddy dan princess.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


William merasa ada ikatan kuat yg terjalin antara Rosse dan juga diri nya,ikatan yg benar-benar kuat, melihat gadis kecil itu menangis dada nya juga ikut sesak,ada apa dengan diri nya.


Mungkin kah ini pertanda bahwa dia sudah pantas memiliki seorang anak,harus kah William sekarang menikah.


Melepas kaos yg melekat di tubuh atletis nya, William bersiap untuk berenang.tubuh Tegap dan seksi itu terpampang nyata, bersentuhan langsung dengan udara sejuk,perut six pack milik nya sangat menggoda iman,di kiri otot-otot lengan yg terlihat keras dan menggoda,William memandangi punggung peri kecil nya yg perlahan menjauh,dada nya selalu berdebar hebat ketika berada di dekat Rosse.


William merasa ada ikatan kuat yg terjalin antara Rosse dan juga diri nya,ikatan yg benar-benar kuat, melihat gadis kecil itu menangis dada nya juga ikut sesak,ada apa dengan diri nya.


Mungkin kah ini pertanda bahwa dia sudah pantas memiliki seorang anak,harus kah William sekarang menikah.


Melepas kaos yg melekat di tubuh atletis nya, William bersiap untuk berenang.tubuh Tegap dan seksi itu terpampang nyata, bersentuhan langsung dengan udara sejuk,perut six pack milik nya sangat menggoda iman,otot-otot lengan yg terlihat keras dan menggoda.


"Kita mau apa Will?"dokter Vilton datang,dia berjalan sembari melepas kan kemeja putih milik nya,tampak nya dia juga akan ikut berenang.


"Berenang"William menggendong tubuh Rosse,lalu mulai mencebur kan diri ke dalam kolam renang,suara pekikan keras Rosse langsung menyambut ketika dingin nya air kolam menyentuh permukaan tubuh nya yg halus dan indah.


"Akh uncle"Rosse kaget lalu mulai memeluk tubuh William dengan erat,untuk pertama kali nya dia mencoba untuk berenang,biasa nya jangan kan berenang, menyentuh nya saja Rosse tidak mau.


"Kau harus belajar berenang princess, berpegangan pada uncle, uncle tidak akan membiar kan mu tenggelam"William masih tetap di sana,tidak bergerak sedikit pun dari tempat nya, membiasa-kan tubuh mungil Rosse dengan air.


"Rossi mau berenang bersama uncle?"dokter Vilton mengulur kan tangan nya,dengan ragu Rossi menerima nya,dia ikut mencebur kan diri ke dalam kolam renang.


Pada siang menjelang sore,Rosse dan Rossi menghabis kan waktu mereka di dalam kolam renangnya,sekedar belajar berenang walau pun sangat sulit.


Berulang kali Rosse hampir tenggelam,jika saja tangan kekar William tidak sigap memeluk tubuh mungil nya.


"Hahaha uncle geli!"Rosse memekik sembari terkekeh,kerja tangan William dengan jahil nya menggelitik pinggang mungil milik nya.


Di balik jendela,ada sosok yg menyender kan tubuh nya, menghapus air mata yg mendadak mengalir deras,melihat kedekatan antara Rosse dan William.


Biru terisak,tidak.dia ingin egois sekali ini saja,sedari dulu dia tidak henti-henti nya berfikir bagaimana jika suatu saat ayah biologis Rosse dan Rossi datang,Tidak,biru tidak boleh lemah,mereka hanya anak-anak nya.


Siapa pun laki-laki itu biru tidak perduli,yg sekarang di perduli kan oleh nya hanya lah kebahagiaan Rosse dan Rossi,tidak ada yg lain, berkerja dengan nona Kim semua kebutuhan nya selama ini tercukupi,tentu saja dengan uang.


"Rosse! Rossi!kalian tidak ingin mandi?"biru berjalan ke arah kolam renang,melihat tiga laki-laki tampan tengah bertelanjang dada,sial.membuat wanita muda itu langsung memaling kan wajah nya ke arah lain.


"Mahu mandi mommy, uncle lousse mahu mandi"Rosse langsung meminta William untuk menggendong nya ke permukaan.


Biru merebut paksa Rosse,lalu menggendong tubuh sang putri di ikuti Rossi dari belakang,biru berniat memandi kan Rosse lalu mengunci nya di dalam kamar, agar putri kecil nya itu tidak berkeliaran ke mana-mana.


Dahi William mengeryit bingung,dari tatapan mata saja dia sudah tau bahwa biru tidak menyukai nya,tapi kenal,dia merasa kan ada hal yg aneh dengan biru.

__ADS_1


"Rosse!mommy harus bilang berapa kali hah? jangan berdekatan dengan orang asing, terutama tuan muda itu"biru menggosok rambut pirang milik Rosse dengan shampoo khusus untuk anak-anak,sembari mem-berengut kesal.


"Mommy kenapa sih?mommy sehallus nya Ndak boleh begitu,itu Ndak baik mommy!uncle William kan orang baik"seperti biasa nya,Rosse selalu menjawab pertanyaan biru dengan kesal,gadis kecil itu ternyata sangat sangat menyayangi seorang William Alexander Efron Smith.


"Rosse!mommy mohon sekali saja jangan menjawab!"biru jadi ikut kesal karena sikap keras kepala yg di miliki oleh Rosse, berusaha menekan kesabaran nya,biru terus memperlaku kan Rosse dengan sangat lembut.


"Mommy kenapah sih?uncle Willi kan baik?, mommy sehallus nya Ndak boleh begitu!"biru menghela nafas kesal,lalu melilit kan handuk di tubuh mungil sang putri,mulai menggendong Rosse keluar dari kamar mandi.


"Rossi mau mommy mandi kan?"biru menawar kan Rossi agar mau di mandi kan oleh nya,mengingat ketika berumur dua tahun,Rossi sudah tidak mau di mandi kan oleh biru.


"Tidak"satu kata penolakan yg di keluar kan Rossi,sebelum tubuh pria kecil itu menghilang di balik pintu kamar mandi.


"Ish loussi Ndak sopan banget"Rosse menatap tajam ke arah rossi,bibir nya mengerucut,tidak menyukai perilaku sang saudara kembar,yg sangat berlebihan bagi nya,pada hal Rosse lebih tidak sopan dari Rossi,tapi gadis mungil itu tetap tidak mau mengakui nya.


Biru menggeleng kan Kepala mendengar perkataan sang putri,sebelum mengambil gaun berwarna Maroon yg berada di dalam lemari,lalu mulai memakai kan Nya di tubuh sang putri.


"Mommy Lousse mau pakai bandana!Ndak mahu di kuncill"Rosse menunjuk ke arah sebuah bando dengan telinga kelinci yg cukup panjang di kedua sisi kepala nya.


"Baik lah,sabar ya princess kesayangan mommy"biru menyisir pelan rambut bergelombang milik Rosse,lalu mulai memakai kan bandana.


Memoles kan sedikit bedak bayi di wajah gembul sang putri,biru lagi dan lagi melihat ke arah manik mata Rosse,manik mata yg sangat mirip dengan laki-laki yg telah menodai nya dulu.


"Lousse cantik kan mommy?"Rosse tertawa riang ketika melihat tampilan cantik di cermin,dia memang sangat cantik di tangan bandana yg menambah kesan lucu bagi nya.


"Rossi ayo mommy bantu ganti baju?"biru menggendong tubuh putra nya yg baru keluar dari dalam kamar mandi,mulai memakai kan baju kemeja berwarna marron dan celana bahan hitam.


Couple,mereka memang selalu memiliki pakaian yg sama,biru selalu membeli kan barang-barang yg sama untuk putra dan putri nya, menghindari rasa iri dan dengki satu sama lain.


"Terima kasih mommy"Rossi menyisir rambut nya sendiri tanpa bantuan biru,sedari kecil dia memang terbiasa hidup mandiri.


Sebagai satu-satu nya laki-laki di keluarga kecil biru, Rossi merasa sangat bertanggung jawab atas keselamatan semua orang,termasuk Nisa, karena itu dia lebih memilih mandiri,dan juga menjaga diri nya sendiri,agar kelak dia bisa menjaga tiga perempuan istimewa.


Biru,Rosse dan juga Nisa.tiga wanita istimewa yg harus menjadi kan nya sebagai tameng pelindung,rasa tanggung jawab yg di miliki oleh Rossi sangat lah kuat,hingga tanpa di minta,Rossi melakukan tugas nya dengan sangat baik.


"Diam di sini,mommy akan membersih kan diri lebih dulu"biru perlahan menanggal kan jilbab berwarna merah muda, memperlihat kan rambut sebahu nya.


Semakin kemari,biru memutus kan untuk tidak memanjang kan rambut nya lagi, karena dia sudah memiliki dua orang anak,biru hanya ingin yg simpel-simpel saja.


Rosse memilih untuk memain kan boneka Barbie yg ia bawa dari Korea,memain kan nya,sembari sesekali melirik ke arah Rossi yg sibuk memandang keluar jendela.


Karena penasaran dengan apa yg di lihat oleh Rossi,Rosse memutus kan beranjak dari duduk nya,ikut berdiri di sebelah Rossi, memandang ke arah yg sama,anak kembar itu seakan sedang melamun kan sesuatu.


"Rosse, kira-kira seperti apa ya wajah Daddy kita?"Rosse menoleh ketika manusia dingin di sebelah nya berujar,memiring kan kepala,Rosse tampak nya tengah berfikir keras,ada apa dengan Rossi.


"Ndak tahu, mungkin Daddy millip sama loussi"jawab Rosse jujur, karena dia berfikir mungkin Daddy mereka mirip dengan Rossi, secara mereka kan sama-sama laki-laki.

__ADS_1


"Loussi, Lousse hellan kenapa mommy Ndak suka Lousse dekat dengan uncle Willi?"akhir nya pertanyaan itu lolos juga dari bibir mungil Rosse.


"Yg pasti,mommy ingin yg terbaik untuk kita"untuk sekarang Rossi enggan menerka-nerka,tapi Rossi meyakini satu hal,dulu mommy memiliki kenangan buruk terhadap laki-laki, karena itu biru tidak bisa dekat dengan laki-laki kecuali, Rahardian dan juga Andi.


Tanpa di ketahui banyak orang,biru memang sengaja menjaga batasan,agar tidak dekat dengan laki-laki.jujur kejadian waktu itu masih membekas,melukai dan juga mengganggu mental nya,tak jarang ketika sedang tidur, kejadian itu datang bak mimpi,membuat biru suka menangis dalam tidur nya.


Selama kurang lebih satu bulan ini,biru sering pergi ke psikiater,untuk sekedar berkonsultasi,menghilang kan trauma, berbagai jalan sudah Nisa tempuh untuk membantu nya,tapi tetap saja trauma itu tidak hilang,hingga terkadang biru harus meminum pil tidur agar dia bisa tidur dengan nyenyak.


"Sayang"biru membuyar kan lamunan saudara kembar itu, ketika mereka menoleh, ternyata biru sudah siap,rambut nya tertutup jilbab hitam, tubuh nya sudah berbalut gamis berwarna merah muda.


"Ini sudah magrib, cepat ambil wudhu kita shalat"semenjak bertemu dengan Nisa,biru semakin memperdalam ilmu agama nya,memberi kan perlajaran paling penting untuk anak-anak nya,yaitu ilmu agama.


Rosse dan Rossi mengangguk,secara tertib mereka mulai mengambil wudhu,membentang kan sajadah,bersiap untuk beribadah kepada sang pencipta.


Sebagai ibu yg baik,biru mulai mengambil posisi sebagai seorang imam,sebenar nya posisi ini sering di isi oleh Nisa,tapi karena mengingat gadis cantik itu tengah terbaring lemah,biru mengurung kan nya.


Khusyuk.biru dan ke dua anak-anak nya sangat khusyuk dalam menjalan kan ibadah wajib bagi umat muslim.


"Mommy doa biall Daddy nya lousse cepat pulang"begitu selesai salam,Rosse langsung me-request sebuah doa, khusus untuk sang daddy.


Tak mau berdebat,biru memilih untuk mengangguk mengiya kan,mulai mengangkat ke dua tangan ke atas, kalimat demi kalimat doa biru panjat kan untuk laki-laki itu,demi Rosse.


Melepas kan mukenah,Rosse langsung berlari keluar setelah selesai memanjat kan doa untuk sang Daddy.


Melihat ke sana kemari, karena tidak mendapati ada seseorang,Rosse memutus kan untuk duduk di sofa ruang tamu,senyum lebar menghiasi wajah cantik nya ketika melihat sebuah mahkluk datang mendekat ke arah nya.


Makhluk berbulu berwarna abu-abu gelap,dengan mata bulat dan sebuah kalung bertulis kan Garfiel,kucing berjenis Persia medium itu mendekat ke arah Rosse, mengelus-elus kan kepala nya di kaki milik gadis kecil itu.


"Hihihi,ada Dalgom"Rosse turun dari sofa lalu mulai mengelus kepala kucing itu,senyum lebar terus terukir di bibir nya,Rosse berfikir itu adalah Dalgom,kucing Nisa.


"Hallo dallgom!"Rosse mencoba untuk menggendong tubuh gembul Dalgom,mata nya berkaca-kaca ketika dia tidak bisa mengangkat kucing gembul itu karena terlalu berat.


Akhir nya Rosse hanya bisa menangis,berguling di dekat kucing nya nyonya Lisa,lalu memeluk tubuh gembul kucing itu erat, terisak.


Tuan besar Smith yg hendak menuju ke dapur mengambil minum,mendadak di kejut kan dengan seorang anak kecil tengah berbaring di dekat Garfiel.


"Rosse sedang apa kau di sana?"tuan besar Smith teringat dengan anak perempuan dari asisten pribadi nona Kim,dan benar saja Rosse mendongak,lalu berlari ke dalam pelukan tuan besar Smith.


"Hua,,glandpa!kucing nya bellat, lousse mau Gendong tapi Ndak kuat"tawa tuan besar Smith langsung menggelar ketika Rosse menjelas kan apa alasan nya menangis.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2