Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Rossi dan William


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Rossi sayang kenapa?"biru berjalan cepat ke arah Rossi,dia kaget bukan main melihat Rossi menangis terisak,bahkan hidung mancung milik Rossi,memerah.


"Aku ingin ikut nona Kim,dia pulang ke Korea tanpa mengajak ku!"Rossi terisak, tubuh nya terus-menerus memberontak ketika sang mommy hendak menggendong nya.


"Iya-iya sayang,jangan menangis"biru menghela nafas panjang.untuk pertama kali nya,dia melihat Rossi yg biasa nya hanya diam dengan ekspresi dingin,kini menangis terisak.


"Aku mau nona Kim!"sedari sampai di mansion Smith,Rossi terus merengek ingin ikut nona Kim.


"Iya-iya,ayo sayang sama mommy"biru berjalan perlahan,mendekat.tapi percuma Rossi terus berguling-guling tanpa Arah,kaki nya terus memberontak,sedewasa apa-pun dia,Rossi tetap lah balita yg memiliki sisi kekanakan-kanakan.


William yg baru turun dari kamar, setelah menidur kan Rosse terbelakang.bagaimana tidak putra kecil nya tengah menangis,dan berguling-guling di lantai.


"Hei son ada apa?"William mendekat, menggendong tubuh mungil sang putra,tanpa perduli dengan Rossi yg terus-menerus memberontak.bagi willliam, tenaga Rossi tidak ada apa-apa, terutama ketika melawan tubuh william,yg gagah,tinggi,kekar dan juga berotot.


Kau harus menerima Daddy mu,jika kau tidak mau,setidak nya hargai dia untuk ku,aku sangat ingin melihat kalian bahagia,mau kah kau menuruti nya.


Rossi terdiam,dia tidak lagi memberontak.karena teringat janji nya kepada Nisa untuk menghargai William,sang daddy.walau pun hati nya tidak ingin,tapi demi janji nya kepada Nisa ia rela melakukan nya.


"Kau ingin sesuatu son?"William berjalan,meniti perlahan satu persatu tangga.meninggal kan banyak orang yg tengah sibuk memandangi punggung lebar milik nya,fokus William hanya satu yaitu menenang kan sang putra,Rossi.


Tiba lah mereka di dalam kamar utama milik William,di mana si cantik rosse tengah tidur lelap.rossi diam,enggan menjawab pertanyaan yg di lontar kan sang Daddy,fikir nya sekarang hanya satu,yaitu meluap kan kekesalan nya.


"Rossi, sayang kau ingin bertemu dengan nona Kim?jangan seperti ini"biru masuk,membawa segelas air.dia tidak tega, melihat anak nya terus seseguk kan.


"Beri kan pada ku, prince ayo minum!"William membantu Rossi yg ada di gendongan nya untuk meminum air,tidak ada penolakan.


"Kata kan pada Daddy kau ingin sesuatu son?Daddy sangat-sangat menyayangi mu,jadi jangan khawatir jika Daddy menolak"William menduduk kan tubuh Rossi di sofa.


"Tuan"biru baru saja akan mengeluar kan pendapat,melarang sang suami,agar tidak terlalu memanja-kan anak-anak.


"Jika kau mau nona Kim,kita tidak bisa melakukan itu son.nona Kim punya kehidupan nya sendiri,sama seperti kita.kita punya kehidupan pribadi sendiri,yg tidak semua orang berhak ikut campur"William mengelus lembut rambut sang putra,menyalur kan ketenangan.


"Tapi saya ingin pergi dari sini uncle"William menghela nafas kasar.pada hal dia sudah mengerah kan segala kekuatan untuk dekat dengan Rossi,tampak nya percuma, karena pria kecil itu masih memanggil nya dengan sebutan uncle.


"Tapi Daddy tidak akan membiar kan mu pergi.apa kau begitu membenci Daddy son?Daddy benar-benar tidak berniat melakukan hal itu pada kalian,Daddy bahkan sudah mengerah kan banyak anak buah untuk mencari keberadaan kalian"tanpa di minta oleh siapa pun, William menjelas kan.


"Saya melakukan ini untuk nona Kim,dia yg meminta agar saya menghargai Anda"


Senyum sinis terukir di wajah tampan milik William, ternyata benar dugaan nya tidak mungkin Rossi mendadak melupa kan rasa benci kepada nya,pasti lah ada alasan untuk hal itu.


"Daddy tau.dan terima kasih telah berusaha,kau tampak lelah son beristirahat lah"William memberi ciuman hangat di kening Rossi, sebelum melangkah keluar,karena menyadari biru ingin berbicara empat mata dengan Rossi.


"Rossi, dia Daddy mu sayang,kau tidak boleh seperti itu"biru berlutut,menyesuai kan tinggi nya dengan Rossi.berusaha bicara dari hati ke hati,dengan penuh kelembutan.


"Aku tau mom,walau aku tidak mau"biru menghela nafas pelan,senyum lembut terukir di bibir tipis nya.biru sedikit menyesali keputusan nya,untuk menikahi wiiam tanpa persetujuan Rossi.


"Sayang,mommy minta maaf karena tidak sempat meminta pendapat mu waktu itu.tapi, bagaimana pun dia Daddy mu,dia hanya ingin bertanggung jawab sayang,tidak kah kau bisa memberi kan nya kesempatan?"biru menetap ke arah Rossi.


"Mommy ini sulit,tapi aku akan berusaha"biru tersenyum lebar mendengar jawaban yg di keluar kan oleh Rossi.

__ADS_1


"Kau pasti lelah, karena berkeliling seharian lebih baik kau tidur"Rossi mengangguk,lalu mulai merebah kan diri nya di sebelah Rosse,memejam kan mata ketika kepala nya sudah menyentuh bantal halus.


"Biru terima kasih"biru menoleh.ternyata william masih berdiri di ambang pintu,bibir laki-laki itu bergetar,penuh kebahagiaan.


Tanpa basa-basi,William langsung menerjang tubuh biru.memeluk tubuh mungil sang istri dengan erat, senyum lebar terukir.dia sangat bahagia sekarang,setelah menyadari bahwa Rossi akan memberi kan nya kesempatan.


"Sama-sama"biru menjawab pelan.


"Aku sangat ingin tidur"biru mengeryit, karena tiba-tiba William menarik tangan nya menuju ranjang, memang masih terasa sedikit canggung.


"Eh!"biru tersentak kaget, ketika William dengan tiba-tiba, meletak kan kepala nya di pangkuan biru.


Menghela nafas,biru sebisa mungkin bersikap tenang dan tidak panik.trauma itu nyata,tapi demi ke dua buah hati nya yg telah terlelap,sebisa mungkin biru tidak membuat kegaduhan.


"Elus kepala ku biru"jiwa manja William mendadak memberontak, membuat biru hanya bisa menghela nafas pasrah.jari lentik milik nya perlahan,mengelus rambut ke emasan milik William.


Mirip.lagi dan lagi,biru merasa sangat iri kepada william.pada hal nyata nya dia yg mengandung selama 9 bulan,membesar kan Rosse dan juga Rossi seorang diri, tapi tidak ada satu pun dari anak-anak nya yg mirip dengan nya.


Sementara William, Rosse dan juga Rossi tidak ada yg tau bagaimana bentuk wajah sang Daddy dulu.tapi wajah mereka sangat lah mirip.


Jujur biru benci berada di posisi ini.andai dulu wajah anak-anak nya terutama Rossi tidak mirip dengan willliam, mungkin sekarang dia sudah bisa melupakan trauma nya.


Sibuk dengan fikiran nya sendiri,biru sampai tidak sadar,dia ikut terlelap bersama dengan keluarga kecil nya.


Ceklek!


Nyonya Lisa,tuan besar Smith dan juga sekretaris Steven yg hendak mengechek keadaan rossi, terperangah.senyum haru terukir di wajah mereka masing-masing, melihat keharmonisan keluarga kecil ini.


"Mommy bahagia dad"nyonya Lisa memeluk lengan kekar milik tuan besar Smith,air mata bahagia menetes.sebagai seorang ibu,tentu Nyonya Lisa bahagia, karena anak nya telah menemu kan kebahagiaan dan juga jati diri sendiri.


"Steven,kau tidak ingin dekat dengan nona Kim kah?jika kau mau,mommy akan menjodoh kan kalian"


"Lebih baik kita keluar tuan dan nyonya besar"sekertaris Steven keluar lebih dulu,di ekori oleh nyonya Lisa dan juga tuan besar Smith.


Matahari terbenam,di ganti kan dengan bulan, ruang makan milik keluarga Smith tampak sangat ramai, terutama dengan celotehan aneh bin ajaib yg keluar dari bibir mungil Rosse.


"Loussi di mana nona Kim?kok Ndak ikut kita makan?"Rosse sudah siap dengan sepiring hidangan lengkap berserta lauk,tangan nya menggengam sendok,walau pun nanti dia pasti akan meminta untuk di suapi oleh sang mommy.


"Nona Kim sudah pulang ke korea princess"William yg baru saja datang, langsung mengambil tempat duduk,tepat di antara kursi Rosse dan Rossi.


"Benar kah,Daddy di mana ayah dan oma?"masalah Nisa sudah selesai, Sekarang gantian Rosse menanya kan di mana keadaan ibu dari biru,dan juga Rahardian.


"Oma sudah pulang ke Indonesia princess, sementara ayah Rahardian dia harus kembali ke Korea untuk melanjut-kan pengobatan nya"William menjawab,di mana keberadaan ibu mertua nya dan juga ayah Rahardian.


"Ini tuan"biru menyerah kan sepiring makanan untuk William.


"Thank you honey"william mengulas senyum lebar,melihat pipi biru berubah menjadi merah,hanya karena ia puji.


"Alex, bagaimana dengan pendidikan mereka?"nyonya lisa membuka pembicaraan dengan sangat serius.


"Aku sudah mendaftar kan nya mom,mulai dari akta kelahiran.nama mereka juga ku tambah kan marga Smith"


Ayana Rosseanne anindira Smith dan Abiyasa Rossianno Andara smith.adalah nama baru dari Rosse dan Rossi,di mana mereka telah memiliki identitas pribadi sendiri.

__ADS_1


Smith,siapa saja yg mengenal marga ini tentu akan ketakutan, mengingat keluarga Smith memegang kendali atas Roda ekonomi Inggris.


"Kau tidak masalah kan honey?"biru tersentak kaget, sedari tadi dia diam termenung.karena itu pertanyaan dari William cukup menyentak kesadaran nya.


"Tentu saja tidak,mereka membutuh kan identitas yg jelas"biru menjawab dengan sangat lembut.


"Mommy Lousse Ndak bisa makan sendilli"semua orang yg ada di meja makan terkekeh, mendengar perkataan dari Rosse.


"Baik lah sayang,kemari biar mommy suapi"biru mengambil alih sendok di genggaman tangan Rosse,secara perlahan menyuapi sang putri.


"Rossi kau tidak ingin Daddy suapi?"William menawar kan diri untuk menyuapi anak nya yg dingin seperti pinguin di kutub.


"Tidak"singkat Rossi,mulai menyuap kan sesuap nasi ke dalam mulut mungil nya.


"Tapi mommy,kan sellagam sekolah nya lousse sama loussi ada di kolea"


"Kita bisa membeli nya princess"William mencubit pipi gembul milik Rosse gemas,mungkin putri nya fikir dia tidak memiliki uang, sehingga harus mengambil barang-barang yg ada di Korea.


"Mommy Rossi ingin tetap berkerja"perkataan menakjubkan yg keluar dari bibir Rossi, berhasil membuat semua orang yg ada.


Kekayaan keluarga Smith tidak akan habis tujuh turunan,tujuh tanjakan, dan tujuh tikungan.lalu untuk apa anak sekecil Rossi hendak berkerja,begitu lah kira-kira fikiran semua orang yg ada di sana.


"Kenapa kau ingin berkerja son?"suara tegas penuh ketidak sukaan tergambar jelas dari suara William.


"Aku hanya ingin kehidupan ku seperti semula"lirih Rossi sangat pelan.bukan takut pada William,pria kecil itu hanya saja merasa keputusan nya salah.


"Tapi Rossi sayang,kau dan Rosse sudah memiliki daddy.untuk apa berkerja?sekarang itu semua adalah tanggung jawab dari Daddy"Rossi menggengam erat tangan biru, keputusan nya sudah bulat.


"Apa kah uang bisa mengukur jasa nona Kim mommy?"kini gantian biru yg terdiam.dia mulai mengerti arah pembicaraan Rossi,pria kecil ini ingin berkerja di KNN boutique sebagai bentuk terima kasih dan juga penyaluran hobby.


"KNN BOUTIQUE cabang Inggris,butuh pantauan mommy, terutama ketika kepala butik memutus kan untuk resign"diam.biru tidak bisa menyanggah,atau sekedar mengiyakan permintaan dari Rossi, karena sekarang ada William yg berhak mengambil keputusan.


Biru melirik ke arah William,kali ini dengan tatapan penuh permohonan.william yg di tatap segera mengalih kan pandangan nya,sial.hanya tatapan dari biru saja berhasil membuat iman nya goyah.


"Tapi"


"Biar lah William,biru dan Rossi bisa berkerja di KNN boutique.kita semua tau,sebelum menikah mereka juga berkerja di sana"tuan besar Smith langsung memotong perkataan William.


Mengangguk.william tidak bisa membantah perkataan dari tuan besar Smith.


"Terima kasih grandpa,Rossi sayang granpa"perkataan itu meluncur begitu saja dari bibir mungil Rossi,senyum lebar menjadi pelengkap kebahagiaan nya.


"Sama-sama prince,grandpa lebih menyayangi mu"tuan besar Smith menghadiahi elusan singkat di rambut ke emasan milik Rossi.


"Miris sekali nasib ku,putra ku sendiri tidak menyayangi ku"semua orang memandang iba ke arah william.


"Untuk nona Kim,Rossi berterima kasih Daddy"


Mulut william terbuka lebar karena sangat-sangat bahagia,binar kebahagiaan tidak pudar di mata biru milik nya,untuk pertama kali nya rossi memanggil nya Daddy.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2