Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
kedatangan Nyonya Lisa dan tuan besar Smith.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Seperti biasa,pagi hari,di kediaman nona Kim,mereka semua sedang sarapan,tentu saja,di temani dengan celotehan celotehan lucu dari Rosse.


Ting tong.


Suara bel bergema,biru dengan cepat turun dari kursi nya,lalu membuka pintu,mata nya membelalak ketika melihat siapa yg datang.


Sepasang paruh baya,dengan masing-masing menenteng paper bag.


"Nyonya,tuan"biru membungkuk hormat ketika melihat nyonya Lisa dan juga tuan besar William datang berkunjung, jauh-jauh dari Inggris,kemari.


Mereka mau apa ya?.Biru.


"Di mana cucuku!"nyonya Lisa langsung masuk tanpa memperduli kan biru yg masih berdiri diam di dekat pintu.wanita paruh baya itu tidak lagi mengingat etika dan juga tata Krama ketika bertemu,fokus nya hanya satu,kedua cucu nya.


Pekikan nyonya Lisa terdengar Hingga keruang makan,sontak saja rossi,Rosse dan Nisa mengalih kan pandangan ke pintu pembatas antara ruang tamu dan juga ruang makan.


"Siapa yg datang?"Nisa melanjut kan makan nya,tanpa terpengaruh suara nyonya Lisa yg semakin nyaring,di ikuti langkah kaki yg mulai mendekat.


"Sayang!cucu grandma!"nyonya Lisa kembali memekik heboh, ketika melihat Rosse dan Rossi duduk diam di meja makan,baru saja hendak melangkah,dengan kesal nyonya Lisa melirik orang yg dengan berani mencekal tangan nya.


"Sayang bersikap sopan lah,kita sedang bertamu di rumah orang"nyonya Lisa memperbaiki penampilan nya,dan mulai berdehem menetral kan suara nya yg habis karena berteriak-teriak keras.


Lalu mulai melangkah dengan sangat elegan,tidak lagi terburu-buru.di ekori tuan besar Smith dan juga biru yg tidak henti-henti nya tertawa lucu di belakang pasangan paruh baya itu.


Pasangan yg lucu.biru.


"Permisi nona Kim,kami datang untuk mengunjungi cucu-cucu kami,Rosse dan Rossi"nyonya Lisa sedikit membungkuk penuh keanggunan,kepada wanita muda yg masih sibuk dengan gambaran di hadapan nya.


"Silah kan duduk,ikut lah sarapan!"Nisa menjawab santai,tanpa mengalih kan pandangan nya pada kertas gambar di hadapan nya.lingkungan rumah adalah lingkungan kekuasaan nya,jadi Nisa tidak perlu menghormati tamu-tamu yg hadir,hanya sekedar basa-basi,itu lebih dari cukup.


"Rosse sayang grandma merindu kan mu"Rosse menoleh ke arah nyonya Lisa,lalu merentang kan tangan nya, membiar kan wanita paruh baya itu memeluk tubuh mungil nya.


"Lousse juga Lindu gland ma"Rosse tersenyum lebar, ternyata dia memiliki nenek dan kakek dari sang Daddy, lengkap sudah kebahagiaan yg di miliki gadis mungil itu.


"Boy apa kabar?"tuan besar Smith memutus kan untuk duduk di sebelah Rossi, sembari mengamati wajah cucu laki-laki nya yg tampak tidak terganggu oleh kehadiran nya, sedikit pun.


"Baik"singkat Rossi.dia memang membatasi diri untuk tidak terlalu dekat dengan orang asing,walau pun orang itu berstatus keluarga nya sendiri.


"Nona Kim,kamu membawa kan oleh-oleh untuk mu"nyonya Lisa duduk di sebagai Nisa yg sedang makan, mengeluar kan dua paper bag mini kepada gadis cantik dengan jilbab krem itu.


Paper bag bertulis kan salah satu merek ternama di Inggris,tentu saja bisa di pasti kan bahwa barang di dalam nya bukan lah barang biasa,melain kan barang istimewa yg memiliki tingkat jual dan juga harga beli yg sangat tinggi.


Merek itu,Nisa tersenyum tipis,tentu dia tahu merek itu,bisa di tebak paper bag itu berisi sebuah perhiasan, karena dari merek nya saja Nisa tau, bahwa toko itu menjual perhiasan dengan harga yg lumayan fantastis.


"Saya tidak membutuh kan nya Nyonya Smith"Nisa sama sekali tidak menyentuh barang itu sedikit pun.membuat biru yg duduk di sebelah nya mengeryit bingung.


Memang nya ada apa ya di dalam nya?.biru.


Biru terus menerus,mengamati paper bag di sebelah nya, kedatangan tuan besar Smith dan juga nyonya Lisa yg sangat mendadak,cukup menimbul kan rasa penasaran di hati Biru.

__ADS_1


"Nona Kim,ku mohon terima lah,anggap ini sebagai ucapan terima kasih karena anda sudah mau menerima cucu-cucu saya tinggal di sini"nyonya Lisa tetap Keukeh ingin memberi kan hadiah itu kepada Nisa,bagi nya jasa-jasa yg di beri kan Nisa tidak bisa di ukur dengan apapun, bahkan perhiasan berlian sekali pun.


"Mommy!"nah kan, kondisi rumah Nisa yg biasa nya sepi dan juga dingin berubah.


Kedatangan William dan juga sekretaris Steven membuat rumah yg biasa nya seperti rumah kosong, berubah dan bertambah sangat ramai.


"William kau datang juga?"nyonya Lisa tersenyum polos tanpa dosa, dia memiliki maksud terselubung dari kedatangan nya ke Korea.


"Daddy"Rosse merentang kan tangan ke arah William,tidak ingin membiar kan tangan mungil sang putri menganggur,William langsung menggendong tubuh mungil Rosse, menghadiahi kecupan di semua sisi wajah Rosse.


"Mommy kenapa tidak memberi tau William jika datang ke sini!"William duduk di kursi meja makan,menampak kan raut wajah kesal nya kepada sang mommy,yg tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan.


"Mommy bukan diri mu yg kabur dari rumah sakit, dengan bantuan Steven"bukan nya menjawab pertanyaan dari Willliam, Nyonya Lisa malah mencibir sang putra,yg pergi kabur diam-diam ketika menjalani perawatan di rumah sakit.


"Biru tolong buat kan minum, lebih baik kita mengobrol di ruang tamu"Nisa berjalan menuju ruang tamu, setelah memberi kan perintah,untuk mereka semua mengikuti nya ke ruang tamu.


Biru mengangguk,memasti kan semua nya pergi dari ruang makan,dia mulai menjalan kan tugas nya,mengambil piring bekas makan,mencuci nya lebih dulu, sebelum membuat kan minum.


Biru tentu ingat posisi nya di sini.walau pun di anggap saudara oleh nona Kim,dia cukup sadar diri bahwa dia tidak lebih dari wanita malang dengan dua anak kembar,yg di tampung oleh nona Kim.


Semua perkerjaan rumah biru jalan kan dengan baik, terkadang di bantu Rossi atau Nisa, tapi Karena kesibukan Nisa di dunia fashion, membuat nya jarang membantu biru.


Mulai dari menyapu,mengepel, mencuci piring,mencuci baju,dan berberes-beres,semua tanggung jawab biru.untung nya ada juga seorang pembantu,dan satpam di rumah ini,jadi bisa saling meringan kan.


Biru selalu melakukan nya dengan rapi dan memulai nya dari pagi.agar ketika Nisa selaku nona kim bangun, semua perkerjaan sudah selesai,jadi Nisa tidak berfikir dia hanya makan gaji buta.


Mengusap tangan dengan sapu tangan yg tergantung di atas meja.Biru mulai mengangkat nampan yg berisi minuman dan beberapa cemilan untuk para tamu,lebih tepat nya laki-laki yg telah menodai kesucian nya.


Biru beristighfar dalam hati ketika mendadak tubuh nya bergetar,tangan nya semakin menggenggam erat nampan.


Mendadak saja kilasan malam itu kembali terlintas di fikiran nya.Langkah kaki biru ter-pundur satu langkah,di ikuti dengan mata nya yg mulai memejam erat.


Menggeleng,biru berusaha menarik kesadaran nya.kembali melangkah,biru memasang senyum kepalsuan dan penuh keterpaksaan di bibir nya, berusaha membuat orang-orang percaya,dia baik-baik saja,dan akan selalu seperti itu.


"Silah kan di minum"biru kembali duduk, ketika selesai menyajikan minuman di meja,helaan nafas lega terdengar dari bibir mungil nya.


"Boy kau tidak ingin duduk di sebelah Daddy?"Rossi memilih diam,dia semakin mengerat kan pelukan nya pada lengan sang mommy,biru.


"Nona Kim kau beruntung"Nisa yg sibuk dengan tatapan tajam sekertaris Steven menoleh ke arah tuan besar Smith.


"Maksud nya?"Nisa bertanya dengan bingung.kening nya mengeryit heran pertanda tidak mengerti.


"Ada yg melindungi mu"mendengar hal-hal mistis, baik Nisa dan juga biru langsung ketakutan,biru menggenggam erat tangan mungil Rossi, sementara Nisa semakin merepat kan tubuh nya pada sekertaris Steven.


"Tuan besar,jangan berkata seperti itu aku takut"biru bergumam pelan,yg ternyata masih bisa di dengar jelas oleh semua orang yg ada di sana.


"Daddy panggil aku Daddy!mengerti biru?"tukas tuan besar Smith,biru hanya bisa mengangguk pasrah,Nisa dingin dan aura tegas yg di keluar kan tuan besar Smith membuat nya hanya bisa mengangguk pasrah.


"Ada yg melindungi mu nona Kim,bagi orang awan memang menakut-kan tapi bagi yg berpengalaman seperti ku itu biasa"tuan besar Smith memang memiliki kemampuan indigo,jadi tidak sulit bagi nya untuk melihat sosok yg tengah menjaga Nisa.


"Nona Kim!"


"Biru!"

__ADS_1


Dua wanita cantik itu ketakutan secara bersamaan.hanya ada tiga wanita dewasa di rumah ini termasuk pembantu,tanpa kehadiran laki-laki tentu mereka berdua ketakutan,di tambah rumah ini memiliki ukuran yang cukup luas.


"Biru kau baik-baik saja"William mendekat ke arah biru, mengelus rambut berbalut jilbab hitam itu,biru menggeleng,dia benar-benar ketakutan dengan segala hal yg berbau mistis dalam bentuk apapun itu.


"Sosok itu berbentuk elang,mata nya tajam,di belakang mu, ada seseorang laki-laki muda"


"Tidak itu pasti bukan Sekertaris Wahyu kan!"Nisa menggeleng,memeluk lengan kekar sekertaris Steven,menyembunyi kan wajah nya di balik lengan kekar itu.


"Nona Kim"mata biru sudah mulai berair, terutama ketika Nisa menyebut nama orang yg sudah meninggal,sumpah demi apapun dia mulai merasa kan hal-hal mistis.


"Lousse Atut"Rosse menyembunyi kan wajah nya di ceruk leher sang daddy,dia sama penakut nya dengan biru,jika berkaitan dengan sesuatu yg mistis.


"Lousse mau ikut Daddy pulang"William berusaha menenang kan sang putri, sekaligus biru.peran nya sekarang menjadi ganda, dalam hati dia mulai merutuk kenapa ketakutan biru harus di turun kan pada putri nya,rosse.


"Dia menjaga mu dengan baik,ya dia adalah laki-laki itu, terbukti dia mengangguk ketika kau menyebut nama nya, tatapan nya dingin namun penuh rasa cinta"


Nisa terisak keras.suara tangis yg keras dan mendadak tentu membuat semua orang panik,biru bahkan ikut menangis karena ketakutan, bagaimana bisa nanti mereka hidup tenang,di rumah yg penuh dengan banyak misteri.


"Aku takut,hiks ibu"William gelagapan melihat biru juga ikut terisak di sebelah nya,ingin mendekap tubuh mungil itu,tapi Rosse masih menyembunyi kan wajah nya di dada bidang milik William


"Mommy,hantu itu tidak ada,jika kita meyakini tidak ada daya upaya apapun yg hebat, kecuali Allah SWT"Rossi mengambil alih untuk menenang kan sang mommy.


Masih sesegukan.biru berusaha terlihat tegar,dia malu,Rossi saja yg masih kecil tidak takut tapi dia,dia malah takut dengan hal-hal seperti itu.


"Mungkin uncle Wahyu hanya ingin menjaga nona Kim"biru mengangguk.mungkin arwah sekertaris Wahyu masih ingin menjaga Nisa,walau dia tidak terlihat.


Tapi air mata kembali mengalir.


Aku iri.biru.


Wanita cantik itu iri,kisah cinta mereka memang sangat erat,saling mencintai walau berakhir tragis.tidak seperti nya,cinta nya bahkan harus kandas sebelum di mulai,rasa nya sangat sesak ketika biru harus membayang kan nya lagi,ini benar-benar menjengkel kan untuk nya.


Cinta nya pada sosok Andi memang perlahan memudar.tapi entah mengapa, hingga sekarang, ketika berdekatan atau bertemu dengan nya saja sudah membuat jantung biru berdetak kencang.


Biru kembali, menghapus air mata nya.secepat mungkin,biru harus segera melepas perasaan nya pada Andi,mungkin saja Tuhan sudah mentakdir-kan laki-laki lain untuk nya.


Optimis.fokus biru sekarang hanya satu,mendidik anak-anak nya,mengurus mereka dan juga melimpah kan banyak kasih sayang untuk si kembar Rosse dan Rossi.


"Mommy menyayangi kalian semua"biru tidak henti-henti nya mengucap syukur, karena Allah sudah mengizin kan mereka hadir di hidup biru.


"Mommy,are you oke?"Rossi menyentuh tangan willliam, menyadar kan sang mommy yg terus-menerus termenung.


"Yes"biru hanya bergumam pelan.


Sekertaris Steven sibuk menepuk punggung Nisa,membiar kan wanita cantik itu mengeluar kan segala tangis yg ia pendam selama ini, tangis yg benar-benar menyesak kan,dengan setia sekertaris Steven terus mengulur kan tissu untuk Nisa.


"Ini semua gara-gara kau daddy"nyonya Lisa berbisik pelan sambil menepuk keras bahu sang suami.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2