
”dimana Queen?apa dia sudah tidur,ah aku sangat merindukan nya.”celoteh Davin.
bugh.
“awh.....”
Davin terhentak ke dinding, kresek bawaan nya langsung jatuh ke lantai.
cletak.
suara pistol mulai terpompa,membuat Davin mendongak.mata nya langsung melotot melihat siapa yang menodong kan pisau di depan kepala nya.
“kapten ada apa?.”tanya Davin shock.
bugh.
bugh.
bugh.
“akhhg!!.”davin memekik kencang.
“kapten kau gila?!kenapa kau memukuli dokter Davin?!dia tidak salah sama sekali.”
James yang melihat Anindito memukuli tubuh Davin langsung berhamburan.menahan kedua tangan Anindito untuk berhenti memukuli Davin.
“aku harus membunuh mu dokter davin.”
“kau boleh membunuh ku tapi beri aku satu alasan kenapa kau harus membunuh ku?.”
“kau adalah suami dari adik ku sekaligus pria yang sudah menghancurkan semua mimpi yang ia bangun sudah payah.kau sumber penderitaan nya,dan bagaimana kau bisa dengan santai datang ke sini?.”
Anindito berujar geram,sebelum menghadiahi tamparan dan tendangan untuk Davin.
__ADS_1
“uhuk...”
Davin langsung muntah darah,karena dahsyat nya tendangan yang di beri kan oleh Anindito.
“kau pasti salah faham.”james melerai.
“kau yang memperkosa adik ku bede*ah!!!.”
Anindito kembali menghadiahi Davin tinju.
tinju demi tinju di hadiahi oleh kapten pasukan khusus itu.sampai pada akhir nya Davin terkapar tidak berdaya di lantai.
darah dan lebam-lebam ada di tubuh nya.kali ini Davin benar-benar sekarat,bukan nya tidak bisa melawan.tapi Davin tau ini salah.
“dav,davin.kau baik-baik?.”tanya James bingung.
“davin!bukan mata mu sekarang!.”pekik James.
“kapten!!!apa yang kau lakukan!.aku tau kau marah,tapi kau hampir membunuh Davin dia tidak pantas mendapat kan ini.”
sebelum pergi dari sana, Anindito lebih dulu mendorong tubuh James lalu menendang nya karena kesal.
“davin!Davin kau baik-baik saja?.”
tidak mungkin aku membawa Davin pergi,ada Queen di dalam kamar.dia tidak bisa ku tinggal sendiri.
James panik,di sisi lain dia bingung karena keadaan Davin tapi di sisi lain dia tidak bisa pergi begitu saja karena ada Queen yang sedang tertidur di dalam kamar.
“james!!ada apa?.”
James menoleh,ternyata dokter ridho dan suster intan datang.
“kenapa kalian ada di sini?.”tanya James.
__ADS_1
“intan mendengar suara gaduh karena itu dia meminta ku untuk datang kemari.apa yang kita tunggu!cepat angkat tubuh Davin!!!.”
“suster intan masuk ke dalam kamar!Queen sedang tidur,jaga dia.sampai almera datang,jangan sampai kau beranjak dari sebelah nya.”
suster intan mengangguk kan kepala nya patuh.ia segera beranjak menuju ke dalam kamar,mengamati Queen yang tertidur dengan lelap.
“ayo cepat!jangan sampai terlambat.kondisi Davin benar-benar lemah.”ajak James,memapah tubuh kekar Davin.
tubuh kekar Davin di papah menuju ke dalam UGD, kali ini James dan ridho sendiri yang mengobati sang sahabat.
***
“abang,ada apa?.”
Anindito menoleh,melihat Almera ia segera tersenyum tipis.
“loh tangan Abang terluka,kenapa?apa Abang habis bertengkar?tapu dengan siapa?siapa yang berani bertengkar dengan abang?.”
Almera mendekat ke arah Anindito,ia segera menggenggam kedua tangan sang Abang.
“abang baik-baik saja,seharus nya kau tidak khawatir.”
“bagaimana bisa aku tidak khawatir?Abang terluka sekarang.”jawab almera khawatir.
“kau sudah bertemu dengan ayah?beliau pasti sedang menunggu mu.”
“aku tidak berani masuk ke sendirian.”
“kau takut di usir ya?.”
Anindito menangkup wajah cantik sang adik.lalu,menghadiahi nya sebuah kecupan sayang di dahi.
“iya,ayah tidak terlalu baik pada ku bahkan sampai sekarang.aku takut aku akan di usir.”jawab Almera lirih,karena bingung.
__ADS_1