Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Mengembalikan apa yg telah di renggut.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Keesokan hari nya.


Hari ini adalah hari pertama bagi William untuk masuk kerja,setelah mengambil cuti pernikahan,ya walau pun tidak terjadi apapun sesuai harapan banyak orang,tapi William cukup bahagia,memeran kan peran nya sebagai seorang suami idaman dan juga Daddy yg baik.


Hari pertama juga bagi Rosse dan Rossi untuk bersekolah,di sekolah elit yg di pilih dan di tinjau langsung oleh William.


"Rosse kemari!"biru mengepal kan tangan nya geram.sejak pagi dia harus mengurus Rosse yg tidak henti-henti nya berlari ke sekitar kamar, hingga biru tidak memiliki kesempatan membantu suami nya bersiap.


"Ndak mau!"Rosse terus berkeliling di dalam kamar,membiar kan rambut panjang nya berterbangan sesuka nya,mengikuti langkah kaki gadis mungil yg tidak mau berhenti itu.


"Astaghfirullah,sabar kan hamba mu ini ya Allah"biru sampai beristighfar,menghadapi tingkah Rosse yg super lincah benar-benar melelah-kan.


"Hey princess!jangan buat mommy mu lelah"William yg sudah siap dengan jas kerja nya, langsung menangkap putri mungil nya yg terus berlarian.


"Hihihi,Daddy nya Lousse tampan"Rosse menangkup ke dua pipi tegap milik sang Daddy,lalu menghadiahi kecupan di sana.


"Ya Daddy tau Daddy tampan,tapi sekarang kau harus bersiap untuk sekolah princess"William menduduk kan tubuh Rosse di kursi meja rias,membiar kan biru mengambil alih untuk mengurus putri sulung mereka.


"Mommy lousse mau kuncil dua"biru mengangguk,mulai menguncir rambut Rosse sesuai permintaan sang putri.


"Kau sedang apa son?"William duduk di sofa,tepat di belakang Rossi yg tengah sibuk menggambar,sekedar basa-basi dan menunjuk kan kasih sayang nya sebagai seorang Daddy yg baik.


"Menggambar"singkat rossi.jika sudah bersangkutan dengan desain mendesain,dunia bahkan di lupa kan oleh nya.


"Ini indah,kau pasti pintar jika menjadi arsitek"William berceloteh sendiri,tanpa di tanggapi oleh rossi.pria kecil itu seakan tidak perduli dengan apa pun yg di kata kan sang Daddy.


"Tuan ayo!"biru sudah siap,begitu juga dengan Rosse yg tampak cantik.


"Ayo son!"William menggenggam erat tangan mungil milik rossi.keluarga kecil itu perlahan turun ke bawah,bersiap mengikuti acara sarapan pagi.


Di bawah,sudah ada bibit-bibit pelakor,yg tidak lain adalah Liora beserta keluarga nya.mereka datang dengan alasan memberi kan selamat, atas pernikahan William, karena sewaktu pesta mereka tidak sempat datang.


"Itu William"ibu Liora menunjuk ke arah William,yg di tunjuk hanya memaling kan wajah nya.


"Tuan,tidak sopan"biru memperingati William yg menurut nya bersikap tidak sopan kepada tamu.


"Hubby! panggil aku hubby mulai sekarang,tidak ada penolakan"biru baru saja angkat bicara,tapi William lebih dulu memotong nya.


Hubby and honey?drama macam apa lagi yg akan di cipta kan oleh biru dan William.sepasang suami-istri yg di ikat Dengan benang takdir tak kasat mata.


"Ayo duduk honey"William sengaja menekan-kan kata honey,agar Liora sadar siapa dan apa posisi nya.


"Daddy Lousse lapall"Rosse tidak mau duduk,dia tetap berdiri di sebelah sofa,memasang wajah cemberut.karena jujur,saat ini Rosse benar-benar lapar.


"Ayo sayang!"biru yg baru duduk,berdiri.menuntun Rosse dan Rossi untuk masuk ke ruang makan,yg letak nya cukup jauh dari ruang tamu.


"Willi kau mau ke mana?"Liora langsung mencegat willliam yg hendak menyusul langkah kaki biru dan anak-anak nya.


Jelas dari raut wajah nya,Liora tampak sangat tidak menyukai bentuk perhatian yg di beri kan William pada biru.jiwa egois dan pencemburu milik nya meronta,sedari kecil Liora lah yg sangat mencintai William,tapi tidak sedikit pun laki-laki tampan itu menoleh.


"Menyusul istri dan anak-anak ku"William menekan kan kata istri dan anak-anak, menyindir Liora,agar wanita yg terang-terangan menyukai nya itu berhenti.

__ADS_1


Tangan Liora mengepal erat, tatapan yg tadi penuh cinta berubah menjadi nyalang.


"Daddy! Lousse sudah selesai makan,ayo belangkat!"belum juga William beranjak.suara pekikan dari Rosse terdengar sangat keras,memenuhi seluruh penjuru mansion.


"Ayo hubby!"William menyeringai.dia tentu faham,bahwa biru masih sangat canggung.


"Mom,dad Alex dan biru akan berangkat dulu"William berpamitan dengan nyonya Lisa dan juga tuan besar Smith dari kejauhan,enggan mendekat.


"Hati-hati ya!"hanya itu tanggapan dari nyonya Lisa.


Biru,william, Rosse dan Rossi berjalan cepat menuju ke luar mansion.


Di luar mansion, sudah berdiri sekertaris Steven dengan gaya khas nya,cool.laki-laki tampan itu berdiri di dekat mobil,tangan nya menggengam sebuah benda pipih, sesekali senyum simpul terukir di wajah tampan nya,hingga tidak menyadari,biru dan juga William sudah ada di hadapan nya.


"Kau sedang jatuh cinta stev?"


"Ah!"sekertaris Steven gelagapan mendengar teguran yg di beri kan oleh William.dengan cepat dan asal-asalan, sekertaris Steven memasuk kan kembali handphone ke dalam saku jas nya, membungkuk hormat.


"Sekertaris Steven pasti habis melihat foto yg sedang tranding sekarang kan?"sekertaris Steven menghela nafas.tebakan biru benar ada nya,dia memang sedang melihat-lihat foto yg sedang tranding di media sosial.


"Tranding?memang nya foto apa yg sedang tranding sekarang?"William melirik ke arah biru, kemudian ke arah sekertaris Steven.dia sedang menebak-nebak, kira-kira foto apa yg sedang tranding, hingga menjadi topik pembahasan sang sekertaris dan juga istri nya.


"Bukan apa-apa tuan muda,silah kan"sekertaris Steven menyergah dengan cepat, membuka kan pintu untuk William.


Masih dengan segudang pertanyaan di otak nya,William melangkah masuk ke dalam mobil.di ikuti dengan biru dan juga Rossi, senyum lebar terukir di wajah cantik milik Rosse, dia bahagia karena memiliki keluarga yang lengkap.


Mobil melaju pelan, meninggal kan kemegahan mansion smith.biru terus membuang pandangan nya ke depan, sesekali tangan nya tampak mengelus pelan cincin berlian di tangan nya, Cincin pernikahan nya dengan William.


"Kita sampai!"karena sibuk melamun,biru tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai di sebuah sekolah besar,sangat besar sama seperti sekolah Rosse dan Rossi dulu.


Keluarga kecil itu terus berjalan, Hingga sampai di sebuah ruangan besar.


"Ini kelas kalian,dan mereka adalah bodyguard kalian,jika butuh sesuatu uncle-uncle itu akan membantu,faham"William menunjuk ke arah 2 body guard berbadan kekar yg akan menjaga Rosse dan Rossi,serta seorang wanita yg bertugas sebagai baby sister si kembar.


"Faham,mommy lousse masuk dulu.assalamualaikum"Rosse meraih tangan William dan juga biru,mengecup nya,di ikuti dengan Rossi.


"Son jaga saudari mu!"Rossi mengangguk,tanpa di minta oleh William dia pasti akan menjadi Rosse,semampu nya.


"Hubby kita akan ke mana?"biru mengeryit bingung, ketika di dalam mobil.dia menyadari satu hal,jalan ini sangat lah asing,tidak mungkin kan ini jalan pintas agar bisa cepat sampai ke KNN boutique.


"Kejutan!"biru mendesah pasrah, berbicara dengan William sama aaja berbicara dengan patung.


Tidak lama,mobil yg di Kendarai oleh sekertaris Steven,sampai di sebuah universitas ternama.universitas yg menjadi incaran banyak calon mahasiswa,baik dari dalam maupun luar negeri.


"Ayo!"biru diam mematung.langkah nya masih mengekor setiap langkah kaki William,mata nya terus melirik ke sana kemari, melihat keindahan dari universitas ini.


Semua mata di sana memandang ke arah biru,dan juga william.bagaimana tidak,William adalah pemilik dari universitas ini.dia datang,dengan Wanita yg di rumor kan sebagai istri batu nya,tentu saja itu cukup membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian.


"Hubby kita sedang apa di sini?"biru mengeryit bingung,mereka tiba di sebuah ruangan luas.


"Aku ingin mewujud kan mimpi mu biru!"mimpi yg di maksud oleh William adalah cita-cita biru yg sempat terhenti, dokter bedah saraf.


William ingin mengembali kan semua yg telah ia renggut dari biru,mulai dari keluarga,dan juga yg paling terakhir adalah cita-cita yg di miliki oleh biru, yaitu seorang dokter.


William tau cita-cita ini bukan lah angan-angan semata,sedari kecil biru terus berusaha untuk menggapai nya.mulai dari belajar siang dan malam tanpa henti,dan segala macam nya,ibu sendiri yg mengata kan kepada willliam.

__ADS_1


"Mimpi?"biru membeo lirih.sebelum akhir nya dia tau,mimpi apa yg di maksud oleh William.mimpi nya menjadi seorang dokter bedah saraf,mimpi yg telah ia kubur selama kurang lebih 4 tahun,demi si kembar Rosse dan juga Rossi.


"Ibu bilang kau ingin menjadi dokter bedah saraf,kau bahkan sudah mendapat kan beasiswa untuk itu,tapi karena kebodohan ku,kau terpaksa menahan mimpi mu"William berusaha meyakin-kan biru untuk menerima tawaran nya,mengingat anak-anak yg sebentar lagi akan berusia empat tahun tentu William sangat ingin,biru mendapat kan pendidikan yg layak.


Diam.jujur biru sangat ingin mengejar mimpi nya, selagi memilki kesempatan.tapi,biru juga sadar,jika berkuliah pasti menyita banyak waktu, sementara dia memiliki anak dan seorang suami yg wajib ia urus.


"Aku ingin,tapi aku memiliki tugas sendiri"akhir nya hanya itu jawaban yg di keluar kan dari mulut biru.


"Aku yakin biru,kau bisa mengatur waktu, kau pasti bisa biru!"biru mengangguk perlahan,dia memutus kan untuk menerima tawaran dari William.


Sebagai istri dari seorang konglomerat bisnis besar,biru merasa bahwa ia harus memiliki pendidikan yg layak,agar mampu bersanding dengan laki-laki hebat seperti William.


"Tuan semua sudah selesai"sekertaris Steven datang.dia telah menyelesai-kan tugas nya, mendaftar kan biru sebagai seorang mahasiswi kedokteran di sini.


"Biru, hari ini pertama kali kau berkuliah, semoga berhasil"


Cup!


Biru tergugu,badan nya bergetar.dia ter-pundur beberapa langkah ke belakang,jantung nya berdetak kencang.


Sementara William, laki-laki itu menegak kan tubuh nya,lalu berlalu pergi dari sana, membiar kan biru di antar oleh seorang bodyguard, khusus untuk biru.


Biru terus memandangi punggung kekar yg perlahan menjauh.jari nya masih memegangi bibir,dia benar-benar terkejut sekarang,William dengan berani-berani nya mengecup bibir nya.


"Ini nona"sekertaris Steven menyerah kan tas berisi buku-buku,sebelum membungkuk hormat,berlalu dari hadapan sang nona muda.


Sepanjang perjalanan menuju ke kantor,tidak henti-henti nya William tersenyum.serangan mendadak milik nya berhasil, membuat biru berdebar.


"Steven,kau tau bagaimana menakluk-kan hati wanita?"di tengah perjalanan, willliam membuka pembicaraan.


"Tidak tau tuan"singkat.


"Ah iya aku lupa kau kan hanya pernah mencintai dalam diam"William terkekeh mengingat masa-masa mereka kuliah.


Terjebak cinta segitiga dengan sahabat sendiri,memang cukup rumit.william dan juga sekertaris Steven pernah merasa kan nya,hanya sebatas suka bagi William,tapi untuk sekertaris Steven itu adalah cinta.


"Apa perlu saya cari tau tuan muda?"bahkan ketika mereka telah sampai di Smith group, pembahasan masih sama,cara merebut hati seorang wanita.


"Tidak perlu,aku yakin biru bisa jatuh dalam pesona ku!"kesombongan yg di miliki oleh william mendadak kambuh.


"Oh ya, kenapa adik tiri biru cepat sekali kembali?"William ingat,ratu pernah meminta untuk di Inggris selama kurang lebih satu bulan, tapi satu hari setelah pernikahan,ratu telah kembali ke Indonesia.


"Dia membuat masalah?"William menebak asal,tidak biasa nya sekertaris Steven diam ketika di tanya, jika dia diam, arti nya ada sesuatu yg di tutupi.


"Iya tuan muda,saya sudah memberes kan nya dengan nona Kim"William diam,menebak masalah apa yg di buat oleh adik tiri sang istri.hingga sekertaris Steven dan juga Nisa yg notabene nya tidak suka ikut campur,harus turun tangan.


"Apa sangat serius?"dari pantulan lift,William dapat melihat sekertaris Steven menggangguk,pertanda masalah kali ini sangat lah serius.


"Obat perangsang"satu kalimat yg membuat tangan William mengepal,tanpa di jelas kan dia faham maksud sekertaris Steven.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2