Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
leukimia.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.



a new novel.


"Ayah!"


Sesuai janji William,dia membawa si kembar untuk menjenguk Rahardian di rumah sakit.


"Kalian?"Rahardian tersenyum lebar melihat kehadiran rosse dan Rossi.


"Kami datang menjenguk ayah"di bantu oleh William,rosse naik ke atas brankar perawatan Rahardian.


"Benar kah?ayah sangat bahagia karena kau masih mengingat ayah"Rahardian mengelus lembut rambut keemasan milik Rosse.


"Tentu saja.ayah,rosse sebenar nya sangat merindu-kan kehadiran ayah.rosse benar-benar lelah sekarang,ayah tau?rosse sudah pergi ke Korea bahkan ke Amerika"rosse mulai berceloteh.


"Pak Rahardian,ada yg perlu ku bicara kan"William duduk di sebelah brankar Rahardian.


"Tentang biru?"Rahardian menebak,dari raut wajah William saja ia yakin ada sesuatu yg cukup serius.


"Iya.aku bisa kah kau tetap tinggal di sini?masalah terus datang silih berganti,setidak nya kau bisa membantu ku menjaga biru dan anak-anak"


Raut keterkejutan tidak dapat lagi di sembunyi kan oleh Rahardian—mata nya terbelalak, laki-laki itu yakin ada sesuatu masalah yg benar-benar serius,hingga seorang William Alexander Efron Smith tidak bisa menjaga biru dan anak-anak nya seorang diri.


"Apa masalah nya benar-benar serius?"William hanya mampu mengangguk pasrah.


"Aku akan tetap di sini.biru adik ku,sebagai seorang kakak aku tidak mau dia dalam bahaya sedikit pun"


Perlahan tapi pasti, Rahardian berhasil mengikhlas kan biru,dia memilih untuk diam dan mencintai biru dengan cara yg berbeda.


"Terima kasih"William mengulas senyum lebar.


"Untuk ratu,aku minta maaf tidak membebas kan nya, bagaimana pun dia bersalah dan pantas mendapat kan hukuman"William menatap ke arah Rahardian,tidak ada tanggapan sedikit pun dari laki-laki itu.


"Aku tau,ratu memang salah dia pantas mendapat kan hukuman Nya"Rahardian hanya mampu membiar kan William menghukum ratu,dia tau adik nya itu salah


"Ini hampir malam, kami pamit"William melirik sekilas kearah arloji milik Nya sebelum berpamitan pada Rahardian.


"Jaga diri mu ayah!"dari dalam gendongan William,rosse melambai kan tangan nya.


Begitu sampai di mansion William melirik sekilas ke arah mobil bodyguard biru,arti nya sang istri sudah pulang sekarang.


"Honey?"William mengeryit.dia tidak mendapati biru baik di dalam kamar maupun di dapur,entah hilang ke mana istri nya itu.


"Dad,Daddy melihat istri ku?"ketika berpapasan dengan tuan besar Smith William menyempat-kan diri bertanya,mungkin saja Daddy nya tau keberadaan biru.


"Tidak,bukan nya dia sudah pulang?"tuan besar Smith mengeryit bingung,dia ingat jelas Karena tuan besar Smith melihat sendiri kedatangan biru.


"Iya dad, tapi aku tidak bisa menemu kan nya sekarang"William berdecak kesal,dia sama sekali belum bertemu dengan biru sedari tadi, pada hal William sudah mencari nya hingga kepenjuru mansion.


"William, jangan becanda sekarang!"tuan besar Smith menyentak tidak suka.


"Biru!"William berlari ke halaman Mansion, mencari-cari keberadaan biru.


"Honey?"William bisa bernafas lega melihat biru tengah duduk di kursi taman,ada yg beda tatapan nya berubah menjadi berkaca-kaca.


"Honey semua baik-baik saja?"William mendekat,memeluk erat tubuh mungil biru.


"Aku bingung sekarang"biru hanya bergumam lirih, berhasil meruntuh kan pertahanan yg di bangun oleh William.


"Ada apa!kata kan sesuatu?jangan begini ku mohon"William mengguncang lengan biru,untuk pertama kali Nya ia benar-benar khawatir karena pandangan biru berubah kosong.


"Aku menitip kan anak-anak pada mu hubby,jaga mereka dengan baik"perkataan biru sudah melantur entah kemana.

__ADS_1


"Kenapa kau berkata seperti ini hah?!kenapa?! jangan gila biru!"William membentak biru,bentakan yg membuat nyonya Lisa dan juga tuan besar Smith berdatangan.


"Ada apa ini Alex?"nyonya Lisa bertanya panik, memandang bingung ke arah William dan juga biru.


"Dia berkata akan pergi lagi mommy!aku sangat mencintai nya bagaimana bisa dia pergi meninggalkan ku!"William berteriak histeris,suara nya menggema.


Biru hanya memandang dengan wajah sayu,bibir nya pucat,begitu juga wajah nya,di balik kerudung terdapat beberapa helai rambut yg mulai rontok.


"Jangan lakukan ini pada ku Biru!"William mengguncang tubuh ringkih biru, sembari berteriak, hingga tubuh yg tadi di guncang oleh nya luruh di atas lantai.


"Biru?"William panik,segera menggendong tubuh mungil sang istri,mereka langsung membawa biru ke rumah sakit.


"Sebenar nya ada apa dengan biru?"di tengah jalan Nyonya Lisa bertanya-tanya,kenapa biru mendadak pingsan.


"Aku tidak tau"William bergumam dengan sangat pelan.


Setelah sampai di rumah sakit,biru langsung mendapat kan pertolongan pertama dari tim medis.


William mondar-mandir di depan pintu ugd,dia benar-benar khawatir karena keadaan biru benar-benar sangat mengkhawatir-kan Nya.


"William kau sedang apa di sini?"dokter Vilton yg kebetulan lewat,segera mendekat ke arah William, mengeryit bingung karena kehadiran William.


"Biru ku masuk rumah sakit"


"Apa?!"jawaban dari William langsung di sambut dengan pekikan keras dari dokter Vilton, dokter tampan itu benar-benar sangat terkejut karena biru mendadak masuk ke rumah sakit.


"Ada apa dengan kakak ipar?bukan kah semua nya Baik-baik saja?"Dokter Vilton ikut panik.


"Biru mendadak pingsan"dokter Vilton terperangah mendengar nya.


"Keluarga pasien?"seorang dokter keluar dari UGD,raut wajah Dokter itu sangat sulit di tebak, bahkan oleh William yg notabene nya pandai menebak ekspresi seseorang.


"Ya saya suami nya!"William segera mendekat.


"Langsung to the point saja,nona muda Smith mengidap kanker darah atau yg biasa kita sebut Leukimia"


Bumi terasa berputar,pijakan William terasa gamang—ia bahkan sampai terpundur beberapa langkah ke belakang karena sangat terkejut.


Untung saja tuan besar Smith sigap menopang tubuh sang putra,walau pun tidak di pungkiri sebagai seorang ayah mertua,tuan besar Smith juga sangat khawatir.


"Tidak!Daddy kata kan aku salah dengar!"William sudah mulai menangis, mengguncang tubuh tuan besar Smith,dengan perasaan tidak karuan.


"Alex,itu benar"nyonya Lisa mendekat,mengelus pelan punggung sang putra yg masih shock.


"Biru ku,biru ku"hanya itu yg di gumam kan oleh William,dengan pandangan kosong dia melangkah pergi.


"Tunggu Lisa, telpon Steven minta dia untuk menemani William sekarang"baru saja nyonya Lisa akan mengejar William,tuan besar Smith lebih dulu melarang nya.


"Baik"nyonya Lisa langsung mengeluar kan handphone milik nya, menelpon putra angkat nya.


Di atap rumah sakit.


William berdiri tepat di pinggir atap tanpa pagar apapun,tatapan nya berubah kosong,air mata terus mengalir dari manik mata nya.


Leukimia.


Kata-kata itu terus berputar di otak William,terngiang di telinga nya.leukimia, kata-kata itu seakan menghantam fikiran William.


"Tuan muda!"dengan nafas tersengal-sengal karena berlari sekertaris Steven mendekat.


"Biru ku terkena leukimia Steven"pandangan William masih berubah kosong,tidak ada perbedaan sedikit pun dari mata nya.


"Ya saya tau,tapi berdiam diri di sini akan semakin membuat kondisi nona biru memburuk tuan"sekertaris Steven mengelus punggung sang tuan muda, berharap laki-laki itu bisa menerima nya secara ikhlas,apapun yg telah di garis kan dan di takdir kan Tuhan.


"Aku benar-benar tidak mengerti kenapa ujian datang tanpa henti"William mendongak,ini benar-benar sangat sulit untuk di hadapi oleh nya seorang diri.


"Semua akan baik-baik saja tuan muda,saya akan mengaju kan pengobatan terbaik untuk nona biru,bahkan jika mengharus kan pergi keluar negeri sekalipun"

__ADS_1


Sekertaris Steven menepati janji nya kepada tuan besar Smith,untuk tidak membiar kan William terkena masalah,segala hal yg akan menjadi penderitaan bagi William,harus melewati diri nya lebih dulu.


"Terima kasih"hanya itu yg di kata kan William.


"Mari tuan muda"sekertaris Steven mengajak William untuk kembali ke dalam rumah sakit, karena biru sudah di pindah kan ke sebuah ruang rawat.


Ceklek!


Begitu pintu terbuka,William melihat ke arah ranjang,biru tengah berbaring dengan pandangan kosong ke depan.


Anda harus kuat tuan,kondisi nona biru sedang lemah sekarang,hanya anda yg bisa menjadi penguat nya,untuk anak-anak biar saya yg mengurus nya.


Perkataan sekertaris Steven terngiang di telinga william.mengepal kan tangan,William bersiap memeran kan peran nya unruk berpura-pura kuat di hadapan biru.


"Honey!"William masuk,mendekat ke arah biru,duduk di tepi ranjang—percuma tidak sedikit pun biru menoleh,dia hanya memandang ke arah depan.


"Jangan seperti ini,kau akan baik-baik saja.steven sudah menghubungi ibu,dia akan datang demi diri mu.jangan buat ibu mertua pada ku, karena aku gagal menjaga putri nya"William menggenggam erat tangan kurus Biru.


"Biru,kau tau kan aku sangat mencintai mu?.kau wanita yg kuat,aku tau itu.selama aku ada di sisi mu,semua nya akan baik-baik saja,aku janji"biru tidak bergeming sedikitpun, ketakutan akan penyakit benar-benar menghantui biru.


"Biru!"William menoleh, Nyonya Lisa berdiri di dekat tuan besar Smith.


Nyonya Lisa memang membenci biru dulu—karena wanita itu lah yg telah membuat nya kehilangan cucu.tapi, melihat sang anak sangat mencintai biru, nyonya Lisa tidak bisa berlaku apapun sekarang.


"Mommy memang membenci mu dulu, karena mommy kehilangan xavier.tapi,percaya lah sayang—mommy tidak pernah ingin sedikit pun kau menderita penyakit,kau kebahagiaan putra Mommy"nyonya Lisa mendekat ke arah biru,mengelus lembut jilbab milik biru.


"Biru,kami benar-benar menyayangi mu nak.daddy akan segera memanggil dokter dari luar negeri yg terbaik untuk merawat mu,asal berjanji lah satu hal.kau harus sembuh"tuan besar Smith ikut memberi kan semangat pada Biru.


"Ibu akan segera datang,jangan seperti ini"biru tetap diam,tidak perduli dengan perkataan dari William.


"Aku lelah"biru bergumam dengan sangat lirih, sebelum menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh nya dari atas hingga ke bawah.


"Dia butuh waktu"


Ke esokan hari nya, Rahardian dengan sangat cepat segera pergi menuju rumah sakit,hati nya hancur ketika mengetahui wanita yg ia cintai menghidap penyakit memati-kan.


"Biru?"Rahardian bergumam dengan sangat lirih,menatap iba ke arah biru.


"William,apa yang terjadi dengan biru?"Rahardian langsung menanya kan pertanyaan pada William.


"Kanker darah,aku sudah berulang kali meyakin-kan biru,semua nya akan baik-baik saja,tapi biru terus-menerus menyerah pada hidup nya"


William meremas rambut Nya kasar,bukan hanya biru yang akan menyerah,tetapi ia juga.


"Kenapa?kenapa biru tidak ingin hidup?ada rosse dan Rossi bukan?"Rahardian bertanya bingung,sembari duduk di dekat ranjang.


"Aku tidak tau"William bergumam lirih.


"Biru!"Rahardian mendekat ke arah biru,membuka selimut wanita yang sangat di cintai oleh Nya.


"Kenapa kau seperti ini?semua akan baik-baik saja,William bisa mendatang kan dokter terbaik untuk mu"biru tetap menggeleng, dia semakin menyembunyi kan wajah nya di balik selimut.


"Biru,aku sudah berjanji pada ibu mu untuk menjaga mu apa-pun yang terjadi,seharus nya kau tidak menyerah seperti itu"Rahardian mengambil selimut yang di pakai biru.


"William sangat mencintai mu,kau tau kan seberapa keras nya perjuangan nya?mendapat kan maaf dari mu Dan juga si kembar.jika kau tudak mau hidup,setidak nya hidup lah demi William,rosse,Rossi, ibu mu dan juga aku"


Seperti biasa, Rahardian adalah orang yang bijak,dia selalu memiliki kata-kata mutiara yang mampu membuat semua orang luluh,di tambah pembawaan nya yang lembut dan juga santai.


"Biru,aku sangat mencintai mu,kau tau kan? aku tidak akan membiar kan terjadi apapun pada mu,ku mohon biru"William meraih tangan biru,mengecup nya secara perlahan.


"Kau tidak perlu takut honey,ada aku dan anak-anak kita sekarang.kau tidak sendiri,aku akan ada bersama dengan mu,apapun yang terjadi aku benar-benar mencintai mu biru"biru diam tidak bergeming,dia masih cukup syok karena penyakit yang menimpa nya.


"Aku takut"untuk pertama kali nya, biru berbicara dengan suara yang lumayan serak.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2