
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
LONDON INGGRIS.
Perbedaan waktu enam jam,membuat negara ini masih berwaktu sore.
"Akh"di sore hari yg cerah,mendadak mansion Smith menjadi ramai,para pelayan dan juga bodyguard lari tunggang langgang mendekat ke asal suara.
Nyonya Lisa dan tuan besar Smith yg sedang menikmati sore di taman belakang mansion juga ikut berlari ke dalam.
Suara pekik kan hebat di keluar kan oleh sang tuan muda,siapa lagi jika bukan William Alexander Efron Smith.
Mendadak bagian perit dan pinggang William sakit tanpa sebab,dan rasa nya benar-benar menyiksa,ia reflek berteriak,dan berhasil membuat seisi mansion gaduh.
Bahkan sekertaris Steven yg baru selesai memakir kan mobil juga turut datang,tentu saja dengan langkah panik nya.
Sementara William si pembuat kegaduhan sudah di baring kan di sofa ruang tamu,kepala pelayan khusus mansion utama juga sudah menelfon dokter pribadi keluarga Smith.
"Sayang my boy kau baik-baik saja"nyonya Lisa membelah kerumunan para pelayan,lalu mendekat ke arah sang putra yg tak henti-henti nya meringis kesakitan.
"Kata kan mana yg sakit?"nyonya Lisa terus memeriksa bagian tubuh William, bahkan menyikap perut sixpack sang putra.
Tak ada tanda-tanda yg ganjal,semua nya masih tampak baik-baik saja, nyonya Lisa semakin mengeryit melihat keadaan William.
Bagai nya akhir-akhir ini kondisi William sangat membingung kan,tubuh kekar nya bahkan terlihat lebih kurus dari biasa nya.
Setiap berdekatan dengan segala macam makanan, baik makanan berat mau pun hanya sebuah kue, William selalu mutah-mutah,dia hanya akan makan setelah meminum obat pengurang rasa mual.
Dan sekarang,tak ada angin tak ada hujan,tiba-tiba William mengerang kesakitan,suara nya benar-benar sangat menyakit kan bahkan untuk nyonya Lisa,wanita paruh baya itu menangis,tidak pernah sekalipun dia melihat William meringis seperti ini.
"Permisi"seorang dokter menerobos,mulai melakukan tindakan-tindakan,sebelum akhir nya helaan nafas panjang terdengar dari hidung mancung William,di ikuti dengan kelopak mata nya yg mulai tertutup.
Gelap,semua nya gelap,tak ada lagi erangan rasa sakit dan juga rintisan yg menyayat hati,tuan muda Smith itu sudah pingsan tak sadar kan diri.
"William!"nyonya Lisa langsung berteriak histeris ketika melihat putra nya jatuh pingsan.
Ambulance datang, beberapa petugas dari rumah sakit besar di Landon datang,dengan logo besar Smith hospital.
Smith hospital,salah satu rumah sakit terbaik di negara ini, pemilik sekaligus pembangun nya adalah keluarga besar Smith.
Rumah sakit dengan fasilitas terbaik,dan juga dokter-dokter terbaik,lulusan dari sebuah universitas swasta,tentu sumber kekayaan yg di miliki keluarga Smith tak hanya satu,melain kan banyak.
Jalanan yg padat membelah ketika rombongan mobil hitam melaju kencang mengawal sebuah mobil ambulance.
Dengan uang eemua nya bisa di lakukan,dan itu adalah difinisi yg benar,terbukti dengan semua kekuasaan yg di miliki keluarga Smith.
Para petinggi rumah sakit,dan beberapa dokter senior berbaris rapih, bersiap menyambut iring-iringan mobil ambulance.
Mereka semua membungkuk hormat begitu pintu mobil pribadi di buka,di ikuti dengan keluar nya sebuah brankar,tuan muda keluarga Smith terbaring lemah di atas brankar,dengan selang bantu pernafasan di hidung mancung nya.
Mata biru yg biasa nya memandang semua orang dingin,kini tertutup rapat,wajah tampan nya tampak pucat pasi, laki-laki pewaris tunggal Smith group itu terbaring tak sadar kan diri.
Berbagai pandangan teralih kan pada brankar,ada yg memandang terkejut,heran bahkan mendamba.
Siapa yg tak akan mendamba kan sosok William Alexander Efron Smith,CEO muda yg terkenal karena kecakapan nya di bidang bisnis,wajah tampan nya selalu lalu-lalang di majalah dan juga televisi.
Perusahaan yg tengah naik daun sekarang,dengan berbagai macam merek yg bertengger di toko-toko terkemuka, laki-laki dengan sejuta pesona dan kekayaan yg mampu membuat siapa saja bertekuk lutut.
Semua orang langsung menyikir ketika brankar itu berjalan,membiar kan tim medis menjalan kan tugas nya.
Nyonya Lisa tak henti-henti nya mondar-mandir di depan ruang UGD,mengelus dada nya berulang kali, berharap sang putra tunggal baik-baik saja.
__ADS_1
"Nyonya tenang lah tuan muda akan baik-baik saja"sekertaris Steven baru datang,setelah menyelesai kan sebuah masalah kecil.
"Mommy khawatir stev"nyonya Lisa menyandar kan punggung nya ke dinding,dia benar-benar khawatir, kondisi William sangat menghawatir kan.
"Tenang lah nyonya,tidak akan terjadi apapun pada tuan muda"Steven berusaha menenang kan nyonya Lisa,tapi percuma wanita paruh baya itu benar-benar tidak bisa tenang.
Bagaimana bisa tenang,putra satu-satu nya yg telah ia kandung selama sembilan bulan dengan susah payah,bahkan harus melakukan progam bayi tabung.
Harus merasa kan sakit nya melahir kan,merawat William kecil yg bolak-balik masuk rumah sakit, karena imun nya yg lemah.
"Bagaimana wanita itu stev?"Steven terdiam,belum mampu menjawab pertanyaan yg di lontar kan oleh nyonya Lisa.
Selama berkerja di sini,dia sama sekali tak pernah kesulitan dalam melakukan sesuatu,tapi sekarang, karena seorang gadis, kecakapan nya sebagai seorang asisten patut di pertanya kan.
"Maaf nyonya besar"nyonya Lisa menghela nafas,dua sudah menebak jawaban yg akan di beri kan olah Steven,mau menyalah kan pun tak bisa.
Akhir nya,nyonya Lisa mengelus lembut punggung kekar Steven,menyakin kan laki-laki tampan itu semua tak apa.
"Mommy percaya putra mommy satu ini dapat menemu kan nya,entah itu kapan,tapi terus lah berdoa"nyonya Lisa memberi kan suntik kan semangat,agar Steven tak menyerah dalam mencari keberadaan wanita itu.
"Apa mungkin ini ada kaiatan nya dengan gadis itu,bisa jadi dia sedang kesakitan atau sedang melahir kan"tuan besar Smith yg baru datang langsung menebak.
"Iya,apa kah benar jika cucu kita sedang lahir,tapi dad"perkataan nyonya Lisa terhenti, firasat nya sebagai seorang ibu tak bisa di ragu kan lagi.
"Aku yakin mereka tidak baik-baik saja"raut wajah wanita paruh baya itu berubah drastis.
Dengan mata nya sendiri,dia meligat William sang putra mengerang kesakitan bahkan memegang dada nya, firasat nya pasti tak meleset, terjadi sesuatu pada ibu cucu nya.
Hal buruk, nyonya Lisa terus berdoa hal buruk tak berdatangan pada calon menantu keluarga Smith dan juga pewaris nya.
"Mom tenang lah"tuan besar Smith memeluk bahu nyonya lusa, berusaha menenang kan sang istri.
"Tapi dad,mom yakin"nyonya Lisa menggigit bibir bawah nya, keadaan sekarang benar-benar rumit.
Berselang beberapa menit,pintu UGD terbuka, beberapa orang dokter senior tampak keluar,mulai menjelas kan ada apa dengan William.
Setelah di pindah kan ke ruang rawat,nyonya Lisa tak henti-henti nya memaki bahkan mengumpat sang putra, laki-laki yg sedari dulu di Didik oleh nya untuk menjadi seorang yg terhormat.
TERHORMAT,garis bawahi sebagai laki-laki,harus menjaga kehormatan wanita,namun percuma bahkan putera yg selama ini dia bangga kan merusak kehidupan gadis tak di kenal.
Sebagai ibu,tentu saja dia menjadi sosok paling kecewa,merasa gagal karena tak dapat mendidik William dengan baik.
"Eugh"lenguhan pelan terdengar dari bibir William,menandakan bahwa laki-laki tampan itu sudah mulai sadar kan diri.
Perlahan mata nya mengerjap,manik biru laut nya menyipit ketika mendapati ruangan serba putih,dengan aroma khas rumah sakit menyeruak.
"Mom, aku sakit?"pertanyaan pertama yg keluar dari bibir William begitu laki-laki tampan itu membuka mata,yg di lihat pertama kali,adalah nyonya Lisa yg tengah menangis.
"Kenapa kau melakukan ini pada mom Alex! kenapa?!!"suara yg biasa nya mendayuh indah,kini berubah drastis,suara nyonya lusa meninggi.
"Mom apa maksud mu"di ambang kesadaran yg belum terkumpul semua nya, William mencoba duduk,tangan nya menyentuh kepala,rasa nya benar-benar pusing.
"Kau seharus nya tak melakukan itu alex!!kau menghancur kan hidup putri orang lain!!"
Plak!
Sebuah tangan melayang indah,cap Lima jari tercetak jelas di pipi putih mulus tanpa noda,William hanya mampu terdiam,ini alasan sang mommy marah besar pada nya.
"Maaf mom itu di luar kendali ku"
Nyonya Lisa memaling kan wajah tidak terima segala macam pembelaan yg di layang kan William.
Sebagai seorang wanita,tentu nyonya Lisa bisa membayang kan sulit nya keadaan gadis itu,di comoh bahkan di hina, bagaimana bisa dia hidup di tengah keras nya masyarakat terutama Indonesia.
__ADS_1
"Mom!"
"Jangan memanggil ku mom selama kau belum menemu kan gadis itu William!aku tak memiliki putra breng*ek seperti mu"
Blam!
Pintu ruang rawat di banting kasar oleh nyonya Lisa.
Di dalam kamar hanya ada kesunyian yg terjadi, William termenung meratapi nasib nya.
Laki-laki tampan itu mengepal kan tangan nya penuh amarah,jika bukan karena pengaruh obat perangsang,dia tak kan melakukan perbuatan keji itu,dan menghancur kan kehidupan gadis itu.
"Gadis si*lan"William memaki.
Dia tidak sengaja melakukan nya,tapi lihat lah dia raudah tidak di anggap putra mommy nya lagi,cukup!dia tidak akan mencari keberadaan wanita itu lagi,sampai kapan pun.
"Argh kepala ku pusing"William kembali merebah kan tubuh kekar nya di ranjang rumah sakit.
Memejam kan mata nya perlahan, laki-laki dengan manik mata biru lautan itu mulai memejam,sebelum benar-benar menutup mata nya,William menoleh ke arah jendela.
Ternyata sudah malam,gumam nya pelan.
Langit malam terlihat menghitam di atas kota London,bukan bersinar sangat terang, ribuan bintang juga ikut menghiasi langit malam.
Indah,satu kata yg menggambar kan kita ini,kota yg menjadi ibu kota dari negara maju seperti Inggris.
Brak!
Pintu di buka kasar, sekertaris Steven datang dengan wajah sangat datar.
"Tuan muda anda tidak waras!anda menghenti kan pencarian wanita itu!wanita yg tengah mengandung benih anda!"
William menatap tak suka ke arah Steven,sang sekertaris pribadi yg baru saja berbicara dengan lantang ke pada nya, sebaik-baik nya William,dia tetap tak menyukai anak buah nya berbicara tinggi dengan nya,siapa pun itu tanpa pengecualian.
"Berani sekali kau berbicara selantang itu pada ku Steven Gerrard!"bentak William sangat keras,seakan lupa bahwa dia tengah di rawat.
"Maaf tuan muda,tapi ini salah, Bagaimana pun anda harus tetap bertanggung jawab"nada suara Steven merendah,namun setiap kata mengandung penekanan.
"Aku sudah berusaha mencari nya stev!dia sendiri yg tidak muncul,salah kah aku!"masih tetap dengan nada meninggi,William kembali membentak sekertaris Steven.
"Tuan muda,anda akan menghancur kan hidup nya dan juga anak anda, saya mohon fikir kan itu lagi"pinta sekertaris Steven.
Sebagai seorang sahabat dan juga sekertaris,dia di wajib kan untuk memberi nasehat ketika tuan muda nya melakukan sebuah kesalahan dan juga kekeliruan.
"AKU TIDAK PERDULI!KAU DENGAR ITU! SEKARANG LEBIH BAIK KAU PERGI DARI SINI!"teriak William kesal,mau tak mau sekertaris Steven undur diri lebih dulu, membiar kan sang tuan muda untuk berfikir jernih sementara waktu.
Se-peninggal sekertaris nya,William memandang ke arah jendela,rasa kesal menyeruak begitu saja,dia benar-benar pusing sekarang.
Wanita itu,demi apapun ingin rasa nya William menemui wanita itu,ya wanita yg telah menghancur kan dunia nya,membuat nya di marahi oleh sang mommy.
Marah pun percuma,sua sana sekali tak mengingat siapa gadis malam itu sedikit pun,ingatan nya tak ada yg terkoneksi dengan benar,di tambah cahaya temaram yg mengganggu penglihatan nya.
Andai waktu itu bisa di ulang,dia tidak akan pergi ke Indonesia sendirian,tidak akan menemui rekan bisnis yg membuat nya berada dalam pusaran kebingungan sendirian.
Namun apa daya,semua sudah terlanjur terjadi, tidak ada yg bisa di ulang walau pun dia mau.
Hanya takdir yg bisa menentu kan,akan kah diri nya bertemu lagi dengan wanita itu,atau kah selama nya tidak akan pernah,apa pun itu William sekarang tidak perduli sedikit pun, biar lah semua nya berlalu begitu cepat.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys.
Like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like, like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1
Sarange 💗💗