Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Menyatu dalam cinta


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Tiga hari di indonesia,ada beberapa kemajuan dalam hubungan antara william dan juga biru,mereka semakin dekat,tanpa canggung.


Mereka kembali tengah malam,dalam satu selimut biru sedang tertidur lelap,dengan tangan william yg merangkul erat pinggang ramping milik nya.


Tubuh mereka berdua menempel erat tanpa sehelai benang pun,kulit bersentuhan langsung dengan kulit,mereka telah menyatu dalam ikatan suci pernikahan.


Semalam,biru telah memberi kan diri nya seutuh nya pada william.mengulang kejadian empat tahun yg lalu dengan penuh cinta,mereka belum menyadari bahwasanya ujian dan cobaan panjang siap menanti.


Biru benar-benar telah yakin menyerah kan diri nya pada william,hingga mereka melakukan malam pertama semalam,sepulang nya dari indonesia.


Efek lelah,tidak ada satu pun dari mereka yg terusik kala sinar sang surya masuk lewat celah-celah jendela,subuh bahkan terlewat karena kegiatan mereka semalam.


"Euh"william melenguh.mengerjap kan mata nya secara perlahan,menyesuai kan dengan cahaya kamar.


"Sudah siang"william melirik ke arah jendela,matahari tampak sudah berdiri dengan gagah nya,memancar kan cahaya yg siap menghangat kan semua insan makhluk tuhan.


Senyum lebar terukir di bibir William,menatap ke arah bawah,di mana biru sedang terlelap di dada bidang nya.


Kejadian semalam,ah William jadi senyum-senyum sendiri mengingat nya.


"Terima kasih honey"mengecup kening biru.william segera beranjak dari duduk nya,mengambil handuk,melilit kan di pinggang kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Bahkan setelah William selesai mandi,biru sama sekali belum terbangun dari tidur nya,ia masih di rengkuh oleh sang mimpi,hingga tidak menyadari hari sudah siang.


Meninggal kan biru sendirian di dalam kamar, William dengan langkah tergesa-gesa turun,ternyata meja makan sudah sepi,hanya ada beberapa maid yg menyiap kan sarapan untuk nya dan juga biru.


"Dimana mommy dan Daddy?lalu anak-anak?"William menarik kursi,duduk lalu melahap makanan nya dengan cepat,ia ingat ada rapat yg akan di ada kan tiga puluh menit lagi.


"Nyonya dan tuan besar tengah mengantar tuan dan nona muda kecil ke sekolah tuan"kepala pelayan yg berdiri di dekat William menjawab sopan.


Laki-laki tua itu sudah berkerja di sini jauh sebelum William lahir,tentu ia banyak tau tentang laki-laki yg tengah menikmati sarapan nya ini.


William.kepala pelayan menjadi saksi bisu perjuangan tuan besar Smith dan nyonya Lisa agar mendapat kan anak,termasuk mengikuti program bayi tabung di Amerika.


"Jika istri ku sudah bangun siap kan sarapan"seperti biasa nya,setelah memberi kan titah tuan muda itu langsung pergi melesat.


"Tuan besar,cucu anda sudah dewasa,dia sudah menjadi seorang ayah,dan juga putra anda sudah menjadi seorang kakek"kepala pelayan bergumam lirih,melihat ke arah william.


"Nanti jika Smith punya anak!kau harus berjanji pada ku untuk menjaga nya dengan baik"kepala pelayan yg saat itu masih sangat kecil sekitar tiga tahun mengangguk,menurut perintah dari kakek William.


Mungkin itu lah alasan nya kenapa kepala pelayan masih bertahan di mansion ini, laki-laki tua itu hanya ingin melihat William tumbuh besar.


"Auh"di kamar utama, biru perlahan melenguh.mengerjap kan mata nya secara perlahan,membelalak kaget ketika menyadari tubuh nya tanpa sehelai benang pun.


Tapi tidak urung dia bersemu sendiri, mengingat apa yg terjadi semalam,ia menjadi istri seutuh nya untuk William.


"Shh"biru meringis,berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi,merendam tubuh dengan air hangat,sejenak biru memejam kan mata nya.


"Huh ternyata sudah siang"biru bergumam begitu keluar dari kamar mandi,ia masih mengguna kan bathroop dengan handuk kecil di kepala nya.

__ADS_1


Memakai pakaian lengkap serta jilbab,biru segera melangkah keluar,makanan sudah tersedia di sana,biru bisa menebak pasti para pelayan suruhan William yg membuat kan nya.


"Thanks"hanya itu yg biru kata kan kepada para pelayan,memakan sarapan nya dengan terburu-buru biru sesekali melirik ke arah jam tangan nya,ia ada jadwal kuliah hari ini.


"Pak,jika tuan William bertanya aku di mana,kata kan aku ada mata kuliah siang ini"biru mengambil tas nya lalu pamit.


"Selamat pagi nona"dua bodyguard biru membungkuk kan badan nya hormat,begitu melihat sang nona muda sudah keluar dari dalam mansion.


"Ah pagi"biru mengulas senyum manis,tangan nya mencari sesuatu di dalam tas,ia melupa kan oleh-oleh untuk dua bodyguard kesayangan nya.


"Ini untuk kalian dari Indonesia"biru memberi kan dua bungkusan oleh-oleh untuk para bodyguard nya.


"Terima kasih nona"biru tersenyum bahagia,ia melihat bodyguard nya bahagia dengan oleh-oleh pemberian nya.


"Ayo berangkat!aku tidak mau terlambat"biru membuka pintu,duduk di belakang.


Hari ini di jalani biru dengan baik,pukul 7 malam dia baru sampai di mansion,tugas kuliah benar-benar membuat nya cukup pusing.


"Mommy sudah pulang?"rosse dan Rossi berjalan mendekat ke arah biru,di tangan Rossi terdapat segelas teh hangat.


"Terima kasih sayang"biru duduk di sofa, menegak segelas teh hangat itu hingga tandas,dari rasa nya saja biru tau ini pasti buatan Rossi.


"Daddy sudah pulang mommy,tellus kenapa mommy pulang nya lama?pellajallan mommy banyak ya? iya kan,Ndak Pellu menjawab, lousse tau kok mommy,mommy pasti lelah,sini lousse pijat"rosse mendekat.tangan mungil milik nya,memijat secara perlahan tangan milik sang mommy,dengan penuh kasih sayang tentu nya.


"Kau kenapa rosse?mau sesuatu?atau terjadi masalah di sekolah?kata kan?apa kau baik-baik saja sayang?apa ada yg memarahi mu Hem?ada mommy?".biru jelas-jelas heran,dan khawatir tidak biasa nya rosse akan seperhatian ini pada nya,biru seorang ibu yg telah membesar kan rosse sendiri dengan tangan nya,dia tentu paham ini bukan hal biasa nya yg di lakukan oleh rosse.


Rosse menggeleng.bibir mungil nya belum mengular kan satu kata pun,dia hanya terus menerus memijat tangan biru, membiar kan sang mommy di Landa kebingungan sendiri.


Biru melirik ke arah Rossi,dia tidak bisa menebak karena Rossi hanya diam dengan wajah dingin nya,raut wajah nya seperti biasa,datar.


"Mereka tampak aneh"hanya itu jawaban yg di dapat william.laki-laki itu mengalih kan pandangan nya ke arah si kembar,tidak ada yg aneh menurut nya.


"Ada apa memang nya dengan mereka,rosse Rossi apa kalian menyembunyi kan sesuatu dari mommy dan Daddy?"William memasang wajah tegas,mata nya menatap tajam ke arah rosse dan Rossi.


"Besok di sekolah nya lousse dan loussi ada acalla,semua ollang tua wali mullid hallus datang"rosse angkat bicara,tangan mungil nya saling meremas,dia khawatir sendiri.


"Tentu saja.daddy akan mengosong kan semua jadwal milik Daddy, mommy juga akan datang,bukan begitu mommy?"biru mengangguk.


"Benall kah? Alhamdulillah!hey loussi kita bisa tampil dengan baik nanti"Rossi hanya menatap sinis ke arah rosse.kita,pada hal yg akan tampil membawa kan pidato hanya Rossi, sementara rosse Tidak.


"Kalian akan tampil?"biru menegak kan tubuh nya,menatap si kembar bergantian.


"Iya mommy,loussi mau pidato tentang ibu nanti,tapi mommy tau Ndak lousse loh yg menulis pidato nya!lousse kan pintal, bahkan lebih pintall dari Daddy"rosse membusung kan dada nya bangga,pada hal dia hanya berceloteh tidak jelas ketika Rossi menulis teks pidato.


"Baik-baik.mommy akan mandi,kalian mau tidur bersama mommy?"si kembar mengangguk secara bersamaan,mereka sangat merindukan saat-saat tidur bersama biru.


"Daddy gendong"rosse mengulur kan tangan nya,di sambut dengan gendongan dari William,mereka berjalan naik ke dalam kamar utama.


Begitu sampai di kamar,William langsung menduduk kan tubuh mungil sang putri di kasur king size, sementara biru memilih untuk segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersih kan diri.


"Son apa kau tidak mau mengubah topik pidato utama mu? bagaimana jika tentang daddy?"William duduk di sebelah Rossi yg tengah menulis di atas meja,kamar ini memang memiliki fasilitas lengkap.


Fasilitas yg menang di buat sendiri oleh William.ia membuat kamar pribadi nya dan juga biru berubah menjadi kamar ke dya bagi rosse dan rossi.boneka-boneka berjajar di dekat lemari, kertas dan juga ***** serta perwarna di atas meja,William mulai menyadari bahwa perkembangan anak-anak nya cukup pesat.

__ADS_1


Desain kamar ini di buat senyaman mungkin,agar rosse dan juga Rossi merasa tenang dan nyaman di kamar ini.


"Tidak"singkat rossi.walau pun hubungan nya dan juga William sudah membaik,itu bukan berarti dia bisa bersikap baik kepada William,dia masih Rossi yg sama,yg dingin dan juga datar.


"Padahal kan Daddy superhero"rosse terkekeh pelan melihat sang Daddy membusung kan dada nya bangga.senyum lebar terukir di bibir rosse,dia bahagia melihat kedekatan antara sang kembaran dan juga Daddy nya.


"Ya!tapi mommy lebih baik"singkat Rossi,tatapan nya menajam pertanda ia tidak suka ada yg berani mengganggu gugat keinginan nya.


"Kau pintar son, bagaimana pun mommy lah yg terbaik.kelak Daddy yakin bahwa kau akan menjadi laki-laki yg sukses, perusahaan Smith group akan maju di tangan anak genius seperti mu"William mengelus perlahan, rambut keemasan milik Rossi.


"Pellusahaan?memang nya gedung tinggi yg waktu itu nanti milik loussi yah?wih loussi pasti Kelen memakai jas tellus tullun dalli mobil,pakai kaca mata Hitam"rosse bertepuk tangan heboh.membayang kan adik kembar nya bekerja di perusahaan itu,tentu ia merasa sangat bahagia dan juga antusias.


"Iya,besok jika rosse dan Rossi sudah besar,kalian akan berkerja di sana, berdua dan tentu saja dengan bantuan anak-anak uncle Steven,jika nanti uncle Steven menikah"William jadi ingat,jika saudara angkat nya itu belum menikah.


Sekertaris Steven.william menghela nafas ketika menyadari sesuatu,saudara nya itu sangat menjaga jarak dengan wanita, semenjak kuliah sekretaris Steven jatuh cinta pada seorang wanita, mungkin saja hingga saat ini dia belum melupa kan nya.


"Apa kah Rossi mampu?"Rossi bergumam lirih,sangat lirih bahkan hanya William yg mendengar nya.


"Tentu saja,Rossi kan putra Daddy.daddy yakin Rossi mampu, karena kau putra Daddy,kau juga keturunan keluarga Smith,jadi jangan khawatir ya son?"William memberi kan semangat untuk sang putra bungsu.


"baik dad"Rossi menjawab singkat.


"ini sudah malam kalian tidak ingin tidur?"biru keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap,melirik ke arah jam yg ternyata sudah cukup malam,dan bukan waktu yg baik untuk anak-anak seperti rosse dan juga Rossi terjaga.


"iya mommy"rosse dan Rossi naik ke atas king size.membaring kan tubuh di tengah-tengah,antara William dan juga biru.


"good night my prince and princess"William mengecup ke dua kening anak-anak nya,kecupan selamat malam yg sudah menjadi kebiasaan nya sedari dulu.


"good night my wife"William mengecup pelan bibir biru,hanya singkat,setelah itu ikut membaring kan tubuh nya di sebelah rosse dan Rossi.


waktu sudah merangkak naik,biru belum bisa memejam kan mata nya.ia masih sibuk memandangi wajah cantik dan juga tampan dari rosse,Rossi dan juga William.


beruntung.satu kata yg mewakil kan kebahagiaan biru,dia sekarang memiliki keluarga yg lengkap,dengan semua yg tampan, anak-anak yg baik dan penurut.


"mungkin kah ini garis takdir dari Tuhan?agar aku bisa bahagia?"biru bergumam lirih,saat ini dia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali bersyukur atas nikmat yg di beri kan sang pencipta.


nona Kim, terima kasih sebab anda kami bisa bahagia.rosse dan Rossi memiliki keluarga yg lengkap,mendapat kan kasih sayang seorang ayah yg memang pantas untuk ia dapat kan.


semoga kebahagiaan kelak menunggu mu nona kim.kau berhak bahagia, aku sudah bahagia sekarang,hanya saja tinggal diri mu hanya kau yg belum bahagia,semoga tuhan segera mengirim kan mu seorang pangeran,baik itu dalam bentuk sekertaris Steven atau the next sekertaris Wahyu.


aku bahagia,ya Allah terima kasih.bisa kah aku meminta satu hal lagi,aku sangat-sangat ingin melihat nona Kim bahagia,dia selalu sedih,mata nya terlalu banyak menyimpan kesedihan yg mendalam.


aku benar-benar bingung sekarang,apa aku bisa meminta tolong tuan William untuk menjodoh kan nona Kim dan juga sekertaris Steven.


mereka pasti akan sangat cocok.hubungan mereka pasti akan sangat lucu sama-sama dingin dan juga kaku.


kaku dan juga dingin.ku harap tuhan menjodoh kan mereka,walau pun berbeda keyakinan,dan juga jika tuhan mentakdir kan pasti mereka akan bersama,dengan jalan mereka sendiri,pasti aku yakin itu.


biru menghela nafas,memejam kan kedua mata nya secara perlahan,menghela nafas bersiap untuk datang ke dalam alam mimpi.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2