Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
William dan biru.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR: NIS3263.


HAPPY READING.


"Tentu saja Mrs.kim,Steven akan mengantar kan mu ke kamar"nyonya Lisa memang berencana untuk menjodoh kan Nisa dengan sekertaris Steven.


Wanita paruh baya itu tidak tau,masih ada duka yg belum hilang di hati Nisa,cinta nya pada mendiang sekertaris Wahyu sangat lah besar.


"Mari nona?"Nisa mengangguk kan kepala nya pelan sembari mengikuti langkah kaki sekretaris Steven,tentu dengan jarak yg cukup jauh.


"Kau mau ke mana sayang?"biru menahan tangan Rossi yg hendak pergi.


"Nona Kim"hanya kalimat pendek yg di keluar kan Rossi,sebelum memilih untuk melanjut kan langkah nya menyusul Nisa dan juga sekertaris Steven.


"Putra mu sangat mirip dengan William sewaktu kecil,bukan hanya wajah nya tapi juga sifat nya"nyonya Lisa tertawa melihat tingkah Rossi yg bagi nya sangat menggemas kan,pria kecil itu sangat mirip dengan William sewaktu kecil,irit bicara.


"Rossi memang seperti itu,dia jarang berbicara"biru mengulas senyum tipis,walau pun dia tidak bisa menghapus rasa takut yg menjalar di hati nya.


"Mommy,lousse mau ketemu ayah!"tiba-tiba ketika melihat kalung pemberian Rahardian,Rosse teringat tentang sang ayah lagi.


"Besok ya"biru menjawab pelan.


"Berapa umur mereka sekarang?"tuan besar Smith yg sedari tadi menatap Rosse,mulai melayang kan pertanyaan.


"3 tahun empat bulan tuan"dengan penuh rasa hormat dan juga sopan serta santun biru berujar santai.


"Tapi Rossi sangat lah pintar,saya sampai takjub melihat nya"tuan besar Smith sampai takjub melihat kepintaran yg di miliki oleh Rossi.


"Semua berkat nona Kim,jika dia tidak hadir,mungkin hingga sekarang kami masih akan tetap seorang keluarga kecil yg penuh kekurangan"biru mengigit bibir bawah nya,Nisa bagai kan penyelamat untuk keluarga nya.


"Kalian pasti lelah,William antar kan biru dan putri nya beristirahat"William mengangguk,menyandar kan kepala Rosse di bahu kekar nya,ternyata Rosse sedari tadi sudah tidur.


Biru mengekor dengan pelan di belakang William,mereka menuju sebuah pojok kamar yg memang di khusus kan untuk para tamu yg datang berkunjung ke mansion keluarga Smith.


Pintu sebuah kamar terbuka,indah.satu kata yg mewakil kan desain kamar ini,sebuah kasur king size langsung menyambut kedatangan biru dan juga Rosse.


Dengan sangat perlahan dan penuh kasih sayang,William membaring kan tubuh Rosse di kasur king size,menyelimuti nya dengan penuh kasih sayang,tak lupa mengecup kening Rosse.


"Apa kah kita pernah bertemu sebelum nya nona biru?"biru yg sibuk menata pakaian di lemari menoleh sedikit ke belakang,sebelum akhir nya menggeleng kan kepala nya pelan.


"Terima kasih tuan"biru berbalik lalu sedikit membungkuk,sepergi nya William,biru langsung menutup pintu kamar ruang tamu.


Mengambil segelas air yg sudah ada di meja, biru menegak nya hingga tandas,nafas nya masih memburu tidak normal,detak jantung nya juga.


Kejadian malam itu.


Semua nya melintasi otak biru,membuat ibu muda itu langsung luruh di lantai,air mata mengalir tanpa henti,tubuh nya bergetar hebat,rasa takut dan trauma kembali menyerang,membuat biru tidak bisa berfikir jernih untuk sekarang ini.


Mata itu, ketika biru menatap mata itu,semua ketakutan menjalar dengan sendiri nya,tubuh nya lemas.


Tidak!


Berulang kali biru meyakin kan diri semua nya akan baik-baik saja,dia tidak perlu khawatir,tenang biru tenang,hanya itu yg terus di gumam kan oleh biru.


"Mommy"biru segera berdiri mendengar gumaman Rosse,mengelus perlahan kepala sang putri,berharap gadis cantik itu terlelap kembali.

__ADS_1


"Mommy Daddy nya lousse mana?lousse mahu Daddy"dalam tidur nya pun ,Rosse masih tetap memikir kan Daddy dan Daddy.


Biru terisak,Daddy dan Daddy,andai biru tau siapa laki-laki itu,biru pasti akan meminta nya datang,agar Rosse berhenti bertanya,tanpa di sadari oleh orang lain,biru terluka,ya batin nya terluka ketika melihat sang putri terus menerus memikir kan seorang Daddy.


"Daddy mu tidak akan pernah datang"biru menggigit bibir bawah nya kelu,sudah sering dia meminta Rosse untuk menyudahi angan-angan nya,tapi percuma,Rosse tetap keras kepala.


Di kamar sebelah,terjadi kepanikan,Steven dan juga Rossi di Landa kepanikan ketika Nisa jatuh begitu saja setelah gadis itu keluar dari dalam kamar mandi.


"Uncle cepat angkat!"Rossi sudah mendekat,namun begitu sadar tubuh nya masih kecil dan tidak akan kuat mengangkat Nisa,jadi lah dia meminta Steven membantu Nya.


Tanpa banyak bicara,Steven langsung mengangkat tubuh gadis itu,lalu meletak kan nya di atas kasur king size,menekan tombol bantuan, meminta kepala maid untuk menelfon dokter pribadi keluarga Smith.


Biru yg juga ikut mendengar kepanikan di kamar sebelah,keluar.ibu muda itu membuka pintu dengan kasar,mata nya membelalak kaget ketika melihat Nisa pingsan.


"Oh astaga,apa yg terjadi pada nona Kim?"biru mendekat,dia meninggal kan Rosse yg masih terlelap di kamar sebelah,mendekat ke arah Nisa.


"Pingsan,uncle sudah memanggil dokter"Rossi menjawab,dia duduk di sebelah ranjang Nisa,menatap ke arah idola nya dengan penuh kekhawatiran.


"Ada apa?"nyonya Lisa,tuan besar Smith dan juga William masuk ke dalam kamar tamu,mereka berhamburan ketika mendengar alarm tanda darurat.


"Nona Kim pingsan, kurasa dia benar-benar kelelahan,tadi pagi dia baru pulang dari Amerika, tapi langsung berangkat"biru mendekat,memeriksa suhu tubuh Nisa,panas,bearti benar dugaan nya bahwa gadis ini tengah demam.


"Mommy!"semua orang tersentak kaget ketika mendengar suara pekikan keras yg berasal dari kamar sebelah,biru baru saja hendak berdiri, menyambangi kamar tamu sebelah,tapi William lebih dulu berbalik,dengan langkah cepat dia mendekat ke kamar.


Di dalam kamar Rosse tengah duduk sembari melipat ke dua kaki nya,menyembunyi kan wajah cantik nya di antara lutut, rambut yg tadi di kuncir kini berubah berantakan,biru terus menangis dan terisak-isak.


"Princess sayang,are you oke?"William langsung menggendong tubuh Rosse,menepuk pelan punggung belakang gadis mungil yg masih asyik menangis itu.


"Hiks,lousse mahu mommy"Rosse terisak,terus memberontak dan juga memukul dada bidang William.


Begitu William masuk ternyata dokter pribadi keluarga mereka telah datang,dapat di lihat oleh William dokter yg juga berstatus sebagai sahabat nya,yaitu Vilton dokter itu terkejut ketika melihat nya.


"Astaga willliam! ternyata kau sudah menikah dan punya anak!"karena terkejut, dokter Vilton sampai berteriak.


"Dia putri mu kan!sudah ku duga,begitu aku melihat pria kecil ini!aku sudah duga bawa kau sudah menikah!tega sekali kau tidak mengundang ku William!"dokter Vilton berkacak pinggang,dokter tampak itu bahkan sampai geleng-geleng kepala.


"Tuan muda belum menikah dokter"suara dingin dari sekertaris Steven terdengar,menusuk Indra pendengaran dokter tampan itu.


"Tapi anak-anak ini!mereka sangat mirip"semua orang juga mengakui jika Rosse dan Rossi sangat mirip dengan William, sangat bak duplikat nya.


"Dia anak-anak ku dokter!"nada suara biru terdengar tegas,ibu muda itu tidak suka anak-anak nya di sama kan dengan orang lain, terutama ketika laki-laki itu adalah William.


Dokter berdarah asli Indonesia-amerika menoleh,menatap ke arah biru dengan Pandangan heran,jika Nisa tentu saja dia tahu gadis itu pemilik KNN BOUTIQUE, butik besar di Korea,tapi wanita ini.


"Dia wanita mu William?"biru langsung memaling kan wajah pertanda tidak suka,tangan nya mengepal erat,dari awal dia memang tidak menyukai william.


"Dia asisten pribadi nona Kim dokter,dan ke dua anak-anak lucu ini adalah cucu angkat kami"nyonya Lisa tersenyum manis,sembari mengelus kepala Rossi.


"Oh selain nona nya yg cantik, ternyata asisten pribadi nya juga cantik,hallo nona,perkenal kan saya dokter Vilton"biru sama sekali tidak menyambut uluran tangan dari Dokter Vilton,jelas dia benar-benar geram dengan laki-laki di hadapan nya.


"Bagaimana keadaan nona Kim dok?"biru menatap datar ke arah dokter Vilton.


"Kelelahan dan paru-paru lemah,dia tidak menjaga kondisi tubuh nya,imun nya memang lemah, kondisi nya mulai memburuk setelah meninggal nya sekertaris itu"


Sekertaris itu,biru menghela nafas,menatap tajam ke arah laki-laki itu,berharap tidak melanjut kan pembicaraan nya lagi.

__ADS_1


"Sekelltalis itu,tidak! uncle tidak boleh membicalla kan nya"Rosse langsung melotot galak ke arah dokter Vilton.


"Kenapa princess"William jadi ikut penasaran.


"Nanti nona Kim nangis-nangis lagi,kasian nanti sesak nafas lagi"kesal Rosse,tentu dia ingat bagaimana Nisa sesak nafas tadi,biru tau putri kecil nya itu pasti tau.


"Kita keluar!nona Kim butuh istirahat!"


Sekertaris Steven menyadari situasi yg mungkin saja membuat Nisa tidak nyaman, terlihat gadis itu mulai mengeryit kan kening nya,merasa terganggu.


Air mata mendadak keluar dari sudut mata Nisa,nafas nya memburu,biru segera mendekat, menggenggam erat tangan Nisa,berusaha menarik kesadaran gadis itu, percuma bahkan setelah biru menepuk pipi nya berulang kali.


"Nona Kim!nona Kim bangun!"biru mengguncang tubuh Nisa berharap gadis itu mau bangun,tapi percuma,mata Nisa malah terpejam erat.


"Tidak!tidak jangan tinggal kan aku!tidak!! sekertaris Wahyu!!!"


Deg!


Biru terkejut ketika melihat Nisa terbangun,gadis itu bahkan terisak-isak,dengan cepat biru memeluk tubuh sang sahabat dengan erat.


"Nona Kim? tidak terjadi sesuatu, semua nya baik-baik saja,lihat aku.itu semua sudah berlalu,semua nya sekarang baik-baik saja, kita ada di Inggris bukan Indonesia, sekertaris Wahyu sudah tenang di sana,dia ingin nona hidup dengan baik,dan juga berbahagia, menjadi Kim yg kuat"


Biru memeluk Nisa dengan erat,untung nya sekertaris Lee dan tuan muda Kim telah mengata kan bahwa Nisa memiliki trauma tersendiri ketika dia bangun dari pingsan.


Biru mencatat semua nya, kata-kata penenang yg selalu di beri kan orang-orang di sekeliling Nisa ketika gadis itu kambuh, sebagai seorang sahabat,biru akan melakukan apa pun yg terbaik untuk Nisa.


"Kalian keluar lah,biar aku yg menjaga nya!"biru memerintah kan mereka semua untuk keluar.


Jadi lah mereka menunggu di ruang keluarga dengan banyak pertanyaan di benak mereka.


"Lousse Ndak suka nona Kim begitu,kasian"Rosse berceloteh sembari memasang wajah sedih, dia menyandar kan kepala nya di dada bidang milik William.


"Kan benar perkataan ku,wajah mu dan juga putri nya nona biru sangat mirip,bukan hanya mirip, tapi bak duplikat"dokter Vilton tampak nya lebih menyukai topik bahasan tentang kemiripan wajah Rosse dan juga William.


"Rossi,Ini untuk mu, grandma fikir kau pasti menyukai nya"nyonya Lisa menyerah kan sebuah kotak berisi buku gambar, pensil,pena dan juga pe warna.


"Terima kasih"singkat,walau pun ada binar bahagia di netra Rossi,dia tetap berkata singkat.


"Di mana Daddy mu princess?kau sudah menemu kan nya?"Rosse mendadak menggeleng,kepala nya berubah menjadi tertunduk, mata nya berubah menjadi berkaca-kaca.


"Ndak tau,Daddy nya lousse pellgi ke mana?"Rosse menatap ke arah William,lalu merengkuh erat leher tegas milik Presdir Smith group itu,menangis dan menumpah-kan segala kesedihan yg di pendam Rosse selama ini.


Tangan Rossi merekat kertas gambar di hadapan nya,menahan emosi melihat saudari kembar nya sangat dekat dengan laki-laki lain, laki-laki yg memiliki wajah sangat mirip dengan mereka.


"Lousse mahu Daddy uncle!"Rosse terisak-isak di pelukan William,membuat laki-laki yg tidak berpengalaman dalam urusan anak kecil itu terdiam,bingung harus melakukan apa,jadi lah William hanya diam,tangan nya mengelus perlahan punggung kecil rosse.


"Tentu saja nanti,suatu hari Rosse pasti bisa bertemu dengan Daddy,tapi sekarang,Rosse mau berenang atau tidak?"William mengajak Rosse ke halaman samping mansion,sebuah kolam renang besar tersedia di sana,dengan air biru yg tampak jernih.


William sengaja mengalih kan pembicaraan,melihat Rosse terus-menerus menangis dan terisak-isak, membuat hati kecil nya terasa diremas-remas.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2