
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Steven, William sudah bahagia dengan keluarga kecil nya kau kapan son?"nyonya Lisa mengelus pundak lebar milik sekertaris Steven,menatap dengan pandangan yg sangat sulit di jelas kan.
"Saya tidak dekat dengan wanita nyonya"nyonya Lisa menatap tajam ke arah sekertaris Steven,selalu itu jawaban nya.
"Kenapa seperti itu?kau tampan,kaya pintar dan kekar!kata kan siapa yg berani menolak pesona mu hah!"nyonya Lisa ujung-ujungnya geram,dia berfikir bahwa ada yg menolak sang putra.
"Jika dia menolak jangan khawatir,nona Kim ada"William ikut bersemangat untuk menjodoh kan Nisa dan juga sekretaris Steven.
Sikap dingin dan tegas Nisa adalah pelengkap paling sempurna untuk Sekertaris Steven.mereka bagai kan dua pasang sisi saling berlawan,yg jika di satu kan mereka akan mampu saling melengkapi,satu sama lain.
"Jika dia mampu menembus benteng kokoh,tidak masalah"yg ikut menjadi topik pembahasan hanya berbicara santai,seolah ini bukan lah beban,begitu lah Nisa di kenal.
"Oh ya nona bagaimana dengan Hwang mi?"biru terkekeh ketika mengingat laki-laki itu.tampan memang,tapi tidak bisa membuat tembok di hati Nisa goyah sedikit pun
"Oh uncle tampan yg seling ke butik untuk membeli nona Kim coklat dan bunga yah mommy?"tentu saja si kecil Rosse ingat, karena setiap laki-laki itu datang membawa makanan,dia dan Rossi lah yg akan menghabis kan nya, sementara Nisa sama sekali tidak melirik.
"Masih seperti itu"singkat Nisa.
Biru terkekeh pelan,tapi raut wajah nya berubah drastis ketika melihat berita utama yg terpampang di media sosial,skandal sang adik tiri,ratu.
"Ya dia terlibat skandal"William menjawab nya dengan santai,dia memang ikut melihat ke arah handphone milik biru.
"Kau tau hubby jangan bilang ini perbuatan mu?"biru sedikit menekan kan suara nya, ketika menyadari bahwa mereka masih berada di pesta.
"Tentu saja,Rosse,Rossi ayo ikut Daddy"si kembar mengangguk, mengikuti langkah kaki William tanpa berniat menolak sedikit pun.
Biru memandang heran ke arah William,di bawah meja tangan nya mengepal erat.raut wajah nya berubah dingin,biru sangat menyayangi sosok ratu,sama seperti rasa sayang nya pada Rahardian.
Tentu saja kakak mana yg suka jika hidup adik nya di permain kan,biru hanya membenci ibu mereka tidak dengan anak-anak nya.biru cukup tabah,dia menerima Rahardian dan juga ratu dengan tangan terbuka.
Mengingat jasa-jasa yg telah di beri kan Rahardian,biru tentu tidak terima.jika ratu adik Rahardian,arti nya juga ratu adalah adik nya,walau pun beda ibu.
Dengan Rahardian yg notabene nya tidak ada hubungan darah sedikit pun,biru sangat menyayangi nya,apa lagi ratu yg memiliki darah sama dengan nya,dari tuan Hartono.
Ratu.demi satu nama itu biru berdiri dari kursi nya,pada hal sedari tadi dia tidak ingin sama sekali beranjak.
"Aku ingin bicara"biru berbisik tepat di telinga sang suami,mengulas senyum sopan ketika rekan bisnis sang suami menatap nya.
Setelah berpamitan,William langsung memeluk pinggang ramping milik biru,mereka berjalan keluar,lebih tepat nya menjauh dari keramaian.
Di sebuah kamar hotel,yg memang milik William pribadi.biru menatap nyalang ke arah sang suami,arah nya siap meledak-ledak kapan saja.
"Apa maksud nya semua ini?kau mau menghancur kan hidup adik ku!"tanpa basa-basi biru bertanya.
"Dia memang pantas mendapat kan nya"William menyandar kan punggung nya ke sofa,menatap penuh rasa kemenangan, karena bagi nya ini sudah benar.
"Aku tau dia salah,dia menjadi simpanan laki-laki beristri,tapi setidak nya jangan menghancur kan karir nya seperti ini!dia adik ku yg arti nya juga adik ipar mu"biru mengepal kan tangan nya geram sekali,ingin berteriak,biru tentu cukup tau adab seorang istri kepada sang suami.
"Adik?dia hanya anak dari wanita yg telah menghancur kan rumah tangga ibu mu honey"lagi dan lagi,raut wajah tidak bersalah jelas terlihat di sana,dia sama sekali tidak merasa bersalah.
__ADS_1
"Tapi aku sangat menyayangi nya,sama seperti pak Rahardian menyayangi ku!"tangan willliam mengepal erat,dia sangat tidak suka jika bibir istri nya menyebut nama laki-laki lain.
"Jangan menyebut nama laki-laki lain dari bibir mu biru!!"biru terpekik pelan ketika tiba-tiba tubuh mungil nya di dorong kasar ke ranjang oleh William.
William membuka jas nya secara kasar,tatapan nya berubah nyalang.tanpa basa-basi dia langsung menindih tubuh biru,mencium bibir sang istri dengan paksa.
Biru berulang kali meronta,air mata mengalir bebas dari pipi nya.bukan ini yg dia ingin kan,mendadak kepala nya terasa pusing,kilasan demi kilasan kejadian malam itu terus berulang-ulang datang.
"Lepas!!"biru berteriak ketika William melepas kan ciuman nya,merobek paksa gaun rancangan Nisa,membuang nya ke sembarang tempat.
"Kau akan menjadi milik ku sekarang biru"biru semakin terisak mendengar teriakan William,kepala nya terasa berat,dia Sangat ketakutan sekarang.
Trauma itu nyata,tubuh biru bergetar hebat,suhu tubuh nya mendadak menurun, kilasan malam kelam itu membuat tubuh biru dengan reflek mendorong William.
"Ayah ayah tolong biru!"suara itu terus terngiang di telinga biru,semakin membuat kacau fikiran nya sekarang.
Ketika William hendak menindih nya lagi dengan cepat biru menghindar bibir nya bergetar.
"Andi tolong biru"akhir nya kata yg semakin memancing kemarahan William lolos dari bibir biru, sekarang emosi William benar-benar tidak bisa di kendali kan.
"Biru jika terjadi sesuatu nanti panggil Andi,Andi akan datang"Andi kecil mendekat, menggenggam tangan biru kecil.
"Andi akan datang?Andi akan menolong biru jika terjadi sesuatu?"biru kecil tersenyum senang melihat angguk kan dari andi.
"Andi akan tetap menjaga biru,biru jangan khawatir,selama ada Andi biru akan baik-baik saja"Andi kecil tersenyum tipis.
"Andi janji kan benar-benar menjaga biru,biru sudah tidak punya ayah lagi.ayah nya biru sudah pergi jauh, satu-satu nya harapan biru sekarang adalah Andi"
"ya, Andi janji akan menjaga biru dengan baik,jika terjadi sesuatu,atau ketika biru ketakutan panggil nama Andi,hati kita sudah terhubung sedari lahir"Andi kecil menunjuk ke arah dada kanan nya,meletak kan telapak tangan mungil milik biru di dada nya.
"aku tidak mau karena kau jelek"biru kecil mengerucut kan bibir nya kesal.
"aku akan berusaha menjadi gadis yg cantik,Agar biru bisa bersanding dengan Andi,kita akan menikah"biru kecil terus memimpi-kan banyak hal.
persahabatan masa kecil yg terus berjalan seiring waktu menjadi kisah cinta,cinta yg pada akhir nya bertepuk sebelah tangan.
"Andi!!"biru terpekik, tubuh nya sudah polos tanpa sehelai benang pun, berbeda dengan William yg masih mengena kan celana panjang.
Trauma itu membawa biru kembali pada peristiwa itu.alam bawah sadar biru menuntut nya untuk melindungi diri,sama seperti malam itu.
Tangan biru meraba kasar nakas yg ada di dekat nya,terdapat sebuah gelas kaca di sana.di tengah kebuasan William biru memecah kan nya,pada ujung lancip nakas.
Srek!
Biru secara tidak sadar menggores kan pecahan kaca itu pada pergelangan tangan kanan milik nya,darah segar mengalir deras dari sana.
Perlahan mata indah milik biru yg selalu mengeluar kan aura lembut tertutup.
"Biru!"William terpekik ketika menyadari sesuatu,mata biru tertutup, tubuh wanita nya berubah menjadi dingin.begitu menoleh,mata nya terbelalak kaget melihat darah segar mengalir dari pergelangan tangan sang istri.
"Biru!apa yg ku lakukan?"William mengusap rambut nya secara kasar,dia telah salah mengambil langkah.
Dengan cepat laki-laki itu membuka lemari,untung nya semenjak menikah dengan biru, laki-laki itu menyimpan beberapa gamis di kamar hotel pribadi milik nya.
__ADS_1
Memakai kan nya secara asal,lalu kerudung yg tak kalah berantakan.william sesegera mungkin memakai pakaian nya.
Menggendong biru,William berlari tunggang langgang,turun menuju lantai terbawah hotel milik nya, beberapa pegawai hotel membungkuk ketika William lewat,tidak ada yg berani mendongak kan kepala mereka sedikit pun.
Di bawah mobil pribadi nya sudah menunggu,merebah kan tubuh mungil sang istri di bangku sebelah nya, William mulai menekan pedal gas.
Mengendarai mobil seperti orang kesetanan.fikiran nya semakin kalut melihat darah segar terus menerus mengalir dari pergelangan tangan biru,bibir wanita nya sudah pucat pasi.
"Dokter! dokter tolong istri ku!"begitu sampai di rumah sakit, William langsung berteriak heboh.dokter Vilton yg sedang berbicara dengan para perawat di bagian pendaftaran,ikut menoleh.
"Willi ada apa dengan biru?!"Dokter muda itu terbelalak melihat darah segar terus mengalir dari pergelangan tangan istri sahabat nya itu.
"Tolong istri ku!"melihat tidak ada jawaban Dari pertanyaan,dokter Vilton segera meminta perawat mengambil brankar.
"Jangan!aku tidak mau biru ku di periksa oleh dokter laki-laki,aku ingin perempuan."dokter Vilton hanya mengangguk,dia memerintah kan biru sesegera mungkin di bawa ke dalam IGD,di mana seorang dokter perempuan sudah menunggu.
"Sebenar nya apa yg terjadi?"dokter Vilton memberi kan sebotol air untuk william,mulai menanya kan apa yg terjadi.
"Aku memaksa nya"jawaban yg sontak membuat dokter Vilton berdiri dari duduk nya,dia terkejut bukan main.
"Kau gila!mungkin dia melakukan ini untuk melindungi diri nya sendiri!kau tau kan dia memiliki trauma!trauma nya kambuh dan bisa menyebab kan nya hilang akal bodoh"
Semua menatap penuh ketakutan dan juga heran, bagaimana dokter Vilton yg hanya seorang dokter biasa,memarahi seorang William Alexander Efron Smith,yg notabene nya adalah putra pemilik rumah sakit.
"Aku terlalu marah tadi"William menutup wajah nya dengan ke dua telapak tangan,menghalau air mata yg berperang ingin menetes.
"Kau benar-benar gila William!dia istri mu!kau tau alasan kau Menikah dengan nya,karena tragedi!jika bukan itu,aku yakin biru berhak mendapat kan laki-laki yg lebih baik!"untung nya dokter Vilton berbicara dengan bahasa Indonesia,jadi tidak ada satu orang pun yg tau apa yg sedang di bahas.
"Aku tau,aku hanya cemburu ketika biru menyebut nama laki-laki lain"dokter Vilton menggeleng frustasi,hanya karena cemburu,William bisa kehilangan biru.
"Kau tau william?akibat kecemburuan mu, nyawa biru terancam,kau bahkan belum mendapat kan hati nya,tapi kau.kau kembali mengulang trauma yg bisa membuat nya gila, depresi,bahkan itu bisa membuat mu harus kehilangan nya".William menatap tajam ke arah dokter Vilton,tampak nya dia mulai tidak menyukai pembahasan yg di beri kan oleh dokter Vilton.
"lakukan sesuatu aku benar-benar tidak mau kehilangan biru"William jatuh berlutut di hadapan dokter Vilton,membuang segala martabat dan juga keangkuhan nya selama ini.
demi biru.demi seorang wanita,William melupa kan harga diri yg memang harus di junjung tinggi oleh keluarga Smith.
"jika pun biru bisa selamat,aku tidak yakin jika dia mau bertemu dengan mu"William menggeleng pelan, dia tidak ingin biru nya membenci,dia hanya ingin biru melihat nya dan mencintai nya.
"kau salah mengambil langkah man!"dokter Vilton menepuk pelan pundak kekar sang sahabat, berusaha memberi kan dukungan mental untuk william.
"aku tidak mau biru membenci ku, bagaimana nanti jika nona Kim membawa nya pergi"fikiran William sudah berkelana jauh entah ke mana.
"tidak,aku yakin semua nya akan baik-baik saja,kau harus banyak berdoa,jika ingin biru baik-baik saja"William mengangguk.
dalam hati rangkaian doa ia beri kan untuk kesembuhan biru, wanita nya.
biru,satu nama yg ia lantun kan dalam doa,cinta yg membuat William sulit untuk membendung rasa nya,rasa cemburu yg membuat nya buta,buta hingga ia bisa mengulang kembali trauma biru.
trauma yg sebenar nya sama sekali tidak ingin William ungkit,hanya saja amarah terlalu menguasai diri nya,hingga ia tidak sadar perbuatan gila nya menyakiti mental dan fisikal biru.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
__ADS_1
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.