
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Pagi hari.
Tidak ada yg bisa di harap kan William,kecuali bantuan.
"Hubby itu!"biru menunjuk ke luar di mana banyak mobil hitam mengepung gedung tua ini.
"Bantuan datang,mommy yakin Daddy datang membantu kita"nyonya Lisa menatap penuh binar bahagia.
Berbanding terbalik, sekretaris Steven menatap penuh kekhawatiran pada sosok cantik yg baru turun dari mobil dengan gaya super angkuh,dan juga santai nya.
Nisa, gadis itu,entah kenapa sekertaris Steven merasa gadis itu tengah tidak baik-baik saja sekarang.
"Ini tempat nya?"di bawah,king mafia dragon white tengah bersiap dengan senjata nya.
Dendam dari generasi ke generasi benar-benar sulit untuk di hilang kan.bahkan hingga sekarang,king mafia dragon white masih memiliki dendam atas kematian sang istri,nyonya Liliana Constantine.
"Kau tetap diam di mobil, kakak akan menyelesai kan masalah ini dengan cepat"Renald menarik Nisa untuk masuk ke dalam mobil,memasang kan sabuk pengaman, lalu mengunci pintu mobil dari luar.
Tiga anak buah dragon white di tugas kan untuk menjaga gadis bar-bar itu, sebab Renald tau Nisa sangat lah keras kepala,jika dia sudah ingin melakukan sesuatu maka tidak ada yg mampu menolak nya,atau dia akan marah.
"Kita masuk!aku sudah lama tidak mencium anyir darah"jiwa iblis king mafia dragon white menggelora.
Liliana,satu nama yg membuat nya semakin bersemangat untuk berperang sekarang,dendam masa lalu juga ikut mengambil alih perasaan king mafia dragon white.
"Masuk!"aba-aba dari Renald menanda kan perang yg sesungguh nya akan terjadi,para anggota dragon white mendobrak masuk.
"Aku tidak suka berbasa-basi,cepat habisi mereka!"seperti biasa Nya,king mafia dragon white memang tidak pernah berbasa-basi,jika mau membunuh makan segera lah.
Baju tembak terjadi,pekikan teriakan dan erangan terdengar di ikuti dengan suara timah panas yg terus-menerus berjatuhan, kegesitan tim dragon white memang patut di acungi jempol.
Dalam hitungan 10 menit,semua musuh sudah tumbang,darah di mana-mana,tapi tidak ada satu pun di antara mereka yg gentar.
"Akhh!"semua orang langsung berlari ke atas, mendengar suara pekikan keras dari lantai dua.
Nisa yg ikut mendengar segera keluar, berlari ke lantai dua.bola mata nya terbelalak kaget, melihat nyonya Lisa,William,biru,dan juga sekertaris Steven tengah terkapar tidak berdaya,dengan darah segar yg mengalir di sekitar tubuh mereka.
"Biru!"Nisa terpekik kaget, pandangan nya teralih kan pada Renald yg sedang menodong kan senjata nya pada seorang laki-laki muda.
"Ini untuk ayah mu yg sudah membunuh ibu ku!"Renald melayang kan satu peluru ke arah laki-laki itu.
"Untuk semua dosa yg telah kau lakukan!"dor!satu peluru lagi berhasil membuat laki-laki muda itu tumbang,jelas kemarahan tercetak jelas di wajah Renald.
"Ambulan sedang dalam perjalanan"Rokki masuk,dia sudah menghubungi ambulan untuk segera datang.
Nisa melirik ke arah laki-laki yg terkapar di hadapan nya sekarang,dia tahu bahwa sedang di pandangi oleh banyak orang, tapi seperti biasa dia hanya santai.
"Maaf"sekertaris Steven bergumam pelan sebelum menutup kedua mata nya.
"Kau mengenal nya princess?"king mafia dragon white mendekat,mengechek keadaan laki-laki yg tertembak itu,semua nya baik-baik saja,tampak nya laki-laki itu tidak terlalu berharga untuk putri angkat nya.
"Dia,yg di pukul oleh kakak"king mafia dragon white hanya tertawa mendengar jawaban yg di keluar kan oleh putri angkat nya ini.
"Ambulan datang"para anggota dragon white menggendong biru,william dan sekertaris Steven, sementara nyonya Lisa sudah berada di pelukan sang suami,tuan besar Smith.
"Lagi, tragedi yg sama terulang di tempat yg berbeda,banyak yg meregang nyawa sama seperti dulu, tapi itu bukan diri mu"Nisa bergumam lirih,air mata nya mengalir begitu saja.
"Hei princess ayo!"Renald menarik pelan tangan sang adik.
Iring-iringan mobil menjauh menuju ke rumah sakit milik keluarga Smith,semua orang langsung di tangani oleh tenaga medis, termasuk biru dan William yg mendapat kan perawatan khusus.
"Kau baik-baik saja princess?"Renald masuk ke dalam ruang rawat Nisa, memandangi tangan sang adik yg telah terpasang infus.
"Ada kabar bahagia, sahabat mu tengah mengandung,biru nama nya"Nisa hanya melirik sebentar,kembali merebah kan tubuh nya di ranjang.
__ADS_1
"Kau tidak bahagia? apa sesuatu terjadi?"Renald langsung menyadari ada sesuatu yg aneh pada Nisa,tidak biasa nya gadis itu hanya diam mendengar kabar bahagia.
"Tidak,aku hanya lelah"Renald menghela nafas dia yakin telah terjadi sesuatu,tapi nisa sama sekali tidak ingin berbicara sedikit pun.
"Kau tidak bahagia kah mendengar sahabat mu tengah mengandung?"
"Diam lah kak,kepala ku pusing"Nisa menyembunyi kan wajah nya di dalam selimut,kepala nya berubah menjadi berdenyut hebat.
2 hari berlalu.
Biru telah di perboleh kan pulang,senyum merakah lebar di bibir nya mengetahui ia telah mengandung lagi,ada satu nyawa yg harus ia jaga.
Berita mengheboh kan juga datang dari sekertaris Steven,ia sudah memutus kan untuk menikah,mengakhiri masa lajang nya sesegera mungkin.
"Kau akan menikah lalu bagaimana adik ku?"di mansion Smith, Renald tidak henti-henti nya menggoda sang adik angkat.
"Nona Kim anda baik-baik saja?"biru juga tidak henti-henti nya ikut menggoda Nisa.
"Memang nya aku kenapa?"Nisa menjawab sangat-sangat santai,dia melirik ke arah sekertaris Steven yg terus melihat ke arah nya.
"Sayang kau mau sesuatu?"William mengecup lembut kening biru, secara perlahan dia mulai menikmati tugas nya Dengan baik.
"Tidak terima kasih hubby"biru menggeleng,dia memang tidak mengingin kan sesuatu ngidam atau sebagai nya sekarang.
"Kau yakin baik-baik saja princess?"Nisa mendengus kesal, ternyata king mafia dragon white ikuti menggoda nya.
"Memang nya aku kenapa dad?,"Nisa melihat ke arah semua orang.
"Daddy fikir kau patah hati karena sekertaris Steven akan menikah?jika memang Iya,Daddy akan melakukan sesuatu,supaya mempelai wanita nya berganti diri mu"
"In your dream Daddy"Nisa mendelik sebal.
"Mommy!"rosse berteriak girang, memeluk tubuh sang mommy,dia bahagia setelah mengetahui bahwa ia akan segera memiliki seorang adik.
"rosse mau punya adik kan?"rosse memeluk perut rata biru,sesekali bibir mungil milik nya mengecup lembut perut sang mommy.
"tentu,tapi kapan rosse punya adik dari nona Kim!"semua orang tertegun mendengar jawaban yg di lontar kan oleh rosse.
"2 tahun ke depan"Nisa menjawab dengan yakin dan juga bersungguh-sungguh,dia yakin dua tahun ke depan pasti akan ada seorang pangeran yg datang dalam hidup nya.
"wah benar kah?nona Kim mau menikah dengan uncle Steven?"pertanyaan polos yg lagi-lagi keluar dari bibir rosse.
"tentu bukan sayang, uncle akan menikah dengan wanita lain sayang"William menggendong rosse untuk segera pergi dari sana jika putri kecil nya itu terus berceloteh,pasti keadaan ruang tamu mendadak berubah menjadi panas.
"Rossi,kau bahagia akan memiliki adik lagi Hem?"biru bertanya pada putra bungsu nya,yg tampak terus-menerus mengulas senyum lebar.
"tentu mommy,aku akan menjadi kakak"Rossi menjawab dengan penuh semangat,dia berjalan perlahan menuju ke arah Nisa.
"nona Kim terima kasih ini semua berkat anda, tanpa bantuan anda semua ini tidak mungkin terjadi"Nisa hanya mengangguk pelan.
"mommy tidak setuju!Alex lakukan sesuatu agar Steven tidak menikah dengan wanita tidak suci itu"Nyonya Lisa tidak henti-henti nya merengek kepada William.
wanita yg akan menjadi istri sekertaris Steven bukan lah wanita baik-baik.dia di kenal karena keliaran nya,tentu saja nyonya Lisa jelas menolak keras.
bagi nyonya Lisa, sekertaris Steven terlalu baik untuk di jadi kan suami dari wanita yg tidak benar, tapi seberapa sulit pun nyonya Lisa berusaha,semua nya tidak berubah, sekertaris Steven tetap Keukeh pada pilihan nya.
"mommy Alex bisa apa Hem?jika Alex bisa melakukan sesuatu Alex akan melakukan nya"William menggenggam erat tangan sang mommy, menatap dalam kemanik wanita yg telah membesar kan nya ini.
"lakukan sesuatu, mommy tidak mau hidup Steven hancur, mommy sangat menyayangi nya"nyonya Lisa terisak di dalam dekapan William.
aku harus apa mommy?batin William.
jika dia bisa tentu William pasti akan melakukan sesuatu,tapi dia tidak bisa apa-apa sekarang,semua keputusan berada di tangan sekertaris Steven, sementara laki-laki itu hanya diam tidak bergeming.
"mommy mungkin ini sudah takdir Tuhan,mommy harus bisa menerima nya"biru ikut masuk,menenang kan Nyonya Lisa.
"biru lakukan sesuatu,jika memang butuh bantuan nona Kim lakukan lah sayang,mommy mengizin kan nya,asal kan Steven tidak menikahi wanita itu"nyonya Lisa menangkup kan kedua tangan nya,memohon kepada sang menantu yg tidak bisa berbuat apapun.
__ADS_1
"mommy lebih baik beristirahat sekarang,honey kau juga,jangan lupa meminum susu mu itu"biru mengangguk,berjalan keluar menuju dapur.
sebuah kemarin khusus di datang kan William sebagai tempat untuk menaruh segala macam keperluan ibu hamil,mulai dari bubur dan juga susu ibu hamil.
berbagai merek terlihat ketika biru mulai membuka lemari itu,dengan cepat ia mengambil sekotak susu ibu hamil dengan rasa coklat favorit nya.
"honey"saat sedang sibuk mengaduk minuman,biru di kejut kan dengan sebuah tangan yg melingkar di perut nya.
"ada apa hubby?semua baik-baik saja kan?"William hanya mengangguk,menyembunyi kan kepala nya di getuk leher biru, berusaha mencari kenyamanan di sana.
"bukan kah ini cukup memusing kan? Steven tiba-tiba menikah?"biru tertegun, ternyata pemikiran sang suami sama persis seperti diri nya.
"mungkin ini keputusan terbaik bagi sekertaris Steven hubby,bukan kah sebagai bos,sahabat dan saudara hubby harus mendukung nya?"biru menegak perlahan susu nya hingga habis.
"Hem,kau benar.mau ku gendong ke atas,ibu hamil tidak baik naik tangga"biru terkekeh geli,kemudian melingkar kan tangan nya di leher William.
"bukan kah kita terlihat lebih romantis sekarang?"sepanjang perjalanan menuju ke kamar,William tidak pernah berhenti mengeluar kan candaan kepada biru.
"tentu saja,tapi aku mengingin kan sesuatu"William mendadak berbinar bahagia mendengar permintaan biru,dia sedang menerka-nerka apakah istri nya tengah ngidam.
"kata kan apa?"William menduduk kan tubuh biru di kasur.
"aku ingin tidur di kasur sendiri"biru tampak ragu berujar, karena itu dia sedari tadi menunduk,tidak berani berkata apapun.
"apa?!"senyum lebar yg terukir di wajah William mendadak pudar.
"oh no sayang!aku tidak bisa membiar kan mu tidur sendiri di kasur seluas ini? bagaimana jika nanti kau terjatuh dari ranjang?"William panik bukan main.
"tapi aku ingin tidur sendiri"biru bergumam pelan,raut wajah nya berubah-ubah,dia menjadi sedih sekarang,Mood ibu hamil memang begitu.
"baik-baik lah sayang"William mengalah,mengambil bantal menata nya di sofa paling ujung, dari pada pindah kamar William memilih untuk tidur di sofa saja.
laki-laki tampan itu tidak lupa mengambil selimut di dalam lemari, mengingat hari sudah malam,William memutus kan untuk memejam kan mata nya lebih dulu.
senyum lebar terukir di wajah biru,akhir nya dia bisa tidur sendiri di ranjang king size yg sangat luas ini,tapi kembali fikiran nya teringat sesuatu, kejadian satu hari yg lalu,saat tanpa sengaja dia bertemu dengan adik tiri nya,ratu.
"kak,aku datang mengunjungi mu"ratu datang ke rumah sakit seorang diri,dia tampak lebih tidak terawat semenjak di depak secara paksa dari dunia entertainment.
"kenapa kau datang?"biru bertanya sinis,entah kenapa karena kedatangan adik tiri nya,dia merasa akan terjadi sesuatu.
"kenapa nada bicara mu pada ku berubah sinis kak?memang nya aku tidak boleh mengunjungi mu Hem?kau kan kakak kesayangan ku"ratu mengulas senyum simpul,sangat simpul bahkan.
"aku harus waspada pada wanita seperti mu ratu.perbuatan mu menjadi benalu di rumah tangga orang lain harus mewajib kan ku waspada terhadap perempuan seperti mu,bisa jadi kau berniat menghancur kan keluarga ku kan?"sindir biru kesal.
biru memang menyayangi ratu,tapi ia juga harus waspada karena satu hal,wanita ini adalah wanita ular.biru cukup trauma dengan hancur nya rumah tangga kedua orang tua nya dulu, karena itu dia tidak akan membiar kan hama-hama seperti ratu menyelinap masuk.
"kita memang bukan saudara kandung, tapi apa kakak fikir aku bisa sejahat itu hah? sehingga ingin meng-hancur kan kehidupan kakak ku sendiri"ratu memasang wajah pura-pura sedih,pada hal asli nya dia me-rutuk karena bentuk kewaspadaan yg di beri kan oleh Biru.
"ambisi bisa mengalah kan segala nya ratu,kau terlalu ambisius sehingga bisa melakukan apa saja agar bisa menggapai keinginan mu"skak mat,ratu terdiam mendengar perkataan biru,tapi tangan nya mengepal erat.
"kak aku sangat menyayangi mu,mana mungkin aku tega berniat seperti itu pada mu hah!"ratu menghapus air mata palsu nya.
"kau fikir aku mudah tertipu hah!kau terlalu lama berkecimpung di dunia perfilman, hingga akting mu patut di acungi jempol"biru terkekeh sinis,tentu dia tau yg mana air mata benar-benar tulus dan buaya.
"aku memang menyayangi mu,sama seperti aku menyayangi pak Rahardian, tapi kesalahan ibu mu di masa lalu membuat ku harus siaga,bisa saja j*lang kecil seperti mu,mau mengusik kehidupan rumah tangga ku"biru berbisik tepat di sebelah telinga ratu.
"aku mana mungkin melakukan nya kak,aku tau itu salah ku, tapi ku mohon jangan berkata seperti itu pada adik mi ini"biru terkekeh pelan,ratu terlalu lebay bagi nya.
"aku tidak sebodoh itu ratu,lebih baik kau pergi dari sini,sebelum dua bodyguard kekar ku menarik tubuh indah mu itu keluar"biru mengusir ratu.
ratu langsung melangkah keluar,dia muak di hina oleh Biru habis-habisan,wanita itu seakan menguliti nya hidup-hidup,benar-benar menjengkel kan jika di ingat.
niat hati ingin datang meminta simpati,agar biru mau mengajak nya tinggal di kediaman Smith pupus sudah, bukan simpati yg di dapat kan oleh ratu melain kan penghinaan semata.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
__ADS_1
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.