
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Flashback off.
Chika menghela nafas,ada sedikit rasa bahagia melihat kehadiran Devan, laki-laki yang sudah menolong nya Sekarang.
"Sudah selesai ngobrol nya?"Rahardian datang dengan seorang pelayan yang membawa makanan.
"Iya,Chika seneng deh pak ketemu sama Devan"Chika berujar dengan nada yang sangat menggembirakan.
"Seneng? memang apa bagus nya Devan?"Rahardian memandang penuh ejekan ke arah Devan.
"Gini-gini,aku itu sahabat nya Chika dari kecil"Devan mengerucut kan bibir nya karena kesal
"Udah,makan yuk?!"ajak rahardian.
"Nggak bisa sekarang,kamu aja makan sama Chika,Chika permisi ya?"Devan menghadiahi kecupan singkat di dahi Chika, sebelum berlalu pergi.
"Dadah"Chika melambaikan tangan nya ke arah Devan yang berlalu pergi.
"Ini ambil"Rahardian duduk di hadapan Chika,mengulur kan sebuah sapu tangan.
"Untuk apa?"Chika Bertanya, tapi tetap menerima uluran sapu tangan dari Rahardian.
__ADS_1
"Lap dahi mu"Rahardian melirik ke arah dahi Chika,sebelum menyantap makanan di hadapan nya dengan nikmat.
"Kenapa?pak Rahardian cemburu ya?"Chika dengan terang-terangan menggoda sang dosen,di tambah dengan mata berkedip-kedip imut.
"Cemburu?cih nggak guna"Rahardian berdecak kesal.
"Pak Rahardian masih suka ya sama mbak biru?"Chika menyantap makanan nya, sedikit menyinggung tentang masalah biru,wanita masa lalu Rahardian.
Diam.sendok di tangan Rahardian bahkan terjatuh,mata laki-laki itu tampak berubah kosong.ada pandangan getir di sana, Chika sudah mengoyak luka lama yang berusaha Rahardian tutupi sedari dulu.
Biru, satu-satu nya wanita yang berhasil membuat Rahardian jatuh cinta.wanita yang sudah Rahardian perjuangkan selama bertahun-tahun,tapi pada akhir nya menjadi istri orang lain.
Fakta bahwa biru adalah adik tiri dari Rahardian saja sudah membuat batin Rahardian di hantam kesedihan,di tambah biru ternyata sudah menikah.
"Nanya sama senior-senior,mereka bilang dulu sekali pak Rahardian pernah Deket sama karyawan pak Rahardian,yang ternyata adik tiri nya bapak."
Chika mengulas senyum lebar,wajah nya terlihat sangat lucu.membuat Rahardian tidak tega marah kepada mahasiswi nya sendiri.
"Kamu kok kalo bicara sama saya,nggak pakek Lo dan gue?"dahi Rahardian berkerut sangat dalam.
"Nggak sopan pak,masa sama dosen panggil nya loe dan gue,kan lucu"Chika terkekeh dengan fikiran nya sendiri.
"Oh,ternyata gadis seperti kamu tau sopan santun"Rahardian menyindir,masih menikmati makanan nya.
"Hari ini kamu ada jam kuliah?"Rahardian kembali bertanya,semua tentang Chika dia suka.
__ADS_1
"Ada,nanti siang."Chika mengangguk.
"Siang?memang sekarang jam berapa?"Rahardian menyindir,melirik ke arah arloji Nya.
"Nggak tau"Chika mengendikan bahu acuh.
"Satu siang!"Rahardian menyebut kan dengan sangat lantang.
"Apa?!"Chika berteriak karena sangat kaget,mata nya terbelalak.
"Astaga pak,Chika telat"dengan langkah seribu Chika masuk ke dalam ruangan Rahardian,mengambil tas dan leptop sebelum berlalu pergi dari sana.
"Chika!mau di Anter?"Rahardian menghentikan mobil nya di dekat Rahardian.
"Boleh?"Chika masuk ke dalam mobil Rahardian dengan senyum mengembang di wajah nya.
"Kamu nggak pernah semobil sama laki-laki genteng?"Rahardian heran melihat Chika yang terus tersenyum.
"chika seneng,ada yang peduli.pak Rahardian itu tampan,baik,murah senyum,mapan,baik,rajin shalat,ok cocok banget"Chika berujar dengan senang.
"Cocok?buat apa?"Rahardian bertanya bingung.
"Buat jadi ayah dari anak-anak ku,imam untuk ku nanti"senyum Chika semakin melebar,dengan rona merah di sekitar pipi nya.
# like, komen and Vote ya readers.
__ADS_1