Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
extra part: mengejar cinta dosen duren


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Loh Dea,di mana Chika?"


Saat akan memasuki kelas milik Chika untuk membawa kan minum, Rahardian mengeryit karena gadis itu tidak ada di kursi nya.


"Chika?gini pak,tadi sewaktu mata kuliah pertama,Chika pamit ke toilet,eh sampe sekarang nggak balik-balik."


Gadis berhijab navy itu menjelas kan dengan cepat, karena ia juga khawatir Chika belum kembali kembali dari toilet tadi.


"Belum kembali dari tadi?"dahi Rahardian mengeryit dalam,heran.


"Iya Pak,Dea kesini juga mau ngecek"Dea yang berbeda jurusan dengan Chika,datang ke kelas jurnalistik untuk mencari keberadaan sahabat nya itu.


"Toilet di lantai berapa Dea?kita harus mencari nya firasat saya tidak enak"


Dea mengangguk.mereka turun menuju lantai satu,di mana Chika dan Dea terakhir berpisah di sana.


"Chika tadi masuk ke dalam deh pak"Dea menunjuk ke arah pintu toilet.


"Eh pak Rahardian?pada nyariin siapa sih?"Ronivdan Jeno datang, bertanya heran ke arah Dea dan juga Rahardian yang berdiri di depan pintu toilet wanita.

__ADS_1


"Kita nyariin Chika,dia nggak ada.bahkan nggak masuk kelas sedari tadi."Dea bertanya panik.


"Oke tenang,de loe masuk dulu gih.cek ada mahasiswi nggak,kalo ada yang aneh teriak gih,nggak mungkin kan kita para cowok masuk!"suruh Jeno, mendorong tubuh Dea.


"Oke!"Dea segera masuk, mengechek satu-persatu toilet,tidak ada orang di dalam nya.


Hanya saja, pandangan Dea teralih kan pada sebuah pintu toilet.dengan cepat ia berusaha membuka Nya,tapi sial nya pintu di kunci dari dalam.


"Pak!Jeno! Rino!"Dea langsung berteriak memanggil nama sang dosen,dan juga kedua sahabat nya.


"Apa?!"Jeno, Rahardian dan Robi segera masuk.


"Pintu toilet nya di kunci,udah gue gedor-gedor dari tadi"Dea berujar dengan sangat panik.


"Biar saya dobrak!"Rahardian yang pasang badan pertama kali Nya,menatap tajam ke arah pintu.


Dug.


Dug.


"Chika!"Dea,Roni,Jeno dan juga Rahardian berteriak panik.


Suara teriakan mereka sampai di luar, dengan cepat banyak para mahasiswa dan juga mahasiswi yang berkumpulan di dalam toilet.

__ADS_1


"Loh itu Chika kan?"


"Anak dari jurusan jurnal semester 5?"


"Ya ampun kok keadaan ngenes banget gitu yah?"


Ucapan demi ucapan berdatangan, menatap iba ke arah Chika.


"Chika,Chika bisa dengar saya?"Rahardian menepuk-nepuk kedua pipi chika,tapi gadis itu sama sekali tidak merespon.


"Pak darah nya banyak banget.lebih baik kita sekarang bawa chika ke rumah sakit"Dea yang berfikiran paling waras menengahi.


Tanpa banyak bicara, Rahardian menggendong tubuh Chika ala bridal style, dengan bantuan Roni dan juga Jeno Rahardian mudah menerobos segerombolan mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berkerumun.


"please,sadar Chika saya akan balas orang yang sudah membuat mu seperti ini"gumam Rahardian sangat lirih.


langkah nya benar-benar cepat.selang beberapa detik,mohon Jeno sudah ada di hadapan Rahardian.


setelah memasti kan Chika masuk dan dalam kondisi aman,Jeno mulai mengajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


di belakang,Dea dan Roni menyusul mengguna kan motor milik Roni.


di sepanjang jalan,Dea terus-menerus berdoa untuk keselamatan Chika sang sahabat, karena kepala Chika mengeluar kan darah yang cukup banyak.

__ADS_1


Chika,please sadar.


hanya itu yang di gumam kan Dea di perjalanan,sembari melafalkan beberapa doa yang ia tau.


__ADS_2