
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Rumah sakit xxx.
Rahardian memandang khawatir ke arah pintu UGD,Chika baru masuk ke ruangan itu beberapa menit yang lalu, tapi rasa khawatir nya tidak reda begitu saja.
"Pak,apa perlu kita selidiki yang sebenar nya terjadi?"tanya Rino.
"Iya,kita harus menyelediki nya,bila perlu lapor polisi,nyawa Chika benar-benar terancam sekarang."
Rahardian menjawab tenang, berbanding terbalik dengan hati nya yang sudah bergemuruh sedari tadi,ingin memberi pelajaran pada orang yang susah mencelakai Chika.
"Ayah!"pekikan yang sangat Rahardian kenal,membuat hati nya berubah menjadi hangat.
Menoleh, Rahardian melihat seorang gadis kecil dengan rambut keemasan yang di kuncir kuda,dan juga bandana berwarna merah muda tengah berlari ke arah nya.
Rambut gadis itu bergoyang seiring langkah nya yang sengaja ia percepat,senyum nya terulas sangat lebar.
"Rosse!"Rahardian segera meraih tubuh mungil rosse ke dalam dekapan nya.
"Ayah,kan rosse bener ini ayah,Rossi Ndak percaya tadi"rosse berteriak heboh di dalam gendongan Rahardian.
__ADS_1
"Iya-iya"Rossi yang baru datang,memutar bola mata nya sangat malas.
"Ayah,kenapa ayah bisa di sini?apa ayah sakit?"Rossi betanya dengan cepat dan beruntun, tatapan nya berubah sangat khawatir.
Walaupun tidak memiliki hubungan darah sedikit pun,Rossi sangat menyayangi Rahardian,bahkan melebihi rasa sayang nya kepada William,ayah kandung nya.
"Ayah tidak apa-apa son,jangan khawatir.teman ayah yang sedang sakit sekarang, bagaimana bisa kalian berdua ada di sini?"
Rahardian bertanya,sembari menoleh kesana-kemari.mencari keberadaan biru atau mungkin William yang menemani si kembar.
"Bersama mommy,tadi mommy menjenguk uncle Andi,ayah Nya Rebecca,kan uncle Andi masuk rumah sakit"jujur Rosse.
Biru dan keluarga memang langsung terbang dari Inggris ke Indonesia,begitu mendengar kabar bahwa Andi mengalami kecelakaan dan harus di rawat.
"Rosse! Rossi!"dari kejauhan biru mendekat, menggeleng khawatir karena rosse dan Rossi tiba-tiba hilang,pada hal si kembar tadi masih mengekori nya.
"Kalian dari mana saja?mommy mencari kalian?"biru berbicara dengan nada tinggi.
"Rosse berlari karena melihat kejadian ayah mommy"Rossi yang menjawab menunjuk ke arah Rahardian.
"Astagfirullah rosse.eh pak Rahardian,apa kabar pak?lama tidak bertemu?"biru menyapa kakak tiri sekaligus mantan bos nya ini.
"Alhamdulillah,Allah masih memberi ku kesehatan dan keselamatan hingga detik ini aku bisa bernafas."
__ADS_1
Biru tersenyum lebar, Rahardian selalu berujar seperti itu, walau pun keadaan nya tidak baik-baik saja.
"sedang apa bapak di sini?dan mereka siapa?"biru menunjuk ke arah, Rino, Jeno dan juga Dea yang berdiri tidak jauh dari tempat Rahardian duduk.
"mereka mahasiswa dan mahasiswi ku, kebetulan salah seorang mahasiswi ku sedang sakit"
biru menganggukkan kepala nya paham.
"halo"biru menyapa Dea dan juga teman-teman nya dengan nada lembut.
srek.
pintu UGD terbuka,seorang suster perempuan dengan seragam putih berlari keluar dengan cepat.
"kalian punya golongan darah A+ tidak?"tanya nya terburu-buru.
"hubby?!"biru berteriak, memanggil William yang berdiri dengan santai di pojok sana.
"ada apa?"William menjawab acuh.
"A+? bagaimana kita bisa mendapat kan donor darah dalam waktu dekat?"Rahardian bertanya bingung dan juga panik.
"tidak masalah pak,William memiliki golongan darah yang sama,biar dia saja yang mendonor kan darah nya"biru menarik sang suami.
__ADS_1