
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Honey aku benar-benar sangat merindu kan mu"William menatap penuh binar ke arah biru.
"Tapi mommy tidak mengingin kan kita bersama"sekarang giliran biru yg tertunduk lesu,air mata nya menetes, mengingat nyonya Lisa yg dulu menyetujui hubungan mereka, sekarang berbalik menentang.
"Aku tidak peduli dengan keinginan Mommy.selama kau ada bersama dengan ku, semua nya akan baik-baik saja"William menggenggam erat tangan biru, berusaha meyakin-kan sang istri.
"Tapi,aku tidak bisa memberi kan mu keturunan"biru tertunduk,hati Nya sedikit nyeri mengingat bahwa rahim nya sudah di angkat.
"Hei honey.aku mencintai mu,bukan rahim mu.kau tau kan aku benar-benar tulus mencintai mu,bagi ku rosse dan Rossi saja sudah cukup,aku bukan hamba Allah yg serakah"
William mendekap tubuh mungil biru,walau pun sebenar nya ia tetap mengingin kan kehadiran seorang anak, tapi jika memiliki anak lagi akan membuat nya kehilangan biru dan juga si kembar,William lebih baik tidak memiliki anak lagi.
"Kita harus segera beristirahat"William meletak-kan kepala biru di dada bidang nya.
Keesokan pagi nya.
Semua orang sudah berkumpul untuk sarapan,begitu juga biru dan William.
"Bagaimana kelanjutan hidup kalian sekarang?"Renald yg pertama kali membuka obrolan,paling pertama di meja.
"Aku akan membuka usaha di sini,aku tidak ingin kembali ke Inggris"biru tertegun, mendengar putusan yg di beri kan oleh William.
"Hubby,kau tidak boleh mengambil keputusan seperti itu.hubby satu-satu nya putra keluarga Smith,aku tidak mau mommy semakin membenci ku nanti"
Biru memandang penuh kelembutan ke arah William, berharap suami nya mau luluh.
"Menurut ku biru benar,kau tidak bisa mengambil keputusan sepihak wil.itu bukan lah hal yg baik,kau bisa semakin memperkeruh suasana"
King mafia dragon white juga memberi kan pendapat, menurut nya ini bukan lah jalan yg baik, Karena bisa membuat perpecahan masalah semakin terjadi.
"Tapi aku takut,mommy akan melukai biru lagi"jawaban yg sebenar nya di simpan sendiri, oleh William akhir nya keluar juga dari bibir nya.
"Kau kan ada di sisi nya untuk apa khawatir.ancam saja mommy mu,ku rasa itu satu-satunya senjata ampuh bukan begitu Kim?"
Renald menoleh ke arah sang adik angkat yg sibuk dengan dunia nya sendiri,ada yg aneh dengan Nisa,tidak biasa nya ia sibuk dengan lamunan nya selama ini.
"Kim ae-ra!"bentakan terdengar sangat nyaring,membuat Nisa terkesiap,bahkan menjatuh kan sendok di tangan nya.
Jantung nya berdebar hebat,dia benar-benar terkejut dengan suara bentakan keras yg di keluar kan oleh Renald.
Wajah nya bahkan berubah pias,seakan tidak ada darah yg mengaliri nya lagi.
"Tuan anda membuat nya terkejut"sekertaris Steven mendesis tidak suka.
"Renald!kau kan bisa menegur nya Tanpa membentak,kasihan adik mu, wajah nya bahkan berubah pias!"king mafia dragon white langsung membentak sang anak.
"Maaf dad,aku hanya tidak suka,Kim sibuk dengan dunia nya sendiri"Renald memang paling tidak menyukai,jika ia bicara ada yg tidak mendengar kan.
Nisa menghela nafas, gadis cantik itu berusaha menyembunyi kan rasa sesak yg mendera dada nya.
"Aku sedang tidak enak badan"Nisa berusaha menyembunyi kan raut wajah nya yg memucat.
Berbicara sewajar mungkin,itu yg sedang di lakukan oleh Nisa.
"Kau mau ke rumah sakit sekarang?"Renald berdiri dari duduk nya.
"Tidak,aku akan beristirahat,kalian lanjut kan saja sarapan nya"Nisa bergumam lirih,sembari melangkah pergi.
Tidak berapa lama setelah kepergian Nisa.
"Daddy mertua!"William yg merasa di panggil segera menoleh, Lel berdiri dengan nafas yg ngos-ngosan.
"Ada apa boy?"William bertanya.
"Gawat!"seperti biasa,apapun yg terjadi lel selalu saja panik sendiri.
"Jelas kan dengan tenang son"Renald ikut mengeryit bingung, anak-anak nya memang sangat berbeda.
"Aunty Kim pingsan"
"Apa?!"
__ADS_1
Semua orang yg ada di meja makan terbelalak bersamaan, secepat kilat mereka naik ke lantai dua.
"Nona Kim?!nona Kim bangun"Rosse,Rossi dan Lee berteriak bersamaan,mereka terus-menerus menggoncang tubuh Nisa, berharap gadis itu mau sadar.
"Jangan tinggal kan aku aunty!"Rossi langsung memukul lengan Lee,dia tidak suka perkataan Lee,yg seakan-akan mengata kan Nisa akan Tiada.
"Kim!"
Sekertaris Steven, William, biru, Renald dan juga king mafia dragon white terbelalak melihat Nisa sudah tergeletak di atas lantai,dengan darah bercucuran dari hidung nya.
"Nona?"sekertaris Steven dengan sigap menggendong tubuh Nisa,tanpa memperduli kan bekas tembakan di perut nya yg belum kering.
Nisa langsung di lari-kan ke rumah sakit,semua orang tentu saja ikut serta.mereka menunggu di luar, sembari harap-harap cemas.
"Kalian pulang lah,biar aku dan Daddy yg menjaga kim.sekalian,tolong antar anak-anak ke sekolah"William dan biru mengangguk.
"Son,ayo biar mommy gendong!"biru menggendong tubuh mungil rossi yg masih terisak keras.
"Rosse,ayo!jangan berpisah dari ku"lel menggenggam tangan mungil Rosse, sembari berjalan.
Walau pun tidak nyaman rosse tidak melepas kan genggaman tangan lel.bagi nya,lel sama seperti Daddy nya, uncle Steven dan juga rossi.lel masuk jajaran laki-laki yg siap menjaga nya.
Selama di Amerika,lel selalu ada untuk rosse.di mana ada rosse,di situ ada lel.bahkan di saat rosse baru pertama kali menapaki Amerika,lel sudah mengulur kan tangan nya, menjaga Rosse.
"Cih!kalian masih terlalu kecil untuk berpacaran"Lee melirik ke arah rosse dan juga lel.
Di dalam mobil biru hanya bisa menenang kan Rossi yg terus-menerus terisak, sesekali tangan nya yg bergetar mengelus punggung mungil milik Rossi.
"Hubby,kapan kita pulang ke Inggris?"biru menoleh ke arah William yg sibuk menyetir.
"Aku sedang memikir kan nya.semoga semua nya baik-baik saja"William menjawab tanpa menoleh, mengulas senyum lebar,membuat biru yakin William ingin pulang ke Inggris.
"Daddy!"dari jok belakang terdengar pekikan heboh dari Rosse.
"Rosse mau itu!"William mengikuti arah tunjuk Rosse, ternyata sebuah toko yg menjual berbagai macam permen dan juga lollipop.
"Baik lah sayang,apa yg tidak untuk mu"William memutar stir nya,dia segera berhenti tidak jauh dari toko itu.
"Ayo!semua nya turun sebelum berangkat sekolah uncle akan mentraktir kalian semua"anak-anak berteriak gembira,mereka segera pergi mengekori langkah William.
"Wah ini juga enak"rosse menoleh,dia melihat Lee si pendiam mengambil satu buah Lollipop berukuran jumbo.
"Lee,ayo!"rosse membawa cukup banyak permen dan juga Lollipop di tangan nya.
Di meja kasir, William berdiri bersama dengan Biru,mereka menunggu anak-anak yang berpencar entah ke mana.
"Kau tidak mau sesuatu sayang?"biru menggeleng, mata nya sibuk menelisik mencari-cari anak-anak yg pergi entah kemana.
"Mommy!"biru mengulas senyum lebar melihat sang anak datang sembari membawa banyak Lollipop dan juga permen.
"Kau sudah membeli semua nya princess?"William melihat ke arah tangan rosse,putri nya ternyata memilih banyak sekali lollipop dan juga permen.
"Iya dad.rosse mau memberikan nya kepada teman-teman rosse,dan juga uncle pengawal di rumah nya lel"rosse mengulas senyum lebar.
"Baik ayo kita bayar"semua belanjaan anak-anak di hitung,dengan sigap William memberi kan blackcard milik Nya.
"Rosse,jangan banyak-banyak makan Lollipop nya.mommy tidak mau kau nanti sakit gigi"di tengah perjalanan menuju sekolah,biru tidak lupa mengingat kan Rosse.
"Loh mommy mertua!kan ada Lel,jadi mommy mertua tidak perlu khawatir"Lel langsung menimbrung.
"Lel!"Rosse mendesah tidak suka.
"Apa masalah kemarin belum selesai uncle?"Lee yg sedari tadi menjadi pengamat dalam hening, mendadak membuka suara nya.
"Maksud nya? jangan mengata kan ada sebuah mobil yg mengikuti kita sekarang Lee?"William melirik sedikit dari kaca spion.
"Iya"semua penghuni mobil langsung panik,secara bersamaan mereka segera menoleh ke belakang.
"Hubby ku mohon tenang lah!"biru berkata dengan nada sedikit membentak, karena William hampir saja oleng.
"Tapi ini"William tidak mampu lagi berkata-kata.
"Semua akan Baik-baik saja"biru menarik nafas panjang.
"Jangan berbelok!lebih baik kita ke sekolah.daddy mengata kan jika kita seorang diri, alangkah lebih baik nya jika kita mencari tempat aman yg memiliki banyak petugas keamanan atau bila perlu kantor polisi"
__ADS_1
Lee segera memberi kan pengarahan,putra renald ini sangat pandai mengatasi berbagai situasi tanpa takut terluka sedikitpun.
"Semua nya berpegangan!"William langsung memberi kan arahan.setelah memasti kan semua nya bersiap,William langsung bergegas menaikan kecepatan mobil.
Biru menghela nafas, berusaha bersikap biasa saja.dia benar-benar bingung,dan khawatir dengan sikap William dalam berkendara,yang sangat ugal-ugalan.
Karena kecepatan berkendara yg lumayan ekstrim,mereka bisa sampai di sekolah dengan ssngat cepat.
"Mereka masih mengikuti?"biru terperangah ketika menoleh ke belakang,mobil tadi masih saja mengikuti mereka.
"Aunty tenang.ini cukup aman,mereka akan sulit beraksi di tengah-tengah keramaian.yg harus kita lakukan adalah berbaur dengan banyak orang"lel yg pertama kali turun dari dalam mobil.
Di ikuti William,biru rosse Rossi dan juga lel.walau pun gemetaran,biru berusaha untuk bersikap biasa saja.
"Biar uncle antar kalian ke dalam kelas"membuyar kan ketegangan, William segera mengantar anak-anak masuk ke kelas mereka masing-masing.
"Ini benar kan?"Lee memasang senyum penuh kemenangan,dia benar-benar yakin keputusan nya kali ini benar, dan tidak salah lagi.
"Iya"William bergumam lirih,hidup nya dan biru tidak tenang seperti dulu lagi sekarang.
"Masuk lah,dan belajar yg benar"biru memberi pesan, sembari melihat anak-anak berlalu pergi dari pandangan nya.
"Kita akan tetap di sini honey,pergi dari sini bukan lah pilihan yg baik"William memberi kan pendapat, tidak ingin memperkeruh suasana,biru langsung saja mengangguk.
Di bangku taman sekolah, Sepasang suami-istri itu tengah duduk bersama.
"Kau ingin tau siapa yg menabrak mu waktu itu?"wajah biru langsung berubah menjadi sangat serius mendengar perkataan yg di keluar kan oleh William.
"Siapa?"bibir biru bergetar,seiring dada nya yg mulai berdebar kencang, harap-harap cemas mendengar Jawaban yg akan di keluar kan oleh William.
"Aku tau kau akan kecewa,tapi ini lah fakta nya"
"Kata kan siapa?!"suara biru naik satu oktaf,ibu muda itu kesal karena sikap William yg bertele-tele, menurut nya.
"Adik Rahardian, Ratu"
Deg!
Jantung biru seakan terhenti berdetak.ratu satu nama yg sekarang terus-menerus berlarian di fikiran nya.
Ratu, wanita yg pernah memiliki kesalahan fatal, yaitu menjadi seorang simpanan laki-laki tua beristri,wanita yg sama yaitu wanita yang pernah di bela nya mati-matian.
Tidak mungkin.Biru berulang kali menggeleng kan kepala nya, ia berusaha menampik fakta bahwa ratu,adik nya lah yg membuat nya kehilangan putra ketiga.
"Kau harus menerima nya honey.bahkan ratu juga lah yg membuat pak Rahadian koma,dia menusuk nya ketika Rahardian marah-marah karena Rahardian mengungkit dia yg datang ke Inggris"
Mata biru semakin terbelalak.dia benar-benar tidak terima sekarang, kesalahan ratu tidak dapat di tolerir lagi oleh Nya.
"Di mana dia?"pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir biru.
"Sedang ku sekap"William menjawab ragu-ragu.
Dert, Dert.
Biru melirik ke arah handphone nya yg terus bergetar,ternyata tuan Hartono yang menelfon.
[Halo?]
[Ayana,kau tau di mana adik mu?]
[Ratu?aku tau dan sangat tau di mana adik ku itu ayah.adik breng*ek yg sudah dengan berani-berani nya menabrak ku hingga membuat ku kehilangan anak ku.adik breng*ek yg juga menusuk kak Rahardian]
Di ujung saja, Tuan Hartono merasa sangat terkejut mendengar nya.
[Maksud mu apa Ayana?]
[Maksud nya?apa ayah begitu bodoh sehingga tidak mengerti.ratu menabrak ku,membuat anak yg masih berada di dalam kandungan ku tiada,dia juga yg sudah menusuk kak Rahardian]
[Tidak nak,tidak mungkin adik mu melakukan itu]
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1