Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
keluarga bahagia


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Biru mengerjap pelan,menyesuai kan mata nya secara perlahan.biru menggeliat di dada bidang milik William,begitu mendongak,ia menatap ke arah atas, ternyata wajah tampan William berada di atas nya.


"Selamat pagi"biru tersentak ternyata William sudah bangun sedari tadi, laki-laki tampan itu tidak lupa menghadiah kan kecupan singkat di bibir biru.


"Aku kan belum mandi"biru bergumam pelan,sebelum kembali melangkah pergi,meninggal kan William,tidak lama ternyata William ikut mengekor.


"Hubby kau sedang apa?"William terkekeh,sekali lagi mengecup singkat bibir mungil biru yg terus mengerucut.


"kau ingin ikut shalat?"biru menggeleng.


"Aku sedang tidak shalat, berhalangan.hubby bisa mengimami Rosse dan Rossi,aku akan membangun kan mereka dulu"biru masuk lebih dulu ke dalam.


Melihat si kembar masih tidur dengan sangat lelap, William mengulas senyum lebar.


"Rosse!Rossi bangun sayang shalat subuh dulu"Rossi menggeliat secara perlahan.bangun dari tidur nya,berjalan ke dalam kamar mandi dengan langkah gontai,bersiap mengambil air wudhu.


"Rosse bangun"melihat putri nya tak kunjung bangun,biru langsung menggendong tubuh mungil sang putri,mengajak nya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Honey!aku ke kamar dulu?!"William memekik,sebelum melangkah keluar.


Rosse dan Rossi memang di wajib kan untuk melaksana-kan shalat lima waktu secara tepat, karena dulu sewaktu tinggal di rumah Nisa,semua harus mengikuti permintaan dari Nisa.


Keluar dari kamar mandi,biru membantu Rosse mengguna-kan mukenah berwarna biru,dengan corak salah satu kartun yg cukup terkenal,Frozen.


"Mommy Ndak shalat?"Rosse mengamati sang mommy.untuk pertama kali nya ia melihat pancaran kebahagiaan di mata biru.


"Mommy sedang berhalangan sayang,Daddy yg akan mengimami kalian"tidak perlu waktu lama, terlihat William masuk dengan baju Koko putih sarung hitam,dan juga peci putih.


Tampan.bahkan untuk beberapa saat biru terpesona.wajah bersih dengan rahang tegap,rambut yg terlihat basah,dengan air metes semakin menambah raut wajah tampan yg di miliki nya.


Belum badan tegap,dan otot-otot kekar itu.biru menggeleng,pipi nya berubah menjadi merah,dia benar-benar malu dengan pemikiran nya sendiri.


Agar tidak terlihat gugup.biru sesegera mungkin menggelar kan Rosse,Rossi dan juga William sajadah.


"Ayo biar Daddy yg mengimami kalian"biru sedikit menyingkir,membiar kan mereka melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.


Sembari menunggu mereka shalat,biru lebih memilih untuk pergi ke dapur,membuat kan sarapan untuk keluarga kecil nya.


Menu sederhana,hanya nasi goreng dengan toping ayam di atas Nya.


"Assalamualaikum warahmatullah"di akhir salam,tidak lupa William menyelip kan doa-doa baik untuk Rosse,Rossi, keluarga nya bahkan sang istri biru.


"Sini!"William menepuk-nepuk paha nya, meminta agar putri mungil nya itu mau duduk di pangkuan nya.


Rosse melirik ke arah Rossi sebentar,melihat tidak ada reaksi penolakan dari sang kembaran.akhir nya dengan langkah cepat,Rosse duduk di pangkuan William, mengulas senyum lebar,mengecup pipi milik William.


"Kalian tau?Daddy memang tidak tau tentang kehadiran kalian.jika Daddy tau,mungkin dengan secepat mungkin Daddy akan mencari keadaan kalian,maaf karena kesalahan Daddy kalian harus menderita"manik mata sebiru laut milik William berkaca-kaca.


"Daddy tidak perlu meminta maaf pada kami,minta maaf lah pada mommy, karena sejati nya mommy lah yg paling menderita"Rossi yg biasa nya diam,kini ikut bersuara.


"Daddy harus meminta maaf dengan cara apa lagi?"William memeluk erat tubuh Rosse,membiar kan isakan nya tertahan dalam pelukan Rosse.


"Daddy,lousse yakin mommy sudah memaaf kan Daddy.mommy nya lousse kan ollang baik,Ndak mungkin mommy malah sama Daddy"


Andai semudah itu.william bergumam dalam hati,untuk mengata kan ya saja lidah nya terlalu kelu.


"Ada apa dengan kalian semua?"biru yg baru masuk sontak panik, mendapati orang-orang kesayangan nya tengah menangis,dan berkaca-kaca.


"Tidak apa-apa, mommy Lousse mau mandi"Rosse lebih dulu mengalih kan pembicaraan.ia merentang kan tangan nya, pertanda ingin di gendong oleh biru.

__ADS_1


"Ah baik lah, ayo sayang kita mandi"biru menggendong tubuh Rosse,berjalan masuk ke kamar mandi.


"Son,duduk di sini!"William menepuk lantai di sebelah nya,meminta Rossi untuk duduk di sebelah nya.


"Terima kasih, terima kasih telah menjaga mommy dan Rosse untuk Daddy.daddy sangat menyayangi mu sayang,kau telah menjadi laki-laki yg bertanggung jawab,Daddy bangga pada mu"William memeluk erat tubuh mungil Rossi.


Diam.rossi sama sekali Dian tidak berekspresi.dia membiar kan William memeluk nya kencang,Isak tangis bahkan terdengar dari bibir William,di ikuti dengan air mata yg terus mengalir,menyentuh bahu Rossi.


"Ya, sama-sama"akhir nya hanya kata itu yg terucap dari bibir mungil Rossi.


"Kau mau mandi bersama Daddy son?"tanpa menunggu jawaban dari Rossi,William langsung menggendong tubuh sang putra,mengajak nya masuk ke dalam kamar pribadi milik nya.


"Loh mommy,loussi sama Daddy ke mana?"Rosse berjalan mengelilingi kamar hanya dengan handuk yg melilit tubuh mungil seputih salju milik nya.


"Entah lah, sekarang ayo pakai baju!"biru memakai kan gaun berwarna putih untuk Rosse, rambut nya di kuncir kuda,wajah cantik nya di polesi dengan bedak bayi.


"Sekarang,Rosse boleh ke kamar Daddy,mommy akan mandi lebih dulu"biru mengambil handuk,mulai masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai memakai baju,biru segera menyusul ke dalam kamar William,begitu pintu terbuka, terlihat Rosse dan Rossi sedang bermain, sementara William sibuk menggerutu karena dasi nya sedari tadi tidak terpasang dengan benar.


"Beri kan pada ku?"biru mengambil dasi milik William,memasang kan nya perlahan.


"Terima kasih"William mengecup pipi biru.andai tidak ada anak-anak, pasti bibir biru lah yg menjadi sasaran nya,tapi kehadiran anak-anak,membuat William harus menahan diri.


"Daddy!kata nya mau libullan tapi kok Daddy Nya pelgi-pellgi tellus,jadi nya kapan lousse sama loussi jalan-jalan.lousse mau belltemu allabella, Lousse sudah sangat-sangat Lindu ke pada nya"Rosse menggerutu kesal.


"Iya sayang,hari ini kita akan berjalan-jalan, tapi setelah Daddy bertemu dengan klien"William sedikit merasa bersalah pada Rosse,putri kecil nya itu biasa nya tidak menuntut banyak,tapi kesibukan benar-benar menghalang semua nya.


"Baik lah,tidak masalah Daddy, Lousse paham"Rosse berkata demikian karena biru menatap ke arah nya tajam.


"Ayo sarapan mommy sudah siap kan sarapan di meja"biru menggandeng tangan Rossi mengajak sang putra untuk turun lebih dulu, sementara Rosse, seperti biasa gadis manja itu meminta di gendong oleh sang daddy.


"Wah nasi goreng"William,Rosse dan Rossi mengucap secara bersamaan.mereka bertiga memiliki makanan favorit yg sama,yaitu nasi goreng, mungkin ini yg di sebut like father like a daughter.


Biru terkekeh pelan.sembari menggeleng kan kepala nya gemas,tangan nya masih fokus mengambil piring untuk Rosse,Rossi dan juga William.


"Iya,nanti mommy tanya uncle Andi di mana arabella"sepersekian detik saat biru selesai perkataan nya,suara pekikan seorang gadis kecil.


"Rosse!Rossi!"Rosse dan Rossi menoleh,terlihat arabella berlari mendekat,merentang kan ke dua tangan nya.


"Allabella!"Rossi menutup telinga nya dengan kedua tangan,suara pekikan Rosse sangat dahsyat.


"Rosse,Ara merindu kan mu"arabella memeluk tubuh sang sahabat erat.tangis nya luruh begitu saja, setelah perceraian ke dua orang tua nya,tidak ada senyum sedikit pun di wajah nya.


"Loh kok allabella nangis?kenapa sih setiap belltemu lousse allabella selalu nangis?".dahi Rosse mengeryit bingung dengan tingkah sang sahabat.


"Ara bahagia"senyum getir terukir di wajah arabella.


"Rossi, ara merindu kan mu"arabella mengulur kan tangan sebelah kanan nya,hendak menjabat Rossi.


Diam.rossi hanya melirik singkat ke arah jabatan tangan arabella,seperti biasa dia akan bersikap dingin kepada siapa pun.


"Son,tidak baik seperti itu pada teman mu"William yg melihat tingkah dingin dan kaku sang putra langsung menegur perlahan.


"Hem"Rossi menjawab uluran tangan itu singkat.


"Apa kabar om Tante?"dengan sopan arabella menyapa,biru dan juga William.


"Alhamdulillah baik.bagaimana kau bisa sampai di sini Ara?"biru mengeryit.dia tahu keamanan di rumah ini cukup ketat, tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam.


"Ayah yg mengajak"arabella menunjuk ke arah Andi,yg asyik bersandar pada dinding,melipat kedua tangan nya,menatap jahil ke arah biru dan William.


"Bagaimana aku hebat kan?aku bisa masuk kemari.melewati banyak nya pengawal di luar?"biru menggeleng.tampak nya ia sudah menebak apa yg Andi lakukan.

__ADS_1


"Hubby makan lah,tidak perlu meladeni laki-laki seperti nya"William mengangguk.dia mengerti biru sedang memperbaiki hubungan nya dengan Andi tanpa cinta, hubungan sebatas sahabat.


"Cih!kalian tampak seperti keluarga bahagia.apa kabar tuan besar Smith lama tidak bertemu dengan mu?"Andi menyindir tepat di hadapan biru.


"Andi jangan lakukan hal itu!kau benar-benar membuat ku geram!dasar Andi Baskoro!"biru menatap nyalang ke arah Andi,yg di tatap nyalang hanya terkekeh.


"Arabella kau sudah sarapan sayang?Tante membuat banyak nasi goreng.jika kau mau,Tante bisa ambil kan,jangan seperti ayah mu yg ambil sendiri"biru menyindir Andi yg dengan berani nya mengambil nasi goreng.


"Sudah Tante,terima kasih"William sedikit mengamati arabella.dari pandangan nya,dia mulai menyadari bahwa arabella memandang Rossi dengan tatapan yg berbeda dari tatapan nya ke Rosse.


"Hubby jangan melamun"william hanya mengangguk.


"Arabella kau menyukai Rossi?"semua orang sontak terbelalak mendengar perkataan William.bahkan Andi sampai tersedak.


"Daddy!"Rossi langsung mengeluar kan aura kelam.


"Kan Daddy hanya bertanya"William menjawab polos.dia masih memandang ke arah arabella yg tampak sangat gugup.


"Hubby,apa yg kau lakukan?"biru mencubit paha William keras,membuat laki-laki tampan itu terlihat sedikit meringis, karena kesakitan.


"Honey aku hanya bertanya"William mengusap-usap paha nya yg terasa perih, cubitan biru cukup membuat paha nya memerah.


"Suka sebagai apa Daddy?".mungkin Rosse lah satu-satunya yg tidak mengerti,arah pembahasan sekarang.


"Bukan apa-apa"Andi menyergah cepat.


"Sayang,ajak arabella main di ruang keluarga ya?"Rosse mengangguk menuruti perintah dari biru.arabella dengan setia mengekori langkah kaki Rosse yg perlahan meninggal kan ruang makan.


"Mommy tidak akan mengusir ku kan?"Rossi memasang tampang dingin,pertanda ia tidak ingin di usir.


"Tentu saja tidak sayang, bagaimana bisa mommy mengusir putra kesayangan Daddy ini Hem?"biru mengulas senyum tipis.


"Biru!kau tau? adik pak Rahardian,terkena skandal paling panas tahun ini"masih sibuk menyuap sesendok demi sesendok ke mulut nya,Andi mulai berceloteh.


"Aku tau dia kan adik tiri ku"Andi membelalak kan mata nya kaget, perkataan biru seakan bom waktu bagi nya.


"Apa! jangan-jangan ayah mu menikah dengan ibu pak Rahardian,dan ibu pak Rahardian adalah perusak rumah tangga kedua orang tua mu!"mendapat anggukan dari biru, mendadak raut wajah Andi mengeras,mata nya menggelap.


"Baji*gan!"Andi menggebrak meja.


"Andi!"biru menggeleng.mata nya menyirat kan ketidaksukaan,jelas saja ia tidak suka dengan sikap Andi yg tidak sopan di hadapan William.


"Honey sudah lah,sahabat mu hanya sedang marah"William mengelus lembut tangan biru,mengulas senyum tipis seakan menenang kan wanita nya itu.


"Hubby"biru menggeleng.melihat tatapan tajam dari William,ia hanya mampu menghembus kan nafas panjang.


"Ah, aku terlambat hari ini ada mata kuliah semester akhir"Andi beranjak dengan cepat, menggendong arabella langsung pergi melesat tanpa pamit.


"Dia tetap Andi yg ceroboh.aku harap dia segera menemu kan wanita yg baik untuk nya"biru memandang punggung lebar andi, punggung lebar yg sudah menghilang dari balik pintu.


"Kau tidak mencintai nya lagi honey?"William bertanya ragu-ragu.berharap biru mengangguk,agar ia bisa merasa kan angin segar,dan lampu hijau bagi hubungan mereka.


"Aku sedang berusaha melupa kan nya,aku sudah memiliki seorang suami yg tampan,kaya dan mapan untuk apa memikir kan laki-laki lain?"biru melirik ke arah william,tampak oleh nya pipi laki-laki tampan itu bersemu merah.


"Ah iya"hanya itu yg bisa di jawab oleh william,laki-laki tampan itu salah tingkah hanya karena perkataan biru,yg main-main.


biru hanya bisa terkekeh pelan melihat ekspresi sang suami.senyum tipis terukir di wajah rossi,dia bahagia karena sang mommy sudah bahagia.


kebahagiaan yg di miliki rossi sangat lah sederhana.dia ingin orang-orang tersayang nya bahagia,tidak lebih.karena ia bukan tipe anak yg egois mementing kan kebahagiaan diri nya sendiri.


rossi.banyak orang pasti merasa beruntung memiliki anak seperti nya,termasuk william dan juga biru.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

__ADS_1


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2