Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Cinta


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.



a a new novel


HAPPY READING.


"Daddy!"menjelang siang hari, William di kejut kan dengan kehadiran rosse dan Rossi,tanpa kehadiran biru tentu Nya.


"Kenapa kalian ada di sini?"William segera bangun dari duduk nya,melihat sekeliling,sama sekali tidak ada biru di sana.


"Aku yg mengajak rosse dad,rosse terus merengek—dia sangat kesal karena tidak bisa bertemu dengan mu"Rossi duduk di salah satu sofa, menyandar kan tubuh nya di sana.


"Benar kah?ada apa princess?apa semua nya akan baik-baik saja sekarang?"William menggendong Rosse—mengajak sang putri mungil untuk mendekat ke arah dinding transparan, pemandangan kota London terlihat dari sana.


"Rosse bingung dad"rosse menunduk kan kepala nya.


"Kenapa?semua nya akan baik-baik saja Hem?selama ada Daddy tidak ada yg perlu kau khawatir kan?"William mengulas senyum lebar—menenang kan Rosse yg terus-menerus merengek-rengek.


"Daddy,rosse lapar"rosse menatap William dengan pandangan memohon, perut kecil nya terasa sangat lapar sekarang.


"Kau lapar?Daddy akan meminta uncle Steven untuk membantu Daddy memasak"melalui intercom William memanggil sekertaris Steven—yang langsung masuk setelah mendengar perintah sang tuan muda.


"Ada yg bisa saya bantu tuan muda?"sekertaris Steven membungkuk hormat,menyapa William, Rosse dan juga Rossi.


"Rosse lapar uncle"rosse memandang penuh binar bahagia ke arah sekertaris Steven.


"Bantu aku memasak untuk mereka berdua"sekertaris Steven mengangguk,segera melepas kan jas nya—lalu menggulung kemeja merah nya hingga kesiku.


"Memang nya Daddy dan uncle bisa memasak?"rosse duduk di sebelah Rossi, memandang ke arah sekertaris Steven dan juga William yg bersiap memasak.


"Tentu saja"William menjawab sombong.


"Dad, mommy belum pulang?"Rossi yg sedari tadi menjadi pengamat dalam diam,membuka suara nya.


"Pelajaran mommy belum berakhir"William memang mendapat pesan dari bodyguard—biru,yg mengatakan bahwa biru akan pulang sore.


"Dad, rosse kemarin melihat orang seperti mirip ayah.apa ayah Rahardian ada di Inggris?"rosse mengeryit kan dahi nya dalam,tampak nya sedang berfikir sangat keras.


"Iya,ayah Rahardian sedang menjalani masa pengobatan"William menjawab singkat—tangan nya sibuk memotong-motong bumbu di hadapan nya.


Tidak memerlukan waktu lama,empat piring hidangan makan siang sudah tersedia di depan rosse dan Rossi.


"Wah ini terlihat sangat enak"rosse berdecak kagum,di bantu Rossi rosse mulai memakan makanan di hadapan nya.


"Apa rosse sering di suapi oleh mu Rossi?"William mengamati interaksi antara rosse dan Rossi,dia sangat kagum dengan sosok rosse dan juga Rossi.


"Tentu saja.mommy dulu sering sekali pergi untuk bekerja,sejak umur kami dua tahun—kami benar-benar kehilangan waktu bersama dengan mommy.mommy selalu pulang malam, pagi-pagi mommy harus bangun membuat kue"


Rosse menunjuk kan wajah nya dengan senyum lebar,walau pun kehilangan cukup banyak waktu bersama dengan biru.


Rosse tetap bersyukur, dia tau alasan biru bekerja keras tanpa henti,itu semua demi rosse dan Rossi.


Mommy ingin kalian mendapat kan kehidupan yg layak dan juga serba berkecukupan.masalah uang mommy sama sekali tidak masalah,mommy akan selalu berusaha dengan sangat baik.


Kata-kata itu seakan terngiang di telinga rosse dan juga Rossi,biru selalu berusaha yg terbaik untuk kedua anak-anak nya.


"Mommy kalian wanita yg hebat"William bergumam lirih,sudut hati nya merasa bangga karena memiliki biru.


"Tentu saja mommy wanita yg hebat, satu-satu nya Wanita yg menurut Rossi sangat sempurna"rossi ikut memuji kehebatan sang mommy dalam berbagai aspek.


"Dad,apa Rossi masih bisa bekerja di butik?"William yg sedang makan hampir tersedak mendengar perkataan dari sang putra.


"Apa?son harta Daddy banyak bahkan tidak akan habis tujuh turunan-tujuh tanjakan-tujuh tikungan-tujuh air terjun,lalu untuk apa dengan umur sekecil ini kau masih bekerja?"

__ADS_1


William berdecak kesal,ia benar-benar tidak suka dengan keputusan rossi.bagi nya anak-anak harus hidup dan bahagia,dunia nya hanya Seputar bermain dan bermain,tidak ada kata bekerja di sana.


"Tapi dad,Rossi janji hanya akan mendesain nya di rumah saja.rossi janji dad,akan terus belajar dan berbakti pada Daddy, tapi Rossi sangat ingin kembali bekerja"


Rossi menatap ke arah William dengan pandangan penuh harap,bahkan sampai menampak kan binar binar di mata biru milik nya.


"Baik lah lakukan apapun yg kau ingin kan son"akhir nya William memilih untuk mengalah.


Malam hari.


Keadaan Mansion Smith sangat sepi,biru menghela nafas panjang mengingat seharian ini dia benar-benar di sibuk kan dengan beragam tugas kuliah nya,bahkan hingga malam hari.


"Aku sangat ingin menyerah sekarang"biru bergumam lirih—tubuh nya masih pegal-pegal,seharian berkutat dengan leptop dan berbagai tugas yg ada.


"Honey?"William yg baru turun—segera mendekat ke arah Biru,memeluk erat tubuh mungil sang istri.


"Kau lelah Hem?"biru mengangguk di dalam dekapan william.


"Kau pasti sangat sibuk, sekarang bersih-bersih dulu,aku akan meminta maid untuk menyiap-kan makanan untuk mu"biru menggangguk, menghadiahi kecupan singkat di bibir William sebelum melangkah pergi dari sana.


"Honey!aku tau ada yg kau tutupi.biru ku bukan wanita yg serakah akan harta dan pendidikan, pasti ada yg menghina mu"William bergumam sangat lirih,melihat punggung biru yg telah memasuki kamar.


"Wah ini terlihat lezat,aku benar-benar lapar sekarang"biru duduk di hadapan William,yg sudah mengambil kan nya sepiring nasi beserta lauk.


"Makan lah yg banyak honey"William tersenyum lebar mendengar ucapan biru.


"Aku sangat mencintai mu hubby"biru mengulas senyum lebar,menunjuk kan langsung bentuk cinta nya kepada sang suami yg selalu menemani nya,bahkan ketika ia tidak bisa hamil lagi.


"Aku juga honey,tetap lah bersama ku.aku bisa menjalani semua nya dengan berani,jika kau ada di sisi ku"


William tersenyum lebar,cinta nya kepada biru tidak akan berkurang sedikit pun.


Ujian terberat cinta sudah mereka lewati,yaitu kematian sang anak dan juga fakta bahwa biru tidak bisa mengandung lagi.


"Kau tau honey,aku sebenar nya ya sedikit kurang percaya diri jika bersaing dengan Andi,dia tampan dan juga masih sangat muda"


William mencerita-kan bagaimana perasaan nya ketika bertemu dengan Andi,sosok laki-laki yg dulu di cintai oleh sang istri.


"Kenapa hubby tidak percaya diri Hem?hubby kan tampan, kaya dan juga tua"biru terkekeh di akhir ucapan nya mengenai William.


"Honey tidak bisa kah kau berbohong sekali saja?kata kan aku masih muda"William menggerutu dan juga memberengut tidak suka.


"Kau sangat tua hubby, tapi aku tetap mencintai mu"Wiliam menyeringai mendengar perkataan dari biru.


"Ya-ya, sekarang selesai kan makan mu honey,ini sudah larut malam"biru mengangguk, secepat kilat ia menghabis kan makanan nya,lalu mencuci piring nya sendiri.


"Apa anak-anak sudah lama tidur hubby?"biru melirik ke kamar si kembar, hening—itu arti nya si kembar sudah benar-benar terlelap.


"Hem,honey bagaimana jika kita tidur bersama mereka?aku benar-benar takut rosse tiba-tiba terbangun"William memberi kan penawaran pada biru.


"Tentu saja ayo!"biru melingkar kan tangan nya di lengan William, senyum manis terukir di bibir berwarna peach itu.


Malam ini di lewati biru dan juga William dengan baik, kehadiran biru dan juga William membuat si mungil rosse tidak terbangun dari tidur Nya.


"Honey!"pagi-pagi sekali biru di sibukkan dengan kedua anak nya,belum juga William yg terus menerus berteriak dari kamar sebelah.


"Sebentar hubby!"biru berteriak keras—dia sibuk menguncir rambut panjang rosse,bahkan sedari tadi biru belum mandi, karena sangat sibuk.


"Mommy yg benar!"rosse menggerutu—rambut nya jadi sedikit berantakan karena biru, tentu saja dia sangat kesal.


"Iya-iya sayang,sebentar"biru bergerak cepat,selesai dengan urusan rosse.biru mengambil tas milik sang putri,membawa kan bekal serta negara buku-buku.


"Rossi bantu Rosse!mommy ingin membantu Daddy dulu"Rossi yg duduk mengangguk—dengan berlari biru segera sampai di kamar nya dan juga William.


"Sini biar aku saja hubby"biru segera mengambil dasi milik William, mengikat nya dengan cepat.

__ADS_1


"Honey!lihat jas ku berantakan"baru saja biru hendak melangkah pergi—william lebih dulu merengek kesal.


"Iya hubby"biru segera Merapih kan jas William,lalu membenahi tas kerja suami nya,meletak kan sepatu milik William.


"Sudah? perlu bantuan apa lagi sekarang?"nafas budy memburu—dia benar-benar sangat sibuk sekarang.


"Mommy?!rosse ingin makan nasi goreng buatan Mommy!"dari luar—terdengar suara rosse yg berteriak sangat lantang.


"Masyaallah"biru mengepal kan tangan geram—mengelus dada nya berusaha untuk sabar.


Biru bergerak cepat keluar,hanya dengan piyama berwarna pink pastel dan juga jilbab instan berwarna hitam biru turun—langsung pergi menuju dapur.


"Biru?"biru menoleh,nyonya Lisa menatap ke arah nya dengan pandangan heran.


"Jika mommy ingin marah karena aku berpenampilan seperti ini,lebih baik nanti saja"biru sibuk sendiri,tidak perduli pada nyonya Lisa yg masih memandang ke arah nya.


Dalam sekejap,nasi goreng khusus untuk rosse dan juga Rossi sudah selesai,biru melirik ke arah jam dia harus segera mandi—atau akan terlambat nanti nya.


Hanya butuh waktu sepuluh menit,biru sudah keluar dari dalam kamar dengan kulot biru,kemeja kotak-kotak hitam dan juga jilbab hitam,sepatu Kets berwarna putih bertengger di kaki nya.


"Honey!"biru yg baru melangkah turun menoleh.


"Iya?"dengan nafas tersengal-sengal,biru bertanya pelan.


"Duduk lah,lalu minum susu ini!"William menggeser segelas susu kehadapan biru,dengan cepat ia mulai menyesap nya.


"Pelan-pelan,kita tidak akan terlambat"William mengelus pelan punggung sang istri,sembari menyuap nasi goreng.


"Aku akan terlambat hubby"biru segera meraih tangan William,mengecup nya pelan.tidak lupa,ia juga memberi kan kecupan singkat di pipi rosse dan Rossi.


"Assalamualaikum"pekik biru,sembari berlari keluar.


"Wa'alaikum sallam"William bergumam dengan sangat lirih.


"Rosse Rossi ayo berangkat"William berdiri dari duduk nya—selesai menghabis kan sarapan.


"Ayo!"rosse dan Rossi berjalan secara bersamaan, mengekor di belakang William.


Mereka berangkat bersama,tanpa biru.


"Daddy,mommy benar-benar sangat sibuk sekarang"Rossi duduk di dekat William.


"Hem, mommy harus mengejar mata kuliah nya yg tertinggal"William mengulas senyum sangat lebar, sembari mengelus lembut rambut Rossi—sang putra.


"Terima kasih dad karena telah peduli pada pendidikan mommy"William hanya mengulas senyum tipis.


"Belajar yg baik dan benar,saat makan siang Daddy akan menjemput kalian kita akan menjenguk ayah Rahardian"William mengantar kan anak-anak nya sampai ke kelas.


"Iya dad,aku sangat mencintai mu"rosse menghadiah kan sebuah kecupan singkat di pipi William.


"Aku juga dad,jaga diri mu"Rossi ikut menimpali,secara bersamaan si kembar melambai kan tangan nya pada William yg telah berlalu pergi.


"Masalah belum selesai stev!"begitu sampai di dalam mobil,William langsung menyandar kan tubuh nya di jok.


"Saya tau tuan muda,tampak nya selir dari mafia X juga mengincar bisnis anda"akhir-akhir ini Smith group memang sedang terkena guncangan yg cukup hebat,bagi roda perekonomian kerajaan bisnis ini.


"Aku benar-benar pusing.masalah Daddy dan mommy sekarang menghantam keluarga ku,jika aku sendiri—mungkin masih bisa menghadapi nya,tapi ada biru dan anak-anak yg harus ku lindungi"William memijat pelipisnya yg terasa sangat pusing.


"Masalah ini benar-benar hebat"Sekertaris Steven berdecak kesal,masalah yg mereka hadapi bukan hanya tentang dunia bawah dan sebagai nya,melain kan bisnis dan keselamatan keluarga Smith ikut menjadi taruhan nya sekarang.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2