
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Kurang lebih 20 mobil datang, memiliki logo masing-masing,baik itu dari red Devils dan juga dragon white.
Bala bantuan datang, penembak runduk dan penembak jitu sudah di siap kan di berbagai gedung tinggi, mengantisipasi jika terjadi hal-hal yg tidak di ingin kan.
"Dragon white"sekertaris Steven terperangah melihat kedatangan anak buah dari klan mafia terkuat dan terbesar di dunia.
Dragon white.siapa di dunia bawah dan atas tidak mengenal klan mafia satu ini, selain terkenal karena 3 K (kekuatan, kekuasaan dan kekejaman).
Salah satu klan mafia yg cukup lama Hiatus,berhenti sementara dari dunia bawah.klan mafia terkuat di dunia yg di pimpin seorang laki-laki keturunan Amerika asli.
Kelompok mafia paling di takuti,dengan 3 orang petinggi langsung yaitu,Dragon pemilik sekaligus pendiri,putra nya dan yg terakhir sosok misterius Black rose.
Tanpa di sadari oleh banyak orang Nisa menghilang, berganti pakaian dengan semua nya serba hitam dan seperti biasa kain penutup wajah dengan logo khas mawar merah di ujung nya.
"Lama tidak bertemu?"Nisa menyapa dengan tampilan baru.dia berdiri tegap di hadapan anak buah nya, dragon white,memasang wajah angkuh seperti biasa,yg bisa membuat banyak orang penasaran akan sosok cantik itu.
"Black rose?"terdengar suara rokki bersuara dengan sangat lantang.
"Yes its me, bagaimana dengan perang nya bisa kita mulai?"semua pasukan dari pihak Nisa dan juga sekretaris Steven mengangguk, pertanda perang sudah siap di mulai.
Semua orang sudah siap dengan pelatuk mereka masing-masing, karena kehadiran bala bantuan pasukan dari Smith group bertambah banyak.
Dor.
Dor.
Dor.
Dor.
Suara tembakan menggema di sekitar rumah sakit,dengan sangat berani kubu sekertaris Steven menyerang,menghajar dan juga memukul mereka satu persatu.
Rokki tampak bergelut bersama ketua geng, pertarungan untuk sementara seimbang.pukulan demi pukulan rokki beri kan kepada lawan nya, hingga lawan nya hampir tersungkur jatuh ke tanah.
Senyum puas tercetak jelas di bibir nya saat ketua geng itu terjatuh di tanah hingga tidak menyadari sebuah pistol berjarak lima sentimeter dari kepala nya.
Brak!rokki menoleh ke arah belakang,dia melihat sosok black rose tengah bertarung dengan seseorang, gerakan yg cepat serta penuh perhitungan membuat nya berubah takjub.
Pertarungan demi pertarungan,suara pelatuk di tarik,tembakan di mana-mana dan juga banyak nya darah,mengubah pemandangan rumah sakit keluarga Smith.
Dalam hitungan 20 menit musuh berhasil di pukul mundur,lengan Nisa juga tampak mengeluar kan darah ketika sebuah panah melesat tepat di lengan nya.
Kemarahan black rose mendadak bangkit.dengan gerakan cepat dan perhitungan matang.Black rose menendang laki-laki muda itu hingga tersungkur,menampar nya berapa kali mengguna kan pistol,sebelum melangkah pergi, karena masalah sudah selesai.
"Black rose? bagaimana bisa keluarga Smith mendapat bantuan dari orang paling berpengaruh di dunia bawah?"rokki masih memandangi punggung black rose yg perlahan menjauh,bahkan tidak terlihat rasa sakit sedikit pun,pada hal panah masih bertengger di lengan nya.
"Diam lah!"ketus sekertaris Steven.melangkah di kawal oleh pasukan dari red Devils dan juga pasukan dari Smith group, sementara dari dragon white entah berlari kemana, mengikuti langkah sang pimpinan, black rose.
Sekertaris Steven terus melangkah setengah berlari,masuk ke dalam ruangan pribadi milik William.tentu ia tahu ada sebuah ruangan tersembunyi di sana, mengetuk beberapa kali akhir nya dinding tersebut terlihat bergeser.
Mata sekertaris Steven dan juga Rokki terbelalak,melihat William tengah menggendong biru.tanpa memperduli kan perhatian dari banyak orang,William berjalan keluar dengan cepat,berlari menuju ruang rawat biru.
Membaring kan secara perlahan tubuh mungil istri nya.william bisa bernafas lega sekarang, karena semua nya berjalan baik-baik saja dan masih normal.
"Dia istri mu bro?"rokki memandang heran ke arah biru, dia tidak pernah berfikir bahwa William akan menikah.
__ADS_1
"Ya,she is my wife.thanks you brother atas bantuan mu hari ini"William mengulur kan tangan nya, berterima kasih kepada rokki.
"Its oke no problem.tapi kenapa kau tidak mengundang ku?"mendadak nada yg tadi nya bersahabat berubah menjadi tidak suka.
"Kau terlalu sibuk dengan wanita-wanita mu"wajah rokki mendadak bersemu merah.
Casanova kelas kakap.sebutan banyak orang untuk seorang rokki the king of red Devils,membunuh sangat lah mudah bagi nya, karena dia adalah iblis merah tidak berhati.
Wanita bagi rokki hanya lah seorang manusia yg bebas ia tiduri dan juga,ia buang sesuka hati.rokki memiliki kurang lebih empat pela*ur untuk memuas kan hasrat nya.empat wanita psk yg akan sedia melayani nya,dengan jangka waktu kontrak lima hari, setelah itu ia buang.
Image sebagai seorang Casanova,tidak membuat kekejaman nya luntur seketika.Tujuan nya hanya satu,jika dia memiliki seorang Wanita seperti black rose,dia pasti akan bertaubat sebagai seorang Casanova.
"Jangan memuji ku"sekertaris Steven dan juga William berdecih melihat kebanggan yg di miliki oleh rokki.
"Eugh"biru melenguh,mengerjap pelan,William berjalan keluar, membiar kan sekertaris Steven dan juga Rokki di dalam sana.
"Sekertaris Steven di mana anak-anak ku"biru langsung menanya kan keberadaan anak-anak nya.
"Mereka sedang ada di perjalanan nona bersama tuan dan nyonya besar"sekertaris Steven menjelas kan di mana keberadaan Rosse dan Rossi,menghalangi biru untuk tidak melihat keberadaan William.
Di luar ruangan.rosse dan Rossi di temani oleh tuan dan juga nyonya Smith datang,mereka datang ke rumah sakit setelah semua kekacauan nya di beres kan.
"Daddy mommy nya lousse kenapa?"Rosse mengintrogasi, begitu melihat kehadiran William di depan ruang rawat biru,pasti lah terjadi sesuatu hingga mommy nya ada di rumah sakit, begitu lah fikiran si kecil Rosse.
"Tidak sayang,mommy hanya sedang tidak enak badan"William menggendong tubuh mungil Rosse,dia berniat mengajak anak nya untuk sarapan di kantin rumah sakit.
Rumah sakit sudah berjalan kondusif.tentu saja itu berkat kegesitan sekertaris Steven.di kantin, William membuka bekal yg di bawa kan sang mommy,tidak lupa memesan jus untuk nya dan juga untuk Rosse.
"Daddy mommy benal-benal baik-baik saja kan?"Rosse tampak nya masih belum puas dengan jawaban yg di beri kan oleh william terbukti dia yg masih terus bertanya.
"Iya"William mengulas senyum manis,meyakin kan Rosse dengan senyuman nya.
"Benal kah?"Rosse turun dari kursi,berjalan cepat meninggal kan rosse.sebenar nya Rossi sangat ingin mengintrogasi William,tapi dia tidak bisa melakukan hal itu, karena harus mengikuti langkah Rosse,bisa saja kembaran nya itu salah jalan.
Dan benar saja,Rosse hampir salah jalan.tapi,berkat kehadiran Nisa kembaran Rossi itu baik-baik saja.ada pemandangan yg cukup aneh, tampak lengan kanan Nisa seperti di balut perban.
"Nona Kim kau baik-baik saja?"biru yg sedang duduk di atas kursi roda, langsung panik mendapati Nisa memegang satu lengan nya.
"Ya"Nisa hanya menjawab singkat.
"Kita pulang sekarang,ayo nona Kim?"nona Lisa dengan ramah menyapa Nisa.mereka berjalan bersamaan untuk mengantar kan biru pulang,tanpa kehadiran William tentu nya.
"Kenapa kau bisa terluka, bukan nya tadi kau menghilang"Nisa sedikit mendesis,menatap tidak suka kepada rokki.laki-laki yg di juluki Casanova kelas kakap ini bertanya sembari menekan luka panah di lengan kanan nya.
"Menjauh dari nya"sekertaris Steven tiba-tiba sudah berada di antara Nisa dan rokki,membuat jarak yg cukup jauh .
Iring-iringan mobil pribadi milik keluarga Smith memecah padat nya jalanan kota london.biru masih saja terus termenung,sesekali tampak ia meringis mengingat perlakuan kasar dari William yg berhasil membuat trauma nya kembali kambuh.
"Biru kau baik-baik saja sayang?"biru menoleh, mengulas senyum setipis mungkin,agar nyonya Lisa tau dia baik-baik saja.
Begitu sampai di mansion keluarga Smith,biru di arah kan untuk tidur di kamar si kembar,Rosse dan juga Rossi.
"Mommy lelah,lebih baik mommy istirahat"Rossi menarik tangan biru,meminta sang mommy untuk segera beristirahat.
Biru membaring kan tubuh nya,di saat mulai memejam kan mata,kilasan kekasaran William terlintas di fikiran nya.
"Arghh!"biru terduduk.nafas nya mendadak berubah menjadi tidak teratur,ternyata ketakutan masih melanda.
"Biru!"William yg panik berlari mendekat,memeluk erat tubuh mungil sang istri yg terus menerus memberontak.
__ADS_1
"Maaf"William berbisik lirih tepat di telinga biru.bukan nya tenang,biru semakin memberontak, berteriak histeris,di ikuti tubuh nya yg bergetar hebat.
"Lepas!ayah tolong!"biru memekik,berulang kali biru histeris,tapi sekarang ini lah yg paling parah.
"Tidak!aku tidak akan menyakiti mu,biru aku suami mu"diam.mendadak tubuh yg sedari tadi memberontak terdiam, ketika menengok ke bawah,William tersentak karena biru sudah tidak sadar kan diri di dalam dekapan hangat nya.
"Rossi! cepat panggil uncle Steven!"Rossi mengangguk bergerak cepat berlari Keluar.
"Uncle Steven!uncle Steven!tolong mommy!"anggota keluarga Smith yg berada di ruang keluarga mendongak ke atas,berlari secepat kilat untuk mengechek keadaan biru.
"Ada apa Alex?"Nyonya Lisa berteriak melengking,menatap tajam ke arah William,Yg tengah meletak kan biru di atas ranjang king size.
"Biru mendadak pingsan"raut kekhawatiran tampak jelas terlihat di wajah William.
"Biar aku yg periksa"Dokter Vilton menyela masuk di antara banyak orang, memeriksa keadaan Biru,memasti kan bahwa Nyonya muda keluarga Smith itu baik-baik saja.
"Dia hanya shock,trauma nya kambuh,tapi tampak nya dia harus terbiasa,biar kan dia bersama dengan William, bagaimana pun laki-laki breng*ek yg pernah memperkosa nya itu juga suami nya"Nyonya Lisa tampak terdiam, mengigit bibir bawah nya kelu,melangkah keluar,membiar kan semua orang menatap punggung wanita paruh baya itu.
"Willi, kejar mommy mu"William mengangguk, menuruti perintah dari tuan besar Smith.
Di dalam salah satu kamar utama,tampak nyonya Lisa berdiri dengan tatapan gamang.air mata menetes begitu saja,ibu mana yg menyangka,putra yg ia kandung dan rawat sepenuh hati bisa berubah menjadi monster.
Monster,nyonya Lisa terisak.dia tidak bisa membayang kan betapa keras nya hidup biru,mengingat trauma yg di alami oleh menantu nya itu sangat lah parah.
"Mommy!"nyonya Lisa enggan menoleh.pada hal dulu itu adalah sebuah panggilan yg cukup membangga kan, panggilan dari pria kecil yg ia tunggu-tunggu kehadiran nya.
"Mommy maaf"William berlutut di belakang nyonya Lisa.
"Son di mana William nya mommy yg dulu hah?William putra kecil mommy yg di didik menghargai seorang wanita!di mana William!"
William.panggilan itu menanda kan bahwa nyonya Lisa sudah sangat kecewa terhadap putra nya,william.karena biasa nya wanita paruh baya itu memanggil William dengan sebutan Alex.
"Mommy kecewa pada mu"William mendongak.menatap ke arah nyonya Lisa, tatapan mata milik wanita yg telah melahir kan nya itu meredup, lelehan air mata mengalir dari sana
"Mommy Alex tau Alex salah,saat itu Alex terlalu emosi"William meraih tangan nyonya Lisa, menggenggam tangan yg sudah perlahan mengeriput itu erat.
"Kau terlalu egois nak di mana Alex nya mommy?Alex yg selalu mendahulu kan perasaan di banding kan emosi"kali ini nyonya Lisa benar-benar meluap kan kesedihan dan kekecewaan nya selama ini.
"Mommy sorry,semua memang salah Alex,untuk itu Alex minta maaf"Alex memeluk tubuh milik Nyonya Lisa erat.
"Alex,mommy tidak habis fikir kau bisa berbuat sejauh ini,biru sekarang takut pada mu bahkan bisa jadi ia membenci mu"William menggeleng.dia tidak akan membiar kan biru nya,membenci.
"Mommy,Alex butuh mommy sekarang,jangan tinggal kan Alex sendiri"nyonya Lisa semakin terisak keras.
"Mommy Alex butuh mommy sekarang,jangan tinggal kan Alex sendiri"kata-kata itu mengingat kan nyonya Lisa pada sebuah peristiwa di masa lalu William.
Sewaktu william kecil,dia ingat putra kecil nya itu bersembunyi di balik lemari,tapi karena lemari tertutup,tubuh kecil William menghilang.
Udara yg panas dan juga pengap,membuat william kecil ketakutan,terus memanggil nama sang mommy,sembari terisak-isak.
Seluruh penghuni mansion kalang kabut waktu itu,mencari keberadaan sang tuan muda kecil,yg ternyata berada di balik lemari yg tertutup rapat,terus berteriak memanggil nama sang mommy.
Kejadian itu menjadi sebuah trauma tersendiri bagi nyonya Lisa, karena itu dia selalu meminta agar Steven selalu bersama dengan William,mengekor kemana pun putra tunggal keluarga Smith itu,memasti kan bahwa semua nya baik-baik saja.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1