
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Delapan bulan berlalu.
Banyak yg terjadi di dalam lingkup keluarga besar Smith.baik itu dalam kehidupan William atau juga sekertaris Steven,banyak perubahan yg benar-benar membuat masalah.
Dua bulan yg lalu istri sekertaris Steven, Rebecca telah melahir kan seorang putri cantik yg di beri nama Virgin,anggap saja sebagai sindiran.
Sekertaris Steven yg dulu nya di kenal sebagai laki-laki yg sangat menghormati wanita kini berubah drastis.
Casanova kelas amatir adalah sebutan nya sekarang.semenjak menikah dengan Rebecca,tidak sekali pun sekertaris Steven menyentuh istri nya itu,ia lebih memilih untuk tinggal di mansion Smith dari pada satu atap dengan sang istri.
Mulai hari itu juga sosok sekertaris Steven berubah,dia menjadi seorang pemain,bagi nya wanita tidak untuk di hormati sekarang,hampir setiap malam ia keluar masuk club.
Semakin kemari sikap liar nya tidak bisa di kendalikan oleh siapa pun termasuk nyonya Lisa.
Kandungan biru juga sudah mulai membesar,satu bulan lagi ia akan menjadi seorang ibu,tentu itu adalah sebuah hal yg sangat membangga kan.
Nisa,selama delapan bulan gadis itu tidak kelihatan batang hidung nya.entah apa yg terjadi pada nya,tapi menurut kabar yg terdengar dia sibuk dengan beragam keperluan nya dengan butik-butik nya.
Setiap kali biru menelfon pun tidak di angkat oleh nya,hanya ada balasan pesan,sibuk.
"Honey, aku sangat mencintai mu"William yg baru saja masuk ke dalam kamar,memeluk erat tubuh biru yg sangat berisi.
Pipi ibu hamil itu terlihat sangat sangat cubby,membuat siapa saja ingin mencubit nya,termasuk juga dengan William.
"Aku juga,di mana si kembar?"biru menoleh kesana kemari, mencari-cari keberadaan ke dua anak nya yg sekarang sudah menginjak lima tahun.
"Mommy kami di sini"rosse muncul lebih dulu, seperti biasa Dengan kucing bernama sparkel yg terus mengekor di belakang nya.
"Di mana Rossi?"biru mendekat, mengecup pipi gembul milik sang putri, sembari melirik kesana-kemari, sembari keberadaan Rossi.
"Rossi sedang bersama uncle Steven mommy,uncle Steven juga sedang bersama dengan anak nya,itu si Virgin"
Rosse mendekat ke arah William mengulur kan tangan nya.
"Honey,aku akan pergi ke kantor sebentar,kau juga harus menyusul ku untuk membawa kan makan siang"
Hari ini sesuai dengan permintaan William, biru akan datang ke gedung Smith group.
Brak!!
Belum juga sampai di gedung,biru yg baru turun langsung di hantam oleh sebuah mobil berwarna hitam pekat.
"Nyonya!"tiga bodyguard biru berteriak histeris melihat tubuh nyonya nya di hantam oleh mobil asing.
Perlahan mata biru menutup seiring dengan tubuh nya yg berguling-guling Di lantai.
"Sayang!"William yg baru saja keluar dari gedung berteriak kaget,mata nya menatap nanar ke arah tubuh sang istri di hantam dan berguling-guling di lantai.
Sekertaris Steven yg bergerak paling cepat,dia langsung mendekat ke arah biru,darah mengalir di mana-mana,mulai dari kepala berbalut jilbab dan juga paha biru.
"Nyonya astaga"sekertaris Steven langsung mengangkat tubuh biru,meletak kan nya di bangku belakang mobil.
"Tuan muda!nyonya bisa kehilangan nyawa jika anda terus diam!"plak! karena geram William masih terus diam,akhir nya sekertaris Steven menampar sang tuan muda.
"Biru ku?"William berlari secepat kilat,duduk di belakang,meletak kan kepala nya di pangkuan nya.
"Sayang,ku mohon bertahan"William terisak,dia terus-menerus memandangi wajah cantik sang istri yg telah berlumuran darah,belum lagi paha biru.
"Ku mohon cepat Steven!"pekik William kesal.
Sekertaris Steven semakin menambah kecepatan mobil nya,sangat cepat,menyalip demi menyalip beberapa mobil,dia benar-benar sopir yg handal dalam keadaan terdesak.
Hingga mobil yg di kendarai oleh sekertaris Steven sampai di depan halaman rumah sakit Smith group.
Dengan langkah cepat,William langsung keluar dari dalam mobil, menggendong tubuh sang istri yg terkulai lemas.
"Dokter!Dokter!"dokter Vilton yg sedang berbincang bersama dengan rekan satu profesi nya menoleh.
Mata nya terbelalak kaget melihat William berlari dengan menggendong tubuh biru yg penuh darah.
"Letakan di brankar!cepat panggil Dokter kandungan!"Vilton mendekat, memerintah kan William untuk meletak kan biru di atas brankar.
Para perawat langsung berbagi tugas,ada yg memanggil dokter kandungan,ada juga yg mendorong brankar biru menuju IGD.
"Vilton,tolong anak dan istri ku selamat kan mereka!ku mohon Vilton!"William berteriak histeris.air mata terus mengalir dari netra biru milik nya.
"Tuan muda tenang lah!biar kan Dokter Vilton yg mengurus nya"sekertaris Steven memegang erat kedua bahu William, membiar kan dokter Vilton untuk pergi lebih dulu.
"Biru ku!aku sangat mencintai nya!ku mohon lakukan sesuatu!"sekertaris Steven hanya bisa menghela nafas,ia sekarang hanya bisa membantu untuk menenang kan William.
MANSION SMITH.
"Mommy!"rosse yg sedang tertidur mendadak terbangun, keringat dingin menetes di wajah nya,air mata juga begitu.
Rossi yg duduk tidak jauh dari rosse sembari menggambar, mendongak,secepat kilat berjalan mendekat ke arah Rosse.
"Rosse ada apa?!"Rossi panik bukan main,dia memeluk erat tubuh sang kembaran yg telah bergetar hebat.
"Rossi mommy"rosse membalas pelukan Rossi dengan sangat erat,tangis nya pecah begitu saja.
"Iya-iya,aku tau rosse tatap mata ku?!"Rossi menangkup kedua wajah rosse, meminta sang kembaran untuk menatap ke arah nya.
__ADS_1
"Mommy sedang bersama Daddy,dia baik-baik saja.tidak ada yg perlu kau khawatir kan sekarang,jangan seperti ini kau membuat ku takut"suara Rossi ikut bergetar,bukan hanya Rosse yg ketakutan,tapi ia juga.
"Tapi, mommy tadi"rosse terbata-bata,deru nafas nya terdengar sangat sangat memburu.
"Tidak terjadi apa-pun,ini minum lah lebih dulu"Rossi mengambil segelas air putih,memberi kan nya pada sang kembaran.
"Sekarang tidur lah lebih dahulu,aku akan menyanyi-kan sebuah lagu untuk mu"
Tukhamyeon geuchin maldeullo
Nae mame sangcheoreul naenohgo
Mianhadan mal hanmadi eobsi
Tto na hanja wirohago
Oneul harudo hoksi
Nal tteonalkka neul buranhae hae
I just want you to stay
Jeomjeom mudyeojyeo ganeun
Neoui geu mupyojeong soge
Cheoncheonhi naeryeonohjamyeo
Geoure soksagigon hae
Nal dangyeonhage saenggakhaneun neojiman
Geuge neodawo geuraedo
Stay stay stay with me
Neol darmeun deuthan seulpeun mellodi
Ireohge nal ullineunde eh eh
Ne hyanggineun dalkomhan felony
Neomu mipjiman saranghae
Eoduun bami nal gadugi jeone
Nae gyeoteul tteonajima
Ajik nal saranghani na mamgwa gatdamyeon
Oneureun tteonajima
Guji neoyeoyaman haneun iyuneun mutjima
Geujeo nae gyeote stay with me
(it goes a little something like)
Jigeum dangjang manheungeol baraneun ge anya
Geujeo nae gyeote stay with me
Sasireun nan deo baraneun ge eobseo ije
Simjangeun ttwigin haneun geonji mugamgakhae geurae
Saramdeulgwaui eokjiseureon hanmadibodan
Neowaui eosaekhan chimmugi charari joha
So stay geuge eodiga dwaetgeon mariya
Gakkeum eodumi ol ttaemyeon I'll be your fire
Geojit gateun sesang sok yuilhan truth it's you
This a letter from me to you
Neol darmeun deuthan seulpeun mellodi
Ireohge nal ullineunde eh eh
Ne hyanggineun dalkomhan felony
Neomu mipjiman saranghae
Eoduun bami nal gadugi jeone
Nae gyeoteul tteonajima
Ajik nal saranghani na mamgwa gatdamyeon
Oneureun tteonajima
Guji neoyeoyaman haneun iyuneun mutjima
__ADS_1
Geujeo nae gyeote stay with me
(it goes a little something like)
Jigeum dangjang manheungeol baraneun ge anya
Geujeo nae gyeote stay with me
(it goes a little something like)
Jigeum dangjang manheungeol baraneun ge anya
Geujeo nae gyeote stay with me.
Lagu terhenti seiring dengan berhenti nya elusan tangan Rossi,pria kecil itu menghela nafas melihat rosse sudah tertidur, setidak nya ia bisa menghapus air mata yg sedari tadi tidak henti-henti nya mengalir dari manik mata Nya.
"Mommy,aku berharap semua nya akan baik-baik saja"Rossi mendongak,mata nya menatap tajam ke arah luar.
Perasaan Rossi tidak terkendali sekarang,bingung sedih dan juga resah seorang diri.
Dert.dert.dert.dert.
Di luar tuan besar Smith yg sedari tadi berada di luar pintu kamar si kemar,menoleh ke sana kemari,ia menghela nafas lega, melihat nomor masuk yg menelfon nya barusan.
Steven Gerrard.
Nama yg tertera di sana,tanpa memerlukan banyak pertimbangan,tuan besar Smith langsung menggeser tombol hijau,mengangkat panggilan dari sang putra.
~panggilan telfon~
"Halo Steven?kalian di mana? bagaimana keadaan menantu ku biru?semua baik-baik saja kan?ku harap kau tidak akan berbohong?"~smith.
Tuan besar Smith terus mengoceh tanpa henti,tidak memberi kan sekertaris Steven kesempatan untuk menjawab.
"Tuan besar sebenar nya"~steven.
"Ada apa?!jangan mengata kan yg tidak-tidak,rosse dan juga Rossi sangat khawatir,kau tau kan bahwa biru tengah hamil tua sekarang"~smith.
"Tuan, sebenar nya nyonya biru sedang berada di rumah sakit"~sekertaris Steven.
"Dia akan melahir kan sekarang? prematur?dia kan baru delapan bulan"~tuan besar Smith.
"Nyonya kecelakaan tuan besar,sebuah mobil hitam tanpa plat menabrak nona begitu nona sampai di Smith group"~sekertaris Steven.
"Apa?!kami segera kesana"
Tut.
Tuan besar Smith memati kan panggilan nya lebih dulu.
"Rosse! Rossi!kita harus pergi ke rumah sakit segera!!Mommy kalian kecelakaan"
Rosse yg baru saja tertidur terjengkit kaget karena perkataan tuan besar Smith.
"Rumah sakit? kecelakaan?!jika terjadi sesuatu pada mommy aku tidak akan pernah memaaf kan Daddy"Rossi berherak cepat ke arah tuan besar Smith.
Rosse juga begitu.dengan langkah cepat,ia sesegera mungkin berlari,mereka semua berniat ke satu tempat,rumah sakit.
"Daddy ada apa ini?"nyonya Lisa baru saja datang,tangan nya menenteng banyak paper bag,tampak nya ia baru pulang dari mall.
"Biru di rumah sakit"singkat dan padat.
"Apa maksud mu dad?ini bukan waktu nya biru untuk melahir kan?masih ada satu bulan lagi"nyonya Lisa panik bukan main.
"Dia kecelakaan mommy"
Brak!
Barang-barang branded yg ada di dalam paper bag berhamburan begitu saja,dia mulai menahan nafas karena sangat panik.
"Ayo pergi!"Tuan besar smith yg lebih dulu menyadar kan nyonya Lisa,dia bergerak cepat menggandeng tangan sang istri menuju rumah sakit.
Kali ini tuan besar Smith sendiri lah yg akan menyupir mobil,dia dengan sangat santai melaju kan mobil bak pembalap.
Biru dan biru.itu lah yg ada di fikiran rosse dan Rossi sekarang,mereka sangat meng-khawatir kan keadaaan biru.
Rosse tidak henti-henti nya menangis,dia benar-benar khawatir,apa yg terjadi pada sang mommy,kenapa dan bagaimana,hanya itu lah pertanyaan yg timbul di dalam fikiran rosse dan juga Rossi.
"Semua akan baik-baik saja rosse"walau pun ikut menangis,rosse setidak nya masih berusaha untuk bersikap tegar.
"Tapi rosse takut jika terjadi sesuatu pada mommy"rosse masih terus terisak di dalam dekapan Rossi.
"Tidak akan terjadi sesuatu,kau percaya pada ku kan?"Rossi menangkup wajah rosse, menggenggam erat tangan sang kembaran.
"Iya,aku percaya pada mu Rossi,tapi mommy kecelakaan kan? bagaimana jika terjadi sesuatu pada mommy dan juga adik bayi?"fikiran rosse masih melayang-layang entah ke mana.
"Kita harus berdoa rosse,supaya baik mommy mau pun adik bayi baik-baik saja,jangan seperti ini kau membuat ku takut"Rossi jadi ikut ketakutan.
"Iya,rosse yakin Allah maha baik,pasti mommy dan adik bayi baik-baik saja"rosse mengadah kan kedua tangan nya,berdua kepada Tuhan yg maha esa.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1