Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
marry me?


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Setelah semua drama berakhir, mereka sibuk dengan lamunan masing-masing, begitu juga biru dan William.


"Biru sayang, kedatangan mommy dan Daddy adalah untuk melamar mu, sayang kau mau kan menikah dengan William"


Jeder!


Petir menyambar di siang hari.mata biru mendadak terbelalak karena sangat kaget,dia harus apa sekarang, sungguh memusing kan.


Biru sempat melirik ke arah Nisa, meminta pendapat.yg di lirik hanya mengendikan bahu acuh, tidak perduli,karena ini sudah masuk ranah privasi,yg mana ada batas-batas tertentu yg tidak boleh di langgar oleh orang lain.


"Maaf tidak bisa"akhir nya jawaban yg di takut kan William keluar juga dari bibir tipis biru,ada rasa sesak ketika di tolak oleh wanita yg sudah menjadi ibu dari anak-anak nya.


"Kenapa nak? tidak mau kah kau William bertanggung jawab,cukup kau hidup sendiri,Rosse dan Rossi juga membutuh kan identitas yg jelas,aku sama sekali tidak mau cucu-cucu ku di pandang sebelah mata"nyonya lisa menggenggam erat tangan biru,meyakin kan wanita cantik itu untuk menikah dengan putra semata wayang nya.


"Mommy lousse mau punya kelluallga yg lengkap"biru tetap menggeleng,bagi nya cukup William bertanggung jawab kepada anak-anak nya,untuk dir nya,biar lah waktu dan takdir yg menjawab.


"Tidak"jawaban dari biru sontak di sambut dengan pekikan, jeritan dan tangisan dari Rosse,dia tetap gadis mungil yg egois, keinginan nya harus terpenuhi apa-pun yg terjadi.


Rosse berteriak,lalu turn dari gendongan sang Daddy, berlari keluar dengan kencang,biru dan William yg melihat langsung mengejar langkah mungil putri mereka.


Rosse terus berlari tanpa memperduli kan panggang dari biru, karena kekesalan yg sangat memuncak, dia tidak menyadari sebuah mobil berwarna putih tengah melaju dengan kecepatan tinggi dari sebelah nya.


Brak!


"Tidak!"biru berteriak keras ketika tubuh mungil sang putri melayang di udara,terpental akibat tabrakan dengan mobil,darah berceceran di mana-mana.


"Sayang,Rosse bangun!"biru memangku tubuh mungil sang putri,mata Rosse masih terus berusaha untuk terbuka.


"Aku ingin mommy Menikah dengan Daddy"satu kalimat yg keluar dari bibir mungil Rosse,sebelum akhir nya mata nya tertutup,dengan darah berceceran dimana-mana.


"Rosse tidak!"William ikut terduduk di sebelah biru, ikut menangisi apa yg menimpa Rosse,putri nya.


"Ayo masuk!"William menoleh,Nisa sudah bersiap dengan mobil untuk membawa Rosse ke rumah sakit, sekertaris Steven juga sudah stay di bangku sebelah Nisa.


"Ayo biru!"William segera bangkit, menggendong tubuh mungil sang putri,yg telah berlumuran darah di mana-mana,menuju ke dalam mobil,di ikuti biru yg terus terisak di belakang nya.


Menutup pintu,mulai menekan pedal gas.Nisa mulai menjelma menjadi seorang pembalap kelas dunia,dia terus berusaha berkonsentrasi, mengingat biru terus terisak keras.


Satu tujuan Miss sekarang,rumah sakit terdekat.Sekertaris Steven,berulang kali berusaha menahan nafas,cara mengemudi Nisa memang bisa di bilang cukup ekstrim.


Tidak membutuh kan waktu lama,mereka telah sampai di sebuah rumah sakit terbesar di sana, william melangkah cepat masuk,di iringi oleh nisa.


Tentu kehadiran Nisa sangat berpengaruh,terbukti beberapa dokter langsung merapat, membungkuk hormat,lalu mulai membaring kan tubuh Rosse di brankar, menangani nya dengan sangat baik.


"Rosse maaf kan mommy"biru menarik jilbab nya, membuat jilbab yg semula nya rapih berubah menjadi berantakan,air mata terus mengalir.


Maaf dan maaf.hanya itu yg di gumam kan biru,tatapan mata nya terus-menerus menatap pintu UGD,di dalam sana Rosse terbaring lemah,tengah berbaring bertaruh nyawa.


"Mommy"suara bergetar itu merebut atensi biru,Biru menoleh.rossi datang,mata nya memerah,dia bahkan menangis hebat,tentu saja ikatan di antara mereka sangat lah kuat sebagai saudara kembar.


"Sayang"biru mendekap erat tubuh sang putra, berusaha mencari kekuatan dari tubuh mungil itu,ibu dan anak itu saling terisak.

__ADS_1


"Mommy,Rossi khawatir terjadi sesuatu pada Rosse"runtuh juga tameng yg di bangun rossi.dia terisak,rasa khawatir karena kecelakaan yg terjadi pada saudara kembar nya melebihi apa-pun.


Darah.Rossi melihat sendiri bagaimana saudari kembar nya yg super cerewet itu terpental, tubuh yg selalu memeluk nya tertabrak mobil.Mata yg selalu memandang manja kepada nya, terpejam.


Darah yg sama dengan nya berceceran di mana-mana.teman satu rahim,dan juga teman bermain nya tengah berjuang antara hidup dan mati.saudara kembar mana yg tidak khawatir,begitu juga dengan Rossi,dia benar-benar mengkhawatir kan keadaan Rosse.


"Tidak boy,saudari mu akan baik-baik saja,Daddy janji"William menggenggam erat tangan mungil rossi.untuk pertama kali nya pria kecil itu diam,tidak menolak seperti biasa nya,tidak ada lagi kata-kata pedas yg keluar.


"Tapi Rosse"Rossi tidak bisa melanjut kan perkataan nya,lidah nya terlalu kelu.


"Tidak!dia akan baik-baik saja,kalian anak-anak ku, anak-anak Daddy tidak ada yg lemah"William mengepal kan tangan,dia berharap menjadi laki-laki kuat,optimis,peri kecil nya pasti akan baik-baik saja.


"Huh,aku lelah"Nisa menyandar kan punggung nya di dinding rumah sakit,menghela nafas,dia mendadak ikut bingung dan khawatir.


Pintu terbuka, seorang dokter keluar,menjelas kan kondisi pasien mengguna kan bahasa Korea,jadi lah Nisa yg berhadapan langsung dengan dokter, mendengar secara teliti dan seksama,lalu membungkuk hormat, sebagai bentuk terima kasih.


"Bagaimana nona Kim? putri ku baik-baik saja kan?"biru menggenggam erat tangan Nisa, mengguncang nya pelan, kekhawatiran nya menyergap, membuat nya melupa kan rasa hormat kepada Nisa.


"Untuk dua puluh empat jam kedepan adalah masa kritis Rosse,jika sampai dua puluh empat jam dia tidak sadar,kita tidak bisa apa-apa"


Biru ter-pundur.pijakan kaki nya terasa gamang,hampir saja tubuh nya tumbang,tapi William dengan sigap memeluk tubuh nya.


Membiar kan biru terisak di dada bidang nya,air mata juga menetes dari netra biru kelautan milik Willliam.mendengar kemungkinan sang putri sadar sangat lah sedikit,membuat sudut hati nya di tikam pedang tak terlihat,sakit.


"Aku ingin Rosse sadar"William hanya bisa mengelus kepala berbalut jilbab milik biru,untuk pertama kali nya.wanita yg di sakiti oleh William meminta,jangan kan untuk mengabul kan, menjawab saja William tidak bisa.


"Biru dia putri kita,dia gadis yg kuat"biru semakin terisak.secara tidak langsung, berarti William tidak yakin anak nya akan bertahan,dengan banyak luka di tubuh mungil nya.


"Kau Daddy nya bukan! laki-laki yg di rindu kan oleh nya! ku mohon lakukan sesuatu!bujuk dia untuk membuka mata nya!ku mohon"biru membentak William.


Maaf rosse,maaf sayang.


William terus menunduk,air mata juga tidak henti-henti nya mengalir.


"Bagaimana nona Kim?"sekretaris Steven bersandar di tembok, tidak jauh dari Nisa, memandang gadis yg tengah asyik menonton drama di hadapan nya.


"Kita hanya bisa berdoa"Nisa menjawab singkat,mengulas senyum tipis,lalu menoleh ke arah Sekertaris Steven yg juga tengah memandang ke arah Nya.


Mereka duduk di sebuah ruangan,Rosse sudah di pindah kan ke ruang rawat.banyak alat medis yg menempel di tubuh nya,alat bantu pernapasan bertengger indah di hidung mancung milik Rosse.


Biru tidak henti-henti nya melafal kan doa di telinga sang putri,berulang kali biru meminta Rosse untuk bangun,tapi percuma, Rosse tetap setia berkelana di dunia alam bawah sadar.


Tidak terasa siang berganti malam,malam berganti pagi,hanya hitungan menit sebelum dua puluh empat jam setelah Rosse tidak sadar kan diri.


"Apa mau mu sayang!!kata kan pada mommy!!kau ingin mommy Menikah dengan Daddy bukan?!!!,baik lah mommy akan menikah dengan Daddy,asal kau mau membuka mata mu"biru hilang kendali,dia kalut melihat putri nya tidak mau sadar kan diri.


"Biru tenang"William memeluk tubhh biru yg terus-menerus memberontak.


"Dia bangun"Nisa berujar tenang.dia tidak seantusias yg lain.


Biru dan William menoleh secara bersamaan, Rosse mengerjap pelan, akhir nya manik biru lautan milik nya terbuka.


"Sayang"biru mendekat ke arah Rosse,memeluk tubuh mungil itu erat, sementara William menekan tombol nurse call, untuk memanggil dokter.


Yg di tunggu-tunggu akhir nya tuba, dokter masuk dan langsung memeriksa keadaan Rosse,biru terus terisak bahagia.

__ADS_1


"Kau ingin sesuatu nak?"Rosse menggeleng pelan,dia tidak ingin apapun sekarang,sadar saja bagi Rosse sudah cukup.


"Rossi"satu kalimat pertama yg keluar dari bibir mungil Rosse,nama sang kembaran.


"Kenapa kau tidur lama sekali hah!aku takut kau tidak akan bangun lagi"Rossi sampai menangis,dia takut terjadi sesuatu pada kembaran nya.


1 Minggu berlalu.


Akhir nya dokter memperboleh kan Rosse untuk pulang.di rumah Nisa,tampak sekertaris Steven,Nisa,nyonya Lisa dan tuan besar Smith serta Rossi menyiap kan pesta kecil-kecilan sebagai sambutan kepulangan Rosse.


"Nona Kim!mau?"Nisa yg sibuk merapikan hiasan menoleh, ternyata sekertaris Steven datang membawa nampan berisi jus yg di buat kan oleh bibi art.


"Terima kasih"Nisa menerima nya,lalu menegguk secara perlahan.meneliti setiap hiasan dan dekor, karena ini bukan hanya acara penyambutan kepulauan Rosse saja,melain kan lamaran resmi William untuk biru.


"Steven sayang, bagaimana dengan cincin ini"Nisa dan Steven secara bersamaan menoleh,lalu melihat ke arah cincin yg masih berada di dalam kotak beludru,berlian yg di tunjuk kan oleh nyonya Lisa di mata Nisa sekitar 1 milliar,hanya untuk Cincin,Nisa terkekeh geli.


"Indah nyonya"singkat sekertaris Steven.seperti nya dia tidak terlalu tertarik dengan Cincin ini,dia lebih tertarik pada Nisa yg sedari tadi terkikik geli.


"Anda mau nona Kim?"Nisa menggeleng, mengangkat tangan nya,menunjuk kan sebuah cincin berlian yg tidak kalah indah dari milik biru bertengger di jari manis nya.


"Nona, Rosse sudah pulang!"Rosse memekik heboh di dalam gendongan sang Daddy william.netra nya berbinar bahagia, melihat dekorasi yg siap menyambut nya.


"Cucu grandma"nyonya Lisa mendekat,mengecup seluruh bagian pipi Rosse,wanita paruh baya itu bahagia cucu sulung nya sudah kembali.


"Nona Kim untuk apa acara ini?"biru melihat ke sekeliling, dekorasi nya memang cukup indah,tapi jika hanya untuk menyambut kepulangan Rosse,tidak mungkin akan seramai ini.


"Kau ingat janji mu nona biru?"


"Hah?"biru membeo gugup.


"Will you marry me?"William menurun kan tubuh mungil Rosse dari gendongan nya.berlutut dengan satu kaki,tangan William mengulur kan sebuah kotak beludru,dengan cincin berlian.


Aku di lamar?.biru.


Biru masih terus menerus melirik ke sana kemari, seperti orang linglung.dia cukup terkejut dengan lamaran William yg tiba-tiba,lalu teringat janji nya ketika Rosse tidak sadar kan diri.


Biru menoleh ke arah rosse.tampak manik milik nya berbinar,senyum juga merekah lebar di bibir mungil Rosse.biru kembali bimbang,tapi ia rasa ini jalan yg tepat untuk kebahagiaan bersama, anak-anak nya butuh kehadiran sosok daddy.


"Yes,I Will"berat memang.tapi tidak ada yg bisa biru lakukan,selain menerima.dia cukup trauma dengan tragedi yg menimpa Rosse,hampir saja dia kehilangan putri sulung nya.


Semua orang bertepuk tangan gembira, ketika William telah menyemat-kan cincin berlian itu di jari manis biru.


Bahagia.ya semua orang terlalu bahagia,termasuk Rosse,hingga ia melupa kan satu orang yg seharus nya berhak ikut campur dalam keputusan yg di ambil oleh biru.


Rossi, pria kecil itu terdiam di sudut ruangan,aura nya mendadak menggelap, tatapan mata nya berubah tajam,tangan nya mengepal,tampak nya dia mulai tidak menyukai sikap dan keputusan yg di ambil biru.


Mommy egois.rossi.


Untuk pertama kali nya dalam hidup, Rosse tidak menyukai dan menyetujui keputusan biru,pada hal dulu nya, keinginan dan perintah mommy nya adalah hal mutlak yg tidak bisa di bantah.


Uncle.bahkan sampai kini Rossi masih memanggil William dengan sebutan uncle,bukan kah itu sudah cukup menunjuk kan penolakan nya.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2