
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Puncak.
Rosse tertawa girang, langsung berlarian kesana-kemari.sementara,semua orang sibuk menuntun kan barang-barang dari dalam mobil.
"Rosse sayang,jangan berlari-lari!"biru memekik karena sang putri terus berlari.
"Sudah lah honey, biar kan saja."William bukan nya ikut menasehati,dia malah langsung mengejar rosse.
"ahahahah!Daddy kejar rosse."teriak Rosse.
"keluarga anda sangat bahagia ya mbak"Chika mengulas senyum manis,dia mulai berbicara dengan biru.
"Alhamdulillah,semua ini aku dapat kan berkat kerja keras.semua kan bisa di dapat kan sesuai dengan yang kita tanam."jawab biru.
"ah iya,saya berharap kelak juga akan bahagia besok."jawab Chika antusias,mata nya memancar kan binaran penuh kebahagiaan,dan juga sebuah harapan.
"William!bisa kita bicara!"Rahardian yang sedang duduk di atas karpet yang di gelar oleh biru, melambai kan tangan nya.
"ayo sayang,kita ke ayah Dian dulu!."ajak William,sembari menggendong tubuh sang putri.
__ADS_1
"ada apa?"tanya William setelah dia duduk di hadapan Rahardian.
"rosse mau sama mommy dulu dad!"rosse mengecup pipi tegap sang Daddy,sebelum berlalu pergi dari sana.
"iya,jangan nakal"jawab William.
"William,aku butuh bantuan mu."ujar Rahardian penuh harap.
"kau mau bantuan apa Dian?bukan nya hidup mu baik-baik saja, tanpa beban kan?"dahi William mengeryit sangat dalam,bingung bukan main karena Rahardian memerlu kan bantuan dari nya.
"bukan aku,tapi Chika."jawab Rahardian.
"Chika?maksud mu gadis itu?"William melirik ke arah Chika mengguna kan dagu nya.
Rahardian benar-benar memohon,hati nya ikut sedih melihat bagaimana Chika bercerita tadi.
"baik lah,beri kan aku data nya,jika Allah berkehendak maka dalam hitungan hari kita bisa menemu kan nya."
William menerima permintaan Rahardian tanpa fikir panjang.
"terima kasih, terima kasih banyak."
William hanya mengangguk singkat,melihat biru tengah berjalan ke arah nya,dengan rosse yang tidak henti-henti nya bergelayut manja di lengan sang mommy.
__ADS_1
"ya mommy!"pinta Rosse merengek rengek.
"ada apa sayang?"William mengambil alih rosse,menduduk kan di sebelah nya.
"rosse mau tinggal di sini sama ayah"rosse menunduk, tatapan menyelidik William benar-benar membuat nya takut.
"apa?"William terkejut.
"iya,dia terus merengek untuk tinggal di sini.aku tidak bisa mengizin kab nya hubby,aku tidak mau berjauhan dengan anak-anak ku."
biru menggeleng.
"rosse kenapa kau ingin tinggal di sini?kita juga punya rumah di inggris.kita ke sini hanya mampir, bagaimana jika Oma dan opa merindukan kita?."Rossi yang sedari tadi tidak tertarik pada pembahasan rosse,akhir nya angkat berbicara.
"aku tidak tau,aku hanya merindukan ayah.aku ingin berlama-lama bersama dengan ayah,aku sangat menyayangi ayah."
rosse berdiri dari duduk nya,menghambur ke dalam dekapan Rahardian,terisak di ceruk leher laki-laki yang melantun kan adzan untuk nya pertama kali.
mata Rahardian mulai mengembun,hati lembut nya tersentuh dengan segala sikap Rosse.
"rosse,dengar kan mommy!"biru berujar tegas.
"honey!"William menyentuh tangan biru,melarang nya untuk berbicara dengan rosse sekarang.
__ADS_1
bukan William tidak sayang,hanya saja dia percaya Rahardian mampu membujuk Rosse untuk kembali ke Inggris.