Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Pernikahan (part 3)


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Kau!berani sekali kau memfitnah ku seperti itu.kau tidak mengenal ku dengan baik nona,aku tidak pernah berfikir sedikit pun untuk menghancur kan hidup biru.dia itu kakak ku,walau pun beda ibu,dalam darah kami mengalir darah yg sama"ratu berujar dengan meledak-ledak,dia tampak nya tidak menyukai topik pembicaraan ini sekarang.


"Sudah?anda fikir saya perduli?"Nisa berbalik,berjalan dengan sangat anggun.sesekali Nisa mengangguk kan kepala nya pelan, ketika ada yg menyapa nya.


Acara dansa.


Tiba lah mereka pada acara hari ini,acara dansa yg sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang, terutama untuk para mempelai.


"Mau berdansa dengan ku nona biru?"William mengulur kan tangan nya,dengan ragu biru menjawab uluran tangan itu.


Tangan biru bergetar hebat,untuk pertama kali nya dia bersentuhan langsung dengan pria.terlebih laki-laki itu adalah William, laki-laki yg telah merenggut kehormatan nya, laki-laki yg telah menghancur kan hidup dan juga impian nya.


"Kau kenapa biru?"biru menoleh ketika mereka sudah tiba di lantai dansa yg telah di siap kan oleh petugas.tampak jelas,ibu muda itu sedang tidak nyaman, terbukti mata nya terus melirik ke sana kemari.


"Aku takut,aku masih trauma"biru menunduk,enggan melihat ke arah William.rasa nya terlalu tidak sopan,jika dia menolak langsung ke arah William,tapi mau bagaimana lagi,dia takut.


Kilasan demi kilasan malam kelam itu,membekas sebagai trauma biru sendiri.bahkan mata nya sudah berair, karena sangat ketakutan.ketakutan yg semakin membuat William merasa bersalah.


Menghela nafas kasar.tangan William terangkat,mengelus kepala berbalut jilbab putih itu.senyum lembut tercetak di bibir seksi milik nya,sebisa mungkin William menekan kesabaran nya,agar biru tidak takut pada Nya.


"Maaf biru, aku tidak tau kesalahan ku dulu menyebab-kan trauma bagi mu"William menggenggam tangan biru erat.


"Kita tidak bisa mundur biru"William merapat kan tubuh nya ke arah biru,merengkuh pinggang milik sang istri,meletak kan satu tangan biru di bahu nya.


Dengan perlahan dan juga perhatian,william menuntun dan mengajari biru cara berdansa dengan baik.menghela nafas,biru berusaha menetralisir rasa trauma yg di miliki nya, berusaha mengulas senyum tipis memperlihat kan dia bahagia,walau pun berpura-pura.


"Loussi!loussi!ayo menalli!"Rosse datang mendekat ke arah sang kembaran, Rossi.langkah kaki milik Rosse terlihat sangat bergembira,senyum lebar terus terukir di wajah cantik milik nya.


"Aku tidak mau"Rossi menghempas kan tangan Rosse dari tangan nya.seperti biasa,tatapan nya berubah jadi tajam,Rossi belum bisa menerima fakta, bahwa Rosse ternyata lebih menyayangi William,dari pada diri nya yg selama ini bersama dengan Rosse.


"Kenapa loussi!Daddy sama mommy menalli!lousse Ndak punya pasangan.ndak mungkin kan lousse menalli bellsama ayah!ayah kasihan sudah lelah.wajah nya bellubah menjadi pucat,memang nya loussi Ndak kasihan"Rosse berceloteh.mengeluar kab jurus demi jurus jitu, agar Rossi mau menemani nya berdansa, sekedar menari-nari acak di atas lantai dansa.


"Aku tetap tidak mau,kau benar-benar menjengkel kan"rutuk Rossi kesal.kali ini,pria kecil itu memilih untuk menyembunyi kan tubh mungil nya di balik tubuh tinggi semampai nisa.


"Loussi kenapa Mallah sih sama lousse! loussi Ndak suka ya mommy menikah dengan Daddy?"Rosse masih enggan untuk menyerah,dia malah ikut bersembunyi di balik tubuh tinggi milik Nisa.


"Diam lah!"gerutu Rossi, karena sibuk berdebat.si kembar tidak menyadari bahwa acara dansa nya sudah selesai.


Tiba lah mereka pada acara yg di tunggu-tunggu,bagi jomblowati dan jomblowan.pelemparan bunga,yg mitos nya,siapa yg bisa mendapat kan nya, pasti orang itu akan segera menyusul melangkah menuju pelaminan.


Banyak orang telah berkerumun di dekat pelaminan.kecuali Nisa dan juga sekertaris Steven,mereka berdua sama-sama tidak tertarik pada buket bunga yg sebentar lagi akan di lempar oleh biru.


"Loussi ayo lihat mommy melempal bunga"lagi dan lagi,Rosse terus menerus merengek agar bisa dekat dengan Rossi, sementara sang kembaran sangat tidak ingin bermain sekarang.


"Rossi temani kembaran mu,jika kau dapat bunga nya beri kan kepada ku"mendadak Rossi berbinar,dia langsung melangkah masuk ke dalam barisan,meninggal kan Rosse yg tengah menghentak-hentakan kaki nya kesal.


1,2,3


Di hitungan ke tiga,biru mulai melepas buket bunga di tangan nya, melempar dengan cepat.


Bruk!

__ADS_1


Semua orang menoleh secara bersamaan.ternyata tidak ada satu orang pun di barisan yg mendapat kan bunga dari biru,melain kan sosok yg sedari tadi berwajah dingin dan kaku.


Nisa,ya gadis yg sama sekali tidak mengharap kan mendapat bunga itu sekarang,buket bunga itu mendarat tepat di telapak tangan nya,yg kebetulan terbuka.


Tentu saja semua orang saling berpandangan,di atas pelaminan.biru bertepuk tangan bahagia,senyum lebar terukir di wajah nya.


Biru memang tidak percaya pada mitos itu,tapi dia cukup bahagia karena yg mendapat kan bunga nya adalah Nisa.sang malaikat penyelamat nya,gadis penuh luka baik batin maupun mental,gadis itu yg mendapat kan bunga.


"Nona Kim?"William rasa nya ingin tertawa.bagaimana tidak,raut wajah yg di tunjuk kan oleh Nisa tidak bahagia,dia malah memasang wajah dingin.


"Ya allah.aku berdoa semoga kelak nona Kim mendapat kan jodoh yg baik,mendapat kan sosok pendamping yg baik"biru mengangkat ke dua tangan nya,berdoa pada yg kuasa, agar Nisa segera menemu kan jodoh nya.


"Amin"William mengaminkan dengan penuh kesungguhan.


Tidak perlu waktu lama,Nisa berbalik.dia keluar,memisah kan diri dari para tamu undangan.


Tidak terasa, rangkaian acara demi acara sudah berlalu.kini tiba lah waktu bagi mereka untuk beristirahat,hari ini, William dan juga biru telah sah menjadi sepasang suami-istri baik di mata agama maupun negara.


Keluarga inti Smith sudah memasuki mobil masing-masing,melaju menuju ke mansion, karena memang tidak ada yg ingin menginap di hotel.


Di dalam kamar utama mansion,biru sedang membersih kan diri, sementara William, laki-laki tampan itu sudah turun untuk makan malam, begitu juga dengan biru dia sudah membersih kan diri,lalu ikut turun untuk sarapan.


"Mommy!Daddy"Rosse yg baru saja mandi di bantu oleh seorang pelayan,berlari riang ke arah William yg baru saja turun dari tangga.


Merentang kan tangan nya,William tersenyum lebar,menyambut pelukan dari tubuh mungil sang putri.rosse tertawa riang di dalam gendongan William, seperti biasa nya William menghujani wajah Rosse dengan kecupan.


"Good night my prince"sapa William kepada Rossi yg baru saja keluar dari dalam kamar.


Diam.rossi memilih untuk mengabai kan sapaan dari William,sang daddy.rossi berjalan santai menuju ke meja makan,duduk diam di atas kursi, menunggu seluruh anggota keluarga untuk berkumpul.


Mengambil makanan masing-masing, mereka mulai makan masing-masing.


Pukul 08:00.


Di dalam kamar pengantin.


William sibuk dengan leptip nya,mengerja kan beberapa hal yg sudah menjadi kewajiban nya.


Tidak ada drama malam pertama atau segala macam nya,William memutus kan untuk lebih mendekat kan diri kepada biru,saling mendalami karakter masing-masing,agar tidak ada yg di tutupi.


"Tuan,ini kopi nya"biru masuk,dengan segelas kopi di tangan nya.


"Terima kasih,duduk lah biru"biru mengangguk,duduk di sebelah William,menyisa kan sedikit jarak di Antara mereka berdua.


"Aku ingin mengenal mu"William meletak kan laptop di meja, menyeruput kopi buatan biru.nikmat,satu kata yg mampu mendefinisi-kan rasa kopi buatan biru.


"Maksud nya?"alis biru saling bertaut, pertanda dia belum mengerti,arah pembicaraan William.


"Cerita kan tentang mu,baik masa kecil atau pun remaja mu"biru mengangguk.menghela nafas panjang,mulai memilah dari mana ia akan mulai bercerita.


"Aku tumbuh di bawah asuhan ibu dan paman.sedari kecil aku tidak pernah merasa kan kasih sayang ayah.ayah,beliau pergi ketika aku berumur dua tahun.demi wanita itu,wanita yg sampai detik ini selalu ku benci, wanita yg sudah menghancur kan hidup ibu"


William menyimak dengan serius.dia memperhati kan raut wajah biru yg berubah menjadi sedih,bahkan wanita itu berulang kali menghapus air mata-nya.


"Dari kecil aku terbiasa hidup susah.hanya karena beasiswa,aku bisa melanjut kan pendidikan ku ke jenjang SMA"biru menghela nafas, masa-masa SMA mengingat kan nya pada cinta nya untuk Andi.

__ADS_1


"Bahkan karena prestasi yg ku miliki,aku mendapat kan beasiswa untuk menjadi seorang dokter bedah saraf, seperti cita-cita ku,tapi itu terhenti karena, karena tragedi itu"


"Maaf"William menyela,biru menggeleng.sekarang,dia sudah berubah menjadi dewasa,bagi nya itu semua sudah garisan takdir,takdir yg mempertemu kan nya dengan William, laki-laki yg kemungkinan akan menjadi pasangan nya seumur hidup.


"Malam itu,biru yg masih belia harus berubah menjadi wanita dewasa.aku di usir oleh ibu,memaksa ku untuk mencari uang dan tempat tinggal sendiri.cita-cita ku juga harus terhenti, karena saat itu aku mengandung,aku juga harus memendam rasa cinta ku pada sahabat ku"Biru kembali tersenyum miris,mengingat kedekatan nya dengan Andi.


"Andi,dia laki-laki yg ku cintai,tapi mungkin takdir tuhan hanya sebatas persahabatan.hingga saat itu,nona Kim datang,menawar kan kehidupan yg baik untuk ku dan si kembar"


"Pantas Rossi Begitu membenci ku"William bergumam lirih,dari cerita biru,dia bisa mengambil garis besar, alasan Rossi begitu membenci nya.


"Rossi hanya butuh waktu,nona Kim pasti bisa membujuk nya"biru mengulas senyum lembut.


"Ini sudah malam,kau pasti lelah istirahat lah biru"biru mengangguk, menuruti perintah suami baru nya.


Berjalan menuju ranjang king size,biru mulai merebah kan tubuh nya, melepas kan hijab hingga tampak lah rambut sebahu milik Nya.


Karena terlalu lelah,tidak membutuh kan waktu lama, biru telah terlelap.hingga tidak menyadari,William berjalan mendekat,mengecup singkat bibir mungil biru, sebelum melangkah kan diri keluar.


Di lantai bawah,ratu sedang berada di dapur.di hadapan nya terdapat secangkir air putih,entah apa yg akan di rencana kan adik beda ayah Rahardian ini.


"Kau akan menjadi milik ku William"gumam ratu pelan,tangan nya menaruh serbuk bubuk perangsang di dalam air putih.


Pyar!


Ratu tersentak kaget ketika ada yg menampar gelas nya Hingga jatuh.ternyata,begitu ia menoleh, sekertaris Steven berdiri dengan tatapan nyalang nya,di ikuti dengan Nisa yg berdiri dengan wajah yg sangat angkuh.


"Apa yg kau lakukan sialan!"sekertaris Steven tanpa basa-basi, menjambak rambut panjang milik ratu keras,hingga wanita itu mendongak ke atas.


"Shh sakit"ratu merintih kesakitan.


"Kau ingin menjebak tuan muda ku kan!"sekertaris Steven semakin mengencang kan jambakan nya di rambut ratu,kemarahan sudah menyelimuti hati laki-laki tampan itu.


"Ada apa ini lepas kan putri ku!"nyonya Nina datang, berusaha melepas kan jambakan Steven dari ratu.percuma, Steven bahkan tidak bergeming sedikit pun dari tempat nya.


"Dasar tidak tau diri"Nisa menatap penuh ejekan ke arah ratu,perlahan tangan nya menarik lengan berotot sekertaris Steven,meminta laki-laki tampan itu melepas kan jambakan nya.


Sekertaris Steven merogoh celana nya,menampil kan handphone dengan merek ternama,menekan beberapa nomor,lalu mulai menempel kan benda pipih itu di telinga nya.


"Hancur kan karir model Indonesia bernama ratu Hartono,muncul kan semua skandal nya di publik,termasuk rumor bahwa dia menjadi simpanan pemilik agensi"


Tut.


Sekretaris Steven menarik Nisa untuk pergi,setelah memberi titah kepada anak buah nya untuk menghancur kan karir ratu.


EPILOG:


Nisa berdiri di atas balkon,memegang buket bunga yg ia dapat dari biru tadi.


"Jika rumor mengata kan penerima bunga ini akan menikah,aku tidak percaya, karena sampai detik ini aku masih mencintai mu sekertaris Wahyu"


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2