Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Mafia X


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Ke esokan hari nya.


"Ini benar-benar menjengkel kan!"biru terdiam,dia mulai turun ke bawah, terlihat banyak anggota dragon white ada di ruang tamu.


"Sebenar nya siapa lawan kita sekarang?"Nisa bersidekap, tatapan nya berubah menjadi sangat tajam.


"Mafia X, tampak nya selir nya membuat masalah"


Selir.biru terdiam,dia menoleh kesana-kemari,sebelum ikut berkumpul di sana.


"Apa masalah ini sangat serius?"semua orang menoleh ke arah biru secara bersamaan mereka mengangguk,membenar kan dugaan yg di keluar kan oleh biru.


"Selir, seberapa rendahan nya Wanita itu"Nisa menghela nafas.


"Jika memang perang di dunia bawah harus pecah,aku sama sekali tidak Masalah.karena menurut penjelasan yg di terang kan oleh anak buah Renald,mafia X ikut andil dalam pembunuhan istri ku"king mafia dragon white mengepal kan tangan nya erat.


Aura membunuh jelas keluar dari wajah laki-laki paruh baya yg masih terlihat tampan dan juga bugar itu.


"Dad,aku pamit lebih dulu"Nisa pamit undur diri,untuk segera beristirahat.


"Mommy!"rosse berteriak keras,menerobos kerumunan orang yg ada di sana.


"Ada apa sayang?"biru mengeryit bingung, sembari menggendong tubuh sang putri.


"Lel memaksa rosse untuk menikah dengan nya"semua orang yg ada di sana mengulum senyum, mendengar rengekan yg di ucap kan oleh rosse.


"Lel! jangan nakal"Renald menengahi,dia menatap tajam ke Arah sang putra.


"Tapi kan dad"belum selesai lel menjawab,tatapan tajam dari Renald menghenti kan aksi protes nya.


"Kalian akan berangkat sekarang kan?biar Daddy dan aunty biru yg mengantar"Renald Merapih kan jas milik nya, lalu segera berlalu pergi di ekori oleh biru, Rosse, Rossi, lel dan juga Lee.


Mobil yg di kendarai oleh Renald melaju kencang menuju salah satu sekolahan elit, tempat empat anak ini bersekolah.


Begitu sampai, baru saja biru hendak turun dari mobil, langkah nya terhenti melihat rosse berlari ke arah seorang laki-laki yg tidak lain adalah Daddy nya, William.


"Daddy!"Rosse berteriak girang,segera menghambur kedalam gendongan William.


"Princess, Daddy benar-benar merindukan mu"William mendekap erat tubuh mungil sang putri,air mata nya ikut luruh di dalam dekapan sang putri.


"Daddy apa kabar?maaf Rosse baru bisa bertemu dengan Daddy,rosse takut grandma kembali berniat menyakiti Rosse"rosse menunduk,enggan menatap ke arah sang Daddy.


"Daddy baik.kau tumbuh menjadi gadis yg sangat cantik princess"William menghadiahi kecupan singkat di kening Rosse.


"Daddy Mertua!"Lee membekap mulut lel yg dengan berani-berani nya memanggil William dengan sebutan Daddy mertua.


"Daddy perkenal kan mereka anak-anak nya uncle Renald,dia Lee yg paling tua dan yg bungsu lel"Rosse memperkenal-kan kedua teman baru nya dengan penuh rasa semangat.


"Halo uncle,Lee"Lee yg pertama kali memperkenal-kan diri.


"Halo Daddy mertua,aku lel calon suami dari rosse,putri mu."lel dengan bangga dan penuh rasa percaya diri memperkenal kan diri, sebagai calon


suami dari rosse.


"Wah sejak kapan kau memiliki calon suami princess?"ledek William.


Di dalam mobil,biru terus memandangi wajah tampan sang suami dari balik kaca jendela, andai bayang-bayang nyonya Lisa tidak menghantui nya,mun gkin dia sudah berlari, mendekap erat tubuh tegap dan kekar William.


"Bisa kita pergi sekarang?"Renald memecah kan keheningan biru,dengan tidak ikhlas Wanita muda itu mengangguk, membiar kan mobil melaju meninggal kan halaman sekolah.

__ADS_1


Kini, William dan ke empat anak-anak genius itu sedang duduk di bangku taman halaman sekolah,sembari membuka bawaan dari William.


"Daddy membawa sesuatu untuk ku?!"Rosse berteriak girang melihat boneka yg ia tinggal kan di London, sekarang ada di hadapan nya.


"Tuan muda?!"William terkejut melihat kehadiran sekertaris Steven di Washington DC.


"Ada apa? kenapa kau di sini?bukan kah kau seharus nya ada di Inggris?".


William mengeryit heran melihat kehadiran sekertaris, sekaligus saudara angkat nya itu.


"Tuan besar meminta saya untuk datang ke sini, mengechek langsung apa kah tuan benar-benar sudah menemu kan tuan dan nona kecil"dengan nafas ngos-ngosan, sekertaris Steven berujar.


"Uncle!"rosse yg melihat kehadiran sekertaris Steven, segera berlari cepat ke arah laki-laki tampan itu,mendekap erat tubuh nya.


"Apa kabar princess?"sekertaris Steven segera menggendong tubuh mungil rosse.


"Rosse tidak baik-baik saja uncle,rosse sangat merindu kan mu"rosse menatap ke arah Steven dengan mata yg berkedip-kedip manja.


"Hei rosse! apa-apaan kau ini hah!berani sekali kau mengata kan rindu pada laki-laki lain! sementara calon suami mu ada di sini?"lel yg pertama kali bereaksi, menatap tidak suka ke arah sekertaris Steven dengan mata bulat nya.


"Calon suami!kau bukan calon suami ku.calon suami ku hanya satu yaitu uncle Steven!"rosse menyandar kan kepala nya di dada bidang sekertaris Steven.


William tertawa mendengar jawaban yg di beri kan sang putri kepada pria kecil itu, terutama ketika melihat wajah lel berubah menjadi sangat cemberut.


Rossi hanya menjadi pengamat dalam diam,dia memang tipe yg tidak terlalu banyak berkomentar, karena sedari dulu dia termasuk anak yg sangat pendiam.


"Kau tidak boleh berkata seperti itu princess, sahabat mu akan menangis"ledek William.


"Kau benar-benar menjengkel kan Lee!"lel semakin berapi-api karena Lee sang kembaran ikut tertawa di hadapan nya.


"Daddy,kami harus segera masuk!"Rossi yg pertama kali menyadari bahwa bel sekolah sudah berbunyi.


"Hem. Jaga diri kalian masing-masing,Daddy akan datang kesini saat istirahat"William mengelus pelan kepala rosse,kemudian Rossi.


"Baik lah kami pamit"William memandang punggung anak-anak kecil itu dari kejauhan,sudut hati nya kembali terasa nyeri mengingat kejahatan yg telah di lakukan sang mommy.


"Tampak nya keputusan ku salah stev"William menyandar kan tubuh nya.


"Tidak tuan.jangan berkata seperti itu,"sekertaris Steven menggeleng.


"Karena mommy sampai sekarang aku masih terpisah dengan biru,kenapa dia tidak mengata kan yg sebenar nya kepada ku?"lagi dan lagi fikiran William masih tentang biru,dan biru.


"Anda tidak semiris saya tuan.lebih baik kita pergi sekarang,saya ada janji dengan nona Kim"sekertaris Steven berdiri dari duduk nya,ia ada janji dengan Nisa hari ini.


"aku ikut,aku ingin mengucap kan terima kasih sekaligus meminta maaf karena sikap mommy pada nya"


mobil mereka melaju secara beriring-iringan ke salah satu restauran yg cukup terkenal di Washington DC.


begitu masuk, seorang gadis yg tampak tidak asing tengah menyeruput segelas jus jeruk di hadapan nya.


"maaf membuat anda menunggu lama nona Kim"sekertaris Steven membungkuk hormat,menyapa sekaligus meminta maaf atas keterlambatan nya.


"tidak masalah,silah kan duduk"Nisa mempersilah kan kedua laki-laki tampan itu untuk duduk.


"bagaimana kabar biru ku sekarang?", pertanyaan itu lah yg paling pertama meluncur dari bibir William.


"dia baik"singkat Nisa.


"tidak bisa kah aku bertemu dengan nya sekali saja nona Kim?"wajah William memelas, berharap wanita di hadapan nya akan kasihan,dan membiar kan nya untuk bertemu dengan biru.


"ini rintangan dalam rumah tangga kalian,mommy Anda telah hampir membuat saya dan si kembar meregang nyawa,saya harap anda tidak melupa-kan hal itu tuan Smith"Nisa memandang nyalang ke arah William.


"aku meminta maaf atas nama mommy ku nona,dia hanya sedih karena kehilangan cucu nya"

__ADS_1


"itu bukan sebuah alasan logis yg bisa membuat nya mau membunuh cucu nya yg lain, termasuk saya?saya tidak ada sangkut paut nya sedikit pun dengan masalah kalian"


suara Nisa terdengar sangat lugas dan juga tegas.dia berulang kali menatap tajam ke arah William,dia tentu saja tidak terima dengan perilaku yg di lakukan nyonya Lisa


"saya tau,untuk itu saya benar-benar meminta maaf"William menunduk.


"jika kalian ingin bertemu,siap kah jalian kehilangan nyawa masing-masing?"


deg!


baik William maupun sekertaris Steven tertegun mendengar perkataan nisa.kata-kata itu bukan sekedar ancaman belaka,ada sesuatu yg mereka rasa sangat genting terjadi.


"apa terjadi sesuatu nona Kim?"si pengamat dalam diam mulai membuka suara, menatap ke arah wanita yg sangat di cintai nya itu.


"ya.ternyata bukan hanya ratu biang masalah nya, tetapi seorang selir dari mafia X,jika kalian bertemu saya yakin dia tidak segan-segan akan membunuh kalian berdua"


bulu kuduk William terasa sangat merinding, perkataan Nisa menyurat nya sebuah ancaman yg sangat besar,tengah membayangi kehidupan nya dan juga sang istri, Biru.


"sebenar nya ada masalah apa mereka dengan keluarga ku?"William bergumam sangat lirih.


"nyonya Lisa membuat salah satu selir dari king mafia X marah.karena, Wanita itu sangat mencintai tuan besar Smith.sebelum menjadi seorang selir,dia adalah sahabat dekat nyonya Lisa,dia juga mencintai tuan besar Smith,tapi sayang tuan besar Smith lebih memilih nyonya Lisa"


Nisa mengeluar kan sebuah berkas, penyelidikan yg di jalan kan oleh beberapa anak buah nya.


selain membenci Nyonya Lisa,wanita yg bertugas menjadi selir itu juga membenci sosok ibu dari Renald, nyonya Constantine.nyonya Constantine berhasil ia bunuh dengan bantuan orang lain,tapi tidak dengan nyonya Lisa.


"jadi alasan itu lah yg membuat nya memiliki dendam pada keluarga kami?"William bertanya.


"ya.di tambah kehadiran ratu yg semakin memperkeruh suasana.jelas, Wanita itu mendapat kan kesempatan ketika biru hamil dengan meminta ratu untuk menabrak nya"


"dia jelas tau bahwa nyonya besar sangat mengingin-kan cucu"sambung sekertaris Steven cepat.


"kepala ku mulai berdenyut"Nisa meletak kan kepala nya di atas meja, menghela nafas karena kepala nya mendadak berubah sangat pusing.


"mafia X?.aku tidak tau apa yg terjadi sebenar nya?ini terlalu rumit untuk di fikir kan"William berdecak kesal, masalah demi masalah silih berganti datang.


"lalu bagaimana dengan biru?dia benar-benar hidup Dengan baik kan?"William kembali pada topik utama pembahasan.


"tentu saja,semua orang menjaga nya dengan sangat baik"Nisa menjawab singkat.


"nona Kim,apa anda tidak ingin mengajak saya berkeliling kota ini?"sekertaris Steven meledek wanita yg terkenal dengan kedinginan nya itu.


"mungkin lain kali,saya tidak bisa mengambil resiko.membuat diri saya sendiri,di caci masyarakat Karena di anggap sebagai pelakor"Nisa mengerucut kan bibir nya karena sangat kesal.


"ah baik-baik.saya yakin anda akan marah-marah nanti nona,saya hanya sedang tidak ingin memperkeruh masalah dan suasana"sekertaris Steven terkekeh-kekeh,meledek ke arah anak nya.


"baik lah,saya pamit undur diri,senang bertemu dengan kalian lagi"Nisa membungkuk penuh rasa hormat,sebelum melangkah pergi, meninggal kan dua laki-laki tampan itu.


"dia tidak pernah berubah"sekertaris Steven hanya mampu menggeleng,sebelum beranjak dari duduk nya,di iringi dengan William yg dengan setia mengekor.


"kita mau ke mana sekarang tuan muda?"di dalam mobil sekertaris Steven melirik ke arah William, menunggu Jawaban dari tuan muda nya itu.


"kembali ke hotel sebentar,aku ingin beristirahat,baru kita kembali ke sekolah si kembar"William menghela nafas panjang,dia benar-benar sangat pusing sekarang wajah nya berubah pucat.


"anda baik-baik saja tuan muda?"William hanya mengangguk kan kepala nya,berusaha bersikap baik-baik saja,pada hal rubuh nya kurang fit.


"kita mampir ke rumah sakit terlebih dulu"sekertaris Steven segera memutar stir mobil nya,menuju ke salah satu rumah sakit besar di kota ini.


senyum tipis terukir di wajah William mengingat dia telah bertemu dengan anak-anak nya,dia juga sudah menemu kan titik terang keberadaan biru.


hanya saja sang istri belum siap bertemu dengan nya,tampak nya biru masih terlalu takut Karena teringat akan ancaman yg pernah di layang kan oleh Nisa kepada nya.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

__ADS_1


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2