Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
bertemu Rahardian


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.



a a new novel.


HAPPY READING.


"Honey!"Biru yg sibuk dengan pekerjaan nya menoleh,meletak kan sendok pembuat kue.


"Ada apa hubby?"biru menoleh,seharian ini William menemani nya bekerja di KAR cake.


"Tidak,hanya saja aku heran kenapa toko kue ini sangat ramai?"William menelisik ke luar.


"Mungkin karena kue-kue buatan nya enak"biru menjawab sangat singkat.


"Hubby kapan kita kembali ke Inggris?"biru kembali menanya kan topik yg sedari tadi dia pendam sendiri.


"Sekertaris Steven sedang mengurus perpindahan anak-anak.kita akan kembali ke Inggris lusa,jika mommy masih mengusik kalian lagi aku akan benar-benar angkat kaki dari Mansion Smith"


William mengulas senyum lebar.


2 hari kemudian.


Hari ini adalah hari dimana biru dan si kembar kembali pulang ke Inggris,hanya Renald dan juga king mafia dragon white yang mengantar kepergian mereka, sementara Nisa dia sama sekali belum sadar kan diri.


"Rossi jaga diri mu dengan baik"Lee memeluk tubuh Rossi,menyampai kan salam perpisahan kepada sang sahabat.


"Iya,kau juga.jika ada waktu luang,kami akan sering bermain kemari"Rossi mengulas senyum lebar kepada lee.


"Daddy mertua tidak bisa kah Daddy meminta rosse untuk tetap tinggal di sini?"lel terus bergelayut manja di lengan Rosse,enggan melepas kan sang pujaan hati.


"Lel.rosse benar-benar kesal dengan mu,rosse tidak mau berpisah dari Rossi"Rosse menggerutu,tangan nya melepas kan lilitan tangan lel di lengan nya.


"Lel,kau kan bisa bermain jika saat libur ke Inggris"


Pesawat mulai terbang menuju ke Inggris,begitu sampai di kediaman Smith,biru langsung masuk ke dalam kamar nya bersama William,tanpa sedikitpun peduli atau pun menyapa tuan besar Smith dan nyonya Lisa yg ada di bawah.


"Sayang,aku benar-benar sangat mencintai mu"William mendekat ke arah biru,memeluk tubuh mungil sang istri dari belakang.


"Aku juga"biru menoleh mengecup singkat pipi William.


"Aku tidak pernah menyalah kan takdir sedikit pun, karena kehadiran mu saja sudah membuat hidup ku terasa lengkap"William mendadak jadi bucin.


"Sayang, bagaimana jika kita pindah dari sini?"mendadak William terfikir untuk segera pindah dari mansion,agar berbeda atap dengab dengan sang mommy.


"Kenapa?"biru membalikan tubuh nya,menangkup kedua pipi tegas milik William.


"Aku hanya takut kau tidak nyaman tinggal satu atap dengan Mommy"William menunduk kan kepala nya,tidak berani menatap ke arah biru langsung.


"Aku bukan tidak nyaman.hanya saja aku butuh waktu hubby,kau percaya kan pada ku?.semua akan baik-baik saja nanti, aku lebih kuat dari yg kau kira"


Biru mengelus pelan pipi milik William dengan ibu jari nya.cinta laki-laki ini kepada nya sangat lah besar,biru bisa melihat nya dari segala bentuk pengorbanan yg di beri kan William.


"Aku ingin berkunjung ke makam Xavier hubby"biru memakai jilbab hitam,bersiap ingin berziarah ke makan sang anak, Xavier.


"Kita baru sampai,apa tidak lelah Hem?"biru menggeleng,setelah mengecup bibir William,ia memilih untuk melangkah pergi.


Di bawah,biru kembali menghela nafas ketika melihat nyonya Lisa sudah menunggu nya.


"Kau sudah pulang?"langkah biru terhenti mendengar perkataan dari nyonya Lisa.


"Menurut Mommy?"biru bertanya balik tanpa membali kan tubuh nya,tangan nya masih mengepal erat, mengingat perlakuan nyonya Lisa selama ini.


"Kau tampak nya semakin besar kepala karena putra ku sangat mencintai mu"Nyonya Lisa berdiri di hadapan biru.


"Iya,anggap saja begitu"biru menjawab singkat, enggan rasa nya ia berbicara panjang lebar kepada nyonya Lisa.


"Kenapa kau semakin kurang ajar hah?!"


"Diam lah!saya takut anda cepat mati karena terlalu marah-marah"Biru menjawab lugas.


"Honey!nanti saja ke makam,ada yg ingin kita temui"William yg baru datang, langsung menggandeng tangan biru,membawa wanita itu ke dalam mobil.


"Kita mau ke mana hubby?"biru mengeryit ketika mobil memaskui daerah perhutanan.

__ADS_1


"Sudah satu bulan lama nya saat terakhir aku melihat kondisi ratu, karena itu aku ingin melihat nya lagi sekarang"William mencengkram erat stir mobil milik nya, melaju kan mobil dengan kecepatan yg lumayan di atas rata-rata.


"Ya!ada siapa saja di sana?aku ingin merekam nya lalu mengirim kan pada ayah,menunjuk kan betapa menderita nya putri kesayangan itu"biru menyeringai.


"Kau akan segera tau"mobil terhenti di sebuah gudang besar, dengan langkah tegas dan juga tegap,biru keluar dari dalam mobil.


"Kakak ipar juga datang?lama tidak bertemu?ku dengar dari Steven, kakak ipar menginap di rumah nona Kim? bagaimana kabar calon istri ku itu?"


Baru saja menapak kan kaki di gedung,sapaan dari dokter Vilton langsung terdengar menyapa di telinga nya.


"Lama tidak bertemu juga.dia tidak baik-baik saja, sudah dua hari tidak sadar kan diri, karena itu mohon dia nya"biru mengulas senyum sangat lebar, sedikit mengangguk hormat ketika Rokki menatap ke arah Nya.


"Di mana dia?aku sangat ingin bertemu dengan nya sekarang?"biru melangkah cepat,sejenak dia terdiam, debu-debu masuk menelusup ke dalam Indra penciuman nya.


"Uhuk!uhuk!kenapa tempat ini sangat berdebu sih?"biru terus mengibas kan tangan nya di hadapan wajah,melirik ke sana kemari.


"Ini adalah tempat penyiksaan paling tepat nona"Rokki berdiri tepat di samping biru,di ekori oleh sekertaris Steven yg baru datang.


"Steven ada apa? semua nya Baik-baik saja kan?"Rokki mengeryit melihat sekertaris Steven hanya diam—berbeda dari biasa nya.


"Kakak ipar ikut aku"dokter Vilton membimbing langkah biru untuk segera menemui ratu.


"Lama tidak bertemu?"biru menyapa begitu melihat ratu tengah di ikat di sebuah kursi.


"Kau?!"tangan ratu mengepal mendengar suara dari biru.


"Ya,apa kabar? kondisi mu sangat mengkhawatir-kan.bagaimana bisa seorang model yg akan go internasional dalam keadaan seperti ini?citra mu di hadapan publik tentu akan hancur bukan?"biru berkata sinis,tatapan wanita cantik itu menajam.


Plak!


Tamparan indah melayang, menyentuh pipi mulus milik Ratu.


"Sebenar nya apa mau mu hah?!kenapa kau tega sekali berlaku seperti itu pada ku dan anak ku yg tidak tau apa-apa!"biru berteriak lantang,suara nya terdengar sangat keras, bahkan hingga penjuru ruangan.


"Aku ingin Wiliam!"


Plak! Sebuah tamparan langsung melayang,biru semakin murka mendengar perkataan dari Ratu yg menurut nya tidak tau Malu.


"In your dream!"biru berteriak keras,mulai mengeluar kan handphone milik nya.


"Aku tidak melakukan apapun.hanya ingin memberi tau ayah,putri nya tidak baik-baik saja sekarang"biru tertawa mengeri kan.


Di luar,empat sekawan bergidik ngeri mendengar suara tawa dari biru yg sangat menakut kan.


"Apa ini efek berteman dengan nona Kim?"William berdecak kesal.


"Bukan kah ini hal yg baik tuan muda?nona muda tidak memperlu kan bantuan orang lain lagi"sekertaris Steven berujar lirih dan sangat santai.


"Tapi biru ku jadi semakin menakut kan"William masih saja menggerutu kesal.


Back to Biru.


Ayah.


Biru menyeringai melihat id kontak penelpon, ternyata kasih sayang ayah nya sangat lah besar kepada ratu.


"Ayah menelfon,berteriak lah sesuka hatimu ratu, aku sangat ingin membayang kan wajah laki-laki paruh baya itu panik mendengar putri nya berteriak"


Biru menekan tombol hijau seiring dengan teriakan ratu yg menggema keras.


[Ayah!ayah tolong aku di sini]


Ratu berteriak histeris,mengharap kan pertolongan dari sang ayah.


[Ratu nak?kau di sana ini ibu mu nak]


Ternyata Nyonya Nina yg mengangkat.


[Ibu tolong!biru dan semua antek-antek nya menyakiti ku]


[Astaga sayang!apa yg dilakukan biru kepada mu?kata kan di mana kau sekarang]


[Aku tidak tau Bu]


Ratu semakin terisak, sementara biru dengan sangat santai mengamati drama yg akan terjadi.

__ADS_1


[Ada apa?]


Terdengar suara dari tuan Hartono.


[Putri mu menyekap putri ku]nyonya Nina Langsung mengadu.


[Biru!ayah tau ratu salah tapi jangan seperti ini nak!dia adik mu,ada darah yg sama mengalir di tubuh kalian.kaliam sama-sama putri ayah,ayah tidak mau kalian bertengkar]


[Putri? semenjak aku lahir baru sekarang ayah mengakui ku putri,percaya lah ayah saat ini aku sangat bahagia]


Biru menggigit bibir bawah nya kelu.


[Maaf kan ayah nak]


[Tapi aku tetap tidak bisa membiar kan ratu lolos begitu saja.jika ada darah yg sama mengalir dalam nadi kami, begitu juga putra ku yg masih memiliki setetes darah dari nya.tapi,dia dengan tega menyakiti saudari nya sendiri,membuat seorang ibu kehilangan anak nya.aku akan memasti kan satu hal,hanya jasad nya yg aku kirim ke Indonesia].


[Biru nak,kau mau menjadi pembunuh?.ayah mohon sayang,jangan lakukan itu].


Tuan Hartono terisak keras.


[Aku?tentu tidak tapi para antek-antek ku yg akan melakukan nya.darah harus di bayar darah kan ayah?tapi anak ku tidak salah apa-apa, hingga ratu harus membunuh nya]


Biru terisak,hati nya semakin terluka mengingat ratu—wanita yg ia Anggap adik dan bela mati-matian ternyata membunuh anak nya.


[Nak jangan lakukan itu]


[Ayah seharus nya mengata kan itu pada diri ayah sendiri ketika ayah hendak meninggal kan ku dan ibu]


[Nak, jangan seperti itu]


Tut.


Biru segera memati kan panggilan telfon milik Nya.


Tanpa memperduli kan ratu yg terus-menerus berteriak kesakitan,biru segera pergi dari sana.


"Kurung dia sekitar 4 Bulan lagi,dan jangan membunuh Nya,lapor kan dia ke polisi,tuntut hukuman seumur hidup, posting juga di media sosial aku ingin dia di hakimi oleh masyarakat"


Semua orang yg ada di sana terkejut mendengar perkataan dari biru.


"Kenapa honey?dia sudah membunuh putra kita?"Wiliam protes tidak suka.


"Lalu apa beda nya dengan dia kalau begitu?tuhan maha pemaaf bahkan sebesar apapun dosa yg di perbuat oleh hamba nya,lantas kita sebagai manusia kenapa tidak?"biru berkata sangat bijak dengan suara yg sangat lembut.


"Aku hanya ingin memberi nya pelajaran yg setimpal.dan ya,setiap hari kirim video penyiksaan itu pada ibu nya"biru berlalu pergi di ekori dengan William,dia merasa sangat beruntung karena memiliki istri seperti biru.


Mobil melaju pulang ke Mansion Smith,baru saja ssmoau di mansion,biru mengeryit melihat punggung kekar seseorang yg masih di dorong kursi roda.


"Pak Rahardian?"biru menebak asal, ketika kursi roda itu berbalik,biru membuka mulut nya karena sangat terkejut.


"Masyaallah Alhamdulillah"biru bergumam sangat pelan,dia memandang ke arah Rahardian dengan pandangan berkaca-kaca.


"Kau ada di sini?"William bertanya, sekedar berbasa-basi pada Rahardian.


"Aku sedang menjalani pengobatan —sekaligus berkunjung kesini,aku harap kalian tidak terganggu Karena kedatangan ku"dengan nafas tersengal-sengal Rahardian berujar pelan,alat bantu nafas manual masih bertengger di hidung nya.


"Tentu kami tidak masalah"William berkata dengan suara yg sangat pelan.


"Biru maaf karena kelakuan adik ku membuat anak mu Tiada.aku benar-benar tidak tau apa pun,aku baru tahu kemarin"Rahardian terisak di hadapan biru.


"Rahardian kenapa kau merasa bersalah?ini semua bukan lah kesalahan mu"William mendekat,dia yg pertama kali bertindak melihat keadaan Rahardian.


"Pak jangan berkata seperti itu.semua nya sudah terjadi,bapak tidak tau apapun.bapak tidak bersalah, bagi biru dan anak-anak,bapak hanya lah malaikat yg datang di saat kami butuh bantuan"


Biru berlutut di depan Rahardian,air mata nya mengalir deras,jasa Rahardian sangat lah besar dan banyak bagi Nya.


"Tapi ini semua karena adik ku.kau dan William harus kehilangan anak kalian"Rahardian menangkup kan kedua tangan nya memohon maaf.


"Hubby"biru menatap William penuh harap,dia ingin William membantu nya.


"Ini bukan lah salah mu"William juga berujar hal yg sama.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2