Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Tembok pembatas


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Pagi mulai datang,berganti tugas dengan malam.


Di sebuah ruangan khusus KNN BOUTIQUE,Nisa meregang kan otot-otot nya yg terasa kaku,meletak kan kepala nya pada meja kerja milik nya.mata nya berubah satu,tiba di Korea pukul 05:00 waktu setempat,mengharus kan nya tidur hanya 2 jam, waktu yg cukup singkat untuk pemilik tubuh dan imun lemah.


Baru saja,ingin tertidur,suara ketukan pintu membuat nya mem-berengut kesal, tidak lama pintu terbuka, seorang karyawan KNN boutique masuk, membungkuk hormat kepada Nisa.


"Nona Kim ada orang yg mencari anda?"mendesah kasar, Nisa akhir nya memutus kan untuk menyuruh tamu nya untuk masuk.


Jeng jeng jeng.


Kejutan macam apa lagi ini!, ternyata pengganggu nya adalah Sekertaris Steven Gerrard,dan juga tuan muda nya William Alexander Efron Smith.


Dengan gaya super Cool,mereka berdua masuk tanpa memperduli kan sang empu yg menatap ke arah mereka tajam,tanpa dosa karena telah menggangu Istirahat nona Kim.


Tidak lama seorang pelayan datang,membawa kan minuman dan juga makanan ringan untuk tamu baru mereka.


"Ada apa?"bertanya tanpa berbasa-basi terlebih dahulu,atau sekedar menawar kan minum,Nisa memang orang yg sangat simpel.


"Aku ingin bertemu dengan anak-anak ku"Nisa menyeringai, dia sudah menebak alasan kedatangan William,tentu karena Rosse dan Rossi, ternyata laki-laki ini cerdik juga ya, begitu lah yg ada di fikiran nisa.


"Hubungan nya dengan saya?"berbicara formal tapi terdengar sangat menusuk,menghujam langsung ke manik mata biru milik William.


"Hanya kau yg bisa membantu saya nona Kim"Nisa menghela nafas dalam,sebelum gadis itu pergi keluar,tanpa memperduli kan raut wajah kejam dan kesal milik sekertaris Steven Gerrard dan juga William.


Langkah kaki berhells hitam itu terus menapaki, hingga masuk ke dalam sebuah ruangan kecil,ruangan pribadi untuk para karyawan sekedar beristirahat atau mengobrol,bercerita sekedar mengakrab kan diri.


"Selamat pagi nona Kim"biru yg baru saja di panggil, sesegera mungkin mendatangi Nisa,tangan nya saling meremas, menerka-nerka apa yg akan di kata kan oleh Nisa,jujur ini pertama kali nya mereka berbicara sepulang nya Nisa dari Spanyol.


"Apa keputusan mu biru?"wajah biru mendadak pias.dia mulai faham sekarang,apa yg akan di bicara kan Nisa,pasti tentang si kembar, Rosse dan Rossi,dan juga William.


"Aku tidak tau nona Kim"biru duduk di hadapan Nisa,mendongak menatap ke arah wajah cantik Nisa, guratan penuh ketenangan terpatri jelas di wajah cantik Nisa,setidak nya itu bisa sedikit menenang kan fikiran biru.


"Kau tidak boleh egois biru!mereka berhak memiliki identitas yg benar dan akurat di mata negara.mereka berhak memiliki kasih sayang seorang ayah,bukan kah mereka akan sekolah,kita butuh identitas yg jelas"biru tampak termenung,Nisa yakin bahwa wanita yg lebih tua dari nya ini sudah terpengaruh.


Biru bimbang.pada hal dia sudah menetap kan pilihan untuk membiar kan anak-anak nya bertemu dengan William.tapi kenapa sekarang,biru kembali bimbang.


Meneguk secangkir teh hangat,biru berusaha untuk mengusir kegundahan hati nya, tapi percuma,rasa tidak nyaman dan kebingungan kembali menggelayut hati nya.


Biru bingung,apa yg ia harus pilih sekarang, kebahagiaan anak-anak nya atau trauma nya sendiri.


"Aku tidak akan menghalangi mereka untuk bertemu dengan daddy nya jika memang mereka mau,tapi aku tidak ingin bertemu dengan nya"


Nisa menghela nafas pelan,dia tentu tau biru memiliki rasa trauma tersendiri,rasa trauma yg sekarang berbalut dengan rasa benci,wajar memang, kejadian pemerkosa itu menjadi titik balik kehidupan biru,hidup nya hancur dalam satu malam.


Tidak bisa memaksa,Nisa sama sekali tidak bisa memaksa biru untuk menerima kehadiran William yg notabene nya adalah orang baru.tapi,cukup satu hal,setidak nya tingkat kedewasaan yg di miliki biru bertambah, Wanita itu lebih memienting kan kebahagiaan anak-anak nya,di banding kan ego nya.

__ADS_1


"Pinta mereka kemari!"biru mengangguk pasrah,mulai mengeluar-kan handphone milik nya,menelfon sopir nona Kim untuk segera menjemput anak-anak nya di rumah.


Tidak lama,Rosse dan Rossi masuk, mereka tampak kompak dengan gaun dan kemeja warna hitam,senyum tipis terukir di wajah tampan Rossi.


"Nona Kim"secara bersamaan kedua anak kembar itu menyapa Nisa, membungkuk hormat kepada wanita yg sudah menjadi penolong.


"Sayang,Rosse mau bertemu dengan Daddy kan?"Rosse yg sudah duduk di sebelah sang mommy mengeryit bingung,ada apa gerangan sang mommy yg biasa nya tidak menyukai jika Rosse berdekatan dengan William kini berubah.


"Lousse mau"Rosse mengangguk penuh semangat.


Biru tersenyum miris.putri nya ternyata sangat menyayangi laki-laki itu.laki-laki yg tidak lain adalah ayah kandung mereka,biru sekarang harus bersiap menahan diri untuk mengikhlaskan putri kecil nya berdekatan dengan laki-laki itu.


"Baik lah,Daddy ada di sini, Rosse bisa menemui nya bersama Rossi"


"Tidak!"Rossi langsung menyanggah cepat,tatapan mata nya berubah tajam,pertanda dia tidak ingin sama sekali bertemu dengan William.


"Rossi, dengar mommy"biru berjongkok,memegang erat tangan mungil milik sang putra,menatap langsung mata Rossi, berharap anak nya mau menuruti permintaan nya sekali ini saja.


"Dia Daddy mu sayang,mommy mohon jangan seperti ini.kau menyayangi mommy kan?tunjuk kan bahwa kau meyayangi nya juga,dia Daddy mu,mommy akan sangat bahagia jika kau mau menerima nya.ini semua bukan salah daddy mu, takdir yg salah,mereka mempertemu-kan mommy dan Daddy dalam situasi yg rumit,jadi mommy mohon jangan menyalah kan nya"


Rossi memaling kan wajah, kebiasaan nya karena tidak ingin melihat mommy nya menangis.


"Mommy mohon,dia Daddy mu,kau ingin Rosse bahagia kan,Rosse bahagia bersama Daddy nya,mommy ingin melihat kalian memiliki orang tua yg lengkap"biru mencurah kan isi hati nya secara langsung,tangan Nya masih menggenggam erat tangan mungil Rossi.


"Baik lah"karena tidak ingin mommy nya menangis, akhir nya Rosso mengangguk pasrah.


Rosse tersenyum lebar,lalu mulai mengulur kan tangan nya kepada Nisa,yg langsung di sambut dengan gendongan.


Mereka berjalan bersama menuju ruang tamu di mana sekertaris Steven dan juga William sedang menunggu.


"Ke mana sih dia?"William masih sibuk menggerutu,minuman yg di sedia kan untuk mereka sudah tandas,di ikuti dengan makanan ringan yg hanya tinggal piring nya saja.


Menunggu itu membosan-kan,dan sekarang ke dua laki-laki paling tampan di Smith Group harus menunggu.tapi ada yg berbeda sekarang, William tidak merasa jengah, karena yg ia tunggu adalah gadis yg menjadi jembatan pertemuan nya dengan anak-anak.


"Daddy!"di tengah kebosanan nya,suara melengking yg sangat-sangat di rindu kan oleh William terdengar,bahkan sangat keras,di ikuti dengan lengkingan.


Berbalik.mata biru milik willliam langsung berbinar bahagia,melihat siapa yg ada di dalam gendongan nisa.Rosse,peri kecil nya itu sedang menatap penuh kerinduan ke arah nya.


"Sayang"sekertaris Steven juga ikut berdiri,menyaksi kan sang tuan muda mengambil alih gendongan Rosse,lalu mengecup pipi gembul milik putri nya itu.


"Daddy Lousse Lindu,mommy Ndak boleh Rosse dekat-dekat Daddy,tapi tadi mommy mengata kan lousse bisa main sama Daddy sehallian, lousse sayang Daddy"Rosse langsung merengkuh leher tegap milik William erat,menyembunyi kan wajah cantik nya di ceruk leher milik sang daddy.


Jika Rosse sangat bahagia bisa bertemu dengan William,maka berbanding terbalik dengan kembaran nya,rossi.tidak ada sedikit pun raut bahagia di wajah pria kecil milik biru itu,dia hanya memandang datar,semakin mengerat kan genggaman tangan nya kepada Nisa,tampak nya dia mulai tidak nyaman dengan situasi yg terjadi.


"Rossi kau tidak ingin memeluk Daddy boy?"willliam mengalih kan pandangan nya kepada Rossi yg terdiam.


Tidak menjawab sedikit pun,membuat Nisa melirik ke arah nya, menyadari situasi yang mulai tidak nyaman,bisa memutus kan untuk menggendong pria kecil itu,membawa nya masuk ke dalam ruang pribadi milik Nisa.


"Ada apa Rossi?"Nisa memicing lalu menatap tajam ke arah Rossi, berusaha mencari tau apa yg sedang di sembunyi kan oleh Rossi.

__ADS_1


"Aku tidak mau menganggap nya Daddy ku nona Kim"Rossi menunduk,dia benar-benar tidak menyukai kehadiran William sedikit pun.


Bukan,Rossi bukan membenci sang daddy.hanya saja hati kecil nya terus-menerus menolak fakta,bahwa laki-laki itu Daddy nya.


Tumbuh menjadi laki-laki seorang diri di tengah kembaran dan mommy nya.rossi di tuntut untuk selalu mengerti keadaan, mengambil keputusan seorang diri.


Satu hal yg Rossi tau,William bukan laki-laki baik.tidak ada laki-laki baik yg akan menghancur kan kehidupan seorang gadis tak berdosa.tidak ada laki-laki baik yg akan meninggal kan anak-anak nya,membiar-kan anak-anak nya menjadi bahan hinaan banyak orang.


ANAK HARAM.cap yg di beri kan kepada masyarakat lingkungan bruk Rosse dan juga Rossi.Tanpa tau apa yg terjadi,mereka tetap menganggap Rosse dan Rossi adalah anak haram,mereka tidak ingin tahu fakta yg sebenar nya.


"Rossi,aku sangat menyayangi mu seperti anak ku sendiri,dengar ini baik-baik,jika memang kau tidak menganggap dia adalah daddy mu, berpura-pura lah di hadapan orang lain,mau kan kau melakukan itu untuk ku"Rossi mengangguk, lalu melangkah keluar di iringi Nisa dari belakang.


"Loussi Daddy mau mengajak kita pellgi ke llestaullan?loussi mau ikut?"tawar Rosse yg setia berada di dalam pangkuan William, senyum terukir di wajah tampan William melihat kehadiran sang putra,Rossi.


"Iya"hanya itu jawaban yg di beri kan oleh Rossi kepada Rosse,sikap nya masih sangat dingin.


"Nona Kim terima kasih banyak"Nisa yg sibuk mengamati sesuatu menoleh ke arah William yg membungkuk penuh terima kasih kepada nya.


"Hem"singkat Nisa.


"Sebelum malam, mereka harus segera kembali!"titah dari Nisa kepada Willliam dan juga sekretaris Steven.


"Tentu saja nona,kami permisi"sekertaris Steven ikut membungkuk,lalu mengulas senyum tipis yg bisa membuat wanita manapun meleleh,kecuali Nisa,hati nya telah beku.


Saat akan masuk ke dalam mobil,tanpa sengaja manik biru milik William bertabrak kan dengan manik hitam milik biru, sedari tadi ibu muda itu terus mengawasi anak-anak nya dari balik kaca tembus pandang butik, ketika menyadari William juga menatap ke arah nya,biru secepat mungkin menghilang di balik tembok.


Menyandar kan tubuh nya,entah apa yg ada di fikiran biru sekarang,air mata terus mengalir dari manik mata nya.kepala nya tengah pusing sekarang,setiap melihat William kenangan itu semakin datang menghantui,biru jadi bingung sendiri,harus bagaimana.


"Tuan muda"panggilan dari sekertaris Steven menarik kesadaran William yg sibuk mengamati biru yg telah menghilang di balik tembok.


"Ayo!"memasang sabuk pengaman,mobil mulai melaju,membelah jalanan padat kota Seoul.


Dua hati yg sebenar nya terikat,hanya saja tidak ada yg ingin perduli satu sama lain,tembok pembatas di buat oleh salah satu mereka, tembok yg sangat kokoh dan tinggi,butuh perjuangan untuk menembus nya.


Menembus benteng hati yg terlanjur sakit, bisa kah dua makhluk tuhan itu bersama, ketika benteng kokoh menjadi pemisah.


Rasa bersalah dan juga benci merayapi hati mereka masing-masing,semakin membuat benteng itu sangat kuat,bahkan kehadiran dua makhluk pemersatu mereka pun tidak bisa.


Secara tidak langsung biru membuat sebuah tembok kokoh untuk tidak di lewati oleh William.


Jika willliam boleh memilih,dia tidak ingin di takdir kan sebagai laki-laki perusak kehidupan biru,tapi dia bisa apa sekarang,itu sebuah kecelakaan.


Sepanjang perjalanan,hanya sepi yg melanda mobil.william sibuk dengan fikiran nya tentang biru,Rosse sibuk dengan alam mimpi nya,dan juga Rossi memang tidak banyak bicara,dia memilih diam karena tidak menyukai kehadiran William.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2