
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Benar kah?aku memang sangat tahu diri nyonya, terbukti aku terus menolak,salah putra anda sendiri.empat tahun waktu yg cukup lama untuk terus mengejar wanita yg jangan kan menengok,melirik saja tidak"biru menegak minuman di hadapan nya pelan penuh keanggunan.
"Kau!seharus nya kau menerima lamaran yg di beri kan putra ku,bukan sok jual mahal!"tampak nya Nyonya Nina memang sangat ingin menonjok kan biru, tapi ibu dua anak itu hanya diam sembari menyeringai.
"Karena saya bukan anda yg jual murah nyonya"tak lama setelah berujar,biru terkekeh sangat pelan.
"Kau!"
"Apa?"biru menantang.
"Ambil ini!lalu terima lah lamaran putra ku"nyonya Nina mengeluar kan sebuah amplop tebal berwarna coklat,melempar nya tepat di hadapan biru.
Biru menyeringai,tapi tak urung dia membuka amplop itu, setumpuk uang seratus ribu ada di sana.
"Aku sangat berterima kasih nyonya Nina!tapi aku bukan anda yg bisa di beli dengan uang"biru melempar kan uang itu tepat di depan wajah Nyonya Nina.
"Kau memang kurang ajar!"nyonya Nina mengepal kan tangan geram,biru memang benar-benar menguji kesabaran orang lain.
"Memang saya kurang ajar, tapi bukan wanita yg merusak rumah tangga orang lain"biru berdiri,tapi tak urung terdiam melihat Rahardian berdiri dengan wajah pucat, tangan nya berpegangan erat pada tiang infus.
Mata nya memancar kan kekecewaan yg sangat besar.
Rahardian berjalan mendekat,wajah nya pucat pasi,mata nya berkaca-kaca,membuat biru tak tega, wanita itu mendekat,menatap tubuh jangkung itu,lalu menghadiahi sebuah pelukan hangat,air mata biru menetes dengan sendiri nya,biru seakan kehilangan sosok sahabat baik,dan juga kakak yg sangat baik.
Dalam diam nya biru terisak,memeluk tubuhku tegap Rahardian,untuk pertama kali nya selama kurang lebih empat tahun mengenal Rahardian,biru memeluk laki-laki itu erat,ada rasa tak rela jika berpisah dengan laki-laki yg menjadi sumber kebahagiaan ke dua anak nya.
"Biru"Rahardian bergumam,perlahan dia membalas pelukan dari biru erat, meresapi pelukan dari wanita yg sangat di cintai nya itu.
"Terima kasih, terima kasih untuk segala nya pak,maaf biru dan anak-anak belum bisa membalas semua kebaikan bapak,jaga diri mu pak,aku pamit assalamualaikum"biru melepas kan pelukan nya,lalu berjalan menjauh.
Biru sudah mengambil satu keputusan, mengakhiri segala sesuatu yg berhubungan dengan tuan Hartono dan juga keluarga Rahardian,biru benar-benar memiliki tekad yg bulat untuk menjauhi semua masalah ini.
Besok.ya besok adalah langkah pertama nya untuk mengambil kehidupan baru,membuka lembaran baru tanpa kehadiran Rahardian.
Laki-laki yg selama ini selalu mendukung nya dan si kembar, Rosse dan juga Rossi, laki-laki yg selalu memberi kan dukungan,baik materi maupun psikologis, Rahardian tanpa laki-laki itu,biru meyakin kan diri, hidup nya akan baik-baik saja.
Rahardian,biru memang tidak mencintai Nya,tapi kehadiran Rahardian membawa pengaruh besar untuk biru,memberi kan secercah cahaya di gelap nya dunia,memberi kan pertolongan untuk menjalani hidup yg sangat keras.
Berkali-kali biru melirik ke belakang, laki-laki tampan itu masih menatap ke arah punggung nya, Rahardian tak henti-henti nya meratap kepergian biru.
Setelah punggung biru menghilang di balik tembok, Rahardian melangkah mendekat ke arah sang ibu,yg tampak nya sangat shock karena kedatangan nya yg mendadak.
Awal nya, Rahardian memang ingin mencari biru,mengantar wanita itu untuk pulang,tapi lihat lah dia malah mendapat kan sebuah kejutan yg sangat wah,bahkan membuat dada nya sakit.
Penilaian nya tentang ibu nya kini hancur lebur,dulu Rahardian selalu berfikir ibu nya adalah wanita paling suci di dunia.
Rahardian salah,ibu nya tak lebih dari wanita licik yg akan menghalal kan segala cara demi mendapat kan apa yg di ingin kan nya,mungkin di keluarga nya Rahardian lah yg paling tulus.
__ADS_1
Tidak ada satu pun manusia di keluarga nya yg terlihat tulus,hanya Rahardian, mungkin karena dia memiliki sifat yg di turun kan oleh almarhum ayah nya.
"Ibu memang licik,ibu menghina wanita yg sangat ku cintai,apa ibu sudah puas?"lirih.tapi suara Rahardian mampu membuat nyonya Nina terdiam,dia tau dia salah,tapi ego nya tak ingin kalah.
"Kau mencintai wanita itu kan?kau mencintai adik tiri mu!ibu benar,ibu hanya ingin kau mendapat kan apa yg kau ingin kan"nyonya Nina tetap Keukeh pada pendapat nya.
"Tapi cara ibu salah,ibu merendah kan nya.ibu memang sangat egois,bagi ibu keinginan ibu adalah hal yg paling penting, karena itu juga ibu rela merenggut kebahagiaan wanita lain"Rahardian berkata sangat sinis.
Sial, dalam hati Nyonya Nina mengumpat.putra yg dulu selalu mendukung nya kini berbalik melawan nya, sebelum nya Rahardian selalu menurut dengan segala perkataan yg dia beri kan,tapi sekarang Putra nya balik memojok kan nya.
"Awal nya Dian tidak percaya bahwa ibu perusak rumah tangga orang lain, tapi sekarang, dengan mata kepala Dian sendiri,Dian melihat seberapa ambisius nya ibu, tingkat ke-egoisan ibu di atas rata-rata"Rahardian meninggal kan ibu nya yg masih tergugu di tempat.
Di dalam ruang rawat nya,tuan Hartono berdiri dengan bersidekap.
"Ayah, sebenar nya apa alasan ayah meninggal kan biru dan ibu nya?jika memang karena tidak ada nya ketidak cocokan,ayah seharus nya tetap bertanggung jawab untuk menafkahi biru, tidak ada mantan anak ayah"
Rahardian langsung memberondong tuan Hartono dengan banyak alasan, terutama alasan pertama kenapa laki-laki tua itu meninggal kan biru dan juga istri pertama nya.
Sekembali nya biru dari rumah sakit,dia langsung pergi ke restauran,memegang sebuah amplop putih, berisi surat pengunduran diri.
"Senior,ini surat pengunduran diri saya,mulai besok saya biru Anindita fresyah resmi bukan anggota restauran ini"biru mendatangi seorang koki senior yg juga menjabat sebagai kepala dapur.
Mereka sontak terbelalak,bahkan histeris.bagaimana tidak,tanpa ada angin dan hujan,biru mendadak mengundur kan diri,secara tiba-tiba,tentu itu bagai kan Jabar penuh kesedihan bagi para perkerjaan yg sangat dekat dengan nya.
"Biru ada apa ini? kenapa kau tiba-tiba mengundur kan diri?ada masalah?"koki senior mendekat ke arah biru,tanpa mengambil amplop pengunduran diri yg telah di tulis dan di tanda tangani oleh biru.
Bukan hanya koki senior,semua pegawai di dapur langsung mendekat, meninggal kan perkerjaan mereka.mengelilingi biru menanya kan alasan ibu muda itu mengundur kan diri.
"Aku hanya ingin fokus dengan usaha kue ku senior, fokus pada tugas ku mengurus Rosse dan Rossi.jika aku tetap berkerja di sini,aku akan banyak kehilangan banyak waktu untuk anak-anak ku"biru melirik sedikit, setelah meyakin kan diri bahwa semua nya mendengar kan,biru mulai memberi kan alibi terbaru nya.
"Aku hanya seorang janda, anak-anak tidak memiliki siapa-pun kecuali aku,aku tidak ingin mereka kurang kasih sayang.doa kan aku semoga saja usaha kue ku berjalan lancar,aku pasti akan merindu kan kalian semua, kebersamaan yg telah kita lalui, terima kasih karena telah menerima ku hadir di tengah-tengah kalian"
Biru menangis,salam perpisahan ini sungguh sangat lah berat, kebersamaan nya dengan semua orang di Restauran ini sangat lah berarti.
Jika bukan karena masalah itu, mungkin biru tidak akan meninggal kan restauran tempat nya mencari uang,selama empat tahun ini.tempat nya berteduh ketika hujan,tempat nya berkeluh-kesah dengan senior-senior yg baik hati dan tidak sombong.
"Biru kami akan merindu kan mu"
"Sekali-kali mampir lah kemari,ajak si kembar,kami pasti akan merindu kan kehadiran kalian bertiga"
"Jangan sungkan,jika butuh sesuatu hubungi lah kami"
"Kau adalah adik terbaik biru"
"Biru jangan pergi,kami pasti sangat kesepian"
"Hubungi kami biru!"
"Kami semua menyayangi mu"
Biru mengangguk,menatap penuh kasih sayang dan keharuan pada mereka semua yg mengucap kan Kalimat perpisahan.
__ADS_1
"Biru titip ini, beri kan kepada pak Rahardian ketika beliau datang"biru menyerah kan sebuah surat kepada koki senior,sebelum melangkah pergi.
Biru mengulas senyum lebar ketika melihat rekan kerja nya mengiringi kepergian nya,dengan lambaian tangan,dan tekad penuh keyakinan,biru melangkah pergi.
KE ESOK KAN HARI NYA.
Sejak subuh biru sudah berkutat di dapur kecil milik nya, sesekali mata nya melirik ke arah dua buah hati nya yg masih terlelap.
Biru sudah memutus kan untuk memfokus kan diri dengan perkerjaan nya yg sekarang,membuat lebih banyak kue,dan menitip kan nya di berbagai universitas.
Blue cake,belum berubah,masih sama seperti dulu.tapi perkerjaan ini lah yg menjadi tempat biru bergantung, menjadi tempat untuk nya mencari nafkah.
Semua nya sudah selesai, kue-kue sudah berada di kotak, biru benar-benar harus berkerja keras sekarang,untuk membeli beberapa perabotan rumah kemarin saja benar-benar menguras tabungan nya.
Mau tidak mau,biru harus benar-benar memutar otak,mengatur seminimal mungkin pengeluaran,dan memperbanyak pemasukan.
"Rosse!Rossi bangun! sudah pagi!"biru membangun kan anak-anak nya yg masih tertidur, mendengar suara cempreng sang mommy,Rossi lebih dulu membuka mata nya.
"Good morning my prince"biru mendekat ke arah Rossi sembari membawa handuk,lalu mengecup pelan pipi gembul sang putra.
"Morning mommy"singkat.seperti biasa,tanpa di perintah,Rossi langsung pergi ke kamar mandi kecil di rumah petak ini,mulai membersih kan diri tanpa bantuan sang mommy.
"Sayang,Rosse bangun yuk!"biru menggendong tubuh lunglai Rosse,menepuk beberapa kali pipi gembul sang putri agar terbangun.
"Huaaa...lousse asih antuk mommyhh, lousse mahu tidull,telllus mimpi,biall nanti bisha bellteumu Shama Daddyhh"
Biru menghela nafas,putri nya ini sangat merindu kan kasih sayang seorang Daddy.
"Baik lah tapi sekarang Rosse bangun dulu, mommy sudah membuat sarapan,ayo kita mandi"biru lalu menggendong tubuh mungil Rosse menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai memandi kan Rosse biru langsung menyuapi nya sarapan, seperti biasa nya mereka hanya makan dengan lauk seada-nya.
Lebih dari cukup,biru tak ingin mengeluh, melihat anak-anak nya bisa makan tanpa menahan lapar sudah sangat membahagia kan untuk biru, terutama ketika ke dua anak kembar nya tidak pernah mengeluh sekali pun.
"Mommyhh, Daddyhh na lousse dhi mana? Meummang lousse Ndak puna Daddyhh? ceupelleti kata temen-temen? Meummang na lousse anak Hallam?"
Biru tertegun,untuk pertama kali nya Rosse bertanya langsung pada nya tentang keberadaan sang daddy.sebelum nya,Rosse hanya bertanya pada Rahardian,biru tau itu.tapi dia sama sekali tidak menyangka Rosse akan jujur pada nya.
"Rosse bukan anak haram,tidak ada anak haram di dunia ini.rosse anak mommy sama daddy,tapi sekarang Daddy sedang sibuk, suatu saat nanti pasti Rosse bisa bertemu dengan Daddy"sekuat tenaga biru menahan air mata nya untuk tidak tumpah, terutama ketika melihat manik se-biru lautan milik rosse menatap nya polos.
Sebagai ibu tunggal, tentu biru tau bahwa kedua anak-anak nya sangat mengingin kan kehadiran seorang ayah,tapi biru bisa apa.
Hingga detik ini, biru bahkan belum menemu kan laki-laki yg telah menodai nya,jika bisa bertemu entah apa yg akan dia lakukan,biru tak meminta tanggung jawab baik dalam hal apa-pun termasuk materi,tapi cukup laki-laki itu hadir dan memperkenal kan diri sebagai Daddy anak-anak, sesederhana itu keinginan biru.
"Taupi kauppanh mommyhh?? lousse tapek tunggu, lousse mahu daddyhhh sekaullang"Rosse mulai berteriak-teriak dan menanis dengan sangat keras, seperti biasa nya jika keinginan nya tidak di turuti,Rosse akan mengamuk seperti ini.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1