
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Flash back.
Chika kecil adalah gadis periang penuh dengan tawa dan sangat manis.di sisi nya selalu saja ada anak laki-laki kecil dengan wajah blasteran Korea.
Devan Aldiano, tetangga sebelah rumah Devan sekaligus sahabat baik Chika.
Mereka selalu berdua jika kemana-mana.saling memperdulikan satu sama lain,Devan adalah orang pertama yang paling khawatir jika terjadi sesuatu pada Chika.
“chika!”
Byur.
Chika terdiam,tubuh nya basah karena guyuran air yang di beri kan ibu angkat nya, Nyonya ene.
"Iya Bu?"Chika kecil bertanya dengan nada bergetar.
"Ibu kan sudah bilang kue di atas meja itu buat delima bukan buat kamu!"Nyonya ene menjambak rambut panjang chika.
"Maaf ibu,Chika nggak tau"Chika menggeleng,tangis nya terdengar.
__ADS_1
"Kamu itu cuma anak angkat! orang tua kamu itu nggak jelas siapa,jadi sadar posisi kamu!"nyonya ene terus marah-marah.
"Maaf Bu"Chika kecil menggeleng.
Bukan nya luluh, Nyonya ene malah menarik tangan mungil Chika, mencengkram nya dengan sangat erat, menarik nya menuju gudang.
"Diem di sini jangan keluar!"Nyonya ene langsung mengunci Chika di gudang.
"Ibu jangan kunci Chika bu!ini sudah malem bu!di luar hujan, Chika takut hujan Bu!"Chika berteriak keras, menggedor-gedor pintu gudang sembari terisak.
Dia paling takut hujan, karena biasa nya hujan akan turun di sertai dengan gemuruh petir.
Byur.
Hujan turun dengan sangat deras nya.membuat Chika semakin meringkuk ketakutan di pojok gudang,lampu temaram semakin membuat nya ketakutan.
Kak Devan.dan kak Devan,nama Devan bagaikan sebuah penyelamat tersendiri.karena itu,apapun yang terjadi Chika akan terus menggumam kan nama nya.
Tok,tok.
"Chika!ini kakak!"terdengar suara Devan berteriak, di ikuti gedoran di pintu gudang.
"Kak Devan"Chika mendekati pintu gudang.
__ADS_1
"Bukaiin pintu nya Chik,kakak bawain kamu selimut sama makanan nih!"Devan berteriak dari luar.
“di kunci kak,kak Devan lewat jendela aja!”chika kecil segera membuka jendela,dia tidak berani kabur, karena hukuman yang lebih berat pasti skan menunggu nya.
setelah bersusah payah, akhir nya Devan berhasil meloncati jendela.
"ini,kamu pasti kedinginan kan?"devan bertanya,sembari melilitkan selimut di tubuh mungil Chika.
"hehehe,iya kak"Chika memeluk erat selimut.
"kakak kesini malem-malem terus hujan-hujanan nggak kena marah aunty?"Chika bertanya tentang ibu dari Devan.
"Mommy nggak marah kok.kakak tadi udah izin dulu sama mommy.mommy bolehin kok, sekalian di suruh bawa susu sama makanan buat kamu"Devan mengulur kan beberapa makanan ringan dan sekotak susu untuk Chika.
"terima kasih"Chika menerima nya dengan sangat senang.
"kakak kenapa?"Chika bertanya heran pada Devan yang sibuk menggelar Karung di sebelah nya.
"kita tidur di sini.kakak nggak mungkin biarin kamu sendiri di sini"Devan menjawab, karena ia tidak mungkin membiar kan Chika tidur sendirian.
"benar kah?"Chika kecil bertanya dengan sangat bahagia, karena ia tidak tidur sendirian.
"iya, kakak kasian sama kamu chika.tante terus saja menghukum kamu tanpa henti,terus kenapa kamu tetap bertahan?"Devan Bertanya, sembari memeluk Chika.
__ADS_1
"Chika ingin jadi pinter,mereka mau menyekolahkan Chika."Chika dengan polos Nya menjawab,binaran tidak bisa ia tutupi lagi dari kedua mata nya.
"Iya,kamu harus jadi orang pinter"Devan mengelus kepala Chika, melafalkan doa-doa agar keinginan gadis itu tercapai.