
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Gedung hotel Smith.
Nisa dan semua orang sudah menunggu beberapa jam,hingga acara telah berakhir.Nisa sesekali melirik ke arah jam tangan mewah nya, mengeryit karena cukup lama biru dan William.
Rosse bahkan sudah tertidur di dalam dekapan sekertaris Steven.peri kecil itu terlalu mengantuk karena hari sudah larut, sementara sang mommy dan Daddy belum kembali,mata tajam milik Rossi juga sudah sayup-sayup.
"Lebih baik kita pulang!"Nisa mengangkat tubuh mungil Rossi, menggendong pria kecil itu.membiar kan Rossi bersandar pada bahu nya.
Akhir nya semua orang memilih untuk meninggal kan aula.nyonya Lisa masih berfikir positif, mungkin biru dan William sedang menghabis kan waktu bersama.
"Nona Kim!"pengawal bayangan Nisa mendekat,dia tampak membisik kan sesuatu di telinga gadis itu,sebelum Nisa mengangguk.
"Bisa minta pengawal mengantar Rosse dan Rossi pulang,kita harus ke rumah sakit?"semua orang panik mendengar perkataan Nisa,tanpa banyak bicara sekertaris Steven memberi kan Rosse dan Rossi pada kedua bodyguard,meminta mereka untuk mengantar di kembar pulang.
"Kalian tetap ikut aku"ke dua pengawal bayangan Nisa mengangguk patuh.nisa masuk ke dalam mobil,lalu mulai melaju kan mobil.
"Ada apa nona Kim?"Nisa tidak menjawab,dia hanya mencengkeram kemudi di hadapan nya dengan erat,tatapan mata nya berubah menjadi nyalang,tidak seperti biasa nya.
Mobil melaju memecah kan keheningan malam.hingga tidak memerlu-kan waktu lama,sudah sampai di rumah sakit milik keluarga Smith.
Mereka melangkah cepat, hingga mendapati William berdiri di depan pintu kamar rawat,dengan banyak pertanyaan di benak mereka, Mereka berjalan mendekat.
"Alex apa yg terjadi pada menantu mommy?!"suara teriakan nan melengking terdengar hingga penjuru rumah sakit,tatapan nyonya Lisa menyipit tajam.
"Maaf mommy"William hanya bisa menunduk kan pandangan nya,dia sama sekali tidak berani menatap ke arah sang mommy.
"Alex kau gila!sebenar nya apa yg kau lakukan hah!"nyonya Lisa langsung memukuli tubuh tegap sang putra dengan tangan nya,firasat nya pasti tidak salah, terjadi sesuatu pada biru.
Hanya satu kata yg di lontar kan oleh William, kata maaf.tapi nyonya Lisa jelas tau arti kata itu,yg jelas pasti terjadi sesuatu pada biru.
"Mommy maaf"William hanya bisa terus-menerus menunduk kan pandangan nya, laki-laki tampan itu tau di sini dia yg salah,dia yg membuat trauma biru kembali terulang.
"Kau gila!aku sama sekali tidak menyangka putra ku seperti ini"tuan besar Smith hanya diam,sembari memeluk sang istri yg sejak tadi terus berteriak keras.
"Andi tolong!"suara pekikan dari dalam kamar VVIP itu merebut perhatian nisa.tanpa permisi,Nisa membuka secara kasar pintu itu.
Terlihat biru tengah duduk meringkuk di pojok kan,darah berceceran di mana-mana,selang infus tergantung,di lepas secara paksa.isakan terus keluar dari bibir mungil biru, tubuh nya bergetar hebat,wajah nya pucat pasi.
"Astaghfirullah biru!"Nisa terpekik karena sangat terkejut.dengan langkah cepat dia berlari mendekat ke arah biru,tapi reaksi biru di luar dugaan banyak orang,dia mendorong tubuh langsing milik sahabat nya.
"Andi tolong"hanya itu yg di gumam kan oleh biru,dia tengah ketakutan.hanya Andi,satu nama laki-laki yg mungkin bisa menolong nya.
"Biru ini aku!nona Kim!"Nisa me-nangkup pipi biru secara kasar, memaksa biru untuk menatap ke arah nya,dapat semua orang lihat seberapa berantakan nya biru sekarang.
"Nona Kim,hiks"biru memeluk tubuh Nisa erat setelah menyadari siapa yg ada di hadapan nya, tubuh biru masih saja bergetar hebat,walau pun ia sudah ada di dalam dekapan Nisa.
Hingga,tatapan biru memerah.kilasan kekasaran William kembali melintas di fikiran Nya,terutama ketika menatap ke arah laki-laki yg kini juga menatap ke arah nya.
"Tolong!! tolong!!!Andi tolong!!ayah dia,dia ingin memperkosa ku!!'biru menunjuk ke arah William dengan tangan bergetar hebat,teriakan frustasi terdengar,di ikuti derap langkah yg perlahan berjalan mendekat.
Seorang dokter perempuan berjalan mendekat,menyuntik kan obat penenang pada biru, sepersekian detik kemudian wanita itu tampan tenang,dan terlelap dengan sendiri nya.
"Biar Steven yg mengangkat biru ke ranjang"tuan besar Smith memberi kan titah tak terbantah kan, ketika William hendak berjalan mendekat ke arah biru.
__ADS_1
Sekertaris Steven tidak ingin masalah semakin panjang,lantas segera mengangkat tubuh mungil biru ke ranjang.
"Alex kata kan ada apa Sebenar nya hah?!"semua orang sudah duduk di sofa.menatap penuh rasa heran ke arah William, berbeda dengan Nisa,senyum sinis terukir di bibir nya,dia sudah menebak sesuatu pasti terjadi.
Dengan berat hati,William mencerita kan apa yg sebenar nya terjadi.
"Kau gila!"nyonya Lisa mengeluar kan jurus seribu cacian dan jutaan makian untuk sang putra tunggal, sebagai seorang ibu dan juga wanita tentu ia merasa sangat kecewa.
"Anda tau alasan biru menyebut kan nama Andi bukan nama anda. Karena alam bawah sadar biru, merasa Andi bisa melindungi nya, sementara anda sebuah ancaman"kalimat pedas terlontar begitu saja dari bibir Nisa.
"Aku tau,tapi aku benar-benar menyesal"William menunduk,meremas rambut nya secara kasar.
"Pertanggung jawab-kan perbuatan mu,tetap tunggu biru, hari sudah malam kami akan pulang"nyonya Lisa bicara dengan nada yg mulai melemah,kepala nya berdenyut sakit,masalah demi masalah terus berganti datang ke keluarga nya.
Setelah berpamitan,ke empat orang dengan kekuasaan masing-masing memilih untuk keluar,melangkah meninggal kan rumah sakit.
"Steven kau antar nona Kim kembali dengan selamat"dari dalam mobil pribadi,tuan besar Smith memberi kan titah.
"Baik tuan besar"sekertaris Steven membungkuk hormat ketika mobil pribadi milik keluarga Smith itu berjalan menjauh.
"Ayo nona Kim?"Nisa yg sedari tadi sibuk mengamati keadaan sekitar,menoleh.langkah nya terasa berat karena harus meninggal kan biru sang sahabat,dalam keadaan mental yg sedang tidak stabil.
"Sekertaris Steven bukan kah ada yg aneh?"Sekertaris Steven mengeryit bingung,belum mengerti maksud dari Nisa.dia juga ikut mengamati keadaan sekitar,baru sadar jika ada yg ganjil dengan sebuah mobil hitam di dekat mereka.
"Mereka tampak nya mengikuti kita nona"Sekertaris Steven membalik kan badan kekar nya, menutupi Nisa dari pandangan orang-orang yg kemungkinan berniat jahat dari dalam mobil.
"Hem,kita harus waspada ayo!"Nisa mengajak sekertaris Steven untuk lebih dulu masuk ke dalam mobil.
Di perjalanan,Nisa terus menoleh ke belakang.ternyata mobil itu tidak mengikuti mereka,arti nya target yg sebenar nya adalah William dan juga biru.
Di dapur Mansion Smith.terjadi keributan,antara Nisa dan juga sekretaris Steven.mereka berdua saling merebut alat-alat masak, Hingga memancing kedatangan si kembar,Rosse dan juga Rossi.
"Nona Kim kenapa?"Rosse bertanya setengah berbisik-bisik pada Rossi,ia enggan menggangu keromantisan yg terlihat.
"Diam lah,anak kecil tidak boleh tau!"Rossi berkata ketus.
"Wah-wah,apa yg aku lihat ini kalian tampak romantis"seorang laki-laki tampan datang,Nisa mengeryit dia tidak tau siapa yg ada di hadapan nya tampak sangat tidak asing.
"Rokki sedang apa kau di sini?"sekertaris Steven meletak kan sendok nya,berpelukan singkat dengan rokki,sahabat kecil sekali Gus the king dari mafia red Devils.
Laki-laki yg di panggil rokki itu hanya terkekeh singkat.gaya nya sebagai seorang king mafia tidak bisa di hilang kan,terlihat dari cara berpakaian dan juga cara nya berbicara,berat dan juga tegas.
"Halo nona rokki"rokki mengulur kan tangan nya,hendak bersalaman dengan Nisa.
Tapi,suara handphone berdering nyaring.
"Halo?apa!aku ke sana!"hanya itu yg terdengar di telinga sekertaris Steven,tapi dia bisa menebak terjadi sesuatu yg membahaya kan.
"Kita harus ke rumah sakit,mereka di serang"satu kalimat yg berhasil membuat semua orang terbelalak,ini penyerangan yg cukup mengejut kan.
"Kenapa diam ayo pergi!"rokki menyentak keras, ketika melihat tidak ada satu pun yg bergeming.
Alarm tanda bahaya sudah di bunyi kan,terdengar nyaring dan juga sangat memekakkan telinga.alarm yg langsung membuat semua penghuni Mansion kelabakan,para tim keamanan berjalan mendekat,berbaris rapih siap menerima komando.
"Semua nya bersiap,ini perang sesungguh nya.kita harus siap dengan segala kemungkinan yg terjadi,bawa senjata sebanyak apapun,fokus lindungi tuan dan nona muda"sekertaris Steven memberi kan perintah,dan juga rangkaian strategi yg akan di guna kan untuk memenang kan pertarungan kali ini.
"Ayo!"semua orang sudah bersiap dengan anti peluru.begitu juga dengan sekertaris Steven, Rokki dan juga Nisa.mereka sudah siap dengan senjata masing-masing.
__ADS_1
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi,setelah menelfon pihak berwajib untuk membuka kan jalan.mereka terus berpacu dengan waktu,menurut penuturan musuh kali ini lebih bahaya dari pedrik yg notabene nya hanya seorang tangan kanan, king mafia.
Siapa pun yg melawan keluarga Smith kali ini pasti akan menyesal.mengingat sekarang di belakang keluarga Smith berdiri dua orang yg cukup tersohor di dunia bawah,si Nisa yg lebih di kenal dengan sebutan black rose,dan juga Rokki the king of red Devils.
"white skull."Nisa dan rokki berbicara secara bersamaan, ketika melihat ada lebih dari ratusan laki-laki dengan logo khas tengkorak putih,pakaian hitam menjadi ciri khas tersendiri.
"Kurang ajar mereka mengambil lawan yg salah"umpat sekertaris Steven kesal.
"Mundur!"semua anggota white skull menodong Nisa dan rombongan nya dengan senjata masing-masing.berbuat setenang mungkin, hanya itu yg bisa mereka lakukan.
"Cih!kalian hanya menang banyak"rokki mulai mencibir, sekedar untuk mengulur waktu, karena petugas keamanan Smith group saja tidak cukup untuk melawan banyak orang.untung nya Rokki meminta bala bantuan dari red Devils,tanpa sepengetahuan banyak orang,Nisa juga meminta bantuan kepada dragon white.
"Turun kan senjata kalian"seorang anggota white skull mendekat ke arah Nisa dan juga rombongan,meminta mereka untuk menurun kan senjata.
"Jika kami menurun kan senjata, arti nya kami cari mati bukan tuan?"Nisa menjawab sangat santai,bahkan terkesan tanpa rasa takut.
Dari salah satu lantai tertinggi di rumah sakit, William menatap was-was ke bawah,melihat sendiri sekertaris Steven dan juga teman-teman nya tengah berjuang mati-matian.
Untung nya biru tidak histeris,dia masih terlelap karena sudah di beri obat tidur oleh William secara paksa.kondisi nya mulai tidak stabil, karena itu memberi obat tidur satu-satu nya pilihan William.
"Semua baik-baik saja,ya Allah tolong kami"William mengadah kan ke dua telapak tangan nya,berdoa kepada sang pencipta alam semesta.
William menoleh ke arah biru yg sedang terlelap.mereka terpaksa bersembunyi di balik sebuah ruang rahasia, ruang rahasia yg berada di balik dinding ruangan pribadi milik William.
menghela nafas,William berusaha bersikap setenang dan senyaman mungkin,biru tetap bersandar di bahu nya,ruangan tempat mereka bersembunyi menang lumayan sempit.
"ya Allah"William geram sendiri.tentu saja ia ingat,di bawah sana nyawa sekertaris nya dan juga sahabat nya sedang menghadapi pertempuran luar biasa.
walau pun William tau,rokki dan Nisa termasuk orang-orang hebat dari dunia bawah.tapi,itu semua tidak bisa meluntur kan perasaan khawatir nya.
Rosse dan Rossi.si kembar juga berhasil merebut atensi fikiran William.biar bagaimana pun dia juga khawatir pada anak-anak nya,walau pun dia tau jika Rosse dan Rossi aman.
semua akan baik-baik saja,berulang kali William meyakin kan hati nya, Steven dan Nisa pasti bisa menghadapi semua nya.
aku janji akan terus melindungi mu biru,apa pun yg terjadi.maaf karena aku menyebab kan trauma itu terulang kembali, percaya lah aku hanya ingin kau mencintai ku,hanya menatap ku.
aku benar-benar sangat mencintai mu biru,bahkan sangat.aku tidak ingin kau melirik laki-laki lain.
William terus menatap sendu pada biru yg terlelap di bahu nya, wajah wanita itu tampak tenang dan juga sangat teduh.
bagaimana bisa William tidak jatuh cinta pada Nya,menatap wajah yg selalu memancar kan aura lembut.wajah yg terlihat selalu berseri-seri ketika mencerita kan segala sesuatu tentang si kembar.
"tuan tau aku benar-benar merasa sangat iri.aku iri karena yg pertama kali melihat wajah anak-anak ku adalah pak Rahardian .Rosse bahkan memanggil kata ayah ketika pertama kali ia bisa belajar, saat itu aku merasa dunia ku akan baik-baik saja, karena ada Rosse dan Rossi di sisi ku,dan ada pak Rahardian di samping ku"
"aku sangat bahagia.ya, awal nya aku memang menyesal karena kehadiran Rosse dan Rossi, lama-lama aku sangat menyukai kehadiran mereka.karena,si kembar menjadi tujuan hidup ku, berkat kehadiran mereka aku bisa menata hidup yg sempat berantak kan"
"anda tau tuan?Rosse selalu menanya kan tentang anda.mommy di mana Daddy ku?begitu lah pertanyaan nya setiap hari.terkadang ingin rasa nya saya menangis,anak seusia mereka harus merasa kan keras nya kehidupan,ikut dengan ku berkerja"
"pada akhir nya takdir membawa saya bertemu dengan anda,melalui nona Kim.mungkin ini takdir karena saya bisa bertemu dengan nona Kim,nona Kim menjadi jembatan penghubung untuk daya menyikap benang takdir kusut,antara kita"
William menghela nafas,mengingat bagaimana antusias nya biru bercerita tentang si kembar waktu itu.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1