Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Nisa and sekertaris Steven story part 1


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Pagi hari nya.


Semua orang sudah berada di meja makan, termasuk Nisa.


"Daddy,mau itu!"Rosse yg berada di pangkuan William menunjuk segelas susu yg di buat khusus untuk nya,sedari awal sarapan,Rosse terus menerus bermanja pada William tanpa henti.


"Aku kenyang!"Rossi meletak kan sendok dan juga garpu di tangan nya dengan kasar,turun dari kursi Rossi berjalan pergi,tapi langkah nya terhenti ketika tangan biru menahan tubuh nya.


"Rossi,kau mau ke mana?kau belum sarapan sayang"biru berlutut,mesejajar kan tinggi tubuh nya dengan Rossi.mengusap pelan rambut sang putra,dengan pandangan penuh arti.


"Kau masih marah sayang?"Rossi menggeleng.ada sudut hati nya yg masih egois, karena tidak terima dengan keputusan sepihak biru,untuk menikah dengan William.


"Aku tidak berhak mommy"


"Tidak kau berhak boy,kau berhak marah pada mommy.mommy salah,mommy fikir kau sudah menerima Daddy mu.mommy melakukan semua ini demi kalian,demi kau dan Juga saudari mu,Rosse"biru menyanggah dengan cepat,kepala nya menggeleng menunjuk kan ketidak setujuan dari perkataan Rossi.


"Mommy berubah"Rossi kembali menggeleng.hati nya berdenyut nyeri,mommy yg dulu bisa mengerti nya hanya dengan sikap diam kini berubah.bahkan di saat Rossi,sudah menunjuk kan penolakan dan ketidak sukaan nya melalui tindakan nya.


"Rosse,mommy.mommy sangat menyayangi kalian lebih dari apa pun,bahkan dari nyawa mommy.jangan berkata seperti itu boy,mommy sangat sakit"biru me-nangkup pipi gembul milik Rossi,air mata nya jatuh berlinang tanpa henti.


"Jika mommy menyayangi ku,lalu kenapa mommy tidak mengerti aku"Rossi berlari mendekat ke arah Nisa, menyembunyi-kan wajah nya di balik tubuh tinggi gadis cantik itu.


"Rossi apa maksud mu sayang?mommy,mommy fikir itu hanya kebencian sebentar"biru mengeluar kan argumen nya,air mata terus mengalir dari manik teduh milik nya.


"Jika di banding kan,aku lebih kecewa pada mommy di banding uncle Willi, mommy hanya perduli keinginan egois Rosse,mommy tidak pernah memikir kan ku sedikit pun"Rossi menunduk,menghalau air mata yg berperang ingin meluncur bebas.


"Saat itu Rosse sakit"biru berusaha meraih tangan mungil Rosse,tapi terlambat pria kecil itu lebih dulu menghindar.


"Tapi saat Rosse sudah baik-baik saja pernah kah mommy perduli dengan ku? mommy sibuk dengan dunia mommy sendiri"Rossi berlari menjauh, baru saja biru hendak menyusul Nisa lebih dulu menahan nya.


"Biar aku yg menyusul nya"Nisa berlari pergi,mengejar langkah kaki rossi,di ikuti dengan sekertaris Steven yg lebih dulu menghindar.


"Aku-aku tidak tau Rossi tertekan"biru terduduk di lantai.dia menutup wajah nya dengan ke dua telapak tangan,terisak karena kebodohan nya sendiri.


"Biru, sabar nak"ibu mendekap, memaksa anak nya untuk berdiri.mendekap erat,ibu bisa merasa kan kesedihan yg di rasa kan oleh biru.


"Ibu biru salah,biru egois"biru berteriak tidak terkendali.rasa bersalah nya sangat lah besar,ia bingung, bagaimana bisa biru yg di kenal sangat menyayangi anak-anak nya bertindak gegabah.


"Tidak sayang,kau tidak salah"Nyonya Lisa mendekat ke arah biru,mengelus kepala berbalut jilbab itu,bukan nya tangis reda,biru semakin terisak keras.


Rosse,gadis kecil itu menatap penuh keheranan.mata nya menatap tajam ke arah pintu di mana kembaran nya,Rossi.

__ADS_1


Sementara itu.nisa dan sekertaris Steven masih terus berdebat di depan pintu kamar Rossi, sekertaris Steven terus menghenti kan Nisa yg ingin segera mungkin,dia melarang Nisa.


"Sekretaris Steven"Nisa menggenggam tas tangan nya erat,dia sangat-sangat ingin menampar laki-laki tampan itu.dengan berani nya, sekertaris Steven melarang nya,pada hal Nisa orang yg paling tau tentang sikap Rossi.


Ceklek!


Pintu terbuka di tengah-tengah perdebatan Nisa dan juga sekretaris Steven.rossi membuka dengan tatapan bingung,ada apa gerangan dua manusia ini berdebat di depan rumah nya.


"Rossi,kau tidak ingin menghabis kan waktu dengan ku?sore nanti aku harus segera kembali pulang,mau kah kau menghabis kan waktu bersama dengan ku?"Nisa menawar kan sebuah penawaran yg cukup menggiur kan untuk Rossi.


"Benar kah?saya boleh ikut nona Kim?"Nisa menatap tajam ke arah sekertaris Steven yg baru saja menyela hendak untuk ikut dengan nya, jalan-jalan.


"Hem,ayo Rossi"Nisa menggendong tubuh mungil Rosse,masih seperti biasa nya.sekertaris Steven mengekor dari belakang.


Kali ini mereka mengguna kan sebuah mobil Lamborghini Gallardo berwarna hitam yg mengharus kan Rossi untuk duduk di pangkuan Steven,walau pun tadi sempat terjadi perdebatan, karena Nisa terus memaksa untuk menyetir mobil.


"Anda bisa kan nona Kim?"Nisa melirik sinis ke arah sekertaris Steven,tangan nya mencengkram kemudi erat.sebelum tiba-tiba menginjak pedal gas,membuat sekertaris Steven dan Rossi secara bersamaan mengelus dada mereka karena kaget.


"Nona Kim aku tidak ingin mati muda!aku belum menikah"sekertaris Steven khawatir bukan main,di tambah dia tidak memakai sabuk pengaman.tentu saja perbuatan Nisa yg mendadak tadi,hampir membuat kepala nya terbentur.


"Maka cepat lah menikah sekertaris killer"mendadak Nisa menjelma menjadi orang yg berbeda bagi sekertaris Steven.bagi sekertaris Steven,wanita di hadapan nya bukan nona Kim,yg terkenal dingin,kejam dan juga pemilik tatapan sinis, melain kan gadis dengan pancaran mata polos,senyum Manis dan juga pemilik aura positif.


Nisa memang begitu,dia akan menjelma menjadi sosok asli nya.gadis pemilik aura positif,senyum manis,manik mata teduh penuh ketenangan,dan juga sang pemilik selera humor yg tinggi.


Bukan nona Kim yg paling di kenal dengan kedinginan dan juga kekilleran milik nya,gadis yg tidak pernah takut kepada apa pun kecuali Tuhan,sang pemilik alam semesta.


"Andai anda terus tersenyum tulus seperti ini nona Kim,pasti banyak laki-laki yg sudah mendekati Anda"sekertaris Steven menjelma menjadi sosok yg ramah.


"Tapi sayang nya aku tidak bisa"Nisa menyandar kan tubuh nya di jok mobil,masih terus berfokus ke depan, berusaha untuk tidak mengungkit masalah itu.


"Nona Kim,bukan kah anda yg mengata kan sendiri,semua milik Allah,jadi Allah berhak mengambil nya.semua nya sudah suratan takdir sebelum kita lahir ke dunia ini,lalu untuk apa nona merubah diri?"Rossi yg duduk di pangkuan William mulai membuka pembicaraan,setelah sedari tadi dia hanya menjadi pendengar.


Nisa terdiam,di ikuti rem mobil yg di injak perlahan.lampu menunjuk kan warna merah,untuk hal ini Nisa tidak dapat menahan diri agar mata nya tidak berembun.


Fikiran nya tengah berkecamuk sekarang,tentu jarang orang yg tau.nisa,sosok yg lebih di kenal dunia dengan nama nona Kim,tapi sebenar nya adalah sosok yg lemah,tidak sekuat yg terlihat, terutama dengan paru-paru nya yg lemah.


"Ya aku tau,namun....aku bisa apa?aku hanya manusia biasa"Nisa kembali melaju kan mobil Lamborghini Gallardo milik Steven dengan kecepatan sedang,dia hanya mengguna kan satu tangan untuk memegang setir, sementara tangan satu nya lagi di guna kan untuk menghapus air mata nya.


"Memang nya apa yg terjadi pada nya?"sekertaris Steven dengan berani menyinggung hal paling sensitif.


"Dia sangat mencintai tuan muda nya,bahkan melebihi cinta nya pada ku.kebahagiaan tuan muda adalah segala nya,tuan muda bahagia karena sahabat ku, karena itu demi melihat laki-laki yg selalu ia lindungi bahagia,dan hidup dengan baik, sekertaris Wahyu mengorban kan nyawa nya"


Nisa tidak dapat lagi membendung air mata nya.berkali-kali tampak nya gadis itu memijat pelipis nya, seperti sedang berusaha menahan kesadaran dan konsentrasi mengingat dia sekarang sedang mengemudi.


"Anda sangat mencintai nya ya nona? saya iri."Rossi mengeryit mendengar pertanyaan dari Sekertaris Steven yg menurut nya terlalu ambigu untuk di jelas kan.

__ADS_1


"Lebih baik tidak perlu iri sekertaris Steven, cerita kami adalah cerita yg berawal sulit dan berakhir tragis"Nisa lagi dan lagi menghela nafas,dia terlalu pusing untuk memikir kan hal tidak penting.


"Kita sampai!"Nisa turun dari mobil,memasang kaca mata hitam milik nya.sementara sekertaris Steven dan juga Rossi berdecak kagum, melihat Nisa kembali memasang wajah dingin dan datar milik nya.


Kebun binatang nasional,ini lah tempat pilihan Nisa untuk menghabis kan hari terakhir nya di Inggris,sebenar nya ia ingin pergi ke tempat-tempat romantis seorang diri,hanya di temani dengan kenangan sekertaris Wahyu.


Namun,lagi dan lagi dia harus mengurung kan niat nya.mengingat ada Rossi,pria kecil yg masih memerlukan wawasan dan edukasi yg luas,untuk anak seumuran nya.


"Kebun binatang!nona Kim!"Sekertaris Steven mengerucut kan bibir nya kesal.laki-laki tampan itu berfikir bahwa mereka akan berpergian ke tempat-tempat wisata yg terkenal di Inggris,tapi sekarang mereka ada di kebun binatang.


"Ayo masuk"Nisa menggandeng rossi,tanpa di sadari oleh siapa-pun,dari kejauhan tampak seorang paparazi sedang memotret kebersamaan mereka,entah berita apa lagi yg akan muncul.


"Nona Kim anda tau,kata ayah video duet anda juga sekretaris Steven menjadi tranding topik kurang lebih di 30 negara"begitu masuk ke dalam kawasan kebun binatang,Rossi dengan polos nya bercerita tentang tranding topik yg baru saja di bicara kan Rahardian tadi pagi.


"Benar kah?itu bagus"singkat Nisa.


"Apa ini bisa menjadi keuntungan untuk KNN boutique nona Kim?"seperti biasa nya,Rossi selalu saja memikir kan keuntungan yg akan di dapat oleh KNN boutique,butik yg telah menaungi nya selama beberapa bulan ke belakang.


"Tentu saja,kau terlalu kecil untuk memikir kan nya"Nisa menjawab pelan.


Karena Rossi tidak ingin berkeliling mengingat suasana hati nya yg tengah memburuk, mereka memutus kan untuk duduk di sebuah kursi panjang yg memang di sedia kan oleh pihak kebun binatang.


"Nona Kim mau?"sekertaris Steven mengulur kan satu cup es krim,tanpa banyak bicara Nisa langsung mengambil nya,dengan senyum tipis tentu nya.


"Indah bukan nona?"Nisa menoleh lalu mengangguk,fikiran nya tengah kosong sekarang.


"Tidak ada yg abadi nona,memang berat tapi anda harus tetap mengikhlas kan nya,semua jalan yg telah tuhan takdir kan untuk anda adalah yg terbaik"sekertaris Steven memberi kan Nisa nasehat,walau dia tau Nisa sangat keras kepala hingga dia tidak akan perduli dengan perkataan sekertaris Steven.


"Sekertaris Steven sebenar nya apa yg membuat para tangan kanan seperti kalian sangat setia pada tuan muda?"pertanyaan yg di lontar kan Nisa meleset jauh dari topik pembicaraan,mulai membicara kan kesetiaan.


"Entah lah mungkin rasa tanggung jawab yg kami miliki nona"sekretaris Steven menjawab apa adanya tidak ada kebohongan di manik tajam milik nya.


"Apa yg anda lakukan jika nyawa tuan muda mu terancam?"sekertaris Steven mengulas senyum simpul, ternyata Nisa penasaran karena mendiang sekertaris Wahyu sampai mengirban kan nyawa nya,demi tuan muda.


"Melawan orang yg telah mengancam nyawa tuan muda,jika tidak memungkin-kan,saya akan pasang badan agar tubuh tuan muda tidak terluka"tawa miris keluar dari bibir Nisa, di ikuti lelehan bening di ujung mata nya.


Sekertaris Steven terbungkam.dia baru sadar,secara tidak langsung perkataan nya mempengaruhi mental gadis cantik di dekat nya ini.


"Ya,kalian memang selalu menaruh tuan muda di depan tujuan bahkan nyawa kalian, bodoh sekali aku yg masih bertanya"Nisa terkekeh pelan,tapi air mata tanpa henti mengalir.


"Ini hidup nona,kita tidak bisa membuat skenario sendiri"Nisa mengangguk pelan, sekertaris Steven benar,semua sudah menjadi takdir.


"kau benar"Nisa bergumam lirih namun masih terdengar di telinga sekertaris Steven.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

__ADS_1


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2