Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Positif


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


tangan gadis cantik dengan rambut pendek itu gemetar,sebuah benda di tangan nya menunju kan dua garis.


Perlahan tubuh indah itu jatuh di lantai,bibir nya bergetar di ikuti dengan air mata nya yg mulai mengalir dengan sangat deras.


Biru memandang gemetar,pantas dia sudah telat dua Minggu, dugaan nya benar,ternyata dia hamil,hamil karena tragedi.


"Akh!"biru berteriak histeris,membanting dua puluh buah tespek di tangan nya,dia benar-benar sangat histeris,apa pun di banting oleh nya,bahkan gelas yg ada di tangan nya, langsung di banting.


Teriak kan biru berhasil memancing para penghuni kos,dengan cepat mereka berhamburan ke dalam kamar biru,betapa terkejut nya mereka melihat biru tengah menangis terisak, dengan banyak alat tes kehamilan di kamar nya.


"Mbak"dua orang langsung merangkul biru,mengajak nya untuk pergi ke kamar lain,membiar kan beberapa penghuni kos lain nya memberes kan kamar biru.


Seorang penghuni kos lagi menelpon ibu kos,tak lama ibu kos datang melihat langsung keberadaan biru.


"Nak"ibu kos langsung memeluk tubuh biru yg bergetar,dengan tangis hebat,di hadapan nya sudah ada air putih dan juga potongan buah.


"Aku benci hidup"gumam biru pelan,membuat semua orang yg sedang berada di kamar itu langsung menatap ke arah biru iba.


Mereka hanya tau bahwa biru seorang janda yg di tinggal mati,tentu mereka semua faham,betapa sulit nya di tinggal pergi untuk selama nya,di tambah dengan kehadiran mahluk mungil di perut nya.


Sungguh hati semua orang di sana langsung terenyuh,tatapan mata mereka menatap sendu ke arah biru, pengorbanan yg luar biasa untuk biru.


"Dia tidak salah mbak,dia tetap bagian dari mbak"seorang penghuni kos memberi kan suntik kan semangat untuk biru.


"Iya mbak,kita bisa merawat nya bersama-sama"sambung seorang lagi,semua nyaikut memberi kan semangat untuk biru.


"Dia tidak salah nak,jangan menghukum dia, jangan egois,jika pun kau menggugur kan bayi itu,tetap tidak akan mengubah segala nya


Biru terdiam perkataan ibu kos semua nya benar,tidak ada yg salah,ini sudah takdir,takdir yg telah di tulis tuhan dan tidak dapat di ubah, sekuat apa pun biru berusaha untuk menolak nya,tetap tidak bisa.


"Nak,jalani semua nya dengan tabah"biru mengangguk pelan.


Semenjak hari itu,banyak anak kos yg sering menawar kan biru jika saja ibu hamil muda satu itu membutuh kan sesuatu,makanan atau sebagai nya.


Di restauran perkerjaan nya juga sedikit di kurangi, setelah mereka mengetahui bahwa biru sedang hamil muda,banyak senior yg dulu nya tidak menyukai nya,ikut membantu,walau pun hanya sekedar nya saja.


"Biru jangan lupa makan siang mu ini,kasihan baby mu, empat sehat lima sempurna"


Koki senior sudah menyiap kan makan siang khusus untuk ,sebuah menu lengkap dengan banyak kandungan gizi yg di perlu kan oleh ibu hamil.


Perlahan tapi pasti,biru mulai menerima keadaan nya dengan baik, kandungan nya sudah masuk usia satu bulan, membuat diri nya benar-benar merasa bahagia, hidup dan di terima, oleh orang- orang baik.


"Baik senior"biru menarik sebuah kursi makan di dapur restauran,di sebelah nya terdapat segelas susu ibu hamil,yg tidak boleh di lewat kan.


"Aku ingin perempuan!"


"Tidak laki-laki jauh lebih baik!"

__ADS_1


"Bagaimana jika anak nya biru kembar!"


"Aku setuju!"


"Ah tidak, perempuan lebih baik,dia akan cantik seperti ibu nya"


"Tidak! laki-laki jauh lebih baik"


Biru tersenyum kecil mendengar perdebatan dari senior nya,mereka sibuk mendebat kan jenis kelamin anak dari biru,pada hal ibu nya saja tidak.


"Apa pun jenis kelamin nya,aku akan menerima mereka dengan baik"biru akhir nya menengahi perdebatan para senior nya.


Yang tengah di fikir kan biru sekarang adalah masa depan,dua kata yg sangat sulit di capai,bisa kah dia hidup dengan seorang anak dan menjadi singel mommy,sendirian di saat perkerjaan hanya seorang pelayan biasa,di sebuah restauran.


Bisa kah dia menjadi orang tua tunggal yg baik,mampu memenuhi segala kebutuhan anak nya kelak,membuat anak nya sadar bahwa mereka tak mempunyai ayah.


Bagaimana jika nanti anak nya bertanya tentang keberadaan Daddy nya, mendengar segala jenis caci dan maki masyarakat.


Semua akan baik-baik saja,itu lah yg selalu di tanam kan biru di hati nya,meyakini bahwa dia bisa menghadapi semua nya sendiri.


Alarm di dapur berbunyi, pertanda istirahat telah selesai, mereka kembali kesibuk kan masing masing,begitu juga dengan biru,ibu hamil cantik itu berdiri dari duduk nya, dan mulai melakukan tugas nya sebagai pelayan.


Biru juga mulai membuka tabungan,walau pun isi nya masih sedikit,biru tetap berikhtiar, tabungan itu di niat kan untuk biaya lahiran,dan juga biaya hidup.


Matahari sudah tenggelam,di ganti kan dengan bulan yg mulai menjalan kan tugas nya,menyinari insan di bumi yg masih sibuk dengan perkerjaan nya masing-masing.


Akhir nya, setelah seharian dua di sibuk kan dengan perkerjaan yg super melelah kan,biru sampai di depan pintu kos-san nya dengan selamat.


Senyum perlahan terulas di bibir nya,begitu memasuki kamar kos,biru membuka perlahan bantal yg ada di bawah ranjang,secarik Poto berukuran 2r asa di sana.


Andi,ya laki-laki tampan itu lah yg ada di dalam foto kecil itu,cinta yg di miliki biru sangat lah besar,bahkan ibu hamil itu tidak perduli laki-laki yg di cintai oleh nya menghamili wanita lain.


"Aku mencintai mu"biru bergumam lirih,untuk menampa kan diri di hadapan Andi saja biru sudah tidak memiliki harga diri,di tambah dengan kondisi nya yg sekarang tengah hamil muda.


Biru terus memandangi foto laki-laki tampan itu sembari mengelus perut nya yg masih datar,semua impian yg di bangun nya hancur dalam hitungan jam,di tambah dengan kehadiran janin di kandungan nya.


"Lebih baik aku membersih kan diri,lalu pergi ke supermarket"biru melangkah menuju kamar mandi umum khusus anak kos,tak membutuh kan waktu lama,dia telah siap dengan pakaian santai nya,dan juga cardigan rajut berwarna Maroon.


Menenteng tas kecil di lengan nya,biru berjalan di malam hari,merapat kan cardigan nya guna menghalangi udara dingin yg menerpa kulit nya,beruntung supermarket sangat dekat dengan kos-san biru,hingga dia tak perlu mengeluar kan uang untuk biaya transportasi.


Di saat tengah sibuk memilih barang-barang untuk stok bulanan,biru di kejut kan dengan tepuk kan lembut di bahu kanan nya, sontak saja ibu hamil muda itu menoleh,betapa terkejut nya dia ketika melihat siapa yg berada di belakang nya.


Andi, laki-laki yg sangat di cintai nya ada di sini,tempat yg cukup jauh dari permukiman elit tempat Andi tinggal,di tambah tangan laki-laki itu yg menenteng se-kotak susu ibu hamil.


Susu ibu hamil?biru bisa memasti kan bahwa itu untuk Mia,kekasih Andi yg tengah hamil,mungkin mereka sudah menikah sekarang.


"Aku merindu kan mu"Andi langsung memeluk tubuh indah biru erat,dia benar-benar merindu kan sosok sahabat,yg menghilang selama satu bulan lebih ini.


"Aku juga,apa kabar an?"biru mundur satu langkah ke belakang agar peluk kan Andi terlepas,lalu mulai bertanya sekedar basa-basi,walau pun biasa nya biru adalah manusia yg sangat menyukai to the points.


"Alhamdulillah aku baik,oh ya sedang apa kau di rak susu ibu hamil?kau tidak mungkin sedang hamil kan biru?"biru gelagapan bukan main mendengar pertanyaan yg di lontar kan oleh Andi,tapi tak urung wanita itu menggeleng.

__ADS_1


"Tidak,oh ya mau membeli susu untuk Mia?"biru langsung mengalih kan pembicaraan,entah kenapa dada nya terasa nyeri ketika melihat Andi mengangguk kan kepala nya dengan penuh semangat.


"Oh selamat,kau akan segera menjadi ayah"Andi mengulas senyum lebar lalu menerima uluran tangan dari biru.


"Oh ya,kau belanja banyak sekali,dan juga biru, katakan sesuatu kenapa kau pindah dari rumah ibu mu,bahkan saat aku bertanya ibu mu mengata kan tidak tau ke mana pergi nya kau"


Biru mengulas senyum getir mendengar perkataan dari Andi, ternyata ibu nya benar-benar membuang diri nya, tidak pantas kan bagi biru untuk hidup di sisi sang ibu, sehingga dengan tega nya,ibu mengusir nya.


"Oh itu,aku mendapat kan perkerjaan,ibu sebenar nya tidak mengizin kan,namun aku tetap bersikeras"setelah berfikir cukup lama,akhir nya biru mengeluar kan sebuah jawaban yg memuas kan bagi diri nya sendiri.


"Berkerja?"Andi terperangah tak percaya,tentu dia tau cita-cita biru adalah berkuliah,untuk mencapai keinginan nya menjadi seorang dokter bedah saraf.


"Kau tidak ingin berkuliah biru?"biru menggeleng,membuat Adi tertegun, terutama ketika mata yg biasa nya memandang ke arah nya berbinar,berubah menjadi redup.


"Aku harus cari uang an,aku hidup sendiri di sini,ayah ku,dia sibuk dengan keluarga baru nya"biru menatap Andi,mata itu masih sama,entah lah kali ini tatapan yg Andi beri kan untuk nya terlihat berbeda.


"Tapi biru,ini yg kau impi kan,menjadi seorang dokter bedah saraf terkenal,menunjuk kan pada ayah mu bahwa kau bisa berdiri sendiri"Andi terus bersikukuh meyakin kan biru,bahwa jalan yg terbaik adalah menerima beasiswa.


Namun percuma,untuk ke sekian kali nya biru kembali menggeleng pelan,tidak ada semangat di dalam diri nya untuk melanjut kan ke jenjang yg lebih tinggi,di tambah keadaan nya yg tengah mengandung.


"Aku sadar, mimpi ku terlalu tinggi dan sulit untuk di gapai an"jawab biru pelan,melepas kan mimpi yg telah di bangun nya selama bertahun-tahun bukan kah hal yg mudah.


"Aku sudah selesai berbelanja,aku duluan an"biru mendorong troli nya menjauh dari Andi,menuju ke kasir,selama kasir menghitung total belanjaan yang di beli biru,ibu hamil itu tampak merenung.


"Total nya 400 ribu nona"biru langsung nengeluar kan uang nya guna membayar barang belanjaan yg ia beli.


Dua kantung belanjaan yg cukup besar tengah di bawa oleh biru,hidup sendiri membuat pengeluaran yg dia milik jauh lebih sedikit.


Ayah nya, laki-laki yg seharus nya menjadi pelindung nya memilih wanita lain di banding kan ibu nya,yg juga memiliki seorang putri yg lebih kecil dari pada biru.


Di saat,ayah nya harus memilih,dia tetap memilih selingkuhan nya dan juga adik tiri dari biru,mulai detik itu semua yg di ingin kan biru hancur berantakan.


Terganti kan dengan sebuah keinginan menjadi sukses,agar dia bisa menunjuk kan kepada sang ayah bahwa dia baik-baik saja,bahkan tanpa bantuan, atau pun uang sepeser pun dari sang ayah.


"Ayah"gumam biru pelan,mendadak langkah kaki nya terhenti ketika netra nya melihat pemandangan itu.


Pemandangan di mana ayah nya tengah merangkul gadis belia,yg bisa di pasti kan bahwa gadis itu adalah adik tiri dari biru,walau pun telah bertahun-tahun lama nya tak melihat,biru tentu tau persis jika yg berada di rangkulan ayah nya,ciri khas yg melekat, tahi lalat di dekat bibir.


"Ternyata kau sejahat itu ayah,benar,kau sama sekali tidak memikir kan atau pun ingat,bahwa kau memiliki putri lain"


Air mata biru mengalir dengan deras,dada nya berdenyut nyeri.


Dulu biru selalu berharap,ayah nya masih mengingat nya,tapi kenyataan nya benar-benar berbanding terbalik,jangan kan mengingat ayah nya bahkan sudah lupa,bahwa dia memiliki putri yg lain.


"Ayah!"biru memberani kan diri untuk memanggil sang ayah, mendengar suara yg terdengar tak asing, laki-laki paruh baya itu menoleh.


"Anda tak mengingat ku?biru Anindita fresyah"biru mengulur kan tangan nya hendak berkenalan,namun bukan nya menerima uluran tangan dari biru, laki-laki paruh baya itu hanya diam mematung.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys.

__ADS_1


Like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like, like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE.


Sarange 💗💗


__ADS_2