Tuan Muda Aftano

Tuan Muda Aftano
Part 28


__ADS_3

Ji An langsung sontak terbangun, dia meraba jemari tangannya yang dipasangi infus. Meraih ponselnya yang ada di meja samping ranjang perawatannya.


'*Jangan macam-macam dengannya!' pesan yang dikirim Ji An pada si penelpon tadi.


'Asal kau menuruti apa keinginanku, aku pastikan dia akan baik-baik saja.' balasan dari seberang.


'Dimana aku harus menemuimu?'


'Jangan beritahu siapapun, kalau ingin dia baik-baik saja!' ancam yang di seberang.


'Aku butuh bukti jika dia baik-baik saja.' balas Ji An.


Foto pun terkirim, air mata Ji An langsung mengalir menatap foto tersiksa di ponsel itu.


'Maaf sayang... maaf...' batin Ji An mengalir dengan derasnya.


'Datang ke alamat ini Jungang-daero, Dong-gu, Busan. Disana akan ada anak buahku yang akan menjemputmu. Oh ya, datang malam ini!'


'Baik*.'

__ADS_1


Ji An menghubungi Sung Hun, meminta tolong untuk menjaga ayahnya sementara dia pergi ke alamat yang dikirim padanya tadi. Dia tak mau memberitahu pada Arthur karena tak mau terjadi sesuatu padanya. Dan semua ini karena dirinya, Arthur tak ada hubungan apapun dengan masalahnya dengan masalah Hyung Jae.


Arthur akan dalam bahaya jika dia sampai tahu. Ji An tahu Hyung Jae adalah orang yang akan melakukan segala cara agar tujuan tercapai meski harus dengan cara licik dan kejam. Dan Ji An tak mau hal itu terjadi. Ji An tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu pada kedua orang yang disayanginya itu.


Sung Hun mengiyakan permintaan Ji An, dia segera datang ke rumah sakit menunggu tuannya sampai siuman. Ji An mengatakan jika dia ada sedikit urusan yang berhubungan dengan putranya. Dan Sung Hun mengiyakan.


***


Prank...


Arthur melempar gelas di meja ruang meeting tempat kerjanya. Setelah mendengarkan penjelasan para pengawal putranya. Setelah memberikan pukulan pada para pengawal yang gagal itu wajah Arthur tampak menggelap dingin dan tajam.


Dia mengusak rambutnya kasar, menjambak rambutnya menyalahkan dirinya sendiri. Karena akhir-akhir ini perhatiannya tersita untuk mengurus ayah mertuanya hingga lupa sedikitpun untuk melihat putranya itu barang sebentar. Dan tentu saja putranya yang mempunyai kemauan untuk tahu hal baru itu akan merasa bosan jika dikurung di dalam kamar hotelnya.


"Zein, kau sudah mengetahui dimana dia membawanya kan?" tanya Arthur penuh penekanan karena Zein sejak tadi sedang mengutak-atik laptopnya.


Ya, selain Zein ahli mengurus pekerjaan Arthur, Zein juga seorang IT handal yang mampu menerobos pertahanan lawan sebagai hacker namun Arthur hanya menggunakan kemampuan Zein itu hanya untuk hal penting ati darurat saja.


Bukan sembarangan digunakan untuk kejahatan. Seperti saat ini, Zein sedang melacak ponsel putranya yang tanpa sengaja terbawa di celananya saat putranya tadi bosan bermain di kamar.

__ADS_1


"Saat ini tuan muda kecil dibawa ke Busan tuan." jelas Zein menunjukkan laptopnya menemukan titik merah tempat ponsel putranya berada terakhir.


"Kita kesana sekarang!" titah Arthur setelah yakin dimana tempat itu berada saat melihat laptop milik Zein.


"Baik tuan." jawab Zein membungkukkan badan diikuti para anak buah khusus tuannya.


"Kalian... "Arthur menunjuk pada pengawal putranya tadi, " berjagalah di rumah sakit. Jaga baik-baik istriku dan ayah mertua. Kalau sampai kalian membuat kesalahan lagi. Jangan harap kalian bisa hidup lagi." ucap Arthur penuh intimidasi.


"Baik, tuan. Terima kasih, tuan." ucap pengawal yang dipukuli tadi serentak membungkukkan badan, mereka sungguh bersyukur tidak sampai dibunuh oleh tuannya.


Karena yang mereka kenal tuannya tak ada ampun untuk anak buah yang membuat kesalahan tapi sekarang dia masih memberi kesempatan pada mereka.


Zein duduk di kursi depan samping kemudi dengan laptop masih di pangkuannya. Sedang Arthur duduk di kursi belakang sambil mengepal kuat jemari tangannya.


Sorot matanya masih tajam, dingin dan memerah karena amarah. Dia sudah tak sabar untuk tiba di tempat itu demi sang putra yang sudah terpisah sejak dalam kandungan.


TBC


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2