Tuan Muda Aftano

Tuan Muda Aftano
Episode 25


__ADS_3

Sudah lebih dari dari satu minggu Davin tidak mengunjungi villa tempat istrinya berada. Dia terlihat uring-uringan setiap harinya. Bahkan masalah demi masalah datang silih berganti di perusahaan cabang miliknya itu. Satu kasus terbuka yang ternyata lebih besar membuka para koruptor yang merajalela di perusahaannya.


Tentu saja hal itu tak bisa membuatnya untuk pergi dari perusahaan tersebut. Ingin sekali dia menghubungi istrinya untuk memberinya kabar kalau dirinya tak bisa pulang dalam waktu dekat ini. Namun dia segera ingat bahwa tak ada fasilitas ponsel dalam villanya. Hanya cctv di villa yang terhubung di ponselnya. Jika ada kejadian darurat di villa dia langsung tahu dari ponselnya dan menyuruh anak buahnya untuk mengeceknya.


"Sial." Umpat Davin kesal tak bisa menghubungi istrinya. Dia hanya bisa mengawasi gerak-geriknya dari cctv yang tak mengeluarkan suara itu.


"Kalau tahu begini, aku pasti akan memasang cctv yang dapat mendengar suara istriku." Guman Davin saat malam itu sedang istirahat di kamarnya. Beberapa hari terakhir dia terpaksa memanjakan adik kecilnya hanya dengan sabun mandi. Apalagi saat melihat istrinya sengaja ganti baju di kamarnya yang langsung terlihat olehnya.


"****." Umpat Davin lagi sambil menatap ponselnya yang menunjukkan istrinya bergerak-gerak berguling-guling di ranjang seperti orang yang gelisah.


"Apa kau juga merindukanku sehingga kau tak nyenyak tidurmu?" Guman Davin tersenyum manis.


"Mau kemana dia malam-malam begini?" Guman Davin terkejut ikut duduk di ranjangnya yang awalnya berbaring.


Terlihat Davi bergerak keluar dari kamar sambil tak lupa mengenakan piyama tertutupnya. Karena Davin hanya menyediakan lingerie seksi untuk dipakai istrinya saat tidur.


Davin mencari-cari gambar yang menunjukkan dimana istrinya berada. Langkahnya mengarah ke arah dapur.


"Mungkin dia ingin minum." Guman Davin masih terlihat gelisah takut istrinya berencana melarikan diri mungkin? Tidak mungkin istriku melarikan diri tanpa persiapan, apalagi pakaiannya masih menggunakan baju tidur? Batin Davin melihat pergerakan Davi membuka lemari es mengambil sesuatu.


***


Davi terlihat gelisah ke kanan dan ke kiri dalam ranjang tidurnya. Sudah seminggu ini suaminya tak mengunjungi villa. Entah perasaan apa yang dirasakannya. Dia merindukan suaminya.

__ADS_1


"Tidak...tidak... mungkin karena terbiasa ada dirinya dan sekarang tidak ada." Guman Davi memilih untuk bangkit dari ranjang ingin minum air putih yang selalu disediakan di nakas sebelah ranjangnya.


"Airnya habis, pasti lupa tidak diisi." Guman Davi menatap botol kosong di atas nakas.


Davi beranjak bangun dari ranjang untuk keluar mengambil air minum tak lupa memakai piyamanya untuk menutupi lingerie nya.


Entah kenapa tengkuk Davi merinding seperti ada seseorang yang sedang mengawasinya. Davi meraba tengkuknya dan mengusap-usapnya sebentar. Dia meyakinkan dirinya bahwa mungkin saja karena banyak pengawal di villa itu sehingga dia merasa diawasi.


Saat tiba di dapur, Davi segera menuju lemari es mengambil air putih yang dibutuhkannya. Dia meneguknya sebentar sebelum membawanya ke kamar.


Blarr


Lampu dapur menyala terang membuat Davi tersentak sontak menoleh ke arah saklar lampu.


"Siapa disitu?" Tanya seorang pengawal yang sedang patroli. Tentu saja Davi terkejut karena dia tak menyalakan lampu besar, hanya terdapat lampu remang-remang di dapur. Karena Davi sendiri tak mau membuat seseorang bangun hanya karena dirinya membutuhkan air minum.


"A... aku hanya merasa haus dan mengambil air untuk kubawa ke kamar." Jawab Davi gugup gelagapan seperti kepergok tengah berbuat jahat.


"Sebaiknya nyonya segera kembali ke kamar." Saran pria kekar itu yang masih kelihatan muda.


"I...iya..." Jawab Davi gugup, apalagi saat melihat pakaian yang dikenakannya di atas lutut, bahkan setengah pahanya terekspos.


Seketika bayangan saat suaminya memperko**nya terlintas di benaknya membuatnya berpikir yang tidak-tidak tentang pria itu. Davi hanya bergumam semoga tak terjadi hal buruk apapun.

__ADS_1


"Ada apa Yo?" Tanya seorang pria yang baru muncul di belakang pria kekar itu.


"Nyonya sedang di dapur mengambil air minum." Davi hanya mengangguk merasa dibicarakan dengan temannya.


"A...aku akan ke kamar dulu." Davi langsung ngacir meninggalkan dapur dengan membawa botol air minumnya. Sambil menarik-narik piyama tidurnya agar tidak terlalu memperlihatkan paha mulusnya karena pria kedua yang baru datang tadi melihatnya dengan tatapan mes*m.


"Baik nyonya. Perlu kami antar!" Tawar pria pertama tadi.


"Ti...tidak... terima kasih." Seru Davi segera berlari ke kamarnya yang ada di lantai dua. Dengan tatapan pria kedua tadi tak lepas dari paha mulus Davi.


"Apa yang kau lihat?" Tegur pria pertama tadi.


"Bagaimana ada seorang perempuan secantik nyonya?" Guman pria kedua.


"Jangan mencoba macam-macam! Hilangkan perasaan kagumu pada nyonya jika kau ingin selamat!" Seru pria pertama memperingati temannya sambil berjalan melanjutkan patrolinya sambil mematikan lampu dapur.


"Kau ini apa-apaan sih, mengangumi saja kan tak apa." Jawab pria kedua mengikuti langkah kemana temannya berjalan.


"Brengsek..." Umpat seseorang dari balik ponselnya. Dia melihat pengawal itu, menatap paha mulus istrinya.


"Aku akan memberi hukuman padanya saat aku pulang nanti. Dan untuk istriku, aku tak akan melepaskan saat aku tiba disana." Guman Davin mengepal kuat setelah menyaksikan apa yang disaksikan dalam cctvnya.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2