Tuan Muda Aftano

Tuan Muda Aftano
Part 45


__ADS_3

Pernikahan putra bungsu keluarga Aftano berlangsung meriah. Tamu undangan datang karena ingin menyaksikan sendiri megahnya acara pernikahan itu. Mengingat mempelai pria adalah satu-satunya putra tunggal juga putra bungsu yang digadang-gadang akan meneruskan usaha bisnis orang tuanya yang tidak hanya sedikit bahkan kekayaan keluarga itu tidak akan pernah habis dimakan oleh keluarga mereka bahkan sampai tujuh turunan sekalipun.


Bahkan sang tuan muda Aftano yang memiliki ketampanan dan kemampuan untuk memprediksi suatu usaha sudah terbukti kemampuannya.


Semenjak empat tahun lalu menggantikan posisi CEO yang diberikan sang papa perusahaan semakin jaya dan berkembang bahkan kini bisnisnya sudah merambah dalam bidang properti dengan kerja sama dengan ayah mertuanya yang sudah sukses dalam bidang properti yang terkenal se-Asia.


Kedua mempelai tampak berdiri di pelaminan dengan serasi. Mempelai pria yang tampan dan mempelai wanita yang cantik. Bahkan semua tamu undangan mengagumi kedua mempelai itu yang terlihat sangat serasi. Keduanya tak henti-hentinya tersenyum bahagia sambil menyalami satu persatu tamu undangan yang hadir.


Tampak Karina dan Derian orang tua mempelai pria sekaligus pemilik hajat acara juga hadir meski wajah pucat Karina masih terlihat meski makeup sudah berusaha menutupi wajah pucatnya. Senyum terus mengembang di bibir Karina karena bahagia sudah berhasil membuat anak-anaknya bersama dengan pasangan masing-masing yang menjadi pilihan putra-putrinya.


Dada Karina terasa lega dan plong. Seolah beban beratnya telah terangkat semuanya. Aku bisa meninggalkan anak-anakku dengan tenang sekarang. batin Karina menatap kedua mempelai yang sedang tertawa bahagia. Namun sepasang mata tampak mengawasinya dengan tatapan tajam dan sendu.

__ADS_1


Dadanya sesak melihat dirinya apakah sanggup harus sendiri di masa tuanya tanpa istrinya. Dirinya sadar bahwa manusia semuanya akan kembali pada sang pencipta namun keinginannya sederhana tetap bersama dengan istrinya tercinta sehidup semati.


"Kau sudah terlalu lama disini. Kita kembali ke kamar." ucap Derian lembut di dekat telinga istrinya.


Karina menoleh menatap suaminya lekat. Tersenyum bahagia. Dia pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Derian langsung menggendong tubuh istrinya yang lemah seperti tak bertenaga itu. Kedua mempelai menatap kepergian orang tuanya tanpa menjawab apapun.


Senyum di bibir kedua mempelai perlahan memudar menatap kepergian orang tuanya terutama Arthur. Dia sangat mencintai sang mama. Mamalah cinta pertamanya di dunia ini. Mamalah wanita yang melahirkannya, mama orang yang mengajarkan Arthur segala hal sejak kecil.


Tanpa sadar air mata Arthur menetes. Ji An menautkan jemari tangannya pada suaminya menghibur suaminya yang sedang bersedih.


Arthur tersadar menatap ke arah istrinya yang tersenyum lembut padanya.

__ADS_1


"Terima kasih. Aku juga sangat mencintaimu." jawab Arthur. Mereka pun saling mengecup bibir sekilas.


***


"Tidurlah!" pinta Derian saat tiba di kamar hotel tempat acara pernikahan dilangsungkan.


"Aku mau pulang ke rumah." pinta Karina masih dengan senyum manisnya.


"Sudah malam, besok pagi saja. Udara malam tidak baik untuk tubuhmu." ucap Derian ikut berbaring di ranjang bersebelahan dengan istrinya.


Mengecup puncak kepala istrinya lembut dan lama. Meresapi lebih lama kening istrinya seolah itu untuk terakhir kalinya.

__ADS_1


"Kumohon!" pinta Karina mendongak menatap suaminya dengan tatapan memelas puppy eyes nya. Derian tertawa tergelak melihat istrinya gemas.


"Baiklah. Ayo!" Karina tersenyum.


__ADS_2