Tuan Muda Aftano

Tuan Muda Aftano
Episode 35


__ADS_3

Davin terduduk lemas di depan ruang ICU. Saat sampai di rumah sakit dia langsung bertanya pada bagian informasi dan bertanya dimana istrinya dirawat. Saat bagian informasi mengatakan kalau istrinya dirawat di ruang ICU. Tubuh Davin serasa tak bertenaga, dia sudah menebak-nebak apa gerangan yang terjadi pada istrinya.


Tanpa memperdulikan apapun, Davin segera berlari ke ruang ICU yang ditunjukkan bagian informasi dengan Fero terus setia mengikuti langkah tuan mudanya dari belakang. Mata Davin yang awalnya menggelap mendengar istrinya tak ada di manapun saat di villa. Kini berubah memerah karena menahan kesedihan, lebih tepatnya tangisan.


Flashback kejadian sebelum hal ini terjadi berulang-ulang di benaknya. Juga penyesalan yang dilakukan pada wanita yang dicintainya membuat diri Davin seketika merasa bersalah karena memperlakukannya seperti seorang tahanan tanpa mengizinkan wanita itu keluar dari villa meski hanya untuk bertemu dengan orang tuanya.


Namun bukan ini maksud Davin mengurung istrinya. Niatnya hanya agar wanita yang dipaksa menjadi istrinya itu tidak kabur darinya dan menikah dengan pria lain yang merupakan kekasih istrinya sebelum mengenalnya. Davin sungguh tak bermaksud membuatnya seperti ini. Apa arti cintanya jika dia memperlakukan wanita itu lebih buruk seperti itu.


Dia tidak sakit, dia tidak terluka. Namun dia tertekan dan stress karena dirinya. Rasa bersalah Davin semakin membesar saat melihat banyak pengawal berjaga di sekitar kamar perawatan istrinya.


"Tuan muda." Sapa kepala pelayan yang terus setia mendampingi Davi selama perawatan. Dia langsung membungkuk sopan pada tuan muda yang dilayaninya.


"Apa yang terjadi? Bagaimana keadaannya?" Tanya Davin dengan nada lemah penuh keputus asaan.


"Maaf tuan, saya yang tidak becus menjaganya. Maaf." Jawab kepala pelayan langsung dijawab gelengan kepala oleh Davin penuh rasa bersalah yang semakin menumpuk di dada yang membuat dadanya semakin terasa sesak.


"Tuan Davin?" Dokter obgyn rumah sakit yang baru saja memeriksa rutin keadaan Davi langsung menghampiri mereka untuk menyapa sekaligus ingin memberikan keterangan tentang kesehatan Davi selama perawatan beberapa hari yang lalu.


"Dokter! Bagaimana keadaan istriku dok?" Tanya Davin menatap dokter itu penuh harap.


"Mari bicara di ruangan saya!" Ajak dokter obgyn ke ruangannya tak jauh dari tempat Davin berdiri.


***

__ADS_1


Davin terduduk lemas mendengar keterangan dokter dari ruang dokter yang bertanggung jawab pada Davi selama perawatan beberapa waktu lalu.


Berdasarkan penjelasan dokter, istrinya sedang hamil namun keadaan tubuhnya tidak baik-baik saja. Istrinya terlihat tertekan dan stress berlebihan dan itu sudah lama dialami oleh istrinya. Ditambah tubuh lemahnya tak bisa menerima makanan hingga makanan yang masuk pasti keluar kembali. Kalau keadaan seperti ini terus berlanjut mungkin istrinya akan keguguran lagi apalagi dulu juga pernah keguguran dengan keadaan yang sama.


Kalau keadaan istrinya terus berlanjut seperti ini, mungkin juga bisa merenggut nyawa ibunya juga selain bayi dalam kandungan kalau tidak ada keinginan hidup dari pasiennya.


Davin semakin merasa bersalah. Maksud hati ingin mengikat istrinya agar selalu di sisinya. Kini malah berujung fatal dan sekarat. Davin harus bisa menyiapkan diri kalau suatu saat kedua orang terpenting dalam hidupnya itu bisa meninggalkan dirinya sewaktu-waktu. Selama dia tak ada di tempat, istrinya mengalami gagal jantung sampai hampir meninggal saat sedang dirawat intensif.


Apalagi ini sudah hampir memasuki seminggu istrinya dirawat. Apalagi dokter mengatakan keinginan hidup pasien sangat tipis. Seolah dia melakukan bunuh diri dengan tidak disengaja karena rasa tertekan dan stress yang berkepanjangan.


"Tuan muda." Bisik kepala pelayan lirih. Dia merasa kasihan melihat tuan muda yang dilayaninya itu kehilangan semangat dengan wajah penuh rasa bersalah dan putus asa.


"Anda bisa mencoba menyemangatinya di sisinya untuk terus bertahan hidup tuan. Demi anak yang dikandungnya." Nasehat kepala pelayan membuat Davin sontak menoleh pada kepala pelayan itu.


"Dia...membenciku bi, dia begini karena aku bi." Bisik Davin penuh rasa keputus asaan.


"Setidaknya tuan mencoba menyelamatkan istri dan anak anda." Ucap kepala pelayan lagi.


Davin mencoba mencerna ucapan kepala pelayan yang akhirnya membuat Davin berdiri tegak. Dia akan membersihkan tubuhnya dulu. Setelah itu memakai pakaian khusus untuk bisa masuk ke dalam ruang ICU tempat istrinya dirawat. Davin sudah memutuskan untuk melepaskan istrinya jika itu membuat anak dan istrinya hidup.


Meski dia akan mendapat akibat ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Dia juga akan mengembalikan istrinya pulang ke rumahnya untuk bertemu dengan orang tuanya sebagai janjinya jika istrinya berhasil hamil anaknya. Dia berjanji akan hal itu.


***

__ADS_1


"Hai." Sapa Davin masuk ke dalam ruang ICU tempat istrinya dirawat. Dia menatap miris tubuh istrinya dengan alat penunjang kehidupan yang menempel di sekujur tubuhnya agar tetap bertahan hidup. Seketika Davin sesenggukan menangis sedih tanpa suara di dalam ruang ICU.


"Maaf ... maafkan aku...maaf..." Bisik Davin di sela-sela isakan tangisnya.


"Buka matamu! Bangunlah! Ada anak kita di dalam sini." Bisik Davin seraya mengelus perut Davi dengan isakan yang semakin kencang.


"Berilah kesempatan dia hidup di perutmu! Dia berhak hidup. Jika kau membuka matamu, aku akan mengantarmu pulang ke rumah orang tuamu. Dan aku akan menghilang dari pandangan matamu." Bisik Davin lagi tak mampu membendung curahan air mata yang terus mengalir di pipinya yang langsung diusapnya meski akan jatuh, jatuh dan jatuh menetes lagi.


"Buka matamu sayang! Maafkan aku atas perlakuanku selama ini. Maaf. Maaf karena rasa cintaku yang terlalu besar dan malah membuatmu terluka ini." Bisik Davin sambil mengelus rambut istrinya lembut penuh kasih. Bibirnya juga berkali-kali mengecupi dahi istrinya berulang-ulang dan air mata pun menetes tanpa sengaja di dahi istrinya.


"Maafkan aku. Maaf..." Bisik Davin terduduk berlutut di sisi ranjang perawatan istrinya.


.


.


TBC


Beri dukungannya


Jangan lupa baca karya terbaru saya juga


__ADS_1


masukkan juga ke favorit ya


Terima kasih


__ADS_2