
Davi duduk diam di dalam kamarnya. Davin sedang membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi kamar itu. Perasaan Davi berdegup kencang memikirkan kenyataan bahwa dirinya sudah sah menjadi istri seorang Davin. Pria yang dicintainya sekaligus dibencinya.
Davi tak menampik kalau dia juga merasakan kebahagiaan dalam hati terdalamnya menjadi istri Davin. Namun kejadian buruk beberapa waktu lalu membuatnya merasakan sedih juga kecewa karena Davin memaksakan kehendaknya hingga tega merenggut harta berharga miliknya meski akhirnya dia menjadi istri sah Davin.
Davi mencoba ikhlas tentang kejadian buruk itu dan mencoba memaafkan Davin yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.
"Mandilah!" Titah Davin saat keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan sehelai handuk menutupi bawah tubuhnya.
Wajah Davi sontak memerah melihat pemandangan yang asing dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain menghindari untuk menatap tubuh sixpack yang sedang bertelanjang dada itu.
"Ah, i..iya..." Jawab Davi gugup langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi itu rapat-rapat.
Davin hanya menggeleng tersenyum melihat tingkah Davi yang sudah sah menjadi istrinya beberapa jam lalu. Davin memakai piyama tidurnya dan menunggu di sofa dekat ranjang sambil mengutak-atik laptopnya yang sejak pagi tak disentuhnya karena mengurus pernikahannya tadi.
Pernikahan yang hanya secara informal yang didatangi beberapa pelayan dan orang kepercayaannya sebagai saksi pernikahan. Karena tak sengaja kedatangan rekan bisnisnya tadi. Davin harus rela meninggalkan istrinya untuk menemui mereka setelah penghulu menyatakan pernikahan mereka sah sebagai pasangan suami istri.
Sudah hampir satu jam Davi mengurung di dalam kamar mandi namun tak ada tanda-tanda dia hendak keluar dari dalam. Davin sempat mengernyit bertanya-tanya apa yang dilakukan istrinya di dalam kamar mandi yang begitu lama.
"Apa dia ketiduran?" Guman Davin meletakkan laptopnya di meja di depannya.
Dia menghampiri pintu kamar mandi bermaksud mengetuknya karena istrinya tak kunjung keluar. Namun belum sampai dia mengetuk, pintu kamar mandi perlahan terbuka hanya sedikit dan munculah Davi yang hanya melongokkan kepalanya menyembul dari dalam kamar mandi.
"Ah..." Davi sontak terkejut mendapati suaminya berdiri di depan pintu depan tangan yang hendak mengetuk pintu menggantung di udara.
__ADS_1
Davin sontak menarik tangannya ke belakang tubuhnya salah tingkah.
"Maaf. Kau lama sekali, aku bermaksud bertanya apa sesuatu terjadi?" Ucap Davin salah tingkah.
"A...aku lupa .. membawa pakaian ganti." Jawab Davi menundukkan kepalanya merasa malu.
"Aku ambilkan!" Davin langsung melangkah menuju walk in closet tempat pakaian dan pakaiannya tadi disimpan.
Davin menatap sekeliling ruangan itu mencari-cari pakaian milik istrinya. Pandangannya berhenti pada piyama merah yang menurutnya terlihat seksi. Seketika membuat Davin meneguk ludahnya kasar membayangkan istrinya memakai piyama itu.
Memang dirinya yang meminta Fero untuk menyiapkan segala kebutuhan istrinya, semuanya termasuk piyama tidur seksi dengan model yang sama tapi warna yang berbeda.
"Ini." Davin menyerahkan piyama yang diambilnya asal tadi pada Davi yang sejak tadi menunggunya dengan cemas.
***
Davi mondar-mandir kesana-kemari di dalam kamar mandi setelah selesai mandi. Dia bingung hendak memakai apa setelah selesai mandi. Kebaya pengantinnya tadi tidak sengaja jatuh mengenai air dan sedikit basah. Dan dia tidak mungkin memakainya lagi. Karena malu menatap tubuh suaminya tadi, Davi sampai lupa membawa pakaian ganti untuk dirinya saat masuk ke dalam kamar mandi tadi.
Dia tak mungkin pula hanya memakai selembar handuk yang hanya menutupi sebatas dada dan diatas setengah pahanya. Davi masih setia mondar-mandir bingung harus melakukan apa.
"Apa aku harus minta tolong pada Davin?" Guman Davi menggigit kuku jemarinya gugup.
Davi masih berpikir hingga dirinya terduduk di toilet dudukan di dalam kamar mandi berpikir keras bagaimana dia keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Dia tak mau membangunkan macan tidur dan membuat dirinya kembali 'diserang' oleh suaminya meski mereka sudah sah sebagai pasangan suami istri namun dia tetap saja masih trauma untuk berhubungan intim pasca pemerkos**n yang dilakukan Davin tempo hari. Apalagi sampai membuatnya hamil dan keguguran bahkan sebelum dia mengetahuinya.
Sudah hampir satu jam perkiraan Davi masih mengurung di dalam kamar mandi mencari solusi namun seakan semua solusi buntu. Dengan langkah pasti Davi akan mencoba meminta bantuan Davin.
Davi tersentak kaget saat dirinya hendak membuka pintu kamar mandi Davin sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan tangan kanan menggantung di udara seolah hendak mengetuk pintu kamar mandi.
Apa dia mencemaskanku juga karena tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi? Batin Davi menatap Davin terharu dan menahan senyumnya karena terlihat salah tingkah dan menggemaskan.
***
"Bu, makan dulu ya?" Bujuk ayah Davi melihat istrinya melamun dengan tatapan mata kosong.
Setelah mendapat surat yang mengatasnamakan putrinya dua minggu lalu. Ibu Davi langsung pingsan membaca kenyataan tentang surat yang menyatakan bahwa Davi sengaja kabur dari pernikahan karena ada orang lain yang lebih dicintainya. Ayah Davi tak percaya bahwa surat itu dikirim putrinya. Ayah Davi tahu bagaimana watak putrinya itu.
Putrinya tak mungkin menerima lamaran kekasihnya, Gio. Jika dirinya tak setuju. Putrinya bukan gadis yang akan tega membuat malu keluarganya dengan meninggalkan pernikahan tanpa kabar beberapa waktu yang lalu. Ayah Davi masih dengan keyakinannya kalau putrinya sedang diculik oleh seseorang.
Dan tuduhan ayah Davi hanya mengarah pada satu orang yang mungkin mampu menyembunyikan putrinya tanpa dapat ditemukan jejaknya oleh polisi sekalipun. Karena dia memiliki koneksi yang tak mungkin mampu ditembus oleh orang-orang kecil seperti mereka. Ayah Davi sudah mengerahkan seluruh usahanya untuk mencari putrinya dengan berbagai cara.
Namun sampai hampir sebulan ini, tak ada tanda-tanda dari orang yang dibayarkan mendapatkan kabar tentang putrinya. Ayah Davi hampir menyerah, namun melihat istrinya yang tidak baik-baik saja sejak kepergian putrinya, ayah Davi terus melanjutkan pencariannya.
.
.
__ADS_1
TBC