Tuan Muda Aftano

Tuan Muda Aftano
Episode 23


__ADS_3

"Tidurlah! Kau pasti capek." Ucap Davin membaringkan tubuhnya di ranjang di kamar mereka.


Davin menarik selimut untuknya sampai batas dada. Dia mulai memejamkan mata meski tak bisa tidur. Davin merasa tersiksa saat melihat istrinya keluar dari dalam kamar mandi menggunakan piyamanya yang seksi. Yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi. Davin diam-diam meneguk ludahnya kasar menatap pemandangan yang membuat sesuatu di bawah tubuhnya bangun.


Apalagi kini dia memakai piyama dari bahan satin. Dan bisa ditebaknya siapapun yang melihat ke bawah tubuhnya akan tercetak jelas sesuatu sedang berdiri tegak di bawah sana. Davin membuang pandangannya ke arah lain demi menghindari tubuhnya bereaksi berlebihan hingga selimut tebal itu digunakannya untuk menutupi bawah tubuhnya.


Davi terdiam berdiri di tempatnya tak jauh dari ranjang. Dia terlihat ragu untuk berbaring sesuai apa yang dikatakan Davin. Meski Davin mengatakan tak akan menyentuhnya sampai dia siap. Namun trauma perlakuan buruk Davin saat itu kembali berputar ulang di benaknya. Namun Davi tak mau menunjukkan secara kentara.


Davin menatap istrinya yang terlihat ragu untuk mendekatinya.


"Aku akan tidur di sofa. Ah, tidak. Aku akan tidur di kamar sebelah." Davin segera beranjak tanpa menunggu jawaban Davi.


Davi terdiam, merasa bersalah. Namun perasaannya tak bisa dibohongi untuk tidak gugup dan takut. Bagaimana semuanya masih membekas di ingatannya.


***


Pagi hari, Davi sudah berkutat di dapur meski para pelayan terutama kepala pelayan melarangnya.


"Tidak apa bi, aku jenuh di dalam kamar. Jangan cemas jika aku berniat kabur! Toh, itu tak mungkin untukku." Jawab Davi lemah membuat kepala pelayan terdiam ikut merasa bersalah. Namun dirinya hanyalah pelayan yang tak punya kuasa apapun selain memerintah bawahannya dalam menjaga kebersihan villa ini.


Kepala pelayan pun akhirnya membiarkan Davi yang sekarang sudah menjadi nyonya muda yang harus lebih maksimal lagi untuk dilayaninya. Mungkin itu lebih baik dari pada melarangnya dan mengurungnya terus-terusan di villa.


Tak lebih dari dua jam, Davi sudah menyelesaikan menu sarapannya dan menatanya di meja makan. Dia tersenyum puas menatap hasil karya masakannya.

__ADS_1


"Bi!" Panggilnya pada kepala pelayan.


"Iya nyonya."


"Saya mau mandi sebentar baru kemudian sarapan." Davi menjeda ucapannya ragu untuk mengatakan lanjutan kalimatnya.


"Iya nyonya."


"Dan.... jangan beritahu tuan kalau ini adalah masakanku." Pinta Davi lemah.


"Kenapa nyonya?"


"Aku mohon bi." Jawab Davi penuh permohonan tidak mau menjelaskan alasannya.


"Baik nyonya." Kepala pelayan pun terpaksa mengiyakan permohonan sang nyonya. Padahal kalau jujur pada tuan muda, mungkin saja tuan muda akan luluh dan mengizinkannya untuk bertemu orang tuanya mungkin?


***


"Kenapa pagi sekali?" Tanya Davin mengernyit heran.


"Tuan sendiri yang menyuruh saya untuk mengingatnya. Agar para penanggung jawab proyek tidak sempat bersiap untuk menutupi kerja buruknya." Jelas Fero mengikuti tuan muda masuk ke ruang makan.


"Persiapkan semuanya!" Titah Davin setelah tiba di meja makan sudah mendapati istrinya duduk di kursi makan tempat biasanya. Keduanya sempat bertemu pandang yang membuat Davi langsung berdiri menyiapkan sarapan untuk suaminya.

__ADS_1


"Saya tunggu di depan tuan." Davin hanya mengibaskan jemari tangannya mengusir Fero secara tidak langsung.


Davin menatap menu sarapan hari ini tidak seperti biasanya. Lain dari pada yang lain. Dan entah kenapa sesuai seleranya hari itu. Dia menatap satu persatu pelayan yang berdiri berjajar di dekat meja makan tak jauh dari tempatnya duduk. Dan pandangan berakhir pada kepala pelayan, kepala pelayan yang ditatap intens oleh tuannya hanya diam seolah tak peduli dengan tatapan tuan mudanya. Toh, beliau tidak bertanya, begitulah kira-kira dalam benak kepala pelayan.


Davin menatap sarapannya yang sudah disajikan istrinya dengan penuh tanda tanya. Seolah dia tidak yakin untuk memakan sarapannya itu. Davin mendongak menatap istrinya yang sudah mulai makan dengan perlahan menundukkan kepalanya menghindari tatapannya.


Hingga jemari tangan Davin memberi kode pada para pelayan untuk meninggalkan ruang makan pertanda kalau Davin tak ingin diganggu kebersamaannya dengan istrinya. Serentak semua pelayan termasuk kepala pelayan meninggalkan ruang makan yang langsung mendapat tatapan heran dari Davi. Hingga di ruang makan hanya tinggal mereka berdua. Pandangan Davi beralih pada Davin yang kini juga ikut menatapnya.


"Akan lebih baik jika perhatian memasak ini, kau berikan padaku untuk melayani kebutuhan ranjangku." Ucap Davin vulgar membuat Davi tersentak sontak menatap Davin datar. Dan perlahan pipinya entah kenapa tersipu malu memerah.


Davin sendiri mulai makan sarapannya dengan tenang. Seolah tidak baru saja mengatakan apapun. Padahal Davi sendiri, dadanya sudah berdetak kencang membayangkan dirinya melayani suaminya di ranjang.


"Aku menikahimu tidak untuk menjadikanmu pelayan ataupun pembantu. Aku menikahimu karena aku menginginkanmu hanya untuk melayani baik kebutuhan pakaian dan kebutuhan ranjangku." Hati Davi mencelos setelah mencerna kembali ucapan Davin barusan. Seolah dirinya hanya dijadikan pelampiasan nafsu suaminya saja.


"Beri aku waktu!" Bisik Davi masih dapat didengar Davin yang menatap istrinya lekat.


Davi sendiri memilih membuang pandangannya ke arah makanannya tanpa mampu menatap kembali suaminya.


"Mungkin aku bisa bersabar untuk beberapa hari tapi tidak untuk waktu yang lebih lama lagi. Aku sudah selesai, aku harus ke luar kota untuk meninjau proyek. Aku berharap kau menyiapkan dirimu. Lebih cepat lebih baik. Aku bukan tipe orang yang memaksakan kehendak. Namun... Jika itu perlu akan kulakukan." Ucap Davin mengecup kening istrinya sekilas membuat Davi terkejut sontak mendongak menatap suaminya yang tersenyum lembut menatapnya. Entah kenapa tiba-tiba hati Davi menghangat mendapat perlakuan manis suaminya.


"Kita berangkat!" Titah Davin saat dirinya sudah masuk ke dalam mobil yang dibukakan pintunya oleh Fero yang juga sudah bersiap duduk di sebelah bangku sopir.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2