Tuan Muda Aftano

Tuan Muda Aftano
Episode 9


__ADS_3

"Apa kabar kakek?" sapa Davin saat dia datang ke rumah sakit mengunjungi kakeknya yang sedang terbaring lemah di ranjang perawatan.


Ji Sung menoleh menatap Davin dengan sedikit tenaga karena tubuhnya yang lemah. Bahkan perawat yang merawatnya membantunya untuk duduk meski lemah.


"Matt..." bisik Ji Sung lirih. Davin mendekat saat kakeknya melambai padanya.


"Kau datang?" tanya Ji Sung menatap Davin dengan tatapan mata sayu menahan rasa sakit tubuhnya.


"Iya kakek." jawab Davin sopan.


"Duduklah!" Ji Sung menunjuk kursi di samping ranjangnya. Davin pun paham dan segera duduk.


"Pergilah! Aku mau bicara berdua dengan cucuku." lirihnya dan perawat dan asisten kepercayaannya meninggalkan ruangan VVIP Ji Sung.


Ji Sung menatap lama wajah Davin yang sangat mirip dengan putrinya tapi versi laki-laki. Dulu saat masih kecil Davin sangat mirip dengan ayahnya. Namun semakin tumbuh dewasa wajah ayahnya beralih mirip wajah ibunya. Hanya sikap dan sifatnya yang mirip ayahnya. Mungkin karena sejak masih bayi Davin lebih sering bersama ibunya.


"Bagaimana kabar kakek?" tanya Davin setelah lama saling diam.


"Ya... beginilah orang tua...ha..ha..ha..." suara Ji Sung disertai tawa suara orang tua membuatnya batuk meski tidak sampai mendekil.

__ADS_1


"Kakek tak apa?" tanya Davin membantu Ji Sung menepuk punggung kakeknya pelan berharap dapat mengurangi batuk kakeknya.


"Tak apa sungguh tak apa, ini sudah biasa bagi kakek." Ji Sung mencoba menepis pelan tangan Davin tak mau cucunya merasa direpotkan olehnya.


Ji Sung sungguh sangat merasa bersalah pada Davin. Hanya Davin lah cucu yang sempat di sia-siakan saat masih kecil. Ji Sung tak mau cucunya itu menjadi benci padanya karena pengabaiannya dulu. Namun sepertinya kecemasan Ji Sung tak beralasan. Cucunya Davin tetap memperlakukan sebagai mana cucunya semestinya.


Tak terbesitpun di matanya rasa dendam untuknya. Hanya rasa sayang yang tulus pada dirinya. Ji Sung sungguh bersyukur cucunya bisa dididik dengan sangat baik oleh putrinya.


"Maafkan kakek.." lirih Ji Sung menatap Davin intens.


"Apa yang kakek katakan?" jawab Davin.


"Sungguh kakek sangat menyesal mengabaikanmu saat masih kecil dulu." Davin terdiam mendengar ucapan kakeknya, sesaat terlintas di benaknya tentang masa kecilnya yang pernah tinggal di sebuah apartemen kecil yang hanya cukup untuknya tinggal bersama ibunya dulu.


"Aku sudah memaafkan kakek, mama sudah mengatakan semuanya. Kakek dulu selalu memperhatikanku meski dari jauh. Jadi, kakek tidak menelantarkanku." jawab Davin membuat mata Ji Sung berkaca-kaca terharu dengan ucapan cucunya.


"Kakek bangga padamu dan juga pada ibumu telah berhasil membesarkan putranya dengan baik." jawab Ji Sung mulai merebahkan tubuhnya karena merasa lemah dan tak sanggup lagi jika harus lama-lama duduk.


"Terima kasih."

__ADS_1


"Akulah yang harus berterima kasih pada kakek." Ji Sung menepuk-nepuk pipi cucunya lembut sambil tersenyum, seolah beban beratnya selama ini terangkat sudah.


***


Seluruh keluarga besar Kim berduka hari ini. Semuanya hanya diam dalam keheningan. Hanya Ji An yang terlihat menangis karena terpukul dengan kepergian sang ayah. Bagaimana pun juga dia adalah satu-satunya orang tua yang dimilikinya sejak ibunya meninggal saat berusia sepuluh tahun.


Ayahnya lah yang melimpahkan seluruh kasih sayangnya padanya. Ji Won pun sama menangis sambil berpelukan di sisi kedua kakak kembarnya. Arthur mendekap tubuh istrinya yang terlihat lemah karena terlalu banyak menangis.


Davin terdiam di depan foto kakeknya yang sudah dikremasi satu jam yang lalu. Para pelayat sudah mulai pulang, kini hanya tinggal keluarga besarnya.


***


Suasana rumah kakeknya masih terlihat suram karena baru beberapa hari ditinggal kepergian sang tuan besar.


Yang kini sudah diwariskan pada putrinya satu-satunya serta seluruh asetnya yang tidak sedikit. Begitulah isi wasiat Ji Sung saat dibacakan pengacara kepercayaan ayahnya beberapa hari yang lalu.


TBC


Maaf up dikit

__ADS_1


Lain kali ditambah..


Makasih sudah membaca 🙏


__ADS_2