Unforgettable Mistake

Unforgettable Mistake
UM (16)


__ADS_3

Zaskia menguap, terkadang dia tersenyum menanggapi ocehan teman lainnya yang sama seperti dirinya, tidak sadarkan diri. Aryan sidah berulang kali mengulang pertanyaan untuknya, namun dia sama sekali tidak menanggapi dengan serius arah pertanyaan Aryan. Perempuan iu bemar-benar membuat kesabaran Aryan habis, dia pusing sendiri menanggapi sahabatnya itu.


Pertanyaan yang terkadang di jawab dengan jawaban nyeleneh, berakhir Aryan menghela napas lagi dan lagi. "Kia, Reza mana?" Zaskia menggaruk kepalanya. "Kiaa," perempuan itu masih tidak menjawab.


"Reza siapa?" Aryan menghela napas kesal ketika mendengar pertanyaan Zaskia.


"Suami lo," Berlian tersenyum melihat Aryan yang kelihatan sangat kesal sejak tadi.


"Hah," tiba-tiba Zaskia berdiri membuat Aryan tersentak hingga mundur satu langkah. "Gue udah nikah?" Aryan tidak berniat untuk menjawab itu.


"Reza mana?" Zaskia sedikit terkejut menatap Aryan dan Berlian.


"Kalian siapa?" Berlian menahan tawanya karena gemas sendiri melihat tingkah Zaskia.


"Astaga, Zaskia," Aryan maju melotot mendekati Zaskia yang langsung menciut.


"Iyaaaaa.. gue inget, lo Aryan dan itu Berlian perempuan yang sering lo ceritain kan?" Aryan menatap datar Zaskia. Kenapa Zaskia sangat menyebalkan seperti ini.


So, Aryan suka ceritain tentang aku ketemen-temennya? Berlian mengukir sebuah senyuman. Pernyataan dari Zaskia menggelitik hati Berlian.


"Reza mana??" Zaskia menunjuk kearah panggung. "Di area panggung?" Zaskia menggeleng, kembali duduk dan bersandar sembari memejamkan mata, mungkin karena pusing. "Terus dimana?" Zaskia berdiri lagi, lalu menunjuk ke arah yang berlawanan dengan arahan pertama.


Karena penasaran, akhirnya Berlian memutuskan untuk bertanya. "Reza siapa sih?" Aryan menatap Berlian.


"Sahabat aku. Dia orang yang paling waras di antar semua orang ini," Berlian tertawa kecil. "Dan kamu harus ketemu sama dia," Berlian mengangguk.


Berlian menatap Aryan yang sudah menggenggam tangannya lagi. Pria itu pasti sengaja pura-pura tidak sadar bahwa sudah menggenggam tangannya. Licik bukan!!!


"Mau kedepan gak?" Suara musik yang cukup keras membuat para pengunjung harus berteriak untuk berbicara. Berlian sedikit tersentak karena tubuh Aryan terlalu dekat dengannya. Ia sedikit menggeser tubuhnya, agar menjauh.


"Boleh," Aryan membawa Berlian ke arah keramaian, pada saat sampai di area panggung, Bring Me The Horizon lah yang menyambut kehadiran mereka. Berlian amat sangat bahagia karena mereka sama sekali tidak terlambat melihat BMTH tampil.


Berlian sengaja pura-pura sedikit berjoget agar melepaskan genggaman tangan Aryan. perempuan itu tidak sanggup mengatur detak jantungnya sedari tadi.


Ya ampun, itu kenapa Oliver Sykes ganteng banget sih. Puji Berlian menatap kagum kepada vokalis Bring Me The Horizon.



Tiba-tiba tubuhnya terhuyung ke kanan karena seorang pria bertubuh besar menyenggol Berlian hingga oleng. Membuat Aryan yang tepat disampingnya ikut tersenggol. Berlian mengelus bahunya yang terasa nyeri akibat dorongan kuat pria berbadan besar itu, kekesalannya bertambah ketika pria itu tidak berniat meminta maaf sama sekali.


Berlian mengumpat dalam hati, nyalinya tidak kuat untuk memarahi pria itu. Aryan mengarahkan tubuh Berlian untuk berdiri di depannya. Berlian ngikut saja.


Kalo bukan karena Bmth, aku gak akan pernah mau nonton acara yang ramai kayak sekarang. Gerutu Berlian, sembari menatap kagum lagi kepada vokalis Bmth.

__ADS_1


Lagu yang keras membuat Berlian sedikit mengangguk karena ini adalah Genre musiknya. Ramainya setara dengan konser EXO yang sering Chacha dan Denada lihat saat Live streaming. Konser ini juga tidak kalah ramai seperti yang sering Chacha ceritakan saat gadis itu pergi menonton konser EXO. Berlian mengangkat ponselnya untuk memotret sedikit, dia tidak ingin membuang sia-sia kesempatan ini. mengabadikan momen yang sangat langka bukan?


Berlian dapat mengambil gambar Bring Me The Horizon dengan sempurna, dia berdiri di tempat yang tepat. Mereka saling bertatapan ketika Berlian membalikkan tubuhnya untuk mengambil gambar, karena merasa tidak enak, dia menarik Aryan agar ikut berfoto. Mengambil jepretan beberapa kali sudah membuat hatinya sangat puas.


Kali ini lagu yang di bawakan oleh Bring Me The Horizon adalah lagu favoritnya, Sleepwalking.


Berlian berjoget mengikuti alunan musik dan ikut bernyanyi. Tidak hanya dia, seluruh penonton juga melakukan hal yang sama. Tapi tidak untuk Aryan. Aryan sibuk menatap Berlian yang berdiri memunggunginya.


Laki-laki itu menaruh dagunya diatas kepala Berlian. membuatnya tersadar, kalau tidak pasti perempuan itu sudah menggerangkan kepalanya dan bergabung dalam kerumunan di depan mereka.


Melihat kerumanan yang semakin menjadi-jadi. Aryan mendekatkan kepalanya ketelinga Berlian membuatnya hilang fokus.


Aryan berbisik. "Bagaimana kalau kita mundur aja, sudah mulai gak sadar semua, dan inu berbahaya buat kamu." Seorang pria berjoget dengan sangat kencang, dia tidak lagi sadar kalau tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Berlian sampai merasakan punggungnya menyentuh dada Aryan dengan kencang, padahal dia sudah berusaha mengambil jarak tadi.


Buru-buru Berlian mengangguk cepat, tubuhnya langsung dalam rangkulan Aryan, melindungi dirinya dari senggolan para Horizon death cult yang semakin membabi buta.


********


"Geser," menyuruh salah satu temannya yang duduk di sandaran bangku gazebo. Laki-laki itu hanya menggeleng lalu senyum-senyum tidak jelas. "Geser gak lo?"


"Tapi ada syarat." Ucapnya sebelum berdiri.


"Hmm...."


"Terserah, lo mati gue gak tanggung," sesuatu yang baru bagi Berlian, pertama kalinya mendengar Aryan berbicara dengan bahasa yang berbeda. Namun matanya mengikuti laki-laki yang berjalan menjauh dengan wajah senang karena mendapatkan izin membeli minuman secara gratis.


"Kamu tunggu sini ya? aku cari minuman dulu, jangan mau minum-minuman yang mereka kasih," sebenarnya dia tidak terlalu suka berada di tempat asing, tapi tidak mungkin dia merengek untuk ikut membeli minumannya. Hal itu akan membuat Aryan salah paham. Berlian duduk perlahan dengan tatapan mengikuti kepergian Aryan.


"Eehhh Berlian disini?" Berlian tersadar dari tatapannya lalu tersenyum canggung. "Kenalin nama gue Zaskia. Aryan biasa panggil gue Kia, itu Rendi, itu Denisa, itu Bella, itu Arka, itu Siapa ya?" Memperkenalkan teman-temannya dengan keadaan yang kurang sadar terhenti dengan satu orang yang kurang diingatnya. Menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Berusaha mengingat siapa pria itu. "Dendi, iya itu Dendi"


"Gue Dimas beego," mereka semua tertawa saat mendengar Dimas protes karena Zaskia salah menyebutkan namanya. Berlian hanya menatap datar, dia tidak tahu harus tertawa atau bagaimana? karena pada kenyataannya mereka sama sekali tidak lucu.


"Cuy, yang beli minuman tadi siapa namanya?" Dimas menatap Zaskia.


"Oh si Reza," Zaskia melemparkan botol plastik kosong kearah Dimas.


"Reza suami gue beego,"


Dimas tertawa keras. "Nanti gue tanyak Bu, gue lupa."


Zaskia beralih menatap Berlian. "Ingat???"


"Hahh? Oh iya, inget kok. Zaskia, Rendi, Denisa, Bella, Arka, Dimas. Yang beli minuman gak tau."

__ADS_1


Denisa bertepuk tangan heboh, mendengar Berlian mengingat nama mereka dengan jelas. "Keren banget Berlian bisa ingat dalam waktu sekejap."


"Karena udah ingat, nih minum.." Pria bernama Dimas menyodorkan gelas berisi minuman yang membuat mereka tidak sadarkan diri. Berlian menolak tawaran itu dengan hati-hati takut menimbulkan rasa kecewa, dan lagi dia sudah berjanji pada Aryan agar tidak menerima tawaran teman-temannya.


********


"Aryan," seseorang meneriaki namanya, membuatnya langsung menoleh dan berlari mendekat.


"Hoi Za. Kemana aja lo, gue cariin dari tadi."


"Gue di depan." Menunjuk panggung,


Aryan berdecak, "nanya sama Kia bikin kepala gue pusing,"


Reza tertawa kecil. "Gak usah heran, lo kan tau sendiri, dia kalau gak gue kontrol mana bisa. Sayangnya tadi dia udah berangkat duluan sama Dimas, jadi pas gue sampai, dia udah kayak gitu tuh."


"Pantes...." Sama-sama menggeleng.


"Gilaaa sih,, Bmth pecah paraahhh!!!! penonton kayak lagi demo gini, ramai banget, gak kayak waktu kita lihat di Amsterdam." Reza terdiam, dia tidak ingat kalau saat bersama menonton konser itu ada cinta pertama Aryan, "Sorry...."


"Santai aja kali Za, gue udah lupa kok." Reza mengangguk, dia tahu bahwa Aryan sudah move on terhadap perempuan yang dulu sangat di gilai oleh sahabatnya itu. Mereka sama-sama melihat ke arah panggung yang bernuansa hitam dengan lampu bergemerlap mengikuti alunan musik serta tepampang besar bendera Bring Me The Horizon disana.


"Gue tadi juga di depan, karena udah mulai pada gak sadar, gue mundur." Jelas Aryan. Rasa kesal kembali hadir saat mengingat Berlian yang berulang kali mendesah sakit akibat tersenggol. Ia menepuk dahinya saat teringat akan Berlian yang di tinggalkan terlalu lama. "Astaga,, Berlian..."


"Lo, jadi sama Berlian ke sini?"


Aryan mengangguk. "Tadi gue tinggalin di gazebo bareng Kia sama yang lain,"


"Shit.. Ngapa pake di tinggal segala sih, Berlian bakal lewat di buat sama mereka." Aryan dan Reza bergegas menuju gazebo tempat dimana Aryan meninggalkan Berlian.


"Gue lupaa," teriak Aryan saat berlari memecah kerumunan bersama Reza.


...☘️☘️...


ARYAN TARA MAHESVARA



BERLIAN WIJAYA VALFREDO



...*****...

__ADS_1


...TERIMA KASIH UNTUK SEMUA YANG SUDAH MELUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBACA INI 💜...


__ADS_2