
Dipinggir jalanan yang sepi, nampak terdengar anak perempuan yang sedang memohon kepada ibu tirinya:
“ mi .. jangan mi.! Aku bakalan melunasi hutang papa” kata Tesanee Sunee yang artinya Anak perempuan cantik yang baik hati. Panggilannya sanne
“ kamu tau ga, utang bapak kamu itu banyak.! Kamu kerja setahun juga ga akan bakal bisa melunasi dengan cepat" kata wanita tua, sambil menarik – narik tangan anak tirinya itu
“ jangan mi .. ampun jangan" kata sanee memohon sambil menangis tersanduh senduh
Di jalan yang nampak sepi itu, ada mobil mewah melintas yang melihat kejadian tersebut. Nampak mobil mewah itu menepi dan melihat dari kejauhan.
Lalu, ibu dan sanee masuk ke dalam mobil, dan berkendara dengan cepat. Tanpa sepengetahuan mereka berdua, mobil mewah itu mengikutinya. Dan berhentilah mereka didepan sebuah caffe. Ditariknya lagi tangan gadid cantik itu.
“ Jangan mi, lepasin mi.. ampun" kata sanee
“sudah, ayo masuk” kata ibu tirinya
Dilihat, keributan mereka oleh lelaki yang berada didalam mobil mewah tersebut. Lalu, keluarlah lelaki itu dari mobilnya, tanpa sepengetahuan mereka.
Didalam caffe, ibu dan sanee menghadap seorang lelaki tua berkacamata.
“ ini tuan, anak tiri saya.. jadikan dia istri ke 3mu" kata ibu tiri
“ Mi .. jangan ..mi" mohon sanee sambil menangis
Lelaki tua itu hanya melihat saja. karena tak tegah melihat gadis itu.
“Sudah, dia tidak akan menikah denganku.tetapi akan ku jadikan calon istri untuk cucuku. melihat gadis ini aku teringat pada cucu angkat ku" kata si kakek
“Jadi, apa hutangnya sudah lunas" kata ibu Tiri
“Sudah, pergilah" kata kakek tersebut
Lalu, ibu itu meninggalkan sanee sendiri dengan lelaki tua itu. Di kejauhan lelaki bermobil mewah tersebut mendengarkan percakapan mereka. Sontak ia terheran sepertinya ia kenal dengan kakek tua itu. Dan benar saja itu kakek absy sahabat kakeknya. Kakeknya kini yang telah meninggal 1 tahun silam. Setelah ibu tiri pergi. Lelaki yang bernama khan tersebut mendekat. Lalu, sampailah dia dihadapan kakek absy.
“ Kabir adnan khan" sapa kakek absy dengan panggilan lengkap
“Assalamu’alaikum" ucap khan sambil mencium tangan kakek absy
“Wa'alaikum salam" balas, kakek absy
“ akhirnya kau datang juga” kata kakek absy
Sanee Hanya terdiam menunduk , menangis dan takut. Khan hanya melihat gadis itu dengan iba, kedatangannya dia ditempat yang sama, memang dia di telepon oleh kakek absy. Tadinya ia disuruh untuk datang ke caffenya. tidak tau mengapa, kata kakek absy ada hal yang penting yang ingin dibicarakan oleh kakek absy. Dan kenapa bisa kebetulan menujuh arah yang sama.
“ duduklah kalian berdua" perintah kakek ke khan dan sanee. lalu, mereka duduk. Sanee Tetap menangis ketakutan. Karena ia tak kenal sama sekali dengan mereka berdua.
“Khan dan sanee , sebenarnya aku disini hanya ingin menjelaskan. Ke kalian berdua. Tentang isi wasiat ini. khan bacalah. Surat ini wasiat dari kakekmu. Aku disuruh menyampaikannya ini setelah kamu sudah berusia 25 tahun. Dan ini tiba waktunya kamu membacanya ." Lalu, diambillah surat itu. Yang isinya :
“ Untuk cucuku, aku ingin sekali membantu keluarga bapak hasan, karena beliau orang yang baik. Bapak hasan adalah supir pribadi kakek absy. Aku tidak bisa membalas budi kepada bapak hasan karena , aku tidak bisa bertindak banyak dengan kondisi yang tidak berdaya. Akan tetapi aku ingin kamu membantunya. Bapak hasan mempunyai anak kandung yang bernama tasanee sunee yang selalu diperas keringatnya untuk mencari uang. Sebelum meninggal nya bapak hasan karena kecelakaan menyelamatkan nyawa ku. Dia pernah berkata bahwa ingin sekali anaknya terbebas dari penjara ibu tirinya . Tapi belum terwujud dia sudah berpulang. Oleh karena itu, lewat surat ini kakek ingin kamu mencarinya dan melindungi anak bapak hasan ini dari ibu tirinya. Semoga kamu memahami niat baik kakek”
Tiba tiba, khan mengambil nafas panjang, dan berkaca – kaca.
“Mashaallah” kata khan,sambil melipat surat tersebut.
Sanee Semakin bingung dan bercampur aduk.
“Kau sudah mengerti.? Bapak hasan ialah yang menolong kakekmu waktu kecelakaan di perkebunan 1,5 silam. Perempuan ini adalah anak bapak hasan, ia menggantikan bapaknya untuk mencari nafkah untuk tuntutan ibu tirinya yang selalu kurang dan kurang. Aku mendapatkan dia dengan susah payah dan akhirnya aku mempunyai pemikiran seperti ini. Bahwa suaminya mempunyai hutang untuk membeli rumahnya yang sekarang ditempatinya. Dan sebagai pelunasan hutang dia menyerahkan anak tirinya. Awalnya aku tak percaya dan benar ternyata ibu tirinya menyerahkan begitu saja" kata kakek absy
“Jadi, aku harus bagaimana kek" kata khan bingung
Kakek absy diam sebentar, sambil memikirkan solusinya.
Tiba – tiba kakek absy berkata :
"Kalau tetap disini, kasian sanee. Dia akan tetap di manfaatkan ibu tirinya, bagaimana kalau kamu ajak ke kota.? Disana dia inshaallah akan baik – baik saja" kata kakek. Tanpa pikir panjang khan menyetujuinya.
“baik kek, nanti dia akan ku ajak ke kota dan ku carikan aparment atau rumah kontrakan disana" kata khan.
Kakek absy, melihat sanee dengan tenang.
“ Nak, sekarang kamu boleh tidur di caffe ini untuk istirahat, dibelakang sana ada mess. Kamu tidur disana ini kuncinya" kata kakek absy sambil menyodorkan kunci
Sanee mengambilnya, tapi dia masih gelisah. Kakek absy pun memahaminya.
“Kau masih sedih nak.? “ kata kakek absy
“ Aku disini tidak membawa apa – apa, bahkan berkas yang penting" kata sena sambil menangis
“ Iya, betul sekali" salut kakek absy
Mereka semua terdiam, lalu khan berkata :
“Ayo, aku antarkan mengambilnya” kata khan
“ aku takut" kata sanee takut
“Aku akan menemanimu dan mendampingimu” kata khan meyakinkan
“ nak, khan akan mengantarkanmu dia tidak akan meninggalkanmu, percayalah" kata kakek absy meyakinkan.
“Iya kek, tapi ga semudah itu keluar masuk rumah kek" kata sanee
“Kenapa?”tanya khan
“ ada kamera cctv kek" kata sanee
“ Apa.?” Kata khan kaget
“ Iya, ada kamera cctv di bagian teras rumah" kata sanee
“ kita bisa mematikan listriknya" kata khan berpikir cepat
__ADS_1
“ Iya, betul sekali “ salut kakek absy
“ Baiklah, kalau begitu ayo kita kesana” kata khan
“ jam berapa sekarang?”tanya sanee
“ Jam 21.00” jawab khan
“Rumah saat ini kosong, mami pergi ke rumah teman – temannya untuk main kartu" kata sanee
“ kamu mengetahuinya.?” Tanya khan
“ aku pernah mengikutinya dan kepergok" jawab sanee
“ Ya sudah, cepat kalian berdua kesana “ perintah kakek absy
“ Baik kek” kata mereka berdua. Lalu, mereka mencium tangan kakek. Dan pergi.
....
Di dalam mobil, mereka duduk berdua. Dengan perasaan was – was memantau keadaan sekeliling. Sampai mereka didepan rumah sanee yang cukup besar.
“ kamu siap. Aku sudah siap?” Tanya khan
“ kamu tetap di mobil. bagaimana lagi, ini jalan satu – satunya. Jangan meninggalkan aku" kata sanee memohon sambil menatap khan
“baik kalau kamu menyuruhku untuk tinggal di mobil.Inshaallah aku tidak akan meninggalkanmu. Nanti kalo memang ibumu datang klakson mobil ini akan ku bunyikan” perjelas khan
“ Iya, aku paham.” Salut sanee
“ kau butuh aku turun.? Untuk mematikan listrik?” tanya khan menawari bantuan
“ tidak, aku bisa melakukannya. Aku akan mematikan listriknya ketika aku masuk dan menyalankannya kembali setelah keluar. Untung saja sikring lampu ada di luar" jawab sanee
“ Bergegaslah, sebelum ibumu datang. Doaku menyertaimu. Ambil barang seperlunya dan yang kamu benar – benar butuhkan" perintah khan
“Baik” kata sanee dengan siap dan ia keluar mobil itu lalu, berjalan dengan tergesah – gesah.
Didalam mobil khan berdoa, ia melihat sanee yang sudah masuk di dalam rumahnya. Untungnya dia tau dimana ibunya menyembunyikan kunci rumahnya.
....
Di dalam kamar yang gelap, sanee merabah – raba meja belajarnya. Dia tau persis dimana ia menaruh handphone. Dan didapatkan ponselnya dan di nyalakan santernya. Segera ia mengambil tas ranselnya lalu memasukan berkas penting,dengan itu ia bisa menompang biaya hidupnya. Lalu, benda kesayangan dan beberapa baju. Diambilnya tas jinjing sedang berisi barang – barang penting miliknya. Lalu, dengan cepat ia keluar kamar dan menutupnya. Diapun berkaca – kaca. Dalam batin ia berkata :
Aku tidak akan kembali disini. Padahal ini rumahku sendiri. Dan banyak kenangan bersama papa disini.
Lalu , sampai di ambang pintu rumah. ia mengunci dan menempatkanya seperti semula dan tak lupa listriknya di nyalakan kembali. Lalu, berlari sanee menuju mobil dan masuklah ia kedalam mobil itu.
“ kau baik – baik saja" kata khan meyakinkan Dan khawatir
Sanee hanya mengangguk. Dan tertunduk. Dia tak berani menatap khan dengan mata berkaca – kaca.
“Kau Sudah makan?” tanya khan mengalihkan pikirannya sanee yang mungkin sedih melihat rumahnya. Lalu, sanee mengusap air mata di pipinya dan menjawabnya.
“ Aa.. aku belom makan dari tadi siang" kata sanee sambil tersenyum sedih menahan rasa sedihnya
“ Kita makan dulu, apa boleh.?” Tanya khan
“Tentu saja, tapi aku tidak punya uang" jawab sanee sambil mencoba tersenyum
“Tenang saja, aku tidak akan meminta uang dari mu.” Kata khan sambil tertawa renyah. Perlahan suasana yang sedih itu menjadi lebih hangat.
“ Boleh aku menyalahkan radio.?” Tanya khan
“ kenapa tidak, inikan mobilmu" jawab sanee sambil mengusap ingus yang perlahan ingin keluar.
“ Ini sapu tangan" kata khan, sambil menyerahkan sapu tangan dari sakunya. Lalu, sanee hanya melihatnya
“ hey, ambillah. Ini bersih kok tenang saja" kata khan diperjelas
“ haha, terima kasih" kata sanee sambil tertawa
“ Sama - sama" balas khan dengan tersenyum lega, karena dia melihat sanee lebih baik dari pada tadi.
....
Sesampai di restoran, lesehan.
“ kau mau makan apa.? “ tanya khan
“ aku ?” jawab sanee bingung karena, melihat macam" menu.
“ mau makan apa" tanya khan sekali lagi sambil membuka buku menu
“ aku makan apa yang kamu pesan, kan kamu yang bayar ..hehe" jawab sanee yang tidak enak dengan menu di restoran ini yang cukup mahal.
“ Hmmm.. baik mba, aku dan temanku ini pesan nasi , gurame bakar dan sate cumi.. Lalu minumnya 2 air putih dan dua lemon water squash “ kata khan kepada
pramusaji yang mencatat pesanannya.
“ baik, silahkan ditunggu pesanannya" kata pramusaji itu
Mereka berdua menunggu, dan disela waktu itu. Khan banyak bertanya kepada sanee. Maklum mereka belum berkenalan.
“ kamu, kuliah kerja atau bagimana" tanya khan kepada sanee
“ aku.? Dulu aku sempat kuliah tetapi aku di d.o karena tidak bisa membayar beaya kuliah dan aku kerja.” Jawab sanee
“Kerja apa.?” Tanya khan
“ jadi spg, dan serabutan. Kamu tau sendirian. Disini kebanyakan sistem kontra" jawab sanee
__ADS_1
“ terakhir kerja apa.? Dan spg apa.?” Tanya khan
“ jadi pramusaji, terakhir kerja jadi spg kosmetik lokal" jawab sanee
“Oowh,” kata khan begitu saja
Melihat wajahnya sanee yang semi indo-china, khan bertanya. Kembali.
“ Kamu blasteran atau memang asli tulen?” tanya khan
“ papa asli thailand ,mama asli indo.” Jawab sanee
“ owh, blasteran yak. Ibuku juga asli indo ayah asli brunei. Kakek nenek dari ayah asli laknau" kata khan
“ laknau? Apa itu?” tanya sanee tak mengerti
“ Laknau.? Itu india" jawab khan
“Oowh” kata sanee
Pantesan , dia wajahnya sayup – sayup india dan berewoknya. Batin sanee
Setelah makanan siap dimeja segera mereka memakannya. Tanpa basa basi. Dikarenakan mereka lapar dan hari sudah mau malam menunjukkan pukul 22.00 . Setelah perut mereka terisi, khan mengantarkan sanee ke Caffe kakek absy untuk sanee bermalam disana. Di dalam perjalanan sanee tertidur, tiba – tiba khan sepintas melihat sanee sambil tersenyum dan berkata dalam hati.
“ Kasihan sekali gadis ini, dia sudah tidak mempunyai siapa – siapa. Seperti aku. Akan tetapi, dia lebih susah dari pada aku" kata khan dalam hati.
Orang tua khan, meninggal sejak kecil. Dia menjadi yatim piatu waktu umur 9 tahun. Dan dia diasuh dan dibesarkan oleh kakek dan neneknya. Dan terakhir kakek meninggal satu tahun yang lalu. Kini dia hidup sendiri. Akan tetapi dia bersyukur mempunyai teman dan kerabat yang baik.
Sampai di depan Caffe. Sebelum khan membangunkan sanee. Sanee terbangun terlebih dahulu karena ia merasakan mobil yang ditumpangi tidak bergetar lagi. Khan pun melihat sanee terbangun dari tidur dan tersenyum.
“ Kau bangun, kita sudah sampai" kata khan
“ maaf, aku ketiduran. Kau ikut masuk.?” Tanya sanee dengan nada bangun tidur
“Tentu saja, memastikan kamu baik – baik saja" kata khan
Mereka, turun dari mobil dan masuk ke Caffe. Di caffe ada kakek absy yang sedang duduk sambil menyeduh kopi.
“ assalamualaikum “ ucap khan
“Waalaikum salam" jawab kakek absy
“Kek, sanee sudah membawa barang-barangnya. Ini" kata khan, sambil menunjukkan tas sanee yang dibawanya
“Iya, sebentar" kata kakek absy. Lalu, kakek memanggil anak buahnya untuk mengantarkan sanee ke mess belakang.
“ tolong antarkan dia di mess belakang, dia akan menginap disini sehari tolong perlakukan dia dengan baik" kata kakek kepada anak buahnya
“ baik kek, ayo mba ikut saya" kata mba – mba suruhan kakek absy
“Baik mba" kata sanee sambil mengikuti mba suruhan kakek absy tadi. Tak lupa khan memberikan tas jinjingnya ke sanee.
“ Kakek, terima kasih sudah membantuku dan mengizinkan aku bermalam disini" kata sanee kepada kakek absy sebelum dia meninggalkan khan dan kakek absy untuk tidur.
Kakek absy hanya mengangguk dan tersenyum.lalu perlahan sanee meninggalkan mereka.
Setelah, sanee pergi. Kakek absy dan khan pulang bersama. Karena, khan memang menumpang 2 minggu dirumah kakek absy untuk mengerjakan tesis dan ada jumpa bertemu klein .Di desa ini.
Di mobil..
“ Jadi, khan bagaimana. Apa kamu sudah mencari tempat untuk sanee di kota?” tanya kakek absy
“ besok saya usahakan sudah dapat kek, karena besok juga saya akan kembali ke kota untuk persiapan ujian" jawab khan
“ Bagaimana menurutmu, tentang sanee?” Tanya kakek absy tiba – tiba yang menanyakan sanee.
“ dia.. dia anak yang baik. Aku hanya mengenal sekilas kek. Jangan bertanya yang tidak- tidak.. haha" jawab khan tertawa renyah
“ padahal kakek mau menta’arufkan kamu dengan dia" celetuk kakek sambil sambil tertawa juga. Khan kaget dan langsung mengerem moBilnya. Sampai kakek mau terjungkal
“ mashaaallah" ucap kakek
“ maaf kek, aku .. aku tidak sengaja" kata khan,
kepada kakek karena terkaget mendengar perkataan kakek absy tersebut. Lalu, khan melanjutkan laju mobilnya dengan pelan sekali.
Aku dengan sanee?? Bagaimana dengan teman – teman yang menyuruh aku ta'aruf dengan senaa.Batin khan
“kamu berpikir apa khan?” tanya kakek absy yang memperhatikannya
“Aakh, tidak kek" jawab khan menutupi
Lalu, didalam mobil itu hening sebentar. Tiba - tiba kakek absy berkata kembali
“ kalau saja aku punya anak lelaki, aku akan menjodohkannya dengan sanee. Dia gadis yang baik. Tetapi aku hanya punya anak perempuan” kata kakek absy.
Khan hanya tersenyum, karena khan mengerti bahwa kakek absy memiliki empat anak perempuan. Dan anak yang paling akhir, seumuran dengan khan.
Setelah sampai rumah, khan dan kakek absy masuk kekamar mereka. Karena waktu menunjukkan pukul 23.30 malam.
Dikamar, khan tidak langsung tidur. Dia membereskan barang – barangnya. Karena besok dia akan kembali ke kota. Mempersiapkan ujian testisnya untuk gelar S2 nya. Handphone khan berdering, seperti ada pesan masuk. Dilihatnya whatsapp dari asistennya sekaligus sahabat karibnya.
Hozen : adnan, ini ada apartement bagus dan cukup dekat dengan kantor. Ini lokasinya aku share lok.
Adnan : ok, makasih. Besok aku ga ke kantor. Ada urusan. Kamu siapkan saja berkas yang akan ditanda tangani besok dimeja. Dan kamu handel rapat dengan klein besok.
Bosen: siap bos.?!?
Waktu menunjukkan pukul 01.00 pagi.
“ assalamualaikum warahmatu allah" ucap khan sambil melihat pundaknya kanan dan kiri. Selepas sholat tahajjud, dia melipat sajadahnya dan melepas pecinya.lalu, sejenak dia rebahan di kasur. Tak lama pun ia tertidur.
__ADS_1