
happy reading 😘
.
.
.
.
Elsa nampak terdiam saat melihat paman ,bibi nya mengenal Vina yang merupakan ibu kandungnya, bahkan ia terkesiap saat mendengar ibu Sri menyebut nya nyonya.
"nyonya tolong anak saya nyonya ,hanya nyonya yang dapat menolong nya " Isak Bu Sri menyentuh tangan Vina
"iya ,saya akan menolong nya,saya akan mendonorkan darah saya ,ayo dokter segera ambil darah saya " pinta Vina dan langsung di angguki dokter nya
dokter pun membawa Vina untuk diambil darah nya , sedangkan Hadi dan Nena ,pasangan suami istri itu hanya menatap nanar pada Vina yang berjalan menjauh .
"kenapa dia seperti tak mengenal kita, apa dia sudah melupakan kita" tanya Nena
"entahlah " sahut Hadi
"Tante Vina mengalami amnesia Tante" ujar Vano ,membuat keduanya terperanjat
"pantas saja nyonya nampak biasa saja saat bertemu dengan ku , bahkan beberapa kali bertemu juga nyonya tak pernah menyinggung masa lalu " lirih ibu Sri dalam hati nya
tentu saja Elsa dan Vano saling pandang mendengar isi hati ibu Sri
"jadi Vina hilang ingatan, kenapa aku baru tahu" gumam Jay
beberapa saat kemudian Vina pun nampak berjalan bersama dokter juga suster yang sudah membawakan dua kantung darah yang di letakan di atas nampan berbahan stenles.
"doakan yang terbaik untuk pasien saya permisi " ucap dokter itu lalu masuk ke dalam ruang operasi bersama suster tadi
"nyo...eh Bu Vina ,terima kasih atas kebaikan nya sudah sudi mendonorkan darah untuk anak saya " ucap ibu Sri
"iya , sama-sama sesama manusia kan kita harus nya saling tolong menolong,apalagi golongan darah saya cocok" sahut Vina tersenyum
"ayo duduk dulu" Nena membawa Vina duduk di kursi
"apa kita pernah bertemu ?" tanya Vina
"karena saya merasa tak asing , tapi saya lupa, maaf mungkin saya salah " ucap Vina sedikit ragu
"apa yang membawa ibu ke tempat ini,apa ibu tahu adik ku berada di rumah sakit ini?" tanya Elsa dengan lelehan air mata yang meluncur tanpa di komando,ingin rasa nya ia memeluk nya saat ini
"hanya kebetulan saja , saya habis pergi memeriksa kan diri , soal nya akhir-akhir ini sering merasa sakit kepala" tutur Vina
"tapi apa tidak apa-apa,jika ibu mendonorkan darah ibu, soal nya saya juga pernah mendonorkan darah saat kondisi ku sedang sakit ,hingga membuat ku koma " ucap Elsa
Mendengar pernyataan itu semua orang terkesiap ,Vano mendekat dan mencoba untuk
bisa menenang kan Elsa kalau-kalau Elsa lepas kontrol .
"a..apa" Vina nampak terkejut
"iya Bu, tapi sedikitpun aku tidak merasa menyesal ,karena aku sangat menyayangi nya ,aku rela menukar nyawaku untuk nya , asal dia masih bisa tersenyum ,meskipun aku harus tiada ..."
__ADS_1
"Sa.....sudah ya ....jangan bahas itu " ucap Vano merangkul istrinya itu
"tunggu berarti kamu tak ingat ....." Nena menatap Elsa ,dan Elsa nampak menggelengkan kepalanya meminta agar Nena jangan dulu memberi tahu yang sebenarnya pada Vina ,karena Elsa tak ingin membuat kondisi Vina semakin buruk dan tak akan bisa lagi mengingat nya , biar waktu saja yang menjawab , sebagai lulusan kedokteran Elsa tentu saja mengerti tentang penyakit amnesia .
tiba-tiba ponsel Vina berdering ,Vina pun beranjak untuk mengangkat panggilan telpon nya .
sampai beberapa menit kemudian Vina kembali dan pamit undur diri ,karena suami nya baru saja menelpon .
"maaf saya harus segera pergi , suami saya menelpon , semoga adik kamu baik-baik saja , dan selamat atas pernikahan mu , untuk mu ..." Vina menatap Vano
"maaf karena suami saya sudah meminta mu menikahi Riska , saya mengerti perasaan tidak bisa dipaksakan " ucap Vina dan ia pun pergi dari tempat itu
Vina belum mengetahui jika Riska lah yang menyebabkan Kenan masuk ruang operasi
"Elsa ...." Nena menatap sendu pada gadis itu
"bibi tidak menyangka kamu menjalani hidup mu tanpa ibu mu, kami fikir setelah perpisahan kedua orangtua mu ,kamu ikut bersama mama mu ,jika saja bibi tahu dari awal pasti bibi akan mencari mu , maafkan bibi sayang" Nena memeluk Elsa dengan penuh haru , ia menyesal karena sempat berfikir Elsa bersama Vina ,
"pantas saja saat pernikahan mu Vina tidak ada padahal bibi dan paman mu hendak bertanya namun bibi menahan nya ,karena Bagas melarang bibi untuk menanyakan nya pada mu " ucap nya ,ya Bagas sudah mengetahui fakta tentang Vina dan Elsa ,
"iya Bi aku yang melarang " sahut Vano
"tunggu ini maksud nya apa ,apa hubungan nya Elsa dan Vina?" tanya Jay
"Tante Vina ....adalah ibu kandung Elsa Dad ceritanya panjang kenapa mereka sampai terpisah,tapi itu semua tidak akan terjadi jika saja tidak ada campur tangan om Darwin " ucap Vano
"apa ....jadi maksud mu Darwin yang memisahkan mereka ?" tanya Jay dan di jawab anggukan dari Vano ,sedangkan Elsa hanya diam , fikiran nya fokus pada Kenan saat ini
"a ...anak kandung ....berarti Kenan ....kalian....."
ucapan ibu Sri terputus saat pintu terbuka di barengi dengan mati nya lampu di atas pintu , semua mata melihat pada dokter yang pertama kali terlihat keluar .
sebelum menjawab dokter nampak menghela nafas
"Alhamdulillah ,operasi nya berjalan dengan baik ,keadaan pasien juga sudah stabil setelah sebelum nya sempat kritis " jawab dokter dengan mengulas senyum di bibir nya
"Alhamdulillah....." semuanya mengucap syukur
"baiklah kami akan memindahkan pasien dulu ke ruang inap , setelah itu baru bisa di jenguk ,tapi harus di batasi ya minimal satu orang dan maksimal dua orang " ucap dokter lalu keluar melangkah dari sana , selang beberapa detik sebuah blangkar keluar di dorong oleh beberapa suster dan dokter .
"dokter ,suster tempatkan adik saya di ruang VIP " pinta Elsa
"baik " sahut salah satu perawat
Kini Kenan sudah berada di ruang VIP ,ia masih belum sadar .
" lebih baik kamu pulang lah dulu ganti pakaian mu biar Kenan kami yang jaga " ucap Jay
"tidak Dad,aku ingin tetap di sini " tolak Elsa
"tapi ...lihatlah penampilan kamu ,banyak bercak darah di baju kamu" ucap Nena
"maaf nona saya baru datang ,saya harus mengurus dulu wanita itu di kantor polisi, bagaimana dengan adik nona ?"tanya Hendri yang baru sampai
"dia masih belum sadar setelah operasi tadi " sahut Elsa lemah
"sebenarnya siapa pria ini?" tanya Hadi di dalam hati nya,begitu pun dengan Bagas dan Reno ,juga Nena ,mereka bertanya-tanya ada hubungan apa antara Elsa dan Hendri
__ADS_1
"seperti pernah melihat ,tapi dimana ?" batin Jay
Vano hanya diam seribu bahasa memperhatikan mereka
"ini pakaian ganti nona dan tuan Vano " ucap Hendri seraya menyerahkan dua paper bag
"terima kasih ,kamu boleh kembali ,maaf merepotkan" ucap Elsa
"tidak apa nona ,sudah menjadi kewajiban saya ,apalagi nona sudah saya anggap adik sendiri , baiklah saya pamit " Hendri pun pergi setelah nya
Setelah itu Hadi dan Nena berpamitan juga
"kalau ada apa-apa hubungi kami ok " ucap Hadi di angguki Elsa
"dunia itu sempit ya , kita sepupuan rupanya " ucap Bagas
"hm..." sahut Elsa ber hem ria
"dih ko cuma hem sih " keluh Bagas
"mending kalian balik aja dulu " ucap Vano pada Bagas dan Reno
"iya sekalian ibu juga istirahat saja dulu di rumah ,nanti kalau ada apa-apa aku hubungi ibu" ucap Elsa
"iya lagian kata dokter kemungkinan Kenan sadar itu masih besok ,jadi ibu pulang dulu ya"timpal Vano
"baiklah , ibu pulang dulu" ibu Sri pun akhirnya di antarkan pulang oleh Bagas dan Reno
Sebenarnya ibu Sri hendak membicarakan tentang Kenan tapi ia merasa waktu nya tidak tepat ,jadi ia memutuskan untuk berbicara lain kali
"Daddy juga harus kembali ,maaf kan Daddy tapi ada sesuatu yang harus Daddy lakukan " ucap nya menatap kedua nya
"iya Dad " sahut Elsa dan Vano bersamaan
"sepertinya ada ada yang hendak ibu sampaikan tadi " ucap Elsa setelah mereka sudah berada di dalam ruangan Kenan
"iya , mungkin nanti ibu akan bicara, sebaiknya kamu ganti pakaian mu " ucap Vano
"baiklah "
saat Elsa membuka pintu kamar mandi Elsa di kejutkan dengan sosok wanita dengan daster putih menjuntai ke bawah tengah berdiri di depan cermin ,rupanya sosok itu tengah merapikan rambut nya yang kusut menggunakan jari tangan nya , sosok itu pun juga tak kalah terkejut nya
"aaaaakkkkkhhhh......." sosok itu berteriak dan hendak kabur namun ia malah jatuh tersungkur ke lantai karena keserimpet kaki nya sendiri
.
.
.
.
.
.
to be continued
__ADS_1
* hai author kaleng-kaleng menyapa lagi ,yuk atuh mampir dan ramaikan cerita ku yang baru ,itu loh yang judul nya benci tapi sayang , belum ada yang kasih jempol 😓sedih deh ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜