Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
sebuah restu


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


.


Pagi pun menjelang Elsa menggeliat dan mengerjapkan mata nya saat ada pergerakan pada ranjang nya , Elsa menoleh ke arah Vano yang seperti mencari sesuatu


"kamu cari apa ?" tanya Elsa dengan suara serak


"itu loh ,mustika itu ,ko gak ada apa terjatuh " sahut Vano


"kenapa kamu cari benda itu ?"tanya Elsa penasaran


"aku takut benda itu akan di temukan orang lain , kan bahaya buat kamu ,aku mau kamu simpan baik-baik benda itu " ucap Vano jujur


"gak usah khawatir ,mustika itu udah masuk lagi ke tubuh aku "


"benarkah ?"


"ehm ...iya " Elsa mengangguk


"apa mustika itu akan keluar lagi saat kita kembali melakukan itu nanti ?" tanya Vano was-was


"tidak, hanya sekali saja ,karena itu merupakan hal pertama bagi ku , kedepan nya aku bisa mengeluarkan nya sesuka ku " jawab nya


"syukurlah kalau begitu ,aku mau mandi dulu deh ,apa mau kamu dulu ?" Elsa menggeleng ,Vano pun bergegas ke kamar mandi ,sedangkan Elsa kembali terlelap


Sementara itu


"aaaaakkkkkhhhh......"


Braakk


Pranggg......


"kurang ajar ..... br*ngs*k.... huhuhuu......gue gak terima di permalukan kaya gini , awas loe Elsa ....."


Riska yang tak terima karena Elsa menggagalkan rencana nya pun semakin marah apalagi ditambah ia yang harus mempertontonkan tubuh nya dan mendapat cibiran dari orang-orang.


Dari semenjak ia kembali ke rumah nya Riska mengurung diri nya di kamar ,tangisan ,teriakan dan suara benda-benda jatuh hingga pecah pun terdengar sampai keluar ruangan kamar nya .


"Riska ....sayang .....buka pintu nya " Vina nampak menggedor pintu namun Riska sama sekali tak ingin membuka nya


"masih seperti itu dia ?" tanya Darwin


"iya mas , aku khawatir" Vina nampak mengkhawatirkan anak sambung nya itu


"sudah lah biarkan saja dulu ,biar aku yang bicara nanti jika dia sudah tenang , lebih baik kamu istirahat saja bukan kah kamu sakit kepala kan semalam ?" ucap Darwin


Ya semalam Vina mengeluhkan sakit di kepala nya ,bukan hanya itu saja bahkan di ingatan nya pun muncul potongan-potongan gambar yang membuat nya merasa sakit di kepala nya , namun ia enggan untuk menceritakan nya lebih detil pada suami nya ,karena seperti yang sudah-sudah Darwin memberikan nya beberapa obat dengan alasan pereda rasa sakit , namun setelah meminum obat itu ,bayangan yang sering muncul di ingatan nya tidak pernah lagi ada, padahal ia sangat ingin ingatan nya kembali.


"aku sudah lebih baik ko " sahut nya


"aku malah lebih mengkhawatirkan Riska " ucap Vina lagi


"sudah lah biarkan dia dulu ,yuk" ajak Darwin membawa Vina ke meja makan

__ADS_1


Setelah selesai sarapan ,Darwin pergi menuju kamar Riska dengan membawa sarapan di atas nampan.


tok tok tok


"Riska ....papa boleh masuk?"


cetak'


ceklek


Riska membuka pintu dan kembali ke ranjang nya tanpa berbicara apapun


"ada apa hem ....bukan kah semalam sukses , apa Vano tidak mau bertanggung jawab ?" tanya Darwin namun tak ada sahutan dari nya


"biar papa yang bicara pada keluarga nya ,tentu mereka akan mendesak Vano kalau Vano sudah melakukan nya pada mu " Darwin merogoh ponsel nya hendak menelepon ,namun


"rencana kita gagal " ucap nya pelan


"gagal...! gagal gimana maksud kamu ?" tanya Darwin


"wanita itu ,dia datang secara tiba-tiba ,dan malah mempermalukan ku " Riska pun menceritakan kejadian semalam


"kurang ajar ,berani sekali dia membuat mu malu , kamu tenang saja papa akan membuat nya menderita " Darwin mengepalkan tangan nya


"ah iya siapa tadi nama perempuan itu ?" tanya Darwin lagi


"Elsa ...nama nya Elsa Safira"


"Elsa Safira " gumam nya


"nama itu terasa tak asing " batin nya


"ada apa pa, papa mengenal nya ?" tanya Riska


***


Siang ini Vano sudah kembali dari kantor KUA setempat untuk mendaftarkan pernikahan nya,dan kini ia tengah menuju ke sebuah kafe .


Vano duduk dengan menyeruput kopi hitam ,ia tahu seseorang yang ia tunggu tengah memperhatikan nya ,namun ia tetap bersikap seperti tak tahu jika tengah di perhatikan.


Hingga akhirnya seseorang itu pun duduk di depan Vano


" maaf Daddy membuat mu menunggu " ucap Jay


"tidak apa-apa Dad" sahut Vano datar


"Daddy senang akhirnya bisa bertemu dengan mu ,beberapa hari ini Daddy mencari mu ,ada apa kamu meminta Daddy menemui mu " tanya nya , sebenarnya ia merasa tak enak dalam situasi seperti saat ini ,anak nya yang biasa hangat padanya kini berubah dingin , tentu saja Vano pun tahu apa yang Daddy nya rasakan saat ini.


Saat Vano hendak berbicara tiba-tiba sosok Vino hadir di belakang Jay ,membuat Vano menatap nya , tapi justru membuat Vino terperangah Vano dapat melihat nya tanpa ia ingin menampakan diri.


"kita bicara nanti ,gue mau bicara serius dulu sama Daddy "


Jay merasa bingung saat Vano berucap seperti tadi hingga ia menengok kiri kanan mencari seseorang yang diajak bicara Vano .


"besok aku akan menikah " ucap Vano tiba-tiba


"apa....besok ?" Jay terkejut


"iya Dad , aku harus mempertanggung jawabkan perbuatan ku , aku telah tak sengaja meniduri seorang gadis" lirih Vano


"apa.....kau ....apa kamu sudah hilang akal hah ,apa yang kamu lakukan , kamu ingin merusak nama baik Daddy ?" ucap Jay merasa marah mendengar ucapan Vano hingga ia menggebrak meja membuat para pengunjung lain melihat ke arah mereka

__ADS_1


"iya Dad aku memang sudah hilang akal " Vano pun mengatakan hal sebenarnya


"berani sekali dia " Jay nampak marah ia mengepalkan tangan nya saat mengetahui rencana kotor laki-laki yang di dapuk nya sebagai calon besan itu


"makanya aku ingin menikahi nya , terserah Daddy and mommy merestui atau tidak ,tadinya aku tidak ingin memberi tahu Daddy tentang rencana pernikahan ku , tapi Elsa tetap memaksaku untuk memberi tahu kalian ,apapun tanggapan kalian nanti.


sebelum Vano ke kantor KUA


"pergilah menemui mereka ,biar bagaimana pun juga mereka tetap orangtua mu , masalah setuju tidak setuju ,merestui tidak merestui itu masalah belakangan yang terpenting kamu masih menganggap mereka orang tua mu " ucap Elsa


Entah kenapa Vano dapat merasa kan apa yang gadis itu rasakan , ia ikut merasa sesak.


Hingga Vano pun akhirnya mau menemui orangtua nya , dan ia memilih untuk bicara pada Daddy nya ketimbang mommy nya .


"baiklah sekarang aku harus kembali , aku sudah terlalu lama meninggalkan nya " Vano beranjak namun


"Daddy merestui "


"a...apa?" Vano terpaku di tempat nya


"ya Daddy merestui mu, kamu memang harus bertanggung jawab, masalah mommy mu biar Daddy yang urus, Daddy juga ingin meminta maaf padamu ,karena selama ini Daddy sudah sangat egois pada mu juga kakak mu, Daddy menyesal ,seandainya waktu bisa diputar tentu Daddy akan memperbaiki kesalahan Daddy ,dan pasti nya kakak mu masih bersama kita " Jay berbicara dengan nada bergetar,satu bulir bening lolos dari mata nya dan langsung di usap oleh nya


"Daddy....." Vano dapat merasakan betapa tersiksanya hati Daddy nya yang terluka akan penyesalan nya


Vano pun mendekat dan langsung memeluk Daddy nya


"maafin aku juga Dad, aku belum bisa menjadi anak yang berbakti buat Daddy " lirih nya


"tidak ....Daddy yang seharus nya meminta maaf ,kesalahan Daddy terlalu besar buat anak-anak Daddy ..hik.... Vino ....maafkan Daddy " lirih nya


"aku sudah memaafkan Daddy " sahut Vino yang hanya Vano saja yang mendengar


"baiklah,ayo ajak Daddy bertemu calon istri mu" ucap Jay kemudian


"dengan senang hati "


mereka pun pergi bersama dengan saling merangkul dan senyuman di masing-masing, di ikuti Vino di belakang mereka .


"itu mobil siapa ?" tanya Jay dalam hati saat melihat Vano memasuki mobil yang ternyata terparkir di samping nya


mendengar itu Vano hanya menyunggingkan senyum, namun ia terkesiap saat menyadari sebuah tiang besi penyangga meluncur cepat ke arah Jay ,rupanya di sana tengah dilakukan perbaikan.


Dengan kecepatan kilat Vano bergerak ke arah Jay dan berhasil membawa Jay ke tempat aman


BRAAAKKKK


Besi itu menghantam mobil Jay tepat di bagian depan , tentu saja hal itu membuat semua yang berada di sana menjadi terkejut bahkan para pekerja pun jadi gemetaran .


Namun keterkejutan lebih di rasakan Jay saat ini , manakala ia yang hampir saja tertimpa besi itu jika saja Vano tak menolong nya .


Ngomong-ngomong Vano ,Jay menatap tajam anak nya itu , ia baru menyadari bagaimana mungkin dia dan anak nya itu bisa bergerak secepat itu.


"jangan memandangi ku seperti itu Dad "


.


.


.


.

__ADS_1


.


to be continued


__ADS_2