Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
kedatangan Jay


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


.


Akhirnya Jay ikut satu mobil dengan Vano,sebab mobilnya yang rusak di bagian depan dan masih di evakuasi .


Di perjalanan tak ada pembicaraan lebih , Jay yang masih merasa bingung dan Vano yang dengan setia mendengar kan isi hati Daddy nya ,sedangkan Vino hanya memandangi sang Daddy dari bangku penumpang belakang .


Jay nampak gelisah dengan terus mengusap tengkuk nya , Vano hanya melirik sang kakak dari kaca spion yang tergantung di atas kepala nya .


"Vano,apa kamu merasakan sesuatu tidak ?" tanya Jay akhir nya


"merasakan apa ?" tanya Vano berpura-pura


"ini ...kenapa Daddy merinding terus dari tadi"


"gak apa-apa,cuma perasaan Daddy saja " ucap nya sembari terus melirik ke belakang dari spion ,Jay tak sengaja melihat nya ia pun menengok ke belakang ,namun tak ada apapun


"kita sudah sampai " ucap Vano


"rumah ini " gumam Jay


"ada apa Dad , Daddy tahu rumah ini?" tanya Vano saat mendengar gumaman Jay


"ah ...ya..seperti nya " ucap nya


"seperti nya , kenapa seperti nya ?" tanya Vano berkerut kening


"kalau gak salah Daddy pernah ke rumah ini beberapa kali ,itupun dulu saat Daddy masih duduk di bangku SMA" sahut nya


"tapi kenapa tak ada yang berubah satu pun ,semua nya nampak sama seperti dulu" gumam nya lagi


"ya sudah yuk kita turun" ajak Vano lalu keluar lebih dulu


Hantu Vino pun ikut serta di belakang mereka ,namun saat pintu terbuka Vino tiba-tiba merasa ketakutan dan langsung pergi menghilang


"Sa" Vano melangkah hendak memeluk nya namun Elsa malah mundur dan menghindari nya


"jangan mentang-mentang kita udah begitu kamu seenaknya main peluk-peluk ya" sergah Elsa


"malu tahu "batin nya menambah kan ,Vano nampak terkekeh mendengar nya


"ah iya Elsa ,kenalin Daddy aku " Vano


"selamat siang om, Elsa " Elsa mengulurkan tangan nya


"Jaeden tapi kebanyakan orang manggil Jay , panggil saja Daddy , kan kamu calon istri nya Vano " sahut Jay menyambut uluran tangan Elsa


"ah...iya .... mari masuk " ajak Elsa mempersilahkan Jay masuk ke dalam rumah nya


"silahkan duduk om eh Dad" ucap Elsa seraya beranjak ke dapur untuk membawakan minum


"masih seperti dulu " batin Jay memperhatikan sekeliling ruang tamu


mendengar itu tentu saja membuat Elsa terdiam sambil memperhatikan Jay


Namun kemudian Elsa kembali melangkahkan kaki nya menuju ke dapur ,dalam hati nya ia bertanya-tanya


"silahkan om "


"maaf om ,seperti nya om eh Daddy nampak tak asing dengan rumah ini ,apa sebelum nya Daddy pernah datang ke rumah ini ?" tanya Elsa

__ADS_1


yang masih belum terbiasa dengan panggilan Daddy


"terima kasih sudah mau mencoba memanggil ku Daddy , terus usahakan , hm ...kamu siapa nya ibu Ratna?" tanya Jay


"saya cucu nya , Daddy kenal dengan almarhumah nenek saya ?" tanya Elsa lagi


"apa kamu anak nya Wira,soalnya wajah mu mirip sekali dengan nya ?" tebak Jay


"Daddy tahu papa ku, Daddy tahu dimana papa ku saat ini ,dimana dia ?" tanya Elsa dengan mata yang sudah berkaca-kaca


Vano yang melihat Elsa seperti itu pun mendekat dan mengusap bahu nya sekedar memberi nya kekuatan.


"apa maksud nya ini , kamu dan Wira hidup terpisah ?" tanya Jay dan di jawab anggukan oleh Vano


"sebenarnya Daddy juga tidak tahu karena sudah sangat lama sekali kita tidak berjumpa , terakhir kita bertemu itu saat perpisahan SMA ,setelah itu kita tak pernah lagi bertemu karena Daddy yang harus kuliah ke luar negeri " jawab nya


"dulu Daddy dan papa mu kita teman satu kelas tapi kita tak dekat ,Daddy datang ke rumah ini hanya beberapa kali itupun saat mengerjakan tugas kelompok" jelas nya lagi


"sudah jangan nangis , nanti anak nakal Daddy ini ngelirik cewek lain kalau kamu terlihat jelek , besok kan kalian menikah " ucap Jay mencoba menghibur calon menantu nya


"enak aja aku bukan cowok kaya gitu ya Dad, aku itu tipe setia , kamu percaya kan sama aku ?" tanya Vano menatap Elsa


"ehm... iya,untuk sekarang aku percaya " sahut Elsa


"ko sekarang ,berarti besok-besok nya kamu gak percaya gitu " ucap Vano tak puas dengan jawaban Elsa


drrrtt..... drrrtt....


"ponsel kamu bunyi tuh " ucap Elsa


"hm,aku angkat dulu" Vano mengangkat telpon nya tanpa beranjak dari duduk nya


"ya ada apa ?" tanya Vano dengan menempelkan ponsel di telinga nya


"gue sama Reno sedang berada di jalan menuju hotel *** kita dapat info katanya ada yang lihat Elsa di hotel itu " ucap nya


"loh kenapa ?" tanya Bagas


"gue saat ini sudah di rumah Elsa ,jemput sekalian ibu Sri dan Kenan ,kalian datang lah ke sini ada yang mau gue omongin ke kalian " ucap Vano langsung memutuskan sambungan telpon nya


di tempat Bagas


"apa maksud nya ?" gumam Bagas


"ada apa ?" tanya Reno


"kayaknya Elsa udah ketemu ,kita di suruh datang ke rumah nya dan jemput ibu Sri dan Kenan " jawab Bagas


"kerumah nya siapa ,rumah Elsa apa Vano ,kan loe tahu sendiri si Vano udah minggat dari rumah nya " ucap Reno


"loe fikir kerumah siapa, ya rumah Elsa rumah siapa lagi " seru Bagas yang di tanggapi oh oleh Reno sendiri


kembali ke Vano dan Elsa


"Daddy tidak tahu masalah apa yang kamu alami tapi Daddy harap kamu dan papa kamu bisa kembali bertemu , dan Daddy akan bantu untuk mencari tahu dimana papa mu saat ini " ucap Jay meraih tangan Elsa juga tangan Vano , ia menyatukan tangan kedua nya


"mulai saat ini kamu juga anak Daddy , beritahukan apapun masalahmu pada Daddy , jadilah anak dan istri yang baik buat Daddy dan anak Daddy ini" ucap nya seraya menatap kedua nya


"makasih ya Dad ,Daddy udah mau merestui kita , tapi mommy..... " ucap Vano terhenti saat teringat mommy nya pasti tak akan semudah Daddy nya menerima Elsa


"biar mommy mu Daddy yang urus , Daddy akan kasih pengertian pada nya " ucap Jay


saat percakapan itu berlangsung Bagas ,Reno ,beserta ibu Sri dan Kenan datang ,Kenan langsung menghambur ke pelukan Elsa


"kakak kemana saja ,aku kangen ,kenapa kakak gak pernah datang ,kakak pergi kemana ?" tanya nya terisak


"kakak gak kemana-mana ko, dasar kamu nya aja yang lebay ,orang kakak istirahat di sini" ucap Elsa seraya mengusap air mata anak itu

__ADS_1


" Bu, kenalkan ini Daddy ku, dad ini ibu Sri ...."


"ibu angkat ku " ucap Elsa memotong kata-kata Vano


"hai om...." ucap Bagas dan Reno


" baiklah kita pindah ke dalam biar enak ngobrol nya" ajak Elsa untuk pindah ke ruang tengah yang memang lebih luas dari ruang tamu


Elsa lalu berlalu ke dapur untuk membawa beberapa minuman


"begini....kami memutus kan untuk menikah besok ,aku juga sudah mendaftarkan pernikahan kita ke KUA tadi pagi " ucap Vano saat Elsa sudah kembali dengan minumannya


" apa .... menikah" seru Bagas dan Reno bersama


"kalian ko seperti shock gitu sih " seru Vano menatap pada kedua nya


"hehe....gak ko hanya terkejut saja ,jadi serius kalian berdua besok nikah ?" tanya Reno sendu


"iya ,kenapa wajah loe kaya gitu ,gak seneng loe lihat temen bahagia " tanya Vano


"bukan gitu tapi tadi gue ....." Reni tak sanggup mengatakan nya hingga Bagas yang mengambil alih suara


"dia lagi patah hati " ucap Bagas


"patah hati,gadis mana yang sudah buat kamu patah hati ?" tanya Jay


"bukan gadis om, tapi istri orang "


"uhukk uhukk...."Jay sampai tersedak minuman nya mendengar ucapan Bagas


"ko bisa loe naksir bini orang " Vano terkekeh melihat Reno


"heeeehhh....gue juga gak ngerti kenapa bisa suka ma tuh cewek orang ,eh istri orang ,mana udah punya anak lagi " keluh Reno lirih


"emang siapa ,apa gue kenal ?" tanya Vano


"namanya Nuri ,dan tadi kita gak sengaja melihat si Nuri ini lagi jalan sama suami dan anak nya, mereka kelihatan serasi dan harmonis sekali , eh dia malah mewek di mobil " ucap Bagas meledek Reno


"ah sue loe , gue lagi galau akut begini malah ngeledekin mulu" ucap Reno seraya merebahkan tubuh nya di karpet


"haduh mau ketawa takut dosa gue, lagian loe aneh-aneh aja naksir ko bini orang , ah iya dulu bukan nya loe naksir Riska ya ,kenapa loe gak pepet aja dia , daripada gangguin gue kan " ucap Vano tiba-tiba


"ngeri gue lihat bokap nya " ucap Reno bergidik ngeri ia jadi teringat kejadian satu tahun lalu yang tak sengaja ia lihat ,dan bahkan sampai saat ini masih membayangi nya , ia juga berjanji untuk tidak mau lagi berfikir tentang Riska


Nampak sekali ketakutan di wajah Reno saat tiba-tiba teringat kejadian itu


hingga Vano bertanya


"memang nya kenapa dengan bokap nya ?"


namun Reno enggan menjawab nya karena rasa takut nya


Elsa mencoba mencari jawaban dengan menatap nya tajam namun Reno sama sekali tak membatin apa pun yang Elsa dapat hanya rasa takut dan trauma yang mencoba ditutup rapat oleh nya sendiri .


"ada apa dengan Darwin ?" kini giliran Jay yang bertanya


"di....dia.........


.


.


.


.


.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2