
Happy reading 😘
.
.
.
.
Elsa Safira
Si cantik berpenampilan tomboy yang ,cuek ,jutek , introvert ,dan terkesan aneh di mata siapa pun ,kini sudah menjelma jadi sosok gadis cantik yang feminim namun tak meninggalakan sikap cuek dan introvert nya.
Sikap nya yang dingin hanya akan dia tunjukan pada orang yang ia anggap asing dan berhati busuk ,berkat kemampuan nya yang bisa mendengar isi hati orang ,ia bisa dengan mudah mengetahui mana orang yang benar-benar baik dan tulus dan mana yang hanya ingin memanfaatkan nya .
Brukkk
Elsa bertabrakan dengan seseorang ketika ia hendak keluar dari toilet rumah sakit
"maaf ...maaf....saya tidak sengaja " Elsa menjulurkan tangan nya hendak membantu seorang wanita yang bertabrakan dengan nya
wanita itu mendongak tanpa ingin menyambut uluran tangan nya
"loe......" Elsa menatap wajah wanita yang kini sudah berdiri di depan nya
"wah ...rupanya loe , hebat ya loe sekarang ck ck ck gak nyangka gue bisa bertemu dengan loe di sini " ujar wanita itu
"gue juga gak nyangka " sahut Elsa datar
"ah....iya berhubung kita bertemu di sini ,jadi sekalian saja gue ngasih tahu loe,biar gak usah repot-repot nganter undangan ke loe , loe gue undang secara eksklusif , Minggu depan gue akan tunangan dengan Vano , loe datang ya " ucap nya lalu bergegas masuk ke dalam toilet
Sedangkan Elsa ia terpaku mendengar ucapan dari mulut Riska , ya wanita yang tak sengaja di tabrak nya tadi adalah Riska .
Tak ingin menghiraukan nya Elsa memutuskan untuk kembali ke ruangan nya , banyak sekali pekerjaan nya,apalagi kasus gigitan ular yang belum juga terungkap di tambah lagi setiap hari nya selalu ada saja jenazah yang datang untuk dilakukan outopsi.
"maaf pak Bima ,lama menunggu "
"tidak apa-apa ko, saya maklum "sahutnya
"loe kenapa ,wajah loe kaya aneh gitu ?" tanya Reno yang juga berada di sana ,Bagas pun turut memerhatikan wajah Elsa
"aneh gimana, mana ada ,udah sih fokus saja pada mayat ini bukan malah merhatiin gue" sahut Elsa seraya meraih sarung tangan karet lalu memakai nya
"gue yakin pasti ada sesuatu " batin Bagas terus melirik Elsa
"dokter Elsa " panggil Bima
"hm....iya" Elsa menoleh begitupun dengan Reno juga Bagas
"setelah selesai bisa kita ngobrol sebentar?" tanya Bima
"ngobrol apaan ,di sini juga bisa kali " sela Reno
"Reno ....gak sopan banget sih loe" seru Elsa
"nih orang sebenarnya siapa nya dokter Elsa sih , mereka berdua suka nempel terus , kemana-mana pasti ngikut " batin Bima
"maaf pak Bima , memangnya apa yang ingin anda bicarakan ,apa penting ?" tanya Elsa
"ya ,sangat penting " sahut nya ,terlihat gurat keraguan pada Bima ,dan Elsa menyadari itu
"baiklah kalau begitu nanti kita bicarakan lagi " Elsa kembali fokus pada jenazah yang tengah diotopsi
Kini tiba saatnya pulang ,Bima nampak berjalan menuju Elsa yang hendak menaiki mobil yang sudah ada Reno dan Bagas di dalam nya
"dokter Elsa tunggu "
Elsa pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil
"iya dokter Arya "
Rupanya dokter Arya lah yang tadi memanggil nya ,sedangkan Bima ia mengurungkan niat nya yang tadi nya akan menghampiri Elsa , Bima berdiri di balik pilar rumah sakit .
__ADS_1
"sial kenapa dokter gadungan itu malah tiba-tiba datang " kesal bina dalam hati
"dokter gadungan " batin Elsa mendengar nya
"dokter Elsa " panggil nya
"ya ,dokter Arya ,ada apa ya ?" tanya Elsa
"nanti malam apa ada acara ?" tanya nya
"nanti malam kebetulan saya sudah ada janji temu dengan seseorang ,memang nya ada apa ?" tanya Elsa lagi
"tadinya saya ingin mengundang dokter Elsa makan malam,tapi jika tidak bisa tidak apa ....next time " dokter Arya nampak kecewa
"Sa.... cepetan,lama banget " seru Reno dari dalam mobil
"kalau begitu saya pulang dulu ,mari dok"
Elsa pun langsung masuk ke dalam mobil ,dan tak lama mobil pun melaju
cling
Sebuah pesan masuk ke ponsel Bima
"dokter Elsa" gumam nya ,Bima pun lalu membuka isi pesan nya
bisa temui saya di restoran hotel *** jam 9 malam ,saya tunggu
"baiklah ,apa perlu saya jemput (pesan terkirim )"
tidak perlu ,kita bertemu saja di tempat ,kebetulan saya ada urusan di hotel itu
Bima nampak menyunggingkan senyum nya
.........................
"mama....papa...." teriak Riska saat memasuki rumah
"sayang .... akhirnya kamu pulang nak , betah sekali kamu di sana ,mama kangen tahu " ucap Vina memeluk Riska
"yaaa.....dibetah-betahin aja sih sebenarnya, kan terlanjur juga sudah tanda tangan kontrak dulu" jawab nya dengan menyandarkan pundak nya di sofa
"hehe....kan jadi dokter bukan mau nya aku , dari awal kan aku bakat nya di modeling ,papa saja yang masukin aku di kedokteran"
"hahaha....iya maafkan papa ya , tapi yang penting sekarang kamu sudah jadi seorang model terkenal di Korea ,kamu senang kan ?" tanya Darwin
"tentu"
"bagaimana dengan pertunangan mu dengan Vano ,apa kamu sudah siap ?" tanya Darwin
"tentu saja aku siap ,terima kasih pa, papa sudah membuat kita di jodoh kan " ucap Riska seraya memeluk Darwin
"apa pun akan papa lakukan untuk mu,apalagi mommy Vano juga sangat menyukai mu "ucap Darwin
pukul 19:00 di hotel
Handri sang manager hotel sudah mengumpulkan semua pegawai hotel dari mulai staf bawah seperti OB/OG sampai staf teratas sesuai perihtah Elsa pemilik hotel dan hal itu sering di lakukan setiap 3bulan sekali ,karena Elsa tahu ada musuh dalam selimut di hotel nya
"siap-siap ,sebentar lagi pasti ada yang dipecat"
"memang apa kesalahan kita ?"
"entahlah ,atau mungkin ada sesuatu yang ingin di sampaikan pak manager "
"atau mungkin ada penyusup lagi ?"
"kalian bisa diam, nona Fira sebentar lagi memasuki ruangan " seru Handri pada mereka semua ,dan mereka pun langsung diam ,keadaan ruang aula itu pun menjadi hening
Elsa menggunakan nama Fira sesuai nama belakang nya untuk menyamarkan identitas nya
tak tak tak
suara langkah kaki memasuki ruangan aula ,mereka yang sudah tahu merasa biasa saja karena mereka tak merasa melakukan kesalahan, namun bagi pegawai baru pasti mereka akan bertanya-tanya .
"apa sudah semua nya di sini , tidak ada yang tidak hadir ?" tanya Elsa pada Handri
__ADS_1
"semuanya hadir nona " sahut nya
"bagus "
"kalian pasti sudah tahu apa tujuan ku mengumpulkan kalian semua di sini" ucap Elsa
"sudah nona" sahut salah satu pegawai ,membuat nya menengok kiri kanan karena hanya dia saja yang menyahut
"apa ?" tanya Elsa
"u untuk mencari panyusup" ucap nya ragu ,Elsa menyunggingkan senyum nya mendengar jawaban pegawai nya itu
"gawat bisa mampus gue kalau ketahuan "
"mudah-mudahan wanita ini tidak akan tahu"
"harus tenang,ya aku harus tenang agar tak ketahuan "
Elsa menyunggingkan senyum nya saat mendengar suara-suara tak kasat mata itu , ia pun berjalan menuju ketiga orang itu
"kau ...kau ....dan kau yang lain boleh keluar dan lajutkan tugas kalian " Elsa berucap tanpa melepaskan tatapan nya dari ketiga orang yang ia tunjuk
"apa mereka pegawai baru ?" tanya Elsa menatap Handri
"iya nona ,dia nama nya Beno sebagai housekeeping (tukang bersih-bersih dan merapikan barang )yang baru bekerja 3minggu , dia Jono sebagai waiters ,baru bekerja 4 Minggu , dan dia Hadi sebagai room servis ,baru bekerja satu Minggu " tutur Handri
"kalian bertiga dibayar berapa untuk memata-matai hotel ini ?" tanya Elsa tanpa basa-basi
"ma...maaf nona a...apa maksud nona ?" tanya Hadi
"kalian fikir saya bodoh sampai tidak ada tahu jika ada penyusup di hotel ku " ucap Elsa datar
"maaf nona kami tersinggung atas tuduhan nona , kami sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti maksud nona , penyusup apa, dan apa untung nya buat kami ,bisa saja kan penyusup nya adalah pegawai lama ,jangan karena kami pegawai baru nona bisa menuduh kami yang bukan-bukan" ujar Jono mencoba menyangkal
"sudah jelas keuntungan nya adalah uang ,dia pasti menjanjikan uang , tak mungkin kalian mau jadi mata-mata jika bukan karena uang , sudah lah jangan mengelak lagi " ucap Elsa seraya melirik jam tangan nya
"Handri "
"iya nona " sahut nya
"bawa mereka ke tempat biasa ,satukan mereka dengan semua mata-mata yang sudah di tangkap ,dan jangan keluarkan mereka sebelum mereka mengakui ,dan jangan lupa untuk merekam pengakuan nya " perintah Elsa dan langsung di patuhi oleh Handri
"sebenarnya aku tak butuh pengakuan kalian , karena tanpa kalian jujur pun aku bisa tahu , telinga ku sangat tajam ,bahkan saking tajam nya suara hati kalian pun bisa ku dengar ,jadi jangan heran jika aku bisa dengan mudah mengetahui siapa saja penyusup itu " ucap Elsa lalu beranjak dari sana .
.................................
Dengan sudah berganti pakaian kini Elsa sudah duduk dengan ditemani secangkir kopi cappucino ,ia tengah menunggu kedatangan Bima .
"maaf dokter Elsa ,saya datang terlambat " ucap Bima merasa bersalah
"tidak ko ,saya juga baru sampai beberapa menit yang lalu" sahut Elsa
"silahkan di minum dulu " Elsa sudah memesan kan minuman yang sama dengan nya
"terima kasih ,dokter Elsa tahu saja jika saya penyuka kopi" Bima terkekeh lalu menyeruput kopi nya
"jadi apa yang pak Bima tahu tentang dokter Arya ?"
"darimana dokter Elsa tahu jika saya hendak membicarakan tentang nya ?" tanya nya bingung
"katakan saja ada apa dengan dokter Arya ?" tanya Elsa lagi
"ini...lihat lah " Bima memberikan amplop coklat dan langsung di buka oleh Elsa
"apa maksud nya ini?" tanya nya
Elsa melihat beberapa foto seseorang dengan wajah hancur namun yang membuat ia terkesiap adalah foto tentang kartu identitas nya
"ya Tuhan jangan-jangan ....."
.
.
.
__ADS_1
.
to be continued