
Reno terpaku di tempat nya ,debaran jantung nya kembali bertalu-talu setelah kembali bertemu Riska , gadis yang pernah ia sukai semasa kuliah dulu , berbeda dengan pertemuan nya waktu nikahan Vano dan Elsa beberapa bulan lalu .
"jadi mulai move on dari Nuri nih "celetuk Vano
"eh....apa sih loe" Reno terkesiap
sedangkan Vano hanya terkekeh kecil melihat Reno yang salah tingkah
"khem ....ini gue bawa oleh-oleh asli beli dari Hongkong , bukan,dari tanah Abang " ucap Reno mengambil kembali semua paper bag di lantai ,Reno memang baru pulang dari Hongkong menghadiri acara keluarga nya
"spesial buat calon keponakan gue " tambah nya
"wuih..... thanks ,bahkan kami belum mempersiapkan apa-apa untuk anak kami " ucap Vano meraih paper-paper bag itu
"maaf lama ,ini minum nya ,duh ada nak Reno rupanya ,sebentar ibu ambilkan buat mu " ucap Bu Sri hendak kembali ke dapur
"tak usah Bu,tak usah repot-repot, tapi kalau bisa gelas nya yang agak besar ya Bu, haus banget soal nya ,apalagi cuacanya cukup panas "
"yeee.....kucai ....itu mah sama aja bohong " seru Vano .
"sayang ,sini duduk kamu pasti pegal berdiri terus " Vano menarik pelan Elsa agar duduk
Riska yang mendengar dan melihat perlakuan manis Vano terhadap Elsa pun menjadi geram sendiri, gadis itu pun memutuskan untuk pergi namun Reno berseru
"Riska tunggu" Reno berhasil menarik tangan Riska
"apa?" tanya Riska sewot
"dih jangan sewot ngapa, tuh minuman nya minum dulu,kasihan ibu Sri udah susah payah bikinin minum buat kamu ,masa kamu tega gak menghargai beliau" ucap Reno membuat Riska mengkerutkan kening
"kamu? sejak kapan kita bicara aku kamu ?" tanya Riska menatap tajam
"sejak saat ini " sahut Reno nyengir
"lepas ,gue mau pergi" Riska menghentakan tangan nya namun karena cekalan tangan Reno lebih kuat dari nya ,akhirnya Riska pasrah saat Reno membawa nya duduk di depan Vano dan Elsa.
Hal itu membuat Vano juga Elsa saling lirik ,dan mereka tahu apa yang ada di fikiran Reno,kedua nya pun merasa terharu dengan apa yang akan di lakukan Reno untuk mereka berdua.
***
Sebuah mobil Toyota hitam tengah melaju dengan kecepatan sedang , namun tiba-tiba laju mobil nya melambat saat netra sang pengemudi menangkap sosok wanita yang tengah berjalan di kegelapan malam dengan langkah tertatih dan pakaian yang kotor .
"itu kan ....."
pria itu pun menghentikan laju mobil nya ,lalu menghampiri wanita itu
"Tasya "
wanita yang di panggilnya pun menengok , dan alangkah terkejutnya ia saat tiba-tiba saja wanita itu menghambur memeluk nya
deg
tubuh Bagas menegang saat Tasya memeluk nya ,namun Bagas segera menguasai diri nya saat merasakan ,badan Tasya gemetar sangat kontras sekali jika ia tengah ketakutan
__ADS_1
"Tasya,loe kenapa ,ada apa ?" tanya nya
"hiks....tolong gue..... gue takut.....tolong...." ucap nya dengan tersedu
"iya ,ok gue tolong ,ya udah loe ikut gue , nanti loe cerita ok " Tasya mengangguk
"ini minum dulu " Bagas memberikan air minum kemasan botol yang ada di mobil nya
"terima kasih "
"jangan cerita dulu jika loe masih belum siap" ucap Bagas seraya menghidupkan mesin mobil nya
untuk beberapa saat keadaan hening , hingga akhir nya Tasya buka suara
"gue......udah bunuh orang "
ckiiiiittt'
Bagas mengerem mobil nya hingga kedua nya terhuyung ke depan dan hampir menubruk dashboard jika saja kedua nya tak memakai sabuk pengaman
"tadi loe bilang apa , gue gak salah denger kan ,loe bunuh orang ?" tanya Bagas memastikan pendengaran nya
"iya ....gue gak sengaja , tadi ....gue ...di ikutin dari depan hotel sampai di pertigaan sana orang itu mendekatiku dan mengganggu ku ,di...dia juga ingin memperkosa ku ,jadi aku melakukan apa yang Elsa katakan padaku " ucap Tasya tergugu
"apa yang Elsa katakan ?" tanya Bagas
"ka...katanya ...kalau ada orang ja...jahat ....gue tendang bagian itu nya ,dan ...tadi gue ....lakuin itu ,...dan orang nya langsung terkapar ,entah mati atau pingsan ,gue takut ,gue langsung lari ,tapi ....kaki gue kayanya terkilir" ucap Tasya setengah terisak
"ya ampun Sya, gue fikir beneran bunuh orang ,kalau cuma di tendang itu nya sih gak bakal sampai mati,palingan pingsan ,udah jangan di fikirin lagi, gue antar pulang ya" ucap Bagas kembali menjalankan mobil nya
"Riska, please bukain dong pintu nya gue eh salah aku mau bicara nih " ucap Reno sambil mengetuk pintu rumah Riska
Ia hanya tinggal sendiri di rumah nya ,ia enggan untuk ikut bersama Vina ,meski Vina sudah membujuk nya.
Karena tak kunjung pergi akhirya Riska pun membuka kan pintu dan Reno langsung nyelonong masuk begitu pintu terbuka
"eh....eh....mau kemana loe?" seru Riska
"aku mau duduk,pegel dari tadi berdiri terus ,dingin lagi luar" ucap Reno santai
"lagian siapa suruh loe di luar ,gue gak nyuruh " ucap Riska
"kamu gak mau nyuguhin minum ,aku haus nih "
"ogah ,ambil aja sendiri " ucap Riska ketus
"pantesan si Vano demen sama yang jutek ,rupanya seru juga ,hahaha" batin Reno tertawa
"mau apa sih loe ,udah malem juga " tanya Riska berdiri bersedekap dada
"duduk dulu ,nanti aku ngomong "
mau tidak mau Riska pun duduk
__ADS_1
"seandainya jika ada yang suka sama kamu,kamu ma terima dia gak ?" tanya Reno mulia serius
"tergantung " sahut Riska masih dalam mode jutek
"maksudnya?"
"kalau yang suka sama gue Vano ,ya gue terima lah " sahut nya lagi
Reno menghela nafas lalu berucap
"kalau menurut ku kamu itu bukan nya cinta sama Vano ,rasa yang ada di diri kamu itu cenderung ke obsesi , sudah lah jangan fikirkan orang yang jelas tak pernah mikirin kamu , lihat lah ke depan , fikirkan hidup mu ,carilah kebahagiaan mu sendiri ,jangan sakitin diri kamu dengan terus mengharapkan seseorang yang justru tak mengharapkan mu "
"jangan sok tahu "
"loe itu gak pernah ya ngerasain cinta bertepuk sebelah tangan ,makanya enteng banget tuh mulut ngomong " decak Riska kesal
"kamu salah ,justru aku bilang seperti ini karena aku juga merasakan hal yang sama , dua kali malah , setiap rasa yang aku miliki hanya bertepuk sebelah tangan, sakit ,perih ,tapi aku bisa apa, mungkin Tuhan tahu mana yang lebih baik buat ku " ucap Reno hingga membuat Riska menyelis ke arah nya
Riska diam karena merasa bingung mau berbicara apa ,jadi ia hanya mendengarkan Reno
"pertama aku melihat gadis itu di kampus pas pertama masuk universitas aku sudah merasa tertarik padanya,namun apa daya gadis itu malah menyukai laki-laki lain ,dan parah nya laki-laki itu adalah teman ku sendiri ,yaaah....meskipun teman ku tak pernah merespon gadis itu ,tapi tetap saja melihat perhatian nya pada teman ku membuat hati ku sakit , lalu aku bertemu dengan seorang gadis lain ,dia cantik tak kalah cantik dengan gadis yang ku sukai , pembawaan nya yang anggun membuat debar jantung ku yang memang tengah sakit kala mengingat gadis yang ku sukai kembali bertalu-talu,tadinya aku fikir dengan gadis itu aku bisa melupakan nya ,namun ternyata kenyataan tak seindah harapan ,gadis ternyata itu sudah bersuami ,punya anak malah ,tragis sekali kan aku " Reno terkekeh saat mengingat begitu konyol nya ia pernah mengharapkan Nuri ,si paranormal cantik yang sudah bersuami plus anak
"lalu apa yang loe lakuin setelah itu?" tanya Riska
"gak ada ,aku jalanin hidup ku seperti biasanya saja dan perlahan semua rasa di hati ku sirna dengan sendirinya,namun tak di sangka aku kembali bertemu dengan nya dan ternyata rasa di hatiku belum seutuh nya hilang ,debaran itu kembali lagi tepat saat aku melihat wajah cantik nya dan aku ingin berharap lagi padanya " ucap Reno sambil melayang kan senyum hingga entah sadar atau tidak wajah Riska merona melihat senyuman Reno
"dan apa kau tahu ,saat wajah nya merona gadis itu jadi terlihat sangat menggemaskan,persis seperti wajah mu saat merona seperti ini" tambah Reno
"ih ...apaan ,enggak ya ,loe jangan ngarang " sergah Riska
"hehe.... ya udah ini sudah malam,aku pulang , ingat ya untuk tidak menyakiti diri sendiri ,jangan lagi memikirkan laki-laki yang tak pernah menganggap mu " Reno beranjak bangkit dari duduk nya
namun saat di ambang pintu Reno menengok seraya berucap
"masih ada aku yang setia menunggu mu " Reno pun benar-benar melangkah kan kaki nya keluar
Riska yang mendengar akhir dari kalimat Reno terpaku di tempat nya ,ia mencerna setiap perkataan Reno dari awal
"apa maksud nya masih ada gue ,terus tadi dia bilang .....cewek yang ia suka malah suka sama teman nya"
terbayang di ingatan nya saat tatapan Reno di kampus dulu,senyuman nya ,perhatian nya dan semua candaan nya yang sering ia abaikan
" jangan-jangan cewek itu..." ingin rasanya Riska memanggil Reno dan bertanya perihal gadis itu namun ia urungkan
Di saat Riska hendak menutup pintu tiba-tiba ada yang menepuk pundak nya ,saat di tengok tidak ada siapa-siapa, pembantu pun tak ada yang tinggal ,semua nya hanya bekerja di saat pagi menjelang petang ,jika Maghrib tiba maka semua pembantu nya pulang.
Seeett.....
bayangan putih melintas di belakang nya ,Riska pun menoleh lagi namun tak ada siapapun atau apapun.
Hingga Riska terhenyak saat melihat sosok wanita tengah menatap nya tajam dari dalam tembok ,ada bercak darah di wajah nya ,tubuh nya terhuyung ke belakang beberapa langkah
__ADS_1
"Aaaaaaakkkkhhh......"