
saat makan dipiring khan habis, khan membangunkan sanee, yang tengah tertidur untuk makan. nampaknya ia benar - benar kecapekan. khan menyuapinya beberapa sendok. dan saat suapan ke 5.
" khan, Aku ngantuk. aku tidak mau makan lagi" kata sanee lalu berbaring dan menarik selimutnya. khan hanya tersenyum melihat ulahnya. khan, keluar kamar untuk mengembalikkan kedapur. dan ia teringat bahwa ia belum menyiapkan hadiah untuk dinnar sebagai hadiah pernikahannya. khan Masuk ke kamar, dan membuka pocket kecilnya, ditulis beberapa nominal di kertas ceknya. hanya itu saja yang bisa Diberikan oleh khan, karena ia bingung harus memberi hadiah apa yang akan kepada dinnar. karena waktunya Sudah mepet.Dimasukkannya kesebuah amplop bertulis "dari khan dan sanee". setelah itu ia bergegas untuk tidur, karena ia akan sibuk besok.
...
sang surya Sudah datang, dengan sinarnya yang hangat waktu menunjukkan pukul 08.00 pagi. semua keluarga dan sanak saudara kumpul didalam gedung menyaksikan pernikahan dinnar. tak terkecuali khan dan sanee. mereka nampak Serasi sekali, bahkan mereka menjadi perbincangan sanak saudara ,kerabat dan teman kakek absy. bagaimana tidak, khan dulu sebelum menikah sering dipuja puji orang, terutama para ibu-ibu yang berharap mempunyai seorang menantu seperti khan dan para kamu hawa yang mendambakan khan sosok pria idaman.
" lihat, itu Adnan khan kan. pemilik perkebunan dan vila mewah didaerah xx itu kan. lihat dia bersama seorang wanita" kata ibu-ibu berbaju pink
" iya, dengar - dengar sich itu istrinya" kata ibu-ibu berbaju coklat
" iya , katanya sich menikahnya mendadak dan tertutup" kata ibu-ibu disebelahnya.
"apa, mereka ada apa-apa" kata ibu berbaju coklat
" maksudnya jeng.?" kata ibu berbaju pink
" yah, yang seperti ditv-tv" jawab ibu berbaju coklat
" akan, masak aku sich jeng ga percaya" kata ibu disampingnya.
nampaknya sanee tidak menyadari ada beberapa ibu-ibu yang membicarakannya. berbeda lagi dengan khan, nampaknya khan bisa membaca gerak - gerik ibu-ibu yang ada di depannya. meskipun mereka berbicara berbisik dan berkata pelan. khan tetap mengetahui. khan cuek bebek dan pasang wajah sumringah. saat dinaar sudah selesai ijab qabul, khan dan sanee mengambil foto bersama dan memberi selamat dan tak lupa memberikan hadiah yang sudah di siapkan khan. tak lupa dinaar dan suaminya berterima kasih. khan dan sanee turun dari kursi pelaminan. dan mencicipi makan yang dihidangkan. saat duduk sambil menyantap gado - gado, mereka mengobrol. sanee yang penasaran dengan isi amolop untuk dinnar memberanikan bertanya.
__ADS_1
" khan, aku boleh bertanya.? tapi, kamu jangan marah. Nanti setelah aku bertanya seperti ini dikira aku terlalu kepo dan terlalu ikut campur. kata sanee
" sudah katakan, aku tidak punya pikiran seperti itu" kata khan sambil memasukkan irisan timun kemulutnya.
sanee menghela nafas panjang.
" tadi kamu memberi amplop isinya uang berapa.? Apa aku juga harus memberi juga.?" tanya sanee
" tidak usah, tadi sudah ku beri atas nama ku dan namamu" jawab khan
"oowh" kata sanee
"ada lagi yang mau ditanyakan.?" tanya khan
" rahasiaa, hahah kepo" jawab khan tertawa renyah
"dasar" sanee berpaling dari khan, ngambek.
" dengar" kata khan, lalu sanee menatapnya. mereka saling bertatapan.
" aku tadi tidak memberikan uang, tapi cek" kata khan
"cek.?" tanya sanee heran, karena ia baru kali ini menemui orang seperti khan dalam kehidupannya.
__ADS_1
ijab qabul dikasih atm, kondangan amplop diisi cek.batin saner
" iya, aku kasih cek. Aku lupa tidak tarik tunai. hehe" jawab khan nyengir. sanee menepuk jidatnya sendiri. seperti biasanya khan, lupa tarik tunai.
" kenapa.?" tanya khan sambil tersenyum
kulihat, kenapa kamu tersenyum. makin ganteng. batin sanee
"tidak" jawab sanee jutek
" hehehe, maafkan aku .. tidak mungkin aku memberi uang cash. di Dompet juga tidak ada dan di amplopin juga tidak akan muat" kata khan meringis
"memangnya, kamu tulis berapa nominalnya.?" tanya sanee penasaran
" sedikit, hanya 35 juta" jawab khan
sanee mencep mendengar jawaban khan.
"kenapa.? tenang saja, dia kuanggap saudara sendiri. kalau tidak saudara mana mungkin aku memberi lebih dari itu" kata khan. mendengar jawaban seperti itu sanee agak tenang.
mungkin, kamu memang orang baik. tapi, ku mohon jangan kamu baik kepada semua orang. di zaman ini banyak orang baik yang dimanfaatin. batin sanee
bersambung..
__ADS_1