Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
extra part gelisah


__ADS_3

Elsa mengkerut kan kening nya saat melihat ponsel nya berbunyi tanda notifikasi masuk ke ponsel nya , sebuah apk chat yang sudah cukup lama ia tak membuka nya karena sudah lama juga tak ada pesan masuk dalam apk chat itu


*hai....*


"Bitzer.....sudah lama banget dia gak chat " gumam nya


Elsa pun membalas ,meski awal nya ragu


*hai juga , kemana aja baru nongol *


*ada kok ,gak kemana-mana*


* oh.....* Elsa membalas nya dengan oh saja


cling


kembali pesan di terima


*kita ketemuan yuk *


"waduh dia ngajak ketemuan , gimana ya ....apa aku ajak Vano " gumam nya


*kenapa ,gak mau ya? atau gak boleh sama suami nya?*


*ya sudah gak apa-apa ,aku gak maksa kok , tapi jika kamu bersedia , datang saja ke taman kota yang ada air mancur nya ,aku tunggu di sana , karena meski kamu tak datang pun aku berada di sana *


Elsa tak lagi membalas pesan nya , ia menaruh ponsel nya lalu berbaring di tempat tidur ..


"Vano.....apa kamu masih lama " batin nya


tak lama pun terngiang di telinga nya suara Vano menyahut


"seperti nya aku akan pulang terlambat ,maaf ya sayang ,banyak pekerjaan di kantor"


"hm....baiklah tak apa " batin Elsa lagi


Ponsel seakan tak berfungsi lagi bagi mereka , hanya butuh memusatkan fikiran maka kedua nya hanya tinggal berkomunikasi melalui batin atau yang lebih tepat nya telepati .


Di masa kehamilan nya Elsa jadi mudah merasakan ngantuk di jam menjelang makan siang , hal itu membuat Elsa kerap kali terlambat makan siang dan bahkan sampai tidak sama sekali .


Saat ini pun Elsa sudah berkelana dalam mimpinya,sesaat setelah bertelepati dengan Vano.


Sementara itu Vano nampak nya berbohong pada Elsa ,yang mengatakan jika dirinya berada di kantor dan tengah di sibukan dengan pekerjaan ,Vano bahkan meminta Shema untuk membuat Elsa tak dapat mengetahui dengan apa yang ia lakukan saat ini


"maafkan aku sudah berbohong " lirih Vano


"Vano....ini gimana sudah ok gak ?" tanya Bagas


setelah bersusah payah menghias area taman


"hm.....ada yang kurang kaya nya " gumam Vano


"apa ?" tanya Reno menimpali


"gue mau ada tambahan tokoh kartun shoun the seep ,yang karakter Timmy dan Bitzer "

__ADS_1


"hah.....shoun the seep....yang embe itu ?" tanya Reno


"iya , tolong ya "


"tapi gue gak tahu karakter yang loe maksud ,apa tadi tim tim....


"Timmy dan Bitzer " ucap Vano seraya menujukan gambar di ponsel nya


"ooh....jadi Timmy itu embe yang kecil ,lalu yang mana Bitzer ?" tanya Reno dan Bagas hampir bersamaan


"yang ini ,guk guk guk " Vano memperagakan suara nya


"haiiisshhh.....loe mah aneh orang lain kalau ngasih kejutan itu yang romantis seperti bunga , balon ,lilin atau musik yang romantis eh ini malah tokoh kartun " Reno nampak menggelengkan kepalanya begitupun dengan Bagas ,ia tak habis fikir dengan kelakuan sahabat nya itu


"emang nya bini loe itu anak kecil yang lagi ulang tahun ,pake tokoh kartun segala " keluh Bagas


"kalian mau tahu apa alasan gue mau tokoh kartun itu di ikut sertakan ?" tanya Vano membuat kedua nya menatap nya


"apa ?" sahut Reno dan Bagas berbarengan


"nanti loe berdua akan tahu " Vano terkekeh melihat wajah kesal kedua sahabat nya


"sumpah ya gak lucu banget " Bagas nampak dongkol , sebab ia sudah begitu penasaran apa tujuan nya menginginkan tokoh kartun itu di hadir kan, namun setelah ia siap mendengar alasan nya , dengan enteng nya Vano mengatakan nanti


"hehehe.....jangan merajuk , udah sana kerjakan ,katanya mau bantu" ucap Vano lagi seraya terkekeh


Vano memilih duduk untuk berteduh karena cuaca juga sedang terik-terik nya , tapi baru saja Vano merapatkan bo*kong nya di kursi panjang yang terdapat di gazebo sesuatu mengganggu nya .


"jangan colek-colek , gue bukan sabun colek " ucap Vano saat ia merasakan lengan nya ada yang mencolek


"itu wajah nenek kenapa , seperti abis terseret di aspal " ucap Vano


"ko kamu tahu?"


"kelihatan soal nya" sahut Vano asal


"nenek mau apa, jangan minta tolong ya, saya bukan pakar hantu soal nya " ucap Vano mematahkan semangat hantu nenek itu yang memang tadinya akan meminta tolong


"padahal saya cuma mau kamu datang ke kampung saya ,di sana ada cucu saya yang sebatang kara ,orangtuanya sudah meninggal ,dia memang lebih muda dari mu ,saya mau kamu menikahi cucu saya " tutur si nenek hingga membuat Vano mendelik tajam


"maaf nek ,aku sudah menikah istri ku sedang hamil" ucap nya


"oh ....gitu "


"nenek udah tahu cucu nya sendirian di kampung kenapa nenek di sini?" tanya Vano


"huhuuuuu.....saya salah naik bus ,tadinya saya mau pergi ke pasar naik angkot ,tapi saya malah naik bus dan terdampar di sini , tepat satu Minggu nenek meninggal karena ketabrak motor ,baju saya nyangkut lalu saya keseret huhuuuuu......jenazah saya memang sudah di bawa ke kampung dan mungkin sudah di makam kan ,tapi arwah saya masih gentayangan karena pelaku yang menabrak saya belum ditangkap ,kasihan cucu saya dikampung sudah tak ada siapa-siapa lagi huuuu.... saya juga tidak akan pergi sebelum cucu saya menikah " nenek itu menangis seraya menceritakan kisah hidup nya sebelum meninggal


"yah... nek ,maaf nih ya ,saya benar-benar tidak bisa membantu " ucap Vano lagi ,meskipun hati nya tak tega ,namun karena mendengar ucapan hantu nenek itu yang ingin Vano menikahi cucu perempuan nya Vano jadi enggan tuk membantu


"woy....ngapain loe ngomong sendiri ?" sentak Reno menepuk bahu Vano


"euh....gak kok gue hanya latihan buat kejutan nanti " kilah Vano


"tapi kok gue merinding ya" batin Reno

__ADS_1


"loe mau pergi jemput Riska kan ,udah sana jemput dulu keburu ada cowok lain yang nganterin pulang " ucap Vano yang mengetahui maksud Reno menghampirinya


"kok loe tahu gue mau jemput Riska ?" tanya Reno


"kelihatan soal nya,di jidat loe ada tuh tulisan nya , eh selamat ya kalian jadian juga akhirnya ,meskipun dia belum bisa nerima loe seratus persen ,loe harus lebih berjuang lagi " ucap Vano


"tahu darimana loe ,perasaan gue belum cerita apa-apa deh " tanya Reno bingung


"apa sih yang gue gak tahu ,sudah sana kasihan cewek loe udah nunggu "


"baiklah ,gue pergi dulu ,entar balik lagi " ucap nya


sambil menatap punggung Reno , Vano bergumam


"apa yang gak gue tahu tentang loe dan Bagas , buat loe mungkin gue turut campur tapi Bagas gue yakin dia bisa menyelesaikan nya sendiri "


Untuk masalah Bagas ,Vano tak ingin ikut campur ,karena kelak Bagas akan mengalami dilema dalam menentukan pilihan nya , Vano mungkin akan membantu sedikit itupun jika mendesak ,jika tidak maka ia hanya bisa berharap Bagas bisa mengatasi masalah nya sendiri .


***


jam sudah menunjukan pukul 17:00 ,Elsa yang tengah menunggu kepulangan Vano merasa gelisah karena Vano tak menjawab panggilan batin nya ,ponsel pun tak aktif ,bahkan Shema juga tak kunjung datang saat Elsa memanggil nya,Bu Sri yang melihat kegelisahan Elsa pun mendekat dan bertanya


"kenapa ?"


"Vano ko belum pulang ya Bu?" tanya nya


"di jalan macet mungkin kak , tadi teman aku ngasih kabar kalau di jalan yang sering di lewati kak Vano sedang terjadi kecelakaan,kata nya sih tabrakan mobil dan truk " ucap Kenan yang selesai bertelepon dengan teman sekolah nya


deg


tiba-tiba Elsa merasa tidak enak hati ,bahkan perut nya kram saking terkejut dan takut ,fikiran nya pun sudah kemana-mana.


"aauuhh...." Elsa memegangi perut nya


"astaghfirullah....Elsa ....sini duduk " Bu Sri nampak panik


"Bu ... jangan-jangan Vano...." air mata Elsa tak dapat terbendung lagi ,perasaan nya menjadi kacau hingga ia tak berfikir untuk mencari tahu kebenaran kabar itu , padahal bisa saja dengan memejamkan mata nya Elsa bisa mengetahui kabar suami nya itu namun ia begitu kalut dengan fikiran nya sendiri ,hingga ia lupa .


"tidak , ibu yakin Vano suami mu baik-baik saja" ucap Bu Sri menenangkan


"ini kak minum " Kenan memberikan minum untuk Elsa


Setelah Elsa selesai minum ,ponsel nya berdering


"Bagas ..." lirih nya ,tak membuang waktu Elsa langsung mengangkat telpon nya


"ada apa ,apa yang terjadi degan Vano,dia baik-baik saja kan ,dimana Vano ?" tanya Elsa


"dia baik-baik saja , sekarang loe siap-siap gue jemput" Bagas menutup begitu saja


"ha...halo ...Bagas ....apa maksud nya ,kenapa dia bilang mau jemput , sebenarnya ada apa?" fikiran nya kembali kacau ,Elsa memejamkan mata nya namun hanya gelap yang ia lihat tak ada penglihatan apa pun


"kenapa gak bisa"


Elsa kembali mencoba namun tetap saja tidak ada gambaran apapun yang bisa ia lihat

__ADS_1


"ya Tuhan ....apa jangan-jangan gue udah kehilangan kemampuan gue , Vano.....tadi siang gue masih bisa denger dia nyahut ,tapi kenapa sekarang gak bisa "


__ADS_2