
happy reading 😘
.
.
.
.
"satu. ...dua .....tiga ..."
Braakk' pintu pun terbuka
"ASTAGA ....."
Bagas dan Reno nampak terkejut melihat kondisi kamar yang sudah sangat berantakan , pecahan cermin berserakan , kursi yang sudah rusak ,bantal ,guling, dan juga tempat tidur pun bergeser tempat
"ini cewek serem amat kalau lagi ngamuk , tempat tidur itu sangat besar ,gue aja gak bakal bisa ngangkat tapi dia ....
"keluar kalian " Elsa berucap tanpa berbalik
"Sa....tenangin diri loe , gue tahu loe sedih dan shock tapi bukan begini Sa...." ucap Reno
"DIAM....gue bilang pergi , atau kalian mau nasib kalian sama seperti Vano" sentak Elsa
"apa maksud loe ?" tanya Bagas
"ini salah gue " lirih Elsa
"gue terlahir sebagai sebuah kutukan ,siapa pun yang dekat dengan gue dia pasti mati atau gak celaka, ini sudah kesekian kali nya , dan sekarang Vano ,dia jadi korban kutukan gue , lalu setelah ini siapa lagi , jadi kalian lebih baik pergi, tinggalin gue sendiri " tutur nya
"kenapa loe berfikiran seperti itu ,ini takdir , gak ada yang tahu akan seperti apa kita nanti " ujar Bagas
"ya .... Vano pun dulu sering mengatakan itu ,dia mengatakan jika dia akan baik-baik saja ,tapi lihat kan ....kalian lihat sekarang ,dia mati ... dia mati....dan itu salah gue ....salah gue.....hiks ..." Elsa tak dapat lagi menahan tangis nya ,ia pun jatuh terduduk sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya .
"Sa ...." Reno mencoba untuk meraih pundak nya
"GUE BILANG PERGIIII......" teriak Elsa setelah Reno berhasil menyentuh pundak nya ,Elsa pun berbalik
"astaga ... Elsa ....."
kedua nya nampak terkejut saat melihat kedua mata Elsa kini sudah berubah
"E......Elsa ....." Bagas terbata
"gue bilang pergi ....." Elsa merentangkan kedua tangan nya dan pada saat itu pun semua barang yang tadi berserakan terangkat di udara , semua nya melayang begitu saja , Bagas maupun Reno keduanya nampak shock tanpa bisa berkata apa-apa, kedua nya nampak membelalakan mata melihat hal yang sama sekali belum mereka lihat dalam nyata
"E....Elsa ...." gumam Reno
"PERGIIII........"
keduanya pun sontak berbalik dan menutup pintu saat melihat barang-barang itu hendak menghantam mereka .
Brakkk
Brakkk
Brakkk
semua benda itu menghantam pintu
__ADS_1
"apa gue mimpi?" tanya Reno saat kedua nya berlindung di balik pintu
"gue fikir apa mungkin Elsa kesurupan " celetuk Bagas
"kalau begitu kita harus cari orang pinter buat nolongin Elsa " sahut Reno
"kalau gitu loe disini jagain dia biar gue yang cari orang pinter nya" ucap Bagas beranjak
"lah lah ....ko gue elo dong, gue yang punya ide " seru Reno tak terima
"emang loe tahu paranormal yang bisa nanganin si Elsa?" tanya Bagas
"enggak sih " sahut nya lemah
"ya udah loe diem di sini jagain dia , kalau ada apa-apa cepat hubungi gue" Bagas pun bergegas untuk pergi menemui paranormal yang ia maksud
"tapi gue takut " cicit nya yang tak terdengar oleh Bagas
"Vano....gue harap loe emang tidak ada di pesawat itu " lirih Reno yang masih berdiam di depan pintu kamar nya Elsa
Sudah tak terdengar lagi suara ribut di dalam kamar tapi itu tidak membuat hati Reno tenang begitu saja ,justru ia malah semakin khawatir ,takut kalau-kalau Elsa melakukan hal-hal yang berbahaya.
Dengan gelisah Reno terus saja berjalan mondar-mandir ,bingung antara masuk atau tidak , jika dia nekat membuka pintu ia sangat takut ,tapi jika dia diam saja justru dia malah semakin penasaran dengan apa yang terjadi di dalam kamar.
Sedangkan di dalam kamar , Elsa hanya diam , tak ada lagi isakan yang keluar dari mulut nya ,hanya air mata nya saja yang keluar membasahi kedua pipi nya .
"seharusnya gue gak nerima Vano saat itu , seharusnya gue gak ada di hidup nya , saharusnya gue gak percaya pada nya , Vano....loe menggali liang kubur loe sendiri hanya karena gue " lirih nya
Di belakang nya kini sudah ada Shema yang langsung datang saat perasaan nya tiba-tiba tidak enak tentang Elsa , di sekeliling nya pun banyak ular dari berbagai macam ukuran dan jenis ,ular-ular itu memenuhi ruangan kamar nya,tak ada pergerakan apa-apa dari ular-ular nya , seakan ikut merasakan kesedihan tuan Puteri nya
Sementara itu
"Vano....tidak mungkin ....Vano...." Marsha menangis pilu setelah bangun dari pingsan nya
"diam kau ....aku sendiri juga tidak tahu ,apa masih ada harapan Vano selamat , apa kamu tidak melihat berita nya di tv ,tidak ada yang selamat , kau tahu " Marsha merasa kepalanya berdenyut sakit saat Riska terus saja merengek pada nya
"hiks ...hiks...." Riska pun menangis ,bukan karena kenyataan Vano yang tidak ada harapan selamat ,melainkan karena bentakan dari Marsha
"kalian tenang saja , aku akan pergi ke sana untuk memastikan sendiri , mudah-mudahan Vano kita selamat "ucap Jay
"siapkan pesawat kita akan terbang ke tempat pesawat **** jatuh " ucap Jay pada ponsel nya
(maaf ya author kaleng-kaleng tidak bisa menyebutkan lokasi jatuh nya pesawat )
"tenangkan diri kalian ,aku pergi dulu " Jay pun melenggang pergi dari kediaman nya ,menuju pesawat jet pribadi nya di bandara ***
*kita kembali lagi ke Elsa
sebuah mobil sedan hitam berhenti di halaman depan rumah Elsa ,di susul mobil berwarna silver yang ikut berhenti dan memarkirkan mobil nya .
"ayo silahkan masuk " ajak Bagas pada dua orang wanita cantik yang seperti nya berbeda usia ,kedua wanita cantik itu pun mengangguk
"apa ibu merasakan apa yang aku rasakan ?" tanya wanita yang lebih muda yang mengenakan hijab
"ya ,aura nya begitu kuat ,tapi seperti nya aura ini bukan aura negatif " sahut wanita satu nya
"mana yang kata nya kesurupan itu ?" tanya wanita yang lebih tua
"mari ikut saya ,dia ada di kamar nya " ajak Bagas menuju kamar Elsa
"Gas .... akhirnya loe balik juga , lama amat sih loe ,takut gue " seru Reno merasa lega saat sahabat nya itu sudah kembali ,namun tatapan nya beralih pada dua orang wanita cantik di belakang Bagas
__ADS_1
"shyuut...siapa mereka ?" bisik nya
"mereka paranormal yang gue maksud " sahut Bagas
"seriusan loe?" tanya Reno tak percaya
"kalau yang ibu-ibu itu sih percaya gue , tapi kalau yang pake hijab itu ,mana mungkin sih paranormal , apa mungkin asisten nya" fikir Reno dalam hati nya
"apa bisa kita masuk dan melihat teman kalian ?" tanya wanita itu
tilililit .... tilililit.....
bunyi ponsel membuat langkah kedua wanita itu berhenti
"ah maaf ,saya angkat telpon dulu gak apa-apa kan ?" tanya wanita berhijab itu
"oh ya silahkan " ucap Reno yang tak pernah berkedip melihat nya
"cakep nih cewek , duh jantung gue jadi nyat nyut begini " Reno nampak nya tertarik pada wanita cantik berhijab itu
"assalamualaikum...."
(...........)
"iya sayang ...sebentar ya mama ada urusan sedikit ,gak lama ko , mama langsung pulang kalau sudah selesai " ucap nya
(............)
"iya...iya ....baiklah ,nanti mama bawakan makanan yang kamu pesan , ok Gibran sayang mama tutup dulu telpon nya ya, Oma Laras sudah nungguin mama , dah sayang .... muach"
(.............)
"waalaikum salam" wanita itu pun memasukan ponselnya ke dalam tas nya
"maaf tadi anak saya nelpon " ucap nya dan hal itu langsung memporak-porandakan hati Reno yang baru saja mekar
"a ...anak...." ucap nya terbata
"ehm....baiklah ,ayo Bu Laras kita lihat " ajak nya
"Nuri ...."
"iya Bu ?" tanya nya
"berhati-hati lah " ucap nya
"ehm..." Nuri pun mengangguk
Dengan pelan Bagas memutar kenop pintu dan membuka nya , namun ia begitu terkejut saat melihat penampakan kamar nya sekarang
Reno pun tak kalah terkejut nya
"ba....bagaimana mungkin "
.
.
.
.
__ADS_1
.
to be continued