Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
mengutarakan perasaan secara tak langsung


__ADS_3

Sebelumnya


Bagas ternyata harus terlambat karena meeting nya yang berjalan alot , hingga mau tidak mau Bagas meminta Tasya untuk datang ke restoran tempat mereka akan makan malam .


Namun saat Bagas hampir sampai di tempat janjian Bagas melihat Novi berada di dalam mobil milik Bima , ia yang masih kepo dengan kedekatan mereka pun memilih untuk membuntuti,ia tak lupa akan janji nya hanya saja dia hanya ingin tahu dulu apa hubungan mereka ,setelah itu ia akan kembali menuju restoran yang sudah ada Tasya menunggu di sana .


Bagas menajam kan telinga nya duduk di antara semak-semak taman , lebih tepat nya di belakang Novi dan Bima yang tengah duduk ,keduanya menatap lurus ke depan .


"jadi gimana , ini diluar kendali ku , aku juga tak tahu kenapa bisa kedua orang tua kita saling mengenal dan bahkan sepakat menjodohkan kita setelah mereka tahu kita saling mengenal "tanya Bima


"apa,....mereka di jodohkan?" gumam Bagas di dalam hatinya


Novi menghela nafas lalu berucap


"ya , aku bersedia mas " ucap nya


mendengar jawaban itu Bima pun menoleh


"tapi.... apa kamu tidak sedang dekat dengan wanita lain ?" tanya Novi


"tidak , dulu aku memang menyukai seorang wanita , tak hanya cantik tapi juga baik,selama aku mengenalnya aku belum pernah melihat dia berbuat sesuatu yang negatif,tapi ... ternyata aku terlambat setelah beberapa hari tak bertemu tahu-tahu dia sudah menikah ,dan kamu tahu bagaimana cara aku melupakan nya ?" tanya Bima menatap Novi


"tidak ,memang nya gimana cara nya ?" tanya Novi


"aku menyibukan diriku dengan pekerjaan hingga nyawaku pun jadi taruhan nya , tapi itu semua tidak sia-sia ,karena ternyata aku sudah menemukan tambatan hati yang baru " jawab nya


"siapa ? terus apa wanita itu tahu ,lalu bagaimana dengan perasaan mu mas kalau kamu mengikuti kemauan orangtua kita ?" tanya Novi lagi


"sepertinya dia tidak tahu ,masalah perasaan ku aku pasti lah sangat senang karena apa ?"


Novi menggeleng


"karena kamu lah wanita itu "


"apa...." Novi merasa shock lalu berdiri dengan reflek


"kenapa ?" tanya Bima


"ah.....hm...tidak, a...aku ...aku hanya kaget saja karena baru kali ini ada pria yang mengatakan suka pada ku " Novi menunduk malu


"oh ya , benarkah ?" Bima pun ikut berdiri dan berhadapan dengan Novi


"padahal aku sangat menantikan moment dimana Bagas lah yang mengatakan itu " batin nya


"apa keputusan ku ini tepat , lebih baik di cintai daripada mencintai , karena cinta akan datang karena terus bersama " batin nya lagi


"hey....kenapa melamun?" tanya Bima seraya meniup wajah Novi


Novi mengerjapkan mata nya


"gak kok gak apa"


"jadi ....kamu tak keberatan kan menikah dengan ku ?" tanya Bima lagi

__ADS_1


"hm...tapi aku belum bisa mencintai mu ,bagaimana apa kamu tidak keberatan?" tanya Novi ragu


"tidak sama sekali , cinta akan tumbuh seiring berjalan nya waktu , lebih sering kita bersama cinta akan datang karena terbiasa " jawab Bima


"apa ada seseorang di hatimu saat ini?" tanya Bima


Novi tak langsung menjawab ia berjalan ke arah lain menghindari tatapan mata Bima


Bima pun mendekat


"tolong bicaralah dengan jujur ,ada atau tidak ?" tanya Bima lagi


"ada ,tapi itu tidak penting lagi , karena sekarang aku akan menata hati ku untuk mu, mas Bima ....bantu aku untuk bisa mencintai mu " ucap Novi seraya tersenyum manis penuh ketulusan


"baiklah , siapa pun itu aku tak mau tahu ,tapi jika seandainya kamu tak bisa melupakan nya maka aku tidak akan mau melepas mu , aku tak mau kehilangan lagi , cukup Elsa saja tak mau kehilangan kamu " ucap Bima keceplosan


"hah....jadi mbak Elsa yang kamu sukai ?" tanya Novi


"iya, tapi itu dulu,duluuuu banget ,sudah jangan fikirkan itu ,dia sudah bahagia sekarang ,kini tinggal aku yang akan membahagiakan diriku dengan membahagiakan mu tentunya" ucap Bima kemudian


"idih ...gombal"


"enak aja ,siapa juga yang gombal ,aku jujur loh itu dari hati aku ,aku itu paling tidak bisa menggombal ,kalau romantis itu sudah pasti" jawab Bima jumawa


"ok kalau gitu coba buktikan segimana romantis nya seorang Kompol Bima sakti " celetuk Novi


"kok Bima sakti ?" kerut kening nya Bima


"Bima Sakti ....Bima ...Sakia.... Tini" Novi menahan tawa saat menyebutkan nama lengkap Bima yang menurut nya lucu , lucu karena itu merupakan nama perempuan


"mama kamu yang mengatakan nya " jawab Novi tersenyum


"mama....." geram nya tertahan


Sakit rasanya hati Bagas mendengar percakapan mereka , namun apa mau dikata Bagas sudah kalah sebelum berperang ,belum juga ia menyampaikan isi hati nya Novi malah sudah menerima Bima sebagai calon suami nya kelak .


Bagas pun bergerak perlahan hendak beranjak dari tempat persembunyian nya ,namun saat sudah berhasil menjauh tiba-tiba saja Novi berseru memanggil nama nya


"Bagas ...."


mau tidak mau Bagas pun menghentikan langkah nya dan berbalik


"eh....Novi..." ucap Bagas kikuk


mereka pun mengobrol basa-basi ,hingga Novi mengatakan akan menikah dengan Bima , tentu saja Bagas sudah tahu karena tadi ia menguping ,tapi ia berpura-pura baru mendengar nya


"wah ....benarkah ....selamat kalau begitu semoga pernikahan kalian samawa ya,langgeng terus " ucap Bagas memberikan selamat dengan menjulurkan tangan nya pada Bima ,Bima pun menyambut uluran tangan nya


"thanks ya Gas " ucap nya


"kalau gitu boleh gak gue meluk calon istri loe ,sebentar aja , sebagai tanda pertemanan kita " ucap Bagas


"ya....boleh lah ,sebentar aja ,awas kalau lama-lama gue tendang loe sampai ke langit ke tujuh " Bima tak ingin terlihat sebagai laki-laki yang posesif ,karena ia takut jika ia menujukan sikap seperti itu Novi jadi ill fell pada nya .

__ADS_1


"selamat ya Nov...." ucap Bagas sambil memeluk Novi


"makasih " ada kepiluan di hatinya saat pria yang ia tunggu selama ini malah mengucapkan selamat bukan kata cinta yang ia harapkan,begitu pula dengan Bagas ,namun keduanya berusaha untuk biasa-biasa saja ,dan bersikap seperti biasanya


Namun pada saat momen itu Tasya melihat nya ,posisi Bima yang terhalang pohon bunga kertas membuat nya tak terlihat oleh Tasya ,ia pun langsung pergi dengan linangan air mata yang langsung meluncur begitu saja .


"woy....udah ,jangan lama-lama" Bima menarik Bagas yang masih menempel di Novi


"ck ....pelit amat sih loe " Bagas berdecak kesal menahan emosi ,namun kemudian Bagas terkesiap dan menepuk kening nya


"astaga ,gue lupa ada janji, gue duluan ya " Bagas pun pergi tanpa mendengar sahutan kedua nya


"semoga loe masih di sana Sya " lirih Bagas lalu menancap gas menuju lokasi tempat mereka bertemu


Bagas memarkirkan mobilnya asal , hingga ia mendapat hardikan dari seseorang yang juga hendak memarkirkan mobilnya namun terhalang karena mobil Bagas yang parkir sembarangan,Bagas tak peduli ia terus saja melangkahkan kaki nya masuk area restoran itu.


Bagas memutarkan pandangan nya ke seluruh meja yang penuh namun ia tak menemukan Tasya , hingga seorang wanita pelayan resto itu menegur .


"maaf mas nya ada yang bisa saya bantu ?"


"saya tadi janjian ketemu sama teman saya ,saya sedang mencarinya " ucap Bagas yang masih mengedarkan pandangan nya


"mas namanya Bagas bukan ?" tanya pelayan wanita itu


"iya , kenapa mbak nya bisa tahu?" Bagas mengerutkan kening nya


"ini , ada titipan dari teman nya mas Bagas "wanita itu pun memberikan secarik kertas


"lalu mana teman saya ?"tanya Bagas lagi


"sudah pulang "


"oh gitu ,makasih ya " Bagas pun segera beranjak pergi meninggalkan resto itu.


Bagas menepikan mobilnya dan mulai membuka kertas yang ia terima dari pelayan wanita di resto


Gas.....loe tega banget ya sama gue ,gue udah nunggu loe lebih dari satu jam ,tapi loe gak datang juga , apa sih mau loe ,kenapa loe seneng banget mainin perasaan gue ,loe fikir nunggu dalam keadaan perut lapar perasaan gue akan baik-baik saja , enggak Gas, gue lelah jika harus nunggu loe terus , loe sering banget ngasih harapan ke gue tapi setelah gue berharap loe malah hancurin harapan gue , gue lelah Gas , capek, sebentar lagi gue bakal pergi ,gue harap bisa bertemu lagi dengan loe tapi jika suatu saat gue nemu jodoh di Jerman dan gak bisa kembali ke indo ,loe jangan sedih ya ,karena gak ada lagi yang bisa loe bohongin, gue ngerasa di bohongin tahu gak , bilang nya janji ,tapi zonk terus ,dan iya ....mungkin jika pas nikahan Riska gue gak balik gue tetep kirim kado dari sini , gue harap loe akan segera menemukan kebahagiaan loe , by...Bagas tersayang


deg...


Secara tak langsung Tasya mengatakan isi hati nya yang lelah dengan perasaan nya, awal nya Bagas tak ngeh dengan setiap kata-kata yang di tuliskan Tasya ,namun di akhir kalimat yang tertulis " Bagas tersayang " mendadak ia tercenung dengan memperhatikan tulisan itu,bahkan Bagas pun sampai membaca ulang tulisan nya .


"apa jangan-jangan cowok yang di taksir Tasya itu gue, gue kan juga satu sekolahan dengan nya ,bi Siti juga mengatakan jika cowok yang di sukai Tasya malah menyukai cewek lain ,pas banget ,gue juga kan suka sama Novi "gumam nya


"karena loe suka sama Novi ,makanya loe jaim-jaim gimana gitu ,agar Novi terkesan sama loe"


ucapan Tasya siang tadi terngiang di benak nya


"masa iya sih Tasya suka sama gue" Bagas merasa tak percaya dengan apa yang ada di fikiran nya ,namun entah sadar atau tidak ujung bibir nya tertarik membentuk senyuman


apalagi saat teringat tatapan matanya yang selalu berbinar saat menatap nya jantung Bagas terasa seperti habis naik roller coaster ,degupan nya kencang sampai membuat tubuh nya gemetar .


"kalau bener ,Tasya pasti sakit hati banget sama gue , Ya Allah....Tasya ...maafin gue ,secara tak sadar gue nyakitin loe " lirih Bagas

__ADS_1


***


__ADS_2