
Pagi ini Tasya tengah bersiap untuk berangkat ke hotel ,saat menuruni tangga Tasya melihat sekeliling rumah nya
nampak sepi
"heeeeh......seperti nya mereka sudah pergi " gumam nya lirih
Selalu seperti itu Tasya tidak pernah bertemu kedua orangtuanya meski mereka tinggal satu atap , kedua orang tua nya selalu pulang malam terkadang Tasya sudah tidur ,dan berangkat saat Tasya masih terlelap.
Kosong ,hampa, hambar,dan kesepian , itu yang dirasakan Tasya dari dulu , kedua orangtuanya masing-masing memiliki perusahaan sendiri ,itu yang membuat Tasya seringkali merasa tak punya orang tua ,karena kesibukan mereka yang membuat sosok Tasya terabaikan , dari kecil Tasya tumbuh hanya dengan tangan baby sitter ,hingga dewasa seperti sekarang pun baby sitter itu masih bekerja ,hanya saja tugas nya bukan mengurusi Tasya lagi melainkan menjadi kepala art.
Namun terkadang Tasya juga sering datang ke kamar mantan baby sitter nya di malam hari hanya sekedar untuk diajak curhat ,ya hanya bi Siti lah yang menjadi pendengar dan tempat Tasya berkeluh kesah .
Ada Wira juga yang selalu memperhatikan Tasya ,meskipun hanya sekedar tetangga namun perhatian dan perlakuan nya sudah seperti seorang ayah , tak jarang juga Wira sering menjadi wali saat pembagian raport yang tak bisa kedua orangtuanya ambilkan .
Beruntung Tasya tidak terjerumus pada hal yang dapat merugikan nya,gadis itu memang kurang perhatian dari kedua orang tua nya namun ia tahu batasan bergaul dan pandai mencari teman .
"hoooaammmm......duh gara-gara semalam gue gak tidur jam segini masih ngantuk gue " lirih Tasya sambil menguap ,ia sudah duduk di meja makan ,meletakan kedua lengan nya dan menaruh kepalanya pada tangan nya yang ia lipat di atas meja .
"loooh...non ko loyo begitu ,lemes ,masih ngantuk ?" tanya bi Siti
"iya Bi ,semalam gak bisa tidur , hoooaammmm...." lagi Tasya menguap dengan lebar
"tutup mulut nya takut ada lalat masuk " ucap Bu Siti memperingati
"hm...."
"kalau gitu gak usah berangkat , istirahat aja sana ,nanti kerja nya juga gak akan fokus " ucap bi Siti
"aku harus berangkat Bi, soal nya hari ini ada karyawan baru ,aku harus memberikan nya arahan agar saat bekerja tidak mengecewakan " ujar Tasya
"ya sudah ,kalau begitu di supiri ya ,jangan bawa mobil sendiri ,bahaya "
"iya Bi , aku berangkat dulu ya"
"loh ini sarapan nya gimana ?" tanya bi Siti
"bawa saja deh buat bekal "
"ya sudah tunggu sebentar bibi siapkan "
bi Siti pun lalu menyiapkan sarapan yang akan di bawa Tasya , tak banyak hanya sandwich dan sebotol susu hangat .
"makasih bi"
cup
Tasya mencium pipi wanita paruh baya itu sebelum melangkah pergi ,itu sudah menjadi kebiasaan bagi nya ,berbeda dengan kedua orangtuanya yang sama sekali tak pernah ia kecup pipi nya .
Sesampai nya di lobby hotel, Tasya langsung di sambut karyawan lain nya , mereka menundukan kepala saat Tasya melewati mereka , sebenarnya Tasya sudah meminta mereka untuk tidak berlaku seperti itu pada nya ,namun mereka tetap saja melakukan itu .
"jalan jangan sambil bengong ,nanti jatuh "
Tasya menengok
__ADS_1
"eh Tante Tante Vina " ucap Tasya
"kamu kenapa , sakit?" Tasya menggeleng
"hanya ngantuk Tante, semalam aku gak bisa tidur " sahut nya
"kalau gitu kenapa kamu berangkat kerja , kenapa gak istirahat saja ,kurang tidur itu gak baik buat kesehatan " ucap Vina
kedua nya berjalan beriringan
"gak apa-apa tan, lagian kan hari ini akan ada karyawan baru juga kan ,gak enak masa ada karyawan baru manager nya gak masuk ,apa kata dunia " Tasya berkelakar
"ya ampun ...kamu ini ,ya sudah tapi setelah itu kami harus istirahat ya " ucap Vina menggeleng
"siap Bu bos" Tasya memang sudah akrab dengan Vina karena kedua nya sudah sering bertemu dan bersama dalam mengelola hotel itu , sebenarnya Tasya sudah menjadi seorang bidan dan bekerja di salah satu rumah sakit ,namun karena ada beberapa hal membuat diri nya harus mengundurkan diri , kedua orangtuanya juga sudah mengajak nya bergabung di salah satu perusahaan mereka ,namun Tasya menolak ,melihat bagaimana sibuk nya mereka ,Tasya jadi enggan turut campur mengelola perusahaan,meskipun kelak ia juga yang menjadi pewaris nya namun Tasya tak menginginkan itu ,ia hanya ingin kehangatan dan kebersamaan keluarga seperti keluarga lain nya .
"oh iya Tasya , nanti Tante mau ke rumah Elsa kamu mau ikut ?" tanya Vina
"hm.....mau sih tapi ... ,sepertinya aku mau numpang tidur saja di salah satu kamar di sini ,gak apa kan ?" ucap Tasya ragu
"ya enggak apa-apa dong "
kedua nya pun memasuki ruangan nya masing-masing .
"Elsa ,Riska ....kalian begitu beruntung, Tante Vina seberapa sibuk nya ia masih bisa meluangkan waktu untuk anak-anak nya ,meskipun Riska hanya anak sambung tapi serasa anak kandung " gumam Tasya lirih
Tasya memencet salah satu tombol di telpon
Setelah itu Tasya meraih beberapa dokumen lalu memperhatikan nya
"Novi Amalia usia 23 tahun " gumam nya membaca calon karyawan baru yang sebentar lagi akan ia brifing .
"semoga dia berkompeten dan dapat di andalkan " gumam nya lagi
tok tok tok
"masuk "
"ini kopi hitam tanpa gula nya Bu " seorang OB membawakan pesanan kopi milik Tasya
"simpan di situ saja , terima kasih ya" OB itu pun mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan itu Tasya memang selalu mengucapkan terima kasih jika sudah meminta sesuatu pada karyawan nya dan hal itu membuat semua karyawan di hotel itu merasa senang .
Tasya melangkah meraih cangkir kopi hitam nya
sedikit-demi sedikit kopi hitam tanpa gula di cangkir itu berpindah ke perut nya .
"astaga gue lupa belum sarapan " Tasya pun segera meraih bekal yang tadi ia bawa dari rumah nya
Setelah selesai sarapan Tasya pun kembali menyeruput kopi nya ,hingga sebuah ketukan di pintu terdengar di telinga nya
"masuk " Tasya meminta orang di balik pintu memasuki ruangan nya
perlahan pintu terbuka dan menampilkan sosok orang yang ia kenali
__ADS_1
"Elsa " ucap Tasya
"ayo masuk , kenapa loe datang gak bilang dulu ,kan gue bisa bikin sambutan buat loe " ucap Tasya
"apa sih ,berlebihan banget deh" ucap nya
"ya biar gimana pun loe kan yang mendirikan hotel ini , hebat loh loe masih kuliah udah bisa bangun hotel sendiri" ucap Tasya berdecak kagum
"yah ...daripada uang gue habis dipakai yang gak penting kan mending bangun ini hotel ,dan karena memang tujuan gue bikin hotel ini buat hadiah untuk nyokap ,biar gimana pun ia sudah berjuang ngelahirin gue ,meski gue harus kehilangan sosok nya selama beberapa tahun" tutur Elsa
Elsa yang sekarang menjadi lebih banyak bicara dan terbuka pada orang terdekat ,mungkin karena kutukan di dirinya sudah hilang membuat nya jadi semakin leluasa berinteraksi pada siapa pun .
"loe datang sendiri?" tanya nya saat tak melihat Vano bersama nya
"tadi sih gue diantar sama Vano ,tapi dia langsung berangkat ke kantor ,gue BT di rumah sendiri , Kenan sekolah ,ibu belakangan ini sibuk bersama ibu-ibu PKK , jadi gue main aja ke sini " terang nya padahal itu hanyalah alasan nya saja ,ia tahu hari ini akan kedatangan karyawan baru makanya ia juga ingin ikut menyeleksi calon karyawan nya ,dengan membaca fikiran nya tentu nya .
tak lama pintu diketuk dari luar
"sepertinya calon karyawan baru " ucap Elsa
"masa sih " Tasya mengkerutkan kening
Tasya pun berjalan menuju pintu dan membuka nya
"maaf apa benar ini ruangan manager ?" tanya seorang gadis cantik dengan lesung pipi tercetak jelas saat berbicara
"oh iya benar masuklah " Tasya mempersilahkan nya untuk masuk
"silahkan duduk" Tasya duduk di kursi nya ,Novi pun duduk di depan nya sedang kan Elsa beralih ke sofa ,dan mulai mengamati gadis bernama Novi Amalia itu secara diam-diam
"jadi kamu yang nama nya Novi Amalia?" tanya Tasya ,Novi mengangguk
"iya "
"ternyata manager nya masih muda , dia juga sangat cantik mungkin usia nya sama dengan ku ,bagus lah dengan begitu aku tidak akan merasa susah jika nanti mendapat kesulitan, sepertinya dia orangnya asik untuk diajak bicara " batin Novi yang terdengar oleh Elsa
untuk saat ini Elsa melihat jika gadis bernama Novi ini benar-benar tulus ingin bekerja di sini
Elsa pun hanya tersenyum simpul .
***
Tak pernah bosan author kaleng-kaleng meminta bantuan nya ,tolong bantu like cerita ku yang lain ya "teror guna-guna" part tangis bahagia π mau mencapai 100 like susah banget ya π€¦ ,mohon bantuan nya yaπππ
soal nya udah ngebet banget aku bikin lanjutan cerita nya di judul baru ,aku udah bernazar jika like tembus angka 100 mau bikin lanjutan nya dengan kisah sang anak Adnan Gibran Gifhari,tapi kok lama banget ya ampunπ€¦π
syukur-syukur jika mau baca dari awal sampai end ,wah sangat berterima kasih banget aku apalagi meninggalakan jejak jempol cantik nya πβΊοΈπ
terima kasih πππ
__ADS_1