Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
sanee dengan senaa


__ADS_3

" sanee" kata khan lagi


"iya." balas sanee, mereka saling bertatapan


" kalau tidak keberatan, aku mohon untuk saat ini saja. kamu harus menjiwai peran menjadi istriku yah. karena, gerak gerik kita disini beda dengan dirumah. disini mungkin banyak yang membaca skenario rumah tangga kita. jadi aku berharap kita bisa bekerja sama." kata khan panjang


" iya, aku akan mengingat semua perkataanmu" kata sanee mengangkat kedua alisnya.


dan sudah saat mereka keluar dari mobil. disambutlah mereka dengan beberapa wartawan jurnalistik kampus.


"hey senior" kata salah satu dari mereka berlima


sanee hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda sopan kepada mereka.


khan terlihat kebingungan.


kenapa secepat ini ada yang meliput. batin khan


"iya ada apa, bro" kata khan, khan melihat sanee, dia menganggukkan kepalanya. sanee paham denga kode itu. sanee menghampiri khan dan berdiri disampingnya. khan dan sanee di wawancarai.


" jadi senior, apa motivasi, pesan dan kesan senior. semasa senior menimbah ilmu dikampus tercinta ini" kata salah satu dari mereka membawa mix.


khan menatap kamera di depannya dengan penuh percaya diri dan sanee yang disampingnya hanya melihat khan, suaminya yang memang mempunyai aura wibawa.


" motivasi saya saat berada dikampus ini adalah, belajar dengan niat yang ikhlas, dan belajar menjadi diri kita sendiri. pesan dan kesan, uhmmt.. kampus ini adalah kampus yang terbuka untuk siapa saja yang mau belajar menjadi pribadi yang mencintai ilmu dan disiplin ilmu" kata khan panjang.


" wah, dari beberapa senior yang berpengaruh dikampus ini. motivasi , pesan dan kesan senior khan yang paling top" kata salah satu dari mereka dan mereka bertemu tangan.


khan hanya tersenyum tipis.


" sudah dulu yah, saya mau foto foto shoot dengan istri saya, ayo sanee" pamit khan


" iya ayo. mari semua kita duluan" kata sanee pada mereka.


" iya mari" kata mereka berbarengan, sanee dan khan bergandengan tangan. kali ini sanee yang pertama menggandeng tangan khan. dari kejauhan terdengar samar - samar mereka sedang berbicara tentang mereka.


" wah ternyata diam-diam senior sudah menikah, padahal ku kira dia masih single." kata mereka


" cantik sekali istrinya. pantas mereka serasi sekali" kata salah satu dari mereka


...


saat selesai foto shoot, mereka bertemu teman khan. ada farid, hafiz, iqbal, aulia dan senaa.


" khan" panggil mereka dari kejauhan, sambil mengulurkan tangan.


khan dan sanee menghampiri mereka.


" sanee mereka teman dekatku, jaga sikap mu dengan baik yah. aku yakin kau bisa menjaga dirimu baik - baik. kendalikan emosimu, jika salah satu dari mereka berkata pedas dan melontarkan kalimat percintaan padamu" kata khan pelan. sanee hanya menganggukkan kepala, lalu tersenyum dari kejauhan kepada mereka.


sampailah mereka di kumpulkan teman dekat khan.

__ADS_1


" khan bagaimana kabarmu, siapa wanita cantik disamping mu khan , heheh?" tanya farid


" alhamdulillah aku baik, oiya kenalalkan dia sanee, istriku" jawab khan.


mendengar jawaban khan tersebut mereka terdiam sejenak. sepertinya mereka terkaget.


"Assalamu alaikum, saya sanee" kata sanee memperkenalkan diri


" waalaikum salam" kata mereka semua


" saya farid, ini iqbal, ini hafiz , ini aulia dan senaa" kata farid memperkenalkan teman - temannya.


" hey" sapa sanee


" hey juga" jawab mereka kecuali senaa, khan pun melihatnya.


mereka saling ngobrol, kecuali aulia dan senaa. mereka menjauh dari teman seperjuangan mereka. waktu calon wisudawan memasuki kurang 15 menit lagi. sanee melihat jam tangannya.


" khan, aku mau ke toilet dulu. nanti aku langsung kursi tamu. tidak menemanimu disini. kau kan nanti baris dengan calon wisuda lainnya" kata sanee


" ya sudah, hati - hati yah. toiletnya ujung jalan sana belok kiri" kata khan


" iya" balas sanee, lalu sanee berjalan menuju toilet.


saat sudah selesai di toilet, sanee hendak berjalan keluar. mereka berpapasan dengan aulia dan senaa.


sanee hendak menyapa mereka, namun keburu tangan sanee diseret dan di pojokkan dalam tembok kolidor. lengan sanee dipukul senaa.


..


disatu sisi, khan mencari sanee dari kursi tamu. Tapi, tidak ada sanee yang seharusnya duduk di nomor yang telah ditentukan. dia menchat sanee di whatsapp tapi ditolak ada balasan. saat semua calon wisudawan telah berkumpul baris, khan tidak melihat batang hidung aulia dan senaa.


apa mungkin mereka berdua, melakukan apa - apa pada sanee.? pikir jelek khan.


khan langsung meninggalkan barisan tersebut, padahal ia dan calon wisudawan kurang 5 menit lagi memasuki gedung. khan berlari menuju toilet dan benar saja. ada sanee yang duduk tersungkur di lantai dan di hadapannya ada aulia dan senaa. mereka berdua menghardik sanee dengan kata - kata kasar.


" ternyata beberapa bulan ini khan menjauh dariku karena kamu yah. khan itu milikku. bukan milikmu. kamu dan dia itu belum menikah sah kan. pasti nikah siri kan. bagaimana kalian menikah secepat itu. awas yah kalau kau tidak meminta cerai dari nya, aku pastikan bahwa kamu tidak akan hidup tenang. khan hanya mencintaiku" kata senaa


sanee tidak menjawabnya ia menangis sambil memegangi lengannya yang sakit habis dipukul senaa.


khan berlarian menuju sanee.


" sanee" kata khan berlarian panik, mendengar suara khan aulia dan senaa ketakutan. sanee hanya menunduk. malu.


kenapa aku jadi selemah ini, berdiripun aku berasa tak punya tenaga. batin sanee.


khan sudah berada di dekat sanee.


" kau kenapa.?" tanya khan khawatir melihat sanee menangis menunduk, tak mau memandangnya dan memegangi lengannya.


" apa yang kalian lakukan pada sanee.! jawab atau aku seret kalian kepolisi!" bentak khan dengan nada kasar, ini pertama kalinya mereka bertiga mengetahui khan marah besar.

__ADS_1


" katakan, apa yang kalian lakukan. apa yang kalian katakan tadi kepada sanee sehingga sanee menangis tidak berani menatapku.!" kata khan semakin membentak


" jawab aulia.. senaa!" kata khan dengan nada membentak


" aku.. aku .. aku hanya berkata kalau kamu hanya mencintaiku." kata senaa memberanikan diri


" apa katamu senaa.! kapan aku berkata kalau aku mencintaimu. kapan.! aku bahkan tidak berani memandangimu lebih dari dari 2 detik baik saat kita bertemu. apalagi aku mengatakan seperti itu padamu" kata khan kesal


" tapi, aku mencintaimu khan" kata senaa


" tapi aku tidak,. " balas khan dengan cepat


" kau jahat " kata senaa, aulia hanya memeluk senaa.


" kau lebih jahat lagi. kau lebih jahat terhadap dirimu sendiri. kau jahat sudah membiarkan hasratnya yang salah itu sudah meracunimu. aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak ada perasaan lebih dari teman dan aku tidak bisa mencintaimu. namun kamu masih membiarkan perasaan itu tumbuh tanpa arti kenyataanya. awas saja, jika kalian mengancam dan berbuat yang tidak - tidak . kalian akan aku buat mendapat balasannya. sekarang kalian minta maaf kepada sanee dan pergilah. jangan muncul lagi di hadapanku dan sanee" kata khan panjang dengan nada kesal.


" khan kau terlalu" kata senaa ,lau pergi tanpa meminta maaf.


hanya tinggal aulia, dia mewakili senaa sahabatnya untuk meminta maaf.


" maaf yah sanee" kata aulia singkat lalu, ia pergi mengikuti senaa.


khan menghampiri sanee dan membantunya berdiri. sanee masih tertunduk.


" sanee aku tak apa.? bagian mana yang sakit.?" tanya khan khawatir


" tidak, tidak ada" jawab sanee nutupi


" coba kulihat lenganmu" kata khan, ia melihat lengan baju sanee ke atas. benar saja memar, kulitnya berwarna biru.


" astaghfirullah, memar " kata khan melihat lengan sanee, sanee hanya berusaha menutupinya.


" sudah khan, aku tidak apa -apa" kata sanee, sambil mengusap air matanya, mencoba tersenyum.


" tunggu" kata khan, lalu mengambil hp dan menfoto luka memar tersebut.


sanee tidak mengerti apa yang dilakukan khan. setelah itu dia menelepon seseorang. kejauhan sanee melihat khan yang sedang serius menelpon seseorang. lalu dia berjalan dan menghampiri sanee.


" ayoo masuk ke gedung, aku antar kau kesana. kau sudah ke toilet.?" tanya khan


" sudah, kok. aku bisa berjalan sendiri ke kursi tamu. jadi, kau berbarislah bersama teman - temanku. ini acaramu, jangan terbebani karena aku. aku baik - baik saja" jawab sanee


" sungguh?" tanya khan masih khawatir


" i'm sanee, im okay" jawab sanee sambil tersenyum


khan mencoba tersenyum, ia mengelap pipi sanee karena terlihat air mata tersisah di pipinya.


" aku pergi dulu yah, nanti kita bersama lagi" kata khan menyentuh pipi sanee dengan jarinya.


sanee hanya mengangguk. lalu, khan berlari menuju tempat dimana seharusnya ia berkumpul.

__ADS_1


__ADS_2